DARI PERSPEKTIF JENDER
GAMBARAN MENGENAI KPP HAM
F. KEGIATAN LAPANGAN
NAMA KASUS KEGIATAN
KPP HAM Timor Timur
Kasus-kasus besar yang terjadi antara Januari sampai dengan Oktober 1999. Kasus-kasus ini meliputi:
- pembunuhan di kompleks Gereja Liquica, 6 April; - penculikan enam orang
warga Kailako, Bobonaro 12 April; - pembunuhan penduduk sipil di Bobonaro; - penyerangan rumah Manuel Carrascalao, 17 April;
- penyerangan Diosis Dili, 5 September,
Penyelidikan lapangan melalui 6 kunjungan ke Kupang NTT, 3 kunjungan ke Timor Timur dan 1 kegiatan penggalian kuburan massal di NTT. Penggalian kuburan dilakukan dengan
mengikutkan tim ahli forensik. Selain memeriksa bukti dan tempat-tempat kejadian, KPP HAM juga mengumpulkan informasi baru, melalui
wawancara dengan 55 orang saksi korban dan 23 saksi, serta pemeriksaan terhadap 45 orang yang memiliki kaitan dengan pelaksanaan tindak
pelanggaran hak asasi manusia.
KPP HAM mengadakan 3 kali pertemuan dengan Komisi Penyelidik Internasional untuk Timor Timur yang dibentuk PBB untuk pertukaran informasi. Namun karena tidak tercapai
- penyerangan rumah Uskop Belo, 6 September; - pembakaran rumah penduduk di Maliana, 4 September; - penyerangan kompleks Gereja Suai, 6 September; - pembunuhan di Polres
Maliana, 8 September; - pembunuhan wartawan
Belanda Sander Thoenes, 21 September;
- pembunuhan rombongan rohaniwan dan wartawan Lospalos 25 September; - kekerasan terhadap
perempuan.
kesepakatan tentang protokol kerjasama maka rencana pertukaran alat bukti dibatalkan. Membuka sekretariat KPP HAM di Kupang yang terdiri dari 3 orang asisten dengan tugas
memperlancar kegiatan-kegiatan kesekretariatan, dokumentasi dan persiapan komunikasi,
menyiapkan pemeriksaan saksi, serta membantu evakuasi saksi dengan keluarganya.
KPMM Konflik di Maluku (Ambon dan sekitarnya) dan Maluku Utara
Maluku Utara: upaya mediasi antara dua pasukan sipil bersenjata di Tanjung Barnabas (Halmahera Utara), mediasi di Kecamatan Tobelo, Kecamatan Galela, Pulau Morotai, Mamuya, Jailolo, dan Desa Susukan Kecamatan Sahu; penyekatan di
Kalijodo, pengembalian pengungsi di Malifut dan Kao di Maluku Utara. KPMM juga melakukan pendekatan kepada pimpinan umat dan tokoh masyarakat setempat.
Maluku: pendekatan mediasi kepada tokoh-tokoh agama baik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku maupun Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), tokoh-tokoh masyarakat, kaum
perempuan, mahasiswa dan masyakat dari kedua kelompok yang bertikai pada umumnya.
KPMM mengadakan setidaknya 3 kali pertemuan dalam upaya menjalankan fungsi mediasi:
pertemuan dengan masyarakat Maluku Tenggara dan tokoh-tokohnya, pertemuan dengan ibu-ibu, dan pertemuan dengan ibu-ibu dari kalangan muslim yang ketiganya dilakukan di Benteng Victory / Markas Batalyon 733 Masariku.
KPMM melaksanakan rekonsiliasi antara Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku dengan jajaran di bawahnya.
KP3T Peristiwa penembakan di depan Polres Metro Jakarta Utara
Mengundang dan melakukan
wawancara/pemeriksaan para saksi, baik korban, para pejabat TNI, Polri, Ulama/Mubaligh dan tim medis, serta pihak-pihak lain yang dipandang
Pembakaran rumah keluarga
Tan Keu Lim perlu, kemudian menuangkan hasil pemeriksaan dalam berita acara. Melakukan pendekatan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memenuhi prosedur pemeriksaan para pejabat/anggota TNI dan Polri yang
bersangkutan.
Mempelajari dokumen-dokumen yang terkait dengan kasus Tanjung Priok, baik berupa kaset rekaman, berita-berita dalam media massa, dokumen dari TNI, Polri dan pengadilan serta lembaga terkait.
Melakukan observasi di tempat kejadian, bekas panggung tabligh di Jalan Sindang dan sekitarnya termasuk rumah sakit – rumah sakit dimana para korban diberi pertolongan pertama dan dirawat, serta tempat pemakaman para korban.
Melakukan pengecekan tentang cara kerja senjata SKS (otomatis, semi otomatis, atau tidak
otomatis).
Rekonstruksi muatan kendaraan truk reo. Mengumumkan kepada masyarakat bahwa Komnas HAM memberi kesempatan kepada korban/keluarga korban dan pihak-pihak lain yang ingin menyampaikan tambahan keterangan. Menganalisis fakta yang diperoleh untuk
selanjutnya mengambil kesimpulan dan membuat rekomendasi, berdasarkan KUHP, KUHAP, secara imparsial dan menggunakan standar hak asasi manusia internasional. Tim Tindak Lanjut Hasil KP3T Peristiwa penembakan di depan Polres Metro Jakarta Utara
Pembakaran rumah keluarga Tan Keu Lim
Pemanggilan dan pemeriksaan ulang terhadap saksi-saksi yang mengetahui tentang korban dan lokasi kuburan korban peristiwa Tanjung Priok. Penggalian kuburan korban (di TPU Mengkok, Sukapura, Jakarta Utara dan Pemakaman Wakaf Kramat Ganceng, Pondok Ranggon, Jakarta Timur), pemeriksaan laboratorium forensik dan penyerahan kembali kerangka korban kepada ahli waris untuk dimakamkan kembali.
Mempelajari dokumen-dokumen dan BAP saksi-saksi hasil penyelidikan KP3T sebelumnya.
Berusaha mendapatkan dokumen-dokumen baru sesuai permintaan Jaksa Agung.
Menguji temuan tim dengan norma-norma instrumen HAM internasional antara lain: Konvensi Jenewa 1949, Protokol II Konvensi Jenewa 1997, Statuta Roma 1998, dan dokumen
Human Rights and Law Enforcement.
KPP HAM Papua/ Irian Jaya
Tindakan kepolisian pasca Penyerangan Polsek Abepura pada 7 Desember 2000, yang berupa operasi pengejaran dan penyekatan.
a. Tindakan Pengejaran : Pengejaran ke Asrama Ninmin
Pengejaran ke pemukiman warga asal Kobakma Mamberamo dan Wamena Barat Kabupaten
Jayawijaya di Kampung Wamena Abe Pantai Pengejaran ke Asrama Yapen Waropen (Yawa) Pengejaran ke kediaman masyarakat Suku Lani asal Mamberamo dan Wamena Barat di Jalan Baru, Kotaraja
Pengejaran ke pemukiman masyarakat asal Suku Yali, Anggruk di daerah Skyline Kecamatan Jayapura Selatan
Pengejaran ke Asrama IMI (Ikatan Mahasiswa Ilaga) di Komplek Perumahan BTN Puskopad, Kampkey, Abepura
b. Tindakan aparat di Markas Brimobda Irian Jaya
c. Tindakan penahanan di : Mapolres Jayapura Mapolsek Abepura
Memeriksa/meminta keterangan dari 117 orang yang terdiri dari:
- saksi korban 51 orang: korban laki-laki 43 orang dan korban perempuan 8 orang; - anggota Kepolisian 39 orang: anggota Polisi
29 orang dan 10 anggota Brimobda Irja; - saksi 19 orang;
- saksi ahli 8 orang;
- pemeriksaan ulang kepada 8 orang saksi: 7 anggota Kepolisian dan 1 orang Saksi Ahli. Melakukan kunjungan lapangan sebanyak 9 kali. Membuka sekretariat KPP HAM di Kotaraja,
Abepura, Irian Jaya dengan 3 anggota, 4 asisten, dan 2 staf. Kegiatan sekretariat ini meliputi: - memperlancar komunikasi antara Jakarta –
Abepura (Irian Jaya);
- menyiapkan fasilitas pendukung dalan kerja testimoni dan pemeriksaan bukti maupun saksi; - melaksanakan kegiatan kesekretariatan,
dokumentasi dan persiapan komunikasi dengan berbagai pihak untuk kelancaran pemanggilan dan pemeriksaan saksi maupun korban;
- membuat laporan singkat perkembangan penyelidikan maupun rekomendasi untuk kelanjutan penyelidikan;
- membangun kontak lokal dengan masyarakat, Pemda, Gereja, Polda, Kodam, Rumah Sakit dan LSM untuk memperlancar kerja investigasi; - membantu data sekunder dalam kerangka
penyelidikan berupa kliping, hasil testimoni, dan laporan penyelidikan.