• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Reporter di Terang Abadi Televisi

LAPORAN KEGIATAN

A. Kegiatan Reporter di Terang Abadi Televisi

Kegiatan reporter di Terang Abadi televisi berada di bawah departemen pemberitaan. Reporter dibagi sesuai jobdesk atau wilayah masing-masing, baik sosial ekonomi, pemerintahan, kriminal, pendidikan. Reporter di Terang Abadi Televisi mencangkup wilayah eks karesidenan Surakarta dan Wilayah Kota Jogjakarta dan kabupaten-kabupaten di Jogjakarta.

Para reporter atau biasa di sebut kontributor melaksanakan tugas melakasanakan tanggung jawab profesi sebagai jurnalis televisi melakukan tugasnya meliput berita juga melaksanakan pengambilan gambar secara mandiri. seorang wartawan merangkap sebagai kameramen yang biasa disebut video jurnalis atau VJ. Berbeda dengan beberapa televisi yang lain, para repoter ini mengemban tugas atau merangkap tugas baik sebagai wartawan serta kameramen yang handal. Seorang reporter dituntut untuk mampu melakukan dua pekerjaan tersebut dengan baik, bagaiamana mencari berita secara mendalam dan berbobot serta mampu mengambil gambar sesuai kaedah ketentuan standar pengambilan gambar untuk pemberitaan . Selain kemampuan meliput berita , penulisan berita dan pengambilan gamabr yang baik , seorang reporter di haruskan memilki kemampuan untuk menyiarakan secara on air di depan kamera.

Reporter melakukan tugas pekerjaan setiap hari untuk meliput dan mencari berita untuk di tayangkan di sejumlah program berita di televisi terang abadi yakni

di antaranya Terang Pagi, Terang Sandyakala, Surakarta Hari Ini, Jogja Hari Ini, Kabar Awan, Kabar Gasik serta Kabar Wengi serta Jurnal Nyenthang. Penulis di sini mengambil bagian untuk turut mengikuiti kegiatan sebagi reporter di program berita Surakarta Hari Ini di terang abadi televisi.

Beberapa langkah yang dilakukan sebelu reporter melaksanakan tugas di lapangan.

1. Perencanaan berita

Para reporter melaksanakan tugas peliputan berita di wilayah kekuasanan dareah masing - masing sesuai job desk yang sudah di tentukan oleh departemen pemberitaan .proses perencanan peliputan tidak di awali dengan rapat redaksi sebelumnya namun kebih kepada tanggung jawab reporter untuk menggali dan mengangkat suatu berita wilayah kekuasaan masing – masing . pemimpin redaksi melakukan pemantauan setiap hari kepada seluruh kontributor baik di eks karesidenan Surakarta dan Jogjakarta . peminpin redaksi bertanggung jawab penuh atas berita apa saja yang akan on air atau tayang hasil dari peliputan berita oleh para kontributor atau reporter di wilayah masing – masing .

2. Peliputan berita

Kegiatan peliputan berita oleh reporter di awali dengan proses pengambilan ide , berita apa yang akan diangkat hari ini. Para reporter melakukan penggalian dan pendalaman kejadian-kejadian apa yang terjadi dengan cara mendengar, melihat dan peka akan keadaan dan situasi yang sedang hangat terjadi di masyarakat luas disertai pencarian informasi yang behubungan dengan kejadian dan peristiwa yang sedang terjadi. Sebagai contoh hilangnya ribuan naskah kuno

koleksi Museum Radya Pustaka yang terkuak, para reporter melakukan investigasi denagn menggukan rumus dasar 5W 1H dan menemui sumber-sunber berita untuk menaykan kasus tersebut secara mendalam .

Setelah kegaiatan peliputan selesai di lakukan proses selanjutnya dlakukan listing oleh pemimpin redaki, listing adalah kegiatan pelaporan reporter kepada pemimpin redaksi berita yang sudah selesai diliput hari ini , bentuk laporan bisa di lakukan melalaui via telepon berupa laporan judul berita.

Judul berita di susun oleh pemimpin redaksi dalam sebuah rundown berita. rundown berita adalah kolom berisi susunan berita yang akan on air atau tayang hari ini. penyusunan rundown berita mencangkup program berita trang sandyakala, surakarta hari ini, Jogja Hari Ini, Kabar Wengi dan Kabar Gasik. Tugas pemimpin redaksi membagi berita-berita yang telah dilisting dari para reporter dan di susun ke dalam rundown sesuai cara program berita masing-masing. Untuk program Trang Sandyakala dan Kabar Wengi terdiri dari gabungan berota dari wilayah eks karesidenan Surakarta dan Jogjakarta. Program Surakarta Hari Ini dan Jogja Hari Ini spesifikasi briata sesuai nama progama berita masing-masing. Untuk program berita Kabar Gasik penayangan berita setiap satu jam sekali mulai pukul satu siang hingga pukul delapan malam beerisikan berita – berita terkini yang terjadi di eks karesidenan surakarta maupun jogjakarta.

Penulis mendapat tugas untuk ikut meliput berita bersama reporter dan televisi terang abadi selama beberapa kali, antara lain :

1. Liputan pembukaan taman sekarjati oleh Walikota Solo, Joko Widodo di Taman Sekarjati Solo. Pembukaan ini sebagai salah satu perluasan pembangunan kawasan hijau di kota Solo ( 20 febuari 2009)

2. Peliputan tentang kegiatan anak-anak dalam rangka HARI JADI KOTA SOLO KE 264.Sebanyak 3000 siswa SD mengikuti kegiatan lomba nyanthing bersama (21 Febuari 2009).

3. Liputan mengenai kekecewaan pedagang pasar gading yang tidak terima karena mersa pembagian los dan kios tidak adil. Pembagian minta diulang oleh pihak pasar (21 febuari 2009 )

4. Liputan mengenai komite museum radya pustaka yang menyesallkan tidak terealisasikan pembanguanan gedung baru, khusus untuk menyimpan arca hibah mendiang ketua Yayasan Radya Pustaka Panembahan Hardjonagoro atau Go Tik Swan. (21 Febuari 2009)

5. Peliputan kedatangan menteri perhubungan Jusman Syafi’i Djamal dalam melakukan sidak sejauh mana persiapan panitia guna peremian bandara Adi Soemarmo yang baru oleh presiden SBY. ( 03 maret 2009, lampiran no. )

6. Liputan mengenai industri Kerajinan daur ulang berbahan dasar plastik nan unik dari bahan plastik dapat menjadi kerajinan berupa tas tangan , gelang, keranjang, vas bunga, toples. (05 maret 2009)

7. Liputan mengenai pembukaan sekaten 2009 di Masjid Agung Keraton Kasunanan surakarta, antusias tinggi warga solo menyambut pembukaan sekaten .(02 maret 2009)

8. Peliputan mengenai menteri dalam negeri Mardiyanto, menegaskan bahwa PNS tidak boleh melibatkan diri dalam kampanye pemilu , ditemui setelah menerima pengahrgaan dari UNS di gedung Rektorat UNS surakarta . ( 11 maret 2009)

9. Liputan mengenai kampanye Partai Kasih Demokrasi Indonesia yang di gelar di lapangan Kartopuran Solo. kampanye PKDI menggunakan blangkon dan pertunjukan barongsai guna menarik massa. (20 maret 2009)

10. Liputan mengeani pembukaan kampanye terbuka di jalan utama kota Solo Slamet Riyadi. Sebanyak 33 perserta kampanye melakukan kampanye dengan kirab dan ikrar kampanye damai. (16 maret 2009 )

3. Penulisan naskah berita

Dalam penyusunan naskah berita, reporter melakukan berdasarkan data-data yang telah berhasil di kumpulkan pada saat proses peliputan berita. Data-data-data tersebut sedapat mungkin data yang akurat dan dipercaya. Penyusunan berita menggunakan prinsip piramida terbalik, dimana kepala berita atau lead merupakan isi berita yang penting ingin disamapaikan selanjutnya penjelasan selanjutnya di susun selanjutnya. Penulisan berita di susun denagn prinsip dasar 5W +1H. Penulisan berita tidak boleh di tambah maupun dikurangi oleh reporter , penyajian berita harus berdasarkan denagn fakta di lapangan . penulisan berita di awali dengan pembuatan lead berita atau bisa di sebut intro berita . berita televisiselalu di mulai dengan intro(lead) yang di bacakan oleh penyiar di studio .

itro merupakan rangkuman dari eluruh unsur terpenting dari suatu berita dengan latar belakang dan konteks yang di perlukan .

Dalam penulisan naskah berita, ada lima unsur yang harus diperhatikan, yaitu:

a. Accurancy - penulisan harus tepat b. Brevity - penulisan harus ringkas/singkat c. Clarity - penulisan harus jelas

d. Simplicity - penulisan harus simple/sederhana/praktis e. Sincerity - isi harus dapat dipercaya, tidak mengada-ada

Bahasa yang baku sesuai denagn kaedah bahasa Indonesia baku, jelas, tidak berbelit dan menarik. Reporter harus mengerti dan mampu menggunakan bahasa sastra, dalam menggunakan bahasa sastra tersebut tidak mutlak namun dapat dijadikan bumbu – bumbu agar masakan yang disajikan terasa nikmat dan menarik .

4. Produksi berita

Produksi berita hingga berita siap tayang atau on air menempuh beberapa langkah, setelah berita selesai di tulis dan disusun oleh reporter selanjutnya reporter melakukan pengeditan naskah oleh editor naskah sebelum naskah berita siap untuk di baca oleh presenter. Reporter juga harus menyerahkan hasil gambar yang telah di ambil di lapangan kepada editor gambar dan selanjutnya editor gambar melakukan pengeditan sesuai naskah berita yang telah di susun

sebelumnya oleh reporter. Urutan berita pada program berita di sesuaikan dengan run down berita.

Setelah gambar dan naskah berita telah siap maka produksi selanjutnya presenter melakukan voice over yakni pembacaan isian beriata yang selanjutnya aakan dipadukan pada gambar berita. Sedangkan untuk pembacaan lead berita presenter melakukan di studio berita di bantu dengan alat telepromter. Program berita surakrta hari ini disiarakan secara taping atau recorded sebelum jam tayang yakni pukul 19.00 WIB

Dokumen terkait