BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.4 Kegiatan Prioritas BPS Kabupaten Seruyan Tahun 2015
1.1.b. Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik
BPS sebagai rujukan utama Persen 62 62 100 1.1.c. Persentase pemutakhiran data MFD dan MBS Persen 100 100 100
1.1.e. Jumlah Publikasi/Laporan yang terbit tepat waktu Publikasi 14 19 73,68
1.2. Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data(respondent
engagement)
1.2.a. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga
Persen 99,23 98,12 101,13
1.2.b. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan
pendekatan usaha Persen 97,98 93,52 104,80
1.2.c. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha
Persen 100 98,93 101,081
2 Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik 2.a. Persentase Kepuasan Konsumen terhadap pelayanan data BPS
2.1.
Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user
engagement)
2.1.a. Persentase Kepuasan Konsumen
terhadap pelayanan data BPS Persen 84 84 100
2.1.b. Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS
Pengunju
ng 4772 6000 79,53 2.1.c. Persentase Konsumen yang puas terhadap akses data BPS Persen 84,5 86 97,67
2.1.c. Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan
sarana dan prasarana BPS Persen 60,3 65 92,08 3 Peningkatan birokrasi yang akuntabel 3.a. Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat
3.1. Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS 3.1.a. Persentase Pegawai yang menduduki jabatan fungsional tertentu Persen 17,65 10 176,5
3.1.b. Persentase pegawai yang berpendidikan minimal Diploma IV atau
Strata I Persen 82,35 75 109,8
3.2. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS 3.2.a. Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat Point 63,65 75,00 84,87
3.4 Kegiatan Prioritas BPS Kabupaten Seruyan Tahun 2015 Beberapa kegiatan yang cukup penting di BPS Kabupaten Seruyan pada Tahun 2015 adalah kegiatan Survei Penduduk antar Sensus
2015(SUPAS), Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 (PBDT), serta Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 (SE2016).
Survei Penduduk antar Sensus 2015 (SUPAS)
SUPAS 2015 merupakan kegiatan survei kependudukan yang dilakukan setiap lima tahun setelah pelaksanaan sensus penduduk. Hasil survei ini akan digunakan sebagai rujukan dan mengkoreksi hasil penghitungan proyeksi penduduk berdasarkan hasil SP2010. Data kependudukan yang dikumpulkan mencakup data pokok penduduk, kejadian kelahiran, kejadian kematian, dan perpindahan penduduk.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkirakan jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan daerah perkotaan/pedesaan; menyediakan data dasar untuk penghitungan parameter demografi; memperkirakan angka kematian ibu/maternal; dan menyediakan data untuk penghitungan indikator yang terkait dengan kependudukan dan kesejahteraan sosial.
Kegiatan SUPAS tersebut mulai berjalan dalam waktu yang beriringan dengan kegiatan Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 (PBDT). Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kekurangan petugas dalam proses perekrutan pada masing-masing kegiatan karena proses perekrutan menggunakan sistem kontrak sehingga petugas yang sudah ditugaskan pada kegiatan SUPAS tidak diperbolehkan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan PBDT. Dengan usaha lebih dalam melakukan perekrutan petugas, masalah ini dapat teratasi dan kedua kegiatan tersebut dapat dilanjutkan tanpa saling berbenturan.
Data Terpadu (BDT) yang merupakan hasil pendataan PPLS 2011. Kegiatan PBDT 2015 merupakan amanat Instruksi Presiden RI nomor 7 tahun 2014. Kegiatan pendataan rumah tangga untuk program perlindungan sosial pernah dilaksanakan sebelumnya oleh BPS dengan nama yang berbeda, yaitu Pendataan Sosial Ekonomi tahun 2005 (PSE 2005), dan Pendataan Program Perlindungan Sosial 2008 dan 2011 (PPLS 2008 dan PPLS 2011). Basis Data Terpadu (BDT) merupakan sistem data elektronik yang memuat informasi sosial dan ekonomi rumah tangga berikut individu dengan tingkat kesejahteraan terendah yang digunakan dalam penetapan sasaran
program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.
Hingga saat ini, BDT telah digunakan sebagai dasar penetapan sasaran program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dalam skala nasional maupun daerah, di antaranya: Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS),Program Bantuan Siswa Miskin (BSM)/Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/Program Indonesia Sehat (PIS), Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH) serta beberapa program lainnya.
Proses pelaksanaan PBDT 2015 di BPS Kabupaten Seruyan menjadi tantangan yang cukup berat yang tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan sumber daya, tapi juga beberapa hal teknis seperti berikut:
1. Adanya kesulitan untuk menghadirkan ketua SLS secara lengkap dalam satu Forum FKP khususnya di daerah perkotaan
2. Masih banyaknya nama-nama calon RTS yang terketik ganda karena nama-nama tersebut sebenarnya sudah ada di PPLS dan ataupun Program, tetapi diusulkan kembali oleh ketua SLS.
3. Beberapa Ketua SLS bermaksud melakukan perubahan (cenderung mengurangi) nama-nama Ruta yang akan dilakukan pendataan berbeda dengan saat FKP. Diduga penyebabnya adalah karena pada saat proses FKP ketua SLS lebih dulu memberikan usulan sebanyak mungkin, baik itu warga yang tidak mampu maupun warga yang sudah mampu, termasuk mengusulkan nama-nama yang sebetulnya sudah tidak bertempat tinggal di sana.
4. Petugas Entry yang kesulitan untuk menemukan ruta yang memiliki nama KRT berbeda antara daftar FKP dengan dokumen pencacahan baik itu ganti KRT, penulisan nama panggilan, dan sebagainya karena petugas tidak melakukan penulisan sebagaimana mestinya 5. Pada Daerah Afdelling pekerja Sawit di Desa Terawan dan Lanpasa,
Kepala Desa merekomendasikan untuk tidak dilakukan proses pendataan di Afdelling tersebut karena dikhawatirkan akan terjadi konflik dalam masyarakat karena pekerja sawit dianggap memiliki kehidupan ekonomi yang lebih baik dibandingkan masyarakat desa biasa. Selain itu sifat dari mobilitas pekerja sawit yang relatif tinggi
6. Proses pengolahan juga terhambat karena berbarengan dengan pelaksanaan pelatihan petugas pencacahan rumah tangga PBDT 2015 dan adanya deadline lainnya seperti pembuatan poster ST2013 yang berjumlah 220 lembar. Bahkan pengolahan FKP sempat vakum sementara karena tidak ada tenaga lagi untuk menjadi panitia pelatihan petugas pencacahan PBDT sehingga diputuskan untuk fokus terlebih dahulu pada pelatihan.
7. Proses pengolahan juga terkendala ketika diketahui bahwa responden yang menolak dicacah juga tetap harus dientri sehingga diperlukan tambahan waktu dan tenaga untuk mengejarnya mengingat deadline pengumpulan semakin dekat.
Hal-hal yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Fasilitator dan Asisten Fasilitator mendatangi secara aktif ketua-ketua SLS yang berhalangan hadir saat FKP.
2. Memeriksa kembali hasil entry daftar nama-nama FKP untuk mengurangi nama ganda
3. Tetap melakukan pendataan ruta pada ruta-ruta yang telah diusulkan saat FKP.
4. Melakukan invetarisir dafar rumah tangga yang nama KRT nya belum ada di Daftar FKP kemudian melakukan konfirmasi ke petugas apakah Ruta tersebut sebenarnya sudah ada di daftar FKP ataupun memang ruta tersebut adalah usulan baru saat proses pendataan.
5. Meminta Ketua SLS (Ketua RT) dan Kepala Desa untuk membuat Berita Acara, bahwa pada afdelling-afdelling tersebut tidak dilakukan proses pendataan.
6. Memaksimalkan sumber daya yang dimiliki dari seksi lain untuk membantu proses pengolahan yang dikoordinasikan oleh Seksi IPDS BPS Kabupaten Seruyan.
Meskipun banyak kendala yang dihadapi, kegiatan ini dapat terselesaikan berkat koordinasi dan kerja sama dari seluruh pegawai dan mitra BPS Kabupaten Seruyan. Berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini akan menjadi bahan perbaikan agar kinerja BPS Kabupaten semakin baik di tahun yang akan datang.
Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 (SE2016)
Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 merupakan salah satu sarana BPS Kabupaten Seruyan untuk memberikan informasi mengenai Sensus Ekonomi 2016 kepada masyarakat Kabupaten Seruyan. Tujuan seminar sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan kegiatan Sensus Ekonomi 2016 kepada masyarakat Kabupaten Seruyan termasuk usaha/perusaahan. Seminar sosialisasi sensus ekonomi 2016 ini mengusung tema “Sensus Ekonomi 2016, Menyediakan Informasi untuk Pembangunan Usaha dan Daya Saing Bangsa”.
Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Seruyan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2015 di Gedung Aula Kantor Bappeda Kabupaten Seruyan. Peserta dari seminar ini sebanyak 73 peserta yang meliputi FKPD, PLT Sekertaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Kepala dinas/badan/kantor lingkup Pemerintah Kabupaten Seruyan, Instansi/lembaga vertikal,BUMN/BUMD, Camat dan Usaha/perusahaan lainnya di wilayah Kabupaten Seruyan. Bupati Seruyan turut hadir untuk membuka acara dan menyampaikan dukungannya untuk kesuksesan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016.
Materi dalam seminar ini
disampaikan oleh tiga
narasumber, yaitu Kepala BPS Kabupaten Seruyan, Kepala Dinas
Perdagangan, Perindustrian,
Perdagangan dan Koperasi
Kabupaten Seruyan dan Kepala
Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah
Kabupaten Seruyan.
Pada sesi paparan yang pertama, Kepala BPS Kabupaten Seruyan, Drs. Agust Bernaldus, menyampaikan paparan mengenai Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016. Dilanjutkan pada sesi paparan kedua adalah paparan dari Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Seruyan yang mengambil tema “Peranan dunia usaha dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seruyan”. Pada sesi paparan ketiga, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Seruyan menyampaikan paparan mengenai “Pemanfaatan data hasil sensus ekonomi untuk kepentingan perencanaan pembangunan daerah”. Setelah ketiga paparan dari narasumber disampaikan, dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin Asisten III Sekretaris Daerah selaku moderator.
Seminar sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada seluruh masyarakat termasuk usaha/perusahaan mengenai pelaksanaan kegiatan Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Seruyan sehingga Sensus Ekonomi 2016 dapat dilaksanakan dengan sukses.
Gambar 3. Bupati Seruyan, H. Sudarsono, SH., dalam acara Seminar