• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Revitalisasi Perikanan Budidaya Air Payau

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 48-55)

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2016

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

8. Kegiatan Revitalisasi Perikanan Budidaya Air Payau

Hambatan dan kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran strategis 4, antara lain :

1. Ketersediaan benih ikan unggul yang terbatas, 2. Penggunaan bahan residu antibiotik;

3. Fluktuasi harga sarana produksi (pakan, pupuk, obat-obatan) yang mempengaruhi biaya produksi di lapangan.

42

Alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan kendala :

1. Pengembangan induk ikan unggul dan sertifikasi benih ikan unggul;

2. Monitoring/pembinaan/pemantauan penggunaan bahan residu dalam kegiatan perikanan budidaya serta pengelolaan kesehatan lingkungan, penguatan permodalan dan meningkatkan sistem penyuluhan baik sarana/prasarana dan SDM penyuluh di lapangan;

3. Pengembangan pakan ikan mandiri/pakan ikan lokal dengan memanfaatkan bahan baku yang banyak tersedia di lapangan.

e. Sasaran 5 : Meningkatnya jumlah dan ragam produk olahan yang memenuhi jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta ekspor produk perikanan dan tercapainya peningkatan konsumsi makan ikan di Jawa Tengah

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 5, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.7. Capaian Indikator Sasaran 5

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja

Tahun 2016 Target Realisasi

%

43 angka

konsumsi makan ikan di Jawa Tengah

Keseluruhan indikator pada sasaran ini melebihi dari target yang ditetapkan tahun 2016. Realisasi Tingkat konsumsi ikan sebesar 26,71 Kg/Kapita melebihi target 20,55 Kg/Kapita dengan tingkat capaian 129,98%, dan meningkat dari tahun sebelumnya Tahun 2015 sebesar 23,64 Kg/Kapita. Ekspor produk perikanan sebanyak 43.059,59 ton melebihi target 26.466,80 ton dengan tingkat capaian 162,69%, dan meningkat dari tahun 2015 sebesar 31.296,35 ton.

Capaian indikator sasaran 5 (Angka Konsumsi Ikan) digambarkan dalam grafik 3.7 sebagai berikut :

0 5 10 15 20 25 30

Angka Konsumsi ikan (kg/kapita/tahun)

Target 2016 Realisasi 2016 Realisasi 2015

Capaian indikator sasaran 5 (Volume Eksport) digambarkan dalam grafik 3.8 sebagai berikut :

0 10000 20000 30000 40000

Ekspor produk perikanan (ton)

Target 2016 Realisasi 2016 Realisasi 2015

44

Penyebab capaian kinerja Tahun 2016 apabila dianalisis lebih lanjut disebabkan oleh :

a) Angka Konsumsi Ikan (AKI) Tahun 2016 sebesar 26,71 kg/kapita/tahun dengan capaian 129,98% dari terget yang ditetapkan yakni 20,55 kg/kapita/tahun. Perhitungan angka konsumsi ikan ini menggunakan metode pendekatan konsumsi. Tingginya capaian disebabkan karena produksi perikanan yang meningkat, berkembangnya kuliner berbasis menu ikan (pertumbuhan hotel, restoran, pemancingan, catering, dan penyet kaki lima), telah tersosialisasikannya Gerakan Memasyarakatkan Konsumsi Makan Ikan (GEMARIKAN) secara intensif kepada masyarakat dan didukung kegiatan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN), serta terlaksananya lomba masak serba ikan dan lomba inovasi ikan sebagai upaya pendukung Angka Konsumsi Ikan (AKI);

b) Tingginya capaian volume ekspor produk perikanan disebabkan karena adanya 6 UPI ekspor baru di Kota Semarang (PT. Puguh Bachti Karsa, PT.

Sarana Darma Langgeng, PT. Cahaya Segar Perkasa, PT. Nihon Novelica, PT.

Jala Sembilan, PT. Delta Aero Support) dan 1 UPI yang aktif ekpsor kembali (PT. Lautan Jaya).

Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya

Penggunaan sumber daya keuangan untuk pencapaian sasaran 4, Tahun 2016, APBD adalah sebesar Rp. 1.582.106.050,00 atau 95,46% dari total pagu sebesar Rp. 1.657.280.000,00. Hal ini berarti terdapat efisiensi penggunaan sumber daya sebesar 4,54% dari pagu yang ditentukan. Selain itu melalui anggaran APBN (Dekonsentrasi) Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan terealisasi anggaran sebesar Rp. 1.449.927.953,00 atau 49,80% dari total pagu total sebesar Rp. 2.911.228.000,00, adanya blokir anggaran sebesar Rp. 1.343.784.000,00. Sedangkan anggaran APBN (Tugas Pembantuan) pada program yang sama terealisasi sebesar Rp.3.589.514.000,00 atau 96,56% dari pagu sebesar Rp.3.717.400.000,00, adanya blokir anggaran Rp. 97.595.000,00

45

Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

Keberhasilan pencapaian sasaran 5 sesungguhnya tidak terlepas dari dilaksanakan program Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan dengan kegiatan :

1. Kegiatan Pengembangan dan Pembinaan Teknologi Pengolahan dan Pemasaran Produk Hasil Perikanan dan Kelautan;

2. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan LPPMHP Pekalongan;

3. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan LPPMHP Cilacap;

4. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Mutu Usaha Perikanan;

5. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan LPPMHP Semarang;

6. Kegiatan Pengembangan Kawasan Perikanan;

7. Kegiatan Pengembangan Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Program Kegiatan Kelautan dan Perikanan;

8. Kegiatan Peningkatan Perluasan Usaha dan Koordinasi Kelembagaan Pelaku Usaha Perikanan.

Hambatan dan kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran strategis 5, antara lain :

1. Jaminan mutu keamanan pangan produk UMKM pengolahan hasil perikanan masih belum memenuhi standar GMP dan SSOP;

2. Ketersediaan bahan baku industri pengolahan hasil perikanan masih bergantung pada kondisi cuaca;

3. Penerapan Sanitasi dan higienis pada los ikan pasar tradisional masih perlu pembinaan;

4. Angka Konsumsi Ikan (AKI) Jawa Tengah (26,71 kg/Kap/Th) masih dibawah AKI nasional (43,88 (Kg/Kap/Th));

46

Alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan kendala :

1. Pembinaan penerapan sanitasi dan higienis pada UMKM pengolahan hasil perikanan;

2. Pengembangan jaringan distribusi logistik ikan di wilayah penghasil ikan;

3. Pembinaan pasar dengan menerapkan cara pengelolaan pasar ikan yang baik;

4. Meningkatkan kampanye pentingnya mengkonsumsi makan ikan melalui Kampanye Gemarikan dan FORIKAN.

f. Sasaran 6 : Meningkatnya upaya pencegahan kerusakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 6, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.8. Capaian Indikator Sasaran 6

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja

Tahun 2016

47

Seluruh capaian indikator pada sasaran meningkatnya upaya pencegahan kerusakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil melebihi target.

Capaian indikator sasaran 6 digambarkan dalam grafik 3.9 sebagai berikut :

0 2 4 6 8 10 12 14 16

Luasan mangrove meningkat di kawasan perikanan (Ha)

Luasan terumbu karang buatan meningkat di kawasan perikanan (Ha)

Target 2016 Realisasi 2016 Realisasi 2015

Untuk realisasi kinerja sampai dengan tahun 2016 apabila dibandingkan dengan target jangka menengah yang telah ditetapkan dalam perencanaan strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah untuk indikator luasan mangrove di kawasan perikanan mencapai 97,18% dan luasan terumbu karang buatan mencapai 123,30%.

Menurunnya capaian luas mangrove dari tahun 2015 karena pada tahun 2016 mangrove ditanam dengan propagul, dimana jarak tanam lebih pendek dan satu lubang ditanami 2 propagul, sedang meningkatnya capaian luas terumbu karang buatan dari tahun 2015 karena jumlah Terumbu karang buatan yang ditenggelamkan lebih banyak sebanyak 42 unit. Realisasi Luas Terumbu Karang buatan Tahun 2016 seluas 7,99 Ha melebihi target 5,58 Ha dengan tingkat capaian 143,19%, dan meningkat dari tahun sebelumnya 5.4 Ha (2015)

Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya

Penggunaan sumber daya keuangan untuk pencapaian sasaran 6, Tahun 2016, APBD adalah sebesar Rp. 1.664.397.000 atau 95,18% dari total pagu sebesar Rp. 1.748.687.000,00. Hal ini berarti terdapat efisiensi penggunaan sumber daya sebesar 4,82% dari pagu yang ditentukan. Selain itu melalui APBN

48

Program Pengelolaan Ruang laut terealisasi sebesar 88,97% dari total pagu Rp.

1.649.000.000,00. Dari Dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan melalui Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Kegiatan Rehabilitasi dan konservasi sumberdaya kelautan dan perikanan terealisasi Rp. 197.384.000,00 atau 98,69% dari pagu Rp.

200.000.000,00

Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

Keberhasilan pencapaian sasaran 6 sesungguhnya tidak terlepas dari dilaksanakan program Rehabilitasi dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dengan kegiatan :

1. Kegiatan Rehabilitasi dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 48-55)

Dokumen terkait