BIDANG KESEHATAN HEWAN
B. SEKSI PENGAMATAN PENYAKIT HEWAN (P2H)
1. Kegiatan Surveylans Penyakit Hewan Menular
a. Penyakit Anthrax
Surveilans penyakit Anthrax yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kasus positif. Sampel yang diuji adalah tanah dari lokasi endemis Anthrax maupun tanah dari lokasi ditemukannya ternak yang mati diduga akibat Anthrax. Sumber dana untuk kegiatan ini berasal dari APBN Dekonsentrasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013.
Tabel 39. Surveylance Penyakit Anthrax Tahun 2013
No. Lokasi Jumlah Sampel
(buah) Hasil Desa Kec. Kab.
1. Gunung Andong Boyolali 100 Negatif
2. Ketro Tanon Sragen 50 Negatif
3. Pati 150 Negatif
JUMLAH 200
b. Penyakit Brucellosis RBT
Kegiatan surveilans Brucellosis yang dilakukan bertujuan untuk menemukan adanya reaktor positif Brucellosis pada sapi perah. Pada kegiatan surveilans ini diambil sampel darah untuk kemudian diuji Rose Bengal Test (RBT) dan apabila terdapat hasil positif dilanjutkan dengan uji Complement Fixation Test (CFT). Sampel darah yang positif CFT itu yang kemudian disebut reaktor positif Brucellosis. Sumber dana untuk kegiatan ini berasal dari APBN Dekonsentrasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013.
Tabel 40. Surveylance Brucellosis RBT Tahun 2013
No.
Lokasi Jml.
Sampel (buah)
Hasil
Desa Kec. Kab.
1. Tumiyang Pekuncen Banyumas 50 Negatif (50) 2. Tumiyang Pekuncen Banyumas 50 Positif (1) 3. Tumiyang Pekuncen Banyumas 50 Negatif (50) 4. Limpakuwus Sumbang Banyumas 50 Negatif (50) 5. Limpakuwus Sumbang Banyumas 50 Negatif (50) 6. Singasari Karanglewas Banyumas 50 Negatif (50) 7. Singasari Karanglewas Banyumas 50 Negatif (50) 8. Kemutug Lor Baturaden Banyumas 50 Negatif (50) 9. Dekoro Pekalongan Timur Kota Pekalongan 40 Negatif (40) 10. Panjang Wetan Pekalongan Timur Kota Pekalongan 40 Negatif (40) 11. Jenggot Pekalongan Selatan Kota Pekalongan 40 Negatif (40) 12. Panjang Baru Pekalongan Selatan Kota Pekalongan 40 Positif (1) 13. Yosorejo Pekalongan Selatan Kota Pekalongan 48 Positif (4) 14. Sidomulyo Ampel Boyolali 50 Negatif (50) 15. Sidomulyo Ampel Boyolali 50 Negatif (50) 16. Banyuanyar Ampel Boyolali 50 Negatif (50) 17. Banyuanyar Ampel Boyolali 50 Negatif (50) 18. Winong Boyolali Kota Boyolali 50 Positif (2) 19. Winong Boyolali Kota Boyolali 50 Negatif (50) 20. Urut Sewu Ampel Boyolali 50 Negatif (50)
21. Candi Ampel Boyolali 50 Negatif (50)
22. Karangsono Matesih Karanganyar 50 Negatif (50) 23. Tegal Gede Karanganyar Karanganyar 50 Negatif (50) 24. Tegal Gede Karanganyar Karanganyar 50 Negatif (50)
25. Glagah Jatinom Klaten 50 Negatif (50)
26. Kayumas Jatinom Klaten 50 Negatif (50)
No.
Lokasi Jml.
Sampel (buah)
Hasil
Desa Kec. Kab.
28. Kayumas dan Bengking
Jatinom Klaten 50 Negatif (50)
29. Kemiri Tulung Klaten 50 Negatif (50)
30. Kemiri Tulung Klaten 50 Negatif (50)
31. Mundu dan
Pomah Tulung
Klaten 50 Negatif (50) 32. Karangasem Laweyan Surakarta 50 Negatif (50) 33. Pucangsawit Jebres Surakarta 50 Negatif (50) 34. Barukan Tengaran Kab. Semarang 75 Negatif (75) 35. Patemon Tengaran Kab. Semarang 100 Negatif (100) 36. Kopeng Getasan Kab. Semarang 75 Negatif (75) 37. Kopeng Getasan Kab. Semarang 100 Positif (1) 38. Getasan Getasan Kab. Semarang 100 Positif (1) 39. Cepoko Gunungpati Kota Semarang 75 Negatif (75) 40. Plalangan Gunungpati Kota Semarang 75 Negatif (75) 41. Getasan Getasan Kab. Semarang 100 Positif (3) 42. Getasrejo Grobogan Grobogan 100 Positif (5) 43. Pesagen Gunungwungkal Pati 50 Negatif (50)
44. Sidoarum Jakenan Pati 75 Negatif (75)
45. Banyuurip Margorejo Pati 75 Negatif (75)
JUMLAH 2.608 Positif (18)
c. Penyakit Brucellosis CFT
Pemeriksaan CFT bertujuan untuk meneguhkan diagnosa Brucellosis. Apabila ditemukan sampel positif CFT maka diberikan rekomendasi untuk melakukan test and slaughter (pemotongan bersyarat) dan diusulkan untuk mendapatkan kompensasi.
Tabel 41. Surveilans Penyakit Brucelllosis CFT
No.
Lokasi Jmlh.
Sampel (buah)
Hasil
Desa Kec. Kab.
1. Tumiyang Pekuncen Banyumas 1 Negatif 2. Panjang Baru Pekalongan Selatan Kota Pekalongan 1 Negatif 3. Yosorejo Pekalongan Selatan Kota Pekalongan 4 Positif (4) 4. Winong Boyolali Kota Boyolali 2 Positif (1) 5. Kopeng Getasan Kab. Semarang 1 Positif (1) 6. Getasan Getasan Kab. Semarang 1 Negatif (1) 7. Getasan Getasan Kab. Semarang 3 Negatif (1) 8. Getasrejo Grobogan Grobogan 5 Positif (5)
JUMLAH 18 Positif (11)
Berdasarkan hasil pemeriksaan CFT diperoleh 11 sampel positif CFT dan yang kemudian dilakukan test and slaughter hanya 5 ekor.
d. Penyakit Avian Influenza
Target surveilans penyakit Avian Influenza tahun 2013 adalah ternak unggas yang rentan terhadap serangan virus Avian Influenza. Melalui pengujian HA/HI dapat diketahui tingginya titer antibodi. Selain kegiatan pengambilan sampel darah unggas, juga dilakukan wawancara dengan pemilik untuk mengetahui status vaksinasi. Status vaksinasi penting untuk menentukan penyebab tingginya titer antibodi AI. Pada unggas yang tidak dilakukan vaksinasi tetapi memiliki titer antibodi tinggi maka bisa disimpulkan kemungkinan adanya paparan dari lingkungan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan terhadap 3.000 sampel darah unggas terdapat 1.065 sampel (35,5%) yang memiliki titer antibodi tinggi.
Tabel 42. Surveylance Penyakit AI tahun 2013
No. Lokasi Jmlh
Sampel
Hasil Titer Ab
Desa Kec. Kab. Tinggi Rendah Tdk Ada
1. Limbangan Kutasari Purbalingga 75 46 22 7 2. Limbangan Kutasari Purbalingga 75 29 23 23 3. Limbangan Kutasari Purbalingga 75 35 24 16 4. Mipiran Padamara Purbalingga 75 25 48 2
5. Jatimakmur Songgom Brebes 75 9 33 33
6. Songgom Lor Songgom Brebes 50 9 38 3
7. Wanacala Songgom Brebes 75 0 12 63
8. Adipasir Rakit Banjarnegara 50 14 30 6 9. Merden Purwanegara Banjarnegara 50 0 0 50 10. Gumiwang Purwanegara Banjarnegara 50 28 17 5 11. Mantrianom Bawang Banjarnegara 75 0 15 60 12. Tanjunganom Rakit Banjarnegara 75 25 43 7 13. Karanggude Karanglewas Banyumas 75 0 24 51 14. Tamansari Karanglewas Banyumas 75 11 48 16 15. Karanggude Karanglewas Banyumas 75 9 34 7 16. Bedingin Tirtomoyo Wonogiri 80 0 0 80 17. Sukoboyo Slogohimo Wonogiri 70 0 0 70 18. Girimarto Girimarto Wonogiri 65 0 0 65
19. Manjung Wonogiri Wonogiri 85 0 0 85
20. Nganti Gemolong Sragen 80 0 0 80
21. Kalangan Gemolong Sragen 80 0 0 80
22. Purworejo Gemolong Sragen 40 0 0 40
23. Ngabean Karanganom Klaten 80 0 80 0
24. Ngabean Karanganom Klaten 80 0 80 0
25. Nagbean Karanganom Klaten 80 0 80 0
26. Ngabean Karanganom Klaten 60 0 60 0
27. Semanggi Pasar Kliwon Surakarta 90 90 0 0 28. Semanggi Pasar Kliwon Surakarta 60 60 0 0 29. Jombor Bendosari Sukoharjo 50 50 0 0
30. Semarang 400 335 15 50
31. Pati 100 0 0 100
32. Grobogan 200 50 75 75
33. Kota Salatiga 300 240 60 0
e. Penyakit Hog Cholera
Surveilans Hog Cholera yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingginya titer antibodi pasca vaksinasi sehingga dapat diketahui protektif atau tidaknya kegiatan vaksinasi yang telah dilakukan. Kegiatan surveilans dilakukan di daerah yang memiliki populasi babi cukup tinggi dan telah melakukan vaksinasi Hog Cholera secara rutin. Tahun 2013 dilakukan di Kabupaten Karanganyar sejumlah 200 sampel dengan hasil negatif.
f. Penyakit Mulut dan Kuku
Indonesia telah dinyatakan bebas PMK sejak tahun 1986 termasuk Provinsi Jawa Tengah, meskipun demikian kewaspadaan dini terhadap masuknya penyakit PMK harus tetap dilaksanakan. Hal ini mengingat lalu lintas hewan maupun produk asal hewan dari luar Indonesia yang semakin meningkat sehingga ancaman untuk masuknya penyakit ini juga semakin tinggi.
Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang pernah terjadi wabah PMK terus meningkatkan kewaspadaan melalui kegiatan surveilans terutama di daerah bekas wabah PMK. Kegiatan surveilans dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pemilik ternak dan juga pengambilan sampel darah untuk kemudian diuji di laboratorium. Pelaksanaan kegiatan surveilans PMK bekerjasama dengan Pusat Veterinaria Fatma (Pusvetma) Surabaya.
Tabel 43. Surveilans Penyakit Mulut dan Kuku 2013
No.
Lokasi Jumlah
Sampel (buah)
Hasil
Desa Kec. Kab.
1. Barukan Mulyorejo Semarang 45 Negatif 2. Wonorejo Gunung Wungkal Pati 36 Negatif
3. Geneng Jepon Blora 38 Negatif
4. Kaliombo Sulang Rembang 31 Negatif
g. Penyakit Rabies
Provinsi Jawa Tengah telah dinyatakan bebas Rabies sejak
tahun 1997 berdasarkan SK Menteri Pertanian No.
892/Kpts/TN.560/9/1997 tanggal 5 September 1997 tentang Pernyataan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah Bebas Dari Penyakit Anjing Gila (Rabies). Meskipun telah dinyatakan bebas Rabies, kegiatan surveilans tetap dilaksanakan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya penyakit ini dari luar Jawa Tengah. Hal ini mengingat tingginya lalu lintas hewan dari luar Jawa Tengah khususnya daerah yang belum bebas Rabies seperti Jawa Barat dan Bali. Hasil surveilans menunjukkan adanya 16 sampel (8%) yang menunjukkan seropositif.
Tabel 44. Surveilans Penyakit Rabies 2013
No.
Lokasi Jumlah
Sampel (buah)
Hasil
Desa Kec. Kab. Seropositif Negatif
1. Klampok Wanasari Brebes 50 2 48
2. Brebes Brebes Brebes 50 8 42
3. Kebonmanis Cilacap Utara Cilacap 50 1 49 4. Tambakreja,
Sidakaya Cilacap Selatan Cilacap 50 5
45
JUMLAH 200 16 184
Prosentase 8 92
h. Penyakit Parasiter
Kegiatan surveilans penyakit parasiter dilaksanakan bekerjasama dengan Laboratorium Kesehatan Hewan Type B dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Pengambilan sampel di 34 Kabupaten/Kota dengan jumlah sampel 15.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh 3.579 sampel positif (31,337%) dengan jumlah infestasi parasit tertinggi adalah Strongyloides (36,882%).
i. Penyakit Brucellosis pada Akseptor
Hasil pemeriksaan surveilans RBT sebanyak 10.000 ekor sapi diperiksa, sampel diambil dari 29 kab./kota yang ada di Jawa Tengah telah didapatkan hasil sebesar 99,90% negatif RBT dan sebesar 0,10% positif RBT (Kabupaten Wonosobo ditemukan 1 sampel dan Kabupaten
Purworejo ditemukan 3 sampel) . Kemudian sampel sapi yang positif dilanjutkan dengan pemeriksaan CFT. Semua hasil pemeriksaan CFT didapatkan hasil negatif. Hal ini menunjukan bahwa Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah bebas Brucellosis.
Tabel 45. Surveilans Penyakit Brucellosis pada Akseptor No. Kab/Kota Kecamatan Kel./Desa Jumlah
Sampel
Hasil RBT (-) (+) 1 Kab. Cilacap Bantarsari Kamulyaan 106 106 0
Gandrungmangu Kertajaya 107 107 0
Bantarsari Bulaksari 107 107 0
Gandrungmangu Bulusari 50 50 0
2 Kab. Purbalingga Mrebet Cipaku 105 105 0
Bojongsari Kajongan 105 105 0
Bukateja Kdungjati 104 104 0
3 Kab. Banjarnegara Rakit Gelang dan
Bandingan 90 90 0
Wanadadi Karangkemiri dan
Lemahjaya 191 191 0
Wanadadi Karangjambe 140 140 0
Karangkobar Karanggambas 175 175 0
Rakit Adipasir 75 75 0
4 Kab. Kebumen Bulus Pesantren Brencong 210 210 0
Ambal Kembaran 210 210 0
Klirong Tanggulangin 120 120 0
Petanahan Jatimulyo 206 206 0
Klirong Kaliwungu 120 120 0
Bulus Pesantren Maduretno 180 180 0
Petanahan Grujugan 99 99 0
5 Kab. Pekalongan Tirto Dadirejo 87 87 0
6 Kab. Pemalang Petarukan Loning 43 43 0
7 Kab. Tegal Tarub Purbasana 125 125 0
Margasari Kalisalak 80 80 0
8 Kab. Brebes Larangan Wlahar 155 155 0
9 Kota Tegal Margadana Pesuruhan 8 8 0
10 Kab. Wonosobo Wonosobo Pagerkukuh 206 205 1
Kalikajar Maduretno 120 120 0
Kalikajar Lamuk 167 167 0
11 Kab. Purworejo Ngombol Wingkosigromulyo 120 117 3
Kutoarjo Pringgowijayan 143 143 0
Ngombol Kaliwungu Lor 116 116 0
12 Kab. Magelang Dukun Sumber 143 143 0
Salaman Ngargoretno 167 167
13 Kab. Klaten Bayat Wiro 63 63 0
14 Kab. Sukoharjo Sukoharjo Begajah 154 154 0 15 Kab. Wonogiri Batuwarno Sendang Sari 150 150 0
Batuwarno Tegiri 120 120 0
Paranggupito Trahap 180 180 0
Puhpelem Golo 270 270 0
16 Kab. Karanganyar Karanganyar Lalung 156 156 0 17 Kab. Sragen Kedawung Mojodoyong 170 170 0
Tanon Ketro 60 60 0
Tanon Karangtalun 90 90 0
Tanon Jono 145 145 0
No. Kab/Kota Kecamatan Kel./Desa Jumlah Sampel Hasil RBT (-) (+) Kandangan Caruban 180 180 0 Kandangan Kandangan 180 180 0 Kaloran Tegowanuh 171 171 0 Kaloran Gandulan 90 90 0
19 Kota Magelang Magelang Selatan Tidar Utara 8 8 0 20 Kab. Grobogan Wirosari Tanjungrejo 210 209 1
Gabus Pandanarum 240 240 0
Gabus Pandanarum 210 210 0
21 Kab. Blora Bogorejo Bogorejo 143 143 0
Bogorejo Plataan 137 137 0
Jepon Sumurboto 235 235 0
Japah Pengkolrejo 197 192 5
Bogorejo Karang 77 77 0
22 Kab. Rembang Pamatan Gesersimo 195 195 0
Sarang Sendangmulyo 180 180 0
Pamotan Gesersimo 227 227 0
23 Kab. Pati Pati Sdiokarto 106 106 0
Gunung wungkal Pesagen 95 95 0
Margoyoso Margoyoso 175 175 0
24 Kab. Kudus Panjunan Kota Kudus 100 100 0
Mejobo Temulus 96 96 0
25 Kab. Jepara Kembang Sekuping dan
Tubanan 198 198 0
26 Kab. Demak Demak Bintoro 16 16 0
27 Kab. Kendal Patean Plosossari 135 135 0
Patean Gedang 118 118 0
Patean plososari 114 114 0
Plantungan Plantungan 126 126 0
28 Kab. Batang Tersono Sijalang 98 98 0
29 Kota Salatiga Salatiga cebongan 115 115 0
TOTAL 10.000 9990 10
Jumlah 100.00% 99.90% 0.10%
j. Penyakit Septicemia Epizootica
Penyakit Septicemia Epizootica (SE) atau yang lebih dikenal dengan Hemorrhagic Septicemia adalah penyakit infeksi bakteri Pasteurella multocida. Kasus penyakit ini cukup sering ditemukan di Jawa Tengah sehingga pengawasan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan.
Gejala khas dari penyakit ini adalah adanya suara ngorok yang khas akibat adanya gangguan pada saluran pernafasan. Kerugian yang ditimbulkan dapat berupa penurunan berat badan sampai dengan kematian ternak. Keberadaan jumlah kuman yang berlebihan di dalam darah hanya dapat ditemui apabila hewan telah menunjukkan gejala.
Tabel 46. Surveilans Penyakit SE Tahun 2013
No. Lokasi Jumlah
Sampel (buah) Hasil
Desa Kec. Kab.
1. Pandon Gabus Grobogan 150 Negatif
2. Kedondong Demak Demak 50 Negatif
3. Mulyorejo Tengaran Semarang 100 Negatif 4. Cipaku Mrebet Purbalingga 50 Negatif 5. Kedungjati Bukateja Purbalingga 50 Negatif 6. Surajaya Pemalang Pemalang 50 Negatif 7. Lodaya Randudongkal Pemalang 50 Negatif 8. Sijambe Wonokerto Pekalongan 75 Negatif
JUMLAH 575
k. Parasit Darah
Infestasi parasit darah pada ternak dapat menimbulkan kerugian mulai dari penurunan berat badan, penurunan status reproduksi sampai dengan kematian ternak. Apabila infestasi parasit tidak ditangani secara benar, maka kerugian yang ditimbulkan akan menjadi besar.
Tabel 47. Surveilans Penyakit Parasit Darah Tahun 2013
No.
Lokasi Jumlah
Sampel (buah)
Hasil
Desa Kec. Kab.
1. Kaliancar Selogiri Wonogiri 50 Negatif 2. Giritontro Giritontro Wonogiri 50 Negattif 3. Joho Purwantoro Wonogiri 50 Negatif 4. Sejati Giriwoyo Wonogiri 50 Negatif 5. Manjung Wonogiri Wonogiri 50 Negatif 6. Sidomulyo Ampel Boyolali 50 Negatif 7. Sidomulyo Ampel Boyolali 50 Negatif 8. Tubanan Kembang Jepara 100 Negatif 9. Plososari Patean Kendal 100 Negatif 10. Temulus Mejobo Kudus 100 Negatif 11. Kedondong Demak Demak 100 Negatif 12. Tubanan Kembang Jepara 100 Negatif 13. Temulus Mejobo Kudus 100 Negatif 14. Ngrambitan Japah Blora 125 Negatif 15. Jepanrejo Japah Blora 125 Negatif
16. Winong Boyolali Boyolali 50 Theileria, sp. (1) 17. Winong Boyolali Boyolali 50 Theileria, sp. (2) 18. Karangsono Matesih Karanganyar 50 Negatif
19. Tegalgede Karanganyar Karanganyar 50 Theileria, sp. (1) 20. Tulung Tulung Klaten 50 Negatif
21. Tulung Tulung Klaten 50 Negatif 22. Mojosongo Jebres Surakarta 50 Negatif 23. Karangasem Laweyan Surakarta 50 Negatif 24. Salit Kajan Pekalongan 75 Negatif 25. Dukuh Tengah Margasari Tegal 100 Negatif 26. Sitiadi Puring Kebumen 100 Negatif 27. Karangpule Sruweng Kebumen 100 Negatif 28. Karangsembung Songgom Brebes 75 Negatif 29. Buara Ketanggungan Brebes 75 Negatif 30. Jatimakmur Songgom Brebes 50 Negatif
2. Kegiatan Workshop Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional