BAB II PROFIL BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANG-
II.5. Capaian Kinerja 2005-2009
II.5.3. Kegiatan Kerja Sama
Jenis kerja sama adalah penelitian hibah bersaing dalam negeri, penelitian hibah bersaing luar negeri, peningkatan kapasitas institusi, dan kerja sama penelitian untuk pengembangan penerapan teknologi.
Tabel II.8. Capaian kinerja penelitian di BB Biogen pada 2005-2009. Program dan kegiatan penelitian Capaian kinerja penelitian
1. Program Penelitian Pengkayaan, Pengelolaan, Pemanfaatan dan Pelestarian Sumberdaya Genetik Pertanian 1.1. Pengayaan Sumberdaya
Genetik Tanaman Pangan Total 10.710 aksesi padi, jagung, sorgum, kedelai, gandum, kacang tanah, kacang hijau, kacang-kacangan potensial, ubi kayu, ubi jalar, dan ubi-ubian potensial telah dikoleksi dan direjuvenasi.
1.2. Pemberdayaan Sumberdaya
Genetik Tanaman Pangan 1) 17 galur padi berpotensi hasil tinggi, 2) Mutan kedelai berindikasi toleran terhadap kekeringan; dan 3) Galur kedelai Biosoy 23 dan Biosoy 5 berpotensi toleran lahan masam.
1.3. Pengembangan Teknologi Pengendalian Ulat Bawang (Spodoptera exigua Hbn.) Menggunakan Feromon
Feromon-Exi dan prototipe perangkap berferomon yang dapat menurunkan populasi S. exigua secara drastis di lapang sehingga meningkatkan hasil panen bawang merah.
1.4. Konservasi Sumberdaya
Genetik Mikroba Pertanian 1) teknik konservasi mikroba (pembekuan pada suhu -80
oC, kering beku, dan liquid drying); dan 2) prototipe pangkalan data bakteri, fungi berfilamen dan khamir, dan virus.
1.5. Bioprospeksi Sumberdaya
Genetik Mikroba Pertanian 1) 6 spesies Bacillus spp. yang antagonistik terhadap jamur patogen tanaman; dan 2) 2 isolat Streptomyces yang antagonistik terhadap bakteri patogen.
1.6. Pengembangan Teknik Serologi untuk Deteksi dan Identifikasi Patogen Tanaman
1) teknik ELISA menggunakan antibodi poliklonal dengan kepekaan tinggi untuk deteksi bakteri layu dan hawar daun bakteri padi; dan 2) teknik produksi antibodi monoklonal untuk deteksi virus tungro dan bakteri layu.
Tabel II.8. Lanjutan.
Program dan kegiatan penelitian Capaian kinerja penelitian
2.1. Penelitian Marka Molekuler 1) Marka seleksi galur pemulih kesuburan Rf1; 2) Marka single nucleotide
polymorphism (SNP) terpaut gen pengendali ketahanan terhadap patogen
penyakit blas, keracunan Fe dan kahat P pada padi yang siap divalidasi; 3) Marka untuk pemetaan genetik jarak pagar; dan 4) Peta genetik marka SSR untuk identifikasi gen toleran keracunan Al pada kedelai.
2.2. Penelitian Pembentukan
Tanaman Transgenik 1) Populasi BC5 padi sawah dan padi gogo transgenik mengandung gen CsNitrL; 2) Galur-galur padi transgenik mengandung gen faktor transkripsi OsWRKY76 yang berasosiasi dengan toleransi kekeringan dan ketahanan
terhadap patogen penyakit blas dan HDB; 3) Galur kentang transgenik mengandung gen ketahanan patogen penyakit hawar daun (Phytophthora
infestans); 4) Galur tomat transgenik mengandung gen tahan virus Gemini
(Tomato Yellow Leaf Curl Virus, TYLCV) dan virus mosaik (Cucumber
Mosaic Virus, CMV); 5) Galur-galur padi mutan mengandung transposon
dan penanda aktivasi sebagai sumber gen-gen penting terkait toleransi kekeringan, salinitas, serangan OPT, umur genjah, dan produktivitas. 2.3. Identifikasi Alel-Alel untuk
Sifat-Sifat Penting pada Tanaman Padi
1) 2 variasi alel baru dari gen ketahanan xa7 dan xa26 bersama marka terkait terhadap patogen penyakit HDB; (2) 2 variasi alel baru dari gen ketahanan terhadap jamur patogen penyakit blas beserta marka terkait; dan 3) masing-masing satu variasi alel baru dari gen toleran keracunan Fe (OsIRT) dan gen toleran kahat P (Pup1) beserta marka single nucleotide
polymorphism (SNP). Semua hasil penelitian ini siap divalidasi.
3. Program Penelitian Pemanfaatan Kultur In Vitro untuk Perbanyakan Tanaman, Perbaikan Varietas dan Produksi Senyawa Metabolit Sekunder
3.1. Pemanfaatan Kultur in vitro untuk Perbaikan Varietas
3.1.1. Seleksi in vitro 1) Galur-galur padi berpotensi tahan kekeringan dan toleran keracunan Al; 2) Satu nomor harapan nilam (Bio-6) tahan kekeringan dengan produktivitas kandungan minyak 3-4%.
3.1.2. Kultur Antera pada
Tanaman Padi 1) Teknik kultur antera untuk mempercepat perolehan galur murni; dan 2) 20 galur dihaploid pemulih kesuburan (restorer) dan 19 galur pelestari (maintainer) hasil kultur antera yang dapat digunakan untuk merakit galur mandul jantan dalam program perakitan padi hibrida.
3.1.3. Penyelamatan Embrio Teknik penyelamatan embrio melalui kultur in vitro untuk kacang hijau dan panili hasil persilangan dengan kerabat liar.
3.2. Pemanfaatan Kultur in vitro untuk Perbanyakan dan Pelestarian Tanaman 3.2.1. Perbanyakan Tanaman
Hortikultura Teknik perbanyakan tanaman pisang, nanas, manggis, dan belimbing. 3.2.2. Perbanyakan Tanaman
Perkebunan Teknik perbanyakan tanaman jahe, panili, melinjo, gaharu, cengkeh, nilam dan tebu melalui kultur in vitro yang dapat menyediakan bibit bermutu. 3.2.3. Pelestarian Tanaman Teknik penyimpanan jangka panjang (7-15 bulan) untuk tanaman-tanaman obat langka (pule pandak, pulasari, dan purwoceng), jeruk besar, pisang, dan ubi jalar dengan cara meminimalkan pertumbuhan. 3.2.4. Produksi Senyawa
Kegiatan yang telah dilakukan:
1) Penjalinan kerja sama yang menunjang program penelitian dan pengembangan baik di dalam negeri maupun dengan luar negeri, yaitu melalui keunggulan peneliti untuk bersaing mendapatkan penelitian antara lain dari RUT/Riset Insentif/SINAS, SINTA/RIPP, KKP3T, PKPP, dan Global Crop Diversity Trust.
2) Pendaftaran merek ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk perlindungan HKI hasil penemuan (invensi) peneliti BB Biogen melalui Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP). Invensi yang telah terdaftar selama Renstra 2005-2009 adalah: (1) Pupuk Hayati Pelarut Posfat, (2) Feromon-Exi, (3) Feromon-Ostri, dan (4) Orlitani.
3) Pengurusan dokumen perjalanan dinas ke luar negeri berupa paspor, visa, dan exit permit untuk staf yang akan melakukan seminar/work
shop/international meeting, magang/pelatihan, post doctoral, dan visiting scientist.
4) Pembuatan surat Material Transfer Agreement (MTA) setiap pengeluaran benih/plasma nutfah ke instansi lain (keluar BB Biogen) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak sebelum pengiriman/ pemberian benih yang diminta. Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan pengawasan pemanfaatan SDG pertanian (contoh: mematenkan invensi yang berdasarkan sumber daya hayati dan pengetahuan lokal/tradisional,
dan komersialisasi sumberdaya hayati tanpa memberikan
kompensasi kepada pemilik/penguasa sumber daya hayati dan pengetahuan lokal atau biopiracy). BB Biogen pada tahun 2008
melalui MTA telah mengirim 25 aksesi padi ke Seoul National University, Korea Selatan. Selama tahun 2009 BB Biogen telah mengirim di antaranya benih 714 aksesi padi ke IRRI Filipina, benih 123 aksesi padi ke JIRCAS-Jepang, benih 224 galur padi untuk uji ketahanan terhadap patogen blas dikirim ke CIRAD-Perancis, dan benih 384 aksesi terong (Solanum sp.) ke RU Botanical and Experimental Garden di Belanda.
5) Pemprosesan permohonan mahasiswa yang akan yang akan
magang/praktek dan penelitian di BB Biogen. Pada tahun 2009 saja
BB Biogen telah menerima permohonan izin untuk kegiatan penelitian sebanyak 37 mahasiswa, bimbingan mahasiswa sebanyak 4 orang, dan praktek kerja lapang (PKL)/magang sebanyak 23 mahasiswa