• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL KEGIATAN

C. Kegiatan yang Mendukung Sasaran Kegiatan 3

1. Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Penegakan Hukum Tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan

Dalam era persaingan seperti sekarang ini, dunia tengah menghadapi revolusi industri yang memanfaatkan data, teknologi, kecepatan, ketepatan, dan automatisasi yang disebut dengan revolusi industri 4.0. Hadirnya era ini akan membuka peluang berbagai sektor dalam meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk yang dimiliki. Layaknya dua sisi mata uang, kebaikan manfaat yang dapat diambil juga serta merta

menimbulkan tantangan dan peluang-peluang yang harus diimbangi dan diawasi untuk memastikan tidak terjadinya pelanggaran pada segala perubahan yang ada.

Gambar 3.11. Pembukaan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Penegakan Hukum Tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan, 2019

Badan POM RI sebagai salah satu lembaga yang memiliki kewenangan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi dalam bidang Obat dan Makanan, menyadari bahwa kinerja pengawasan di era 4.0 ini tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi yang baik antar sesama penegak hukum. Oleh sebab itu, Badan POM RI memprakarsai sebuah pertemuan lintas sektor antar penegak hukum untuk membangun sebuah sinergitas dalam menghadapi dan menanggulangi kejahatan Obat dan Makanan saat ini. Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Penegakan Hukum Tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan ini berlangsung selama tiga hari dimulai dari tanggal 26 – 28 Maret 2019 bertempat di Hotel Novotel Bogor, Jawa Barat.

Acara ini dihadiri oleh Sebanyak 212 (dua ratus dua belas) orang peserta yang terdiri dari Para Kepala UPT Badan POM di seluruh Indonesia, Asisten Tindak Pidana Umum Kejati seluruh Indonesia, Direktur Kriminal Khusus Polda di seluruh Indonesia dan perwakilan unit kerja pusat Badan POM. Para peserta semua tergabung dan menjadi bagian dari Criminal Justice System (CJS) dalam Penindakan Obat dan Makanan. Tema kegiatan ini yaitu Persamaan Persepsi terhadap Kejahatan Obat dan Makanan secara Online dengan tujuan untuk menentukan strategi yang efektif khususnya dalam memberantas peredaran kosmetik illegal yang beredar secara online. Adapun tujuan lain dari dilaksanakannya kegiatan pertemuan ini adalah untuk memperoleh kesamaan

pemahaman dan untuk menentukan strategi penegakan hukum tindak pidana Obat dan Makanan di era revolusi industri 4.0.

Kegiatan ini berlangsung dengan format paparan dari narasumber serta diskusi aktif yang melibatkan seluruh peserta. Badan POM RI mengundang narasumber diantaranya Sekretaris Mahkamah Agung, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung, Kepala Badan Intelijen Negara, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Deputi Bidang Penindakan Badan POM, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Asperindo, Perdoski, Perkosmi, dan YLKI.

Gambar 3.12. Pelaksanaan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Penegakan Hukum Tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan, 2019

2. Pertemuan Perkuatan Mekanisme Operasi Penyidikan Obat dan Makanan

Badan POM RI memiliki tugas untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang beredar. Dalam melakukan pengawasan, apabila ditemui indikasi tindak pidana maka akan ditindaklanjuti secara projustitia oleh Badan POM RI. Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi termasuk informasi, maka modus pelanggaran di bidang Obat dan

online. Apabila hal ini tidak diantisipasi, maka akan menyebabkan pada lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas Badan POM RI dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia. Adapun bentuk antisipasi tersebut adalah dengan mengadakan Perkuatan Mekanisme Operasi Penyidikan Obat dan Makanan.

Pertemuan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 23 s.d. 25 April 2019 bertempat di Hotel Amarossa Bekasi, Jawa Barat yang dihadiri oleh 130 peserta yang terdiri dari perwakilan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia dan unit kerja pusat Badan POM. Adapun tema kegiatan ini yaitu Operasi Terpadu Penindakan Obat dan Makanan dengan subtema Pembuktian Tindak Pidana Obat dan Makanan pada Proses Penyidikan dengan tujuan untuk (1) mengetahui dan mendalami tren dan modus tindak pidana di bidang obat dan makanan, (2) mengetahui strategi terkini dari modus tindak pidana di bidang obat dan makanan, dan (3) menghasilkan perkuatan strategi untuk pemantapan operasi penyidikan tindak pidana di bidang obat dan makanan. Narasumber kegiatan ini diantaranya berasal dari lembaga penegak hukum dan akademisi, diantaranya Direktur Tindak Pidana Umum Lainnya Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Kepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Direktur Pemeriksaan Riset dan Pengembangan dan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Gambar 3.13.. Pelaksanaan Pertemuan Perkuatan Mekanisme Operasi Penyidikan Obat dan Makanan, 2019

3. Pertemuan Peningkatan Kinerja, Profesionalisme, dan Koordinasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil Badan Pengawas Obat dan Makanan

Seorang Penyidik Pegawai Negeri Sipil Badan POM (PPNS BPOM) haruslah memiliki sikap professional dan komitmen tinggi dalam bekerja, sikap nasionalis dan patriotis serta rasa bangga atas jabatan yang diemban, karena pada dasarnya tugas yang diemban oleh PPNS Badan POM sangat berat yaitu mengawal 5 aturan hukum diantaranya adalah UU Nomor

Konsumen, UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. PPNS Badan POM juga hendaknya memiliki sikap hati-hati dan jangan sampai menyalahgunakan wewenang yang dimiliki, selain itu seorang Penyidik tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalankan tugas, perlu adanya kerja sama tim, sehingga perlu adanya koordinasi dengan rekan kerja, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap instansi. Oleh sebab itu, untuk membentuk karakter dan disiplin PPNS Badan POM RI seperti di atas maka diselenggarakan kegiatan Forum Peningkatan Kinerja, Profesionalisme, dan Koordinasi PPNS Badan POM.

Kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 23 s.d. 25 Juli 2019 bertempat di Hotel Royal Safari Garden, Bogor, Jawa Barat yang dihadiri oleh 156 peserta yang terdiri dari PPNS Badan POM, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan PPNS sebagai role model bagi sesama rekan kerja yang lain dan saling berbagi ilmu pengetahuan yang didapatkan selama menjalani pelatihan. Instruktur kegiatan ini berasal Tim Pusdiklat Pasukan Khusus TNI AD Soreang, Jawa Barat.

Gambar 3.14. Pelaksanaan Forum Peningkatan Kinerja, Profesioanlisme, dan Koordinasi PPNS Badan POM, 2019

Dokumen terkait