• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerjasama yang Dilakukan APPSANI

Bab II Analisis Kondisi Eksisting

2.2 Kondisi Eksternal APPSANI

2.2.3 Kerjasama yang Dilakukan APPSANI

Sejak awal berdiri, APPSANI sudah mulai mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak. Pihak yang bekerja sama sejak awal yaitu lembaga internasional. Lembaga-lemb aga tersebut yaitu WSP (Water and Sanitation Program), IUWASH dan UNICEF.

Bahkan saat proses pembentukan APPSANI tim WSP turut serta menyumbangkan pemikiran mereka. Selain itu kerjasama yang dilakukan yaitu pembagian kerja sebagai pemateri saat dilakukan pelatihan wirausaha sanitasi dan marketing sanitasi yang telah dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia. Di antaranya di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat , Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sementara itu untuk kerja sama yang dilakukan dengan USID-AIUWASH dan UNICEF yaitu memberikan pelatihan wirausaha sanitasi kepada perwakilan dari kedua organisasi tersebut. Selain dengan lembaga internasional, APPSANI juga telah melakukan kerjasama dengan Lembaga Lokal, yaitu Yayasan Dian Desa. Bentuk kerja sama yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan wirausaha sanitasi kepada perwakilan dari Yayasan Dian Desa tersebut.

Selanjutnya APPSANI juga melakukan kerja sama dengan perusahaan. Perusahaan tersebut adalah ADARO. ADARO merupakan sebuah perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang berada di Kalimantan Selatan. Bentuk kerjasama yang dilakukan yaitu APPSANI memberikan pelatihan wirausaha sanitasi kepada karang taruna yang dibina Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN). Melalui pelatihan ini APPSANI telah melebarkan jangkauannya di provinsi Kalimantan Selatan.

Kerjasama yang dilakukan APPSANI dengan pemerintah selama ini terwujud dalam bentuk pelatihan wirausaha sanitasi dan marketing sanitasi di beberapa provinsi. Yaitu di Jawa Timur. Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Pada pelatihan ini, pemerintah provinsi bertindak selaku tuan rumah penyelenggara sedangkan APPSANI sebagai fasilitator (pemberi materi pelatihan).

Untuk keperluan penelitian dan pengembangan produk (jamban), APPSANI telah melakukan kerjasama dengan salah satu perguruan terbaik di Indonesia yaitu ITS (Institut Teknologi sepuluh Nopember Surabaya). Salah satu hasil peneltian yang telah dilakukan yaitu desain dan proses pembuatan jamban yang sehat dan ekonomis. Hasil dari penelitian ini telah diaplikasikan terhadap produk jamban yang dimiliki oleh anggota APPSANI.

APPSANI juga menjalin kerjasama dengan unit-unit yang mendukung kegiatan bisnis sanitasi dari anggota APPSANI. Unit-unit tersebut yaitu toko material, pabrik kloset, pabik cetakan (septictank dan dudukan kloset) bank swasta/koperasi/Credit Union dan berupaya

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

mendekatkan diri pada bank BRI untuk keperluan kredit usaha (peminjaman modal kerja) dan lembaga peminjaman modal kerja untuk anggota APPSANI.

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

3 BAB III

EVALUASI KINERJA APPSANI

3.1 SWOT APPSANI

Berdasarkan analisis kondisi eksisting, baik internal maupun eksternal, diperoleh strengths, weaknesses, opportunities dan threats sebagai berikut :

Tabel 3.1 Strengths APPSANI

Tabel 3.2 Weaknesses APPSANI

Tabel 3.3 Opportunities APPSANI

Tabel 3.4 Threats APPSANI

No Strengths

1 Memiliki anggota yang tersebar di beberapa provinsi (Jawa Timur, NTB, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan)

2 Anggota memiliki kemampuan di bidang sanitasi yang baik 3 Marketing (publikasi) yang intens kepada publik

4 Memiliki anggota yang berpengalaman menjadi fasilitator/narasumber dalam suatu kegiatan 5 Memiliki usaha bersama (Biostar dan Shang-11)

6 Memiliki desain jamban yang inovatif, sehat dan ekonomis

No Weaknesses

1 Kurangnya koordinasi antar anggota

2 Sebagian besar anggota inti belum fokus untuk mengembangkan APPSANI 3 Belum memiliki manajemen keuangan yang baik

4 Belum memanfaatkan media informasi yang dimiliki dengan baik 5 Kemampuan anggota di bidang manajemen organisasi masih kurang 6 Belum memaksimalkan program kerja yang telah dibuat

7 Pengalaman yang dimiliki anggota untuk menjadi fasilitator/narasumber dalam suatu kegiatan masih belum merata

8 Belum memiliki sumber finansial yang jelas

9 Poporsi jumlah anggota perempuan yang masih sedikit jika dibandingkan dengan anggota laki-laki

No Opportunities

1 Masih banyak rumah tangga di Indonesia yang Open Defecation 2 Branding yang kuat di mata publik

3 Mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah 4 Memiliki mitra kerja dengan lembaga internasional 5 Memiliki mitra kerja dengan Perguruan Tinggi 6 Memiliki mitra kerja dengan perusahaan

7 Memiliki mitra kerja dengan unit-unit yang mendukung usaha sanitasi

8 Semakin meningkatnya kegiatan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat di Indonesia

No Threats

1 Kondisi dan karakteristik sosial yang bermacam-macam di Indonesia 2 Kondisi perekonomian di Indonesia yang labil

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

3.2 Penentuan Tingkat Bobot Kepentingan Faktor

Pada tahap ini akan dilakukan penilaian terhadap tingkat bobot kepentingan dari tiap-tiap-tiap kondisi terhadap masing-masing faktornya (SWOT). Maksud dari tingkat bobot kepentingan ini adalah seberapa pentingkah kondisi tersebut mempengaruhi faktor. Proses penilaian dilakukan dengan cara diskusi dengan direktur APPSANI dan pakar. Skala yang digunakan yaitu skala likert (1-5). Berikut ini merupakan penjelasan skala yang digunakan :

Tabel 3.5 Skala tingkat kepentingan faktor

Berikut ini merupakan hasil yang diperoleh untuk tingkat bobot kepentingan faktor strengths :

Tabel 3.6 Tingkat bobot kepentingan faktor strengths

Berikut ini merupakan hasil yang diperoleh untuk tingkat bobot kepentingan faktor weaknesses :

Skala Tingkat Kepentingan

1 sangat tidak penting 2 tidak Penting 3 cukup penting 4 penting 5 sangat penting

No Strengths

Nilai Kepenti

ngan

Bobot

S1 Memiliki anggota yang tersebar di beberapa provinsi (Jawa Timur, NTB,

Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan) 5 0.19 S2 Anggota memiliki kemampuan di bidang sanitasi yang baik 4 0.15

S3 Marketing (publikasi) yang intens kepada publik 5 0.19

S4 Memiliki anggota yang berpengalaman menjadi fasilitator/narasumber dalam

suatu kegiatan 4 0.15

S5 Memiliki usaha bersama (Biostar dan Shang-11) 3 0.12

S6 Memiliki desain jamban yang inovatif, sehat dan ekonomis 5 0.19

26 1.00

Total

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Tabel 3.7 Tingkat bobot kepentingan faktor weaknesses

Berikut ini merupakan hasil yang diperoleh untuk tingkat bobot kepentingan faktor opportunities :

Tabel 3.8 Tingkat bobot kepentingan faktor opportunities

Berikut ini merupakan hasil yang diperoleh untuk tingkat bobot kepentingan faktor threats :

No Weaknesses

Nilai Kepenti

ngan

Bobot

W1 Kurangnya koordinasi antar anggota 5 0.13

W2 Sebagian besar anggota inti belum fokus untuk mengembangkan APPSANI 4 0.11

W3 Belum memiliki manajemen keuangan yang baik 5 0.13

W4 Belum memanfaatkan media informasi yang dimiliki dengan baik 3 0.08 W5 Kemampuan anggota di bidang manajemen organisasi masih kurang 4 0.11

W6 Belum memaksimalkan program kerja yang telah dibuat 5 0.13

W7 Pengalaman yang dimiliki anggota untuk menjadi fasilitator/narasumber

dalam suatu kegiatan masih belum merata 3 0.08

W8 Belum memiliki sumber finansial yang jelas 5 0.13

W9 Poporsi jumlah anggota perempuan yang masih sedikit jika dibandingkan

dengan anggota laki-laki 4 0.11

38 1.00

Total

No Opportunities

Nilai Kepenti

ngan

Bobot

O1 Masih banyak rumah tangga di Indonesia yang Open Defecation 5 0.16

O2 Branding yang kuat di mata publik 4 0.13

O3 Mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah 5 0.16

O4 Memiliki mitra kerja dengan lembaga internasional 4 0.13

O5 Memiliki mitra kerja dengan Perguruan Tinggi 3 0.09

O6 Memiliki mitra kerja dengan perusahaan 3 0.09

O7 Memiliki mitra kerja dengan unit-unit yang mendukung usaha sanitasi 4 0.13 O8 Semakin meningkatnya kegiatan untuk mengubah perilaku masyarakat

untuk hidup sehat di Indonesia 4 0.13

32 1.00

Total

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Tabel 3.9 Tingkat bobot kepentingan faktor threats

3.3 IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation)

Setelah diperoleh nilai bobot kepentingan dari tiap-tiap faktor, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan evaluasi terhadap faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan yaitu menggunakan IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation). Parameter yang terdapat pada tahap ini yaitu skor. Skor merupakan tingkat pencapaian yang telah dicapai APPSANI terhadap tiap-tiap faktor.

Skala yang digunakan yaitu skala likert (1-5). Berikut ini merupakan penjelasan skala pencapaian (skor) yang digunakan untuk strengths dan opportunities :

Tabel 3.10 Skala pencapaian (skor) untuk strengths dan opportunities

Berikut ini merupakan penjelasan skala pencapaian (skor) yang digunakan untuk weaknesses dan threats :

Tabel 3.11 Skala pencapaian (skor) untuk weaknesses dan threats

Proses penilaian dilakukan dengan cara diskusi dengan direktur APPSANI dan pihak-pihak yang berkepentingan. Kemudian nilai skor dikalikan dengan bobot yang sudah diketahui sebelumnya untuk memperoleh total nilai evaluasi.

Berikut ini merupakan hasil nilai evaluasi untuk internal factors strengths :

No Threats

Nilai Kepenti

ngan

Bobot

T1 Kondisi dan karakteristik sosial yang bermacam-macam di Indonesia 5 0.56

T2 Kondisi perekonomian di Indonesia yang labil 4 0.44

9 1

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Tabel 3.12 Nilai evaluasi untuk internal factors strengths

Berikut ini merupakan hasil nilai evaluasi untuk internal factors weaknesses :

Tabel 3.13 Nilai evaluasi untuk internal fators weaknesses

Berikut ini merupakan hasil nilai evaluasi untuk external factors opportunities :

Tabel 3.14 Nilai evaluasi untuk external factors opportunities

Berikut ini merupakan hasil nilai evaluasi untuk external factors threats :

Tabel 3.15 Nilai evaluasi untuk external factors threats

No Strengths Bobot Skor Total

S1 Memiliki anggota yang tersebar di beberapa provinsi (Jawa Timur, NTB,

Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan) 0.19 5.00 0.96 S2 Anggota memiliki kemampuan di bidang sanitasi yang baik 0.15 3.00 0.46

S3 Marketing (publikasi) yang intens kepada publik 0.19 4.00 0.77

S4 Memiliki anggota yang berpengalaman menjadi fasilitator/narasumber dalam

suatu kegiatan 0.15 3.00 0.46

S5 Memiliki usaha bersama (Biostar dan Shang-11) 0.12 2.00 0.23

S6 Memiliki desain jamban yang inovatif, sehat dan ekonomis 0.19 5.00 0.96 1.00 22.00 2.88 Total

No Weaknesses Bobot Skor Total

W1 Kurangnya koordinasi antar anggota 0.13 5.00 0.66

W2 Sebagian besar anggota inti belum fokus untuk mengembangkan APPSANI 0.11 4.00 0.42

W3 Belum memiliki manajemen keuangan yang baik 0.13 5.00 0.66

W4 Belum memanfaatkan media informasi yang dimiliki dengan baik 0.08 4.00 0.32 W5 Kemampuan anggota di bidang manajemen organisasi masih kurang 0.11 5.00 0.53 W6 Belum memaksimalkan program kerja yang telah dibuat 0.13 5.00 0.66 W7 Pengalaman yang dimiliki anggota untuk menjadi fasilitator/narasumber

dalam suatu kegiatan masih belum merata 0.08 4.00 0.32

W8 Belum memiliki sumber finansial yang jelas 0.13 4.00 0.53

W9 Poporsi jumlah anggota perempuan yang masih sedikit jika dibandingkan

dengan anggota laki-laki 0.11 4.00 0.42

0.76 36.00 4.08 Total

No Opportunities Bobot Skor Total

O1 Masih banyak rumah tangga di Indonesia yang Open Defecation 0.16 5.00 0.78

O2 Branding yang kuat di mata publik 0.13 5.00 0.63

O3 Mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah 0.16 5.00 0.78

O4 Memiliki mitra kerja dengan lembaga internasional 0.13 4.00 0.50

O5 Memiliki mitra kerja dengan Perguruan Tinggi 0.09 4.00 0.38

O6 Memiliki mitra kerja dengan perusahaan 0.09 3.00 0.28

O7 Memiliki mitra kerja dengan unit-unit yang mendukung usaha sanitasi 0.13 3.00 0.38 O8 Semakin meningkatnya kegiatan untuk mengubah perilaku masyarakat

untuk hidup sehat di Indonesia 0.13 5.00 0.63

1.00 34.00 4.34 Total

No Threats Bobot Skor Total

T1 Kondisi dan karakteristik sosial yang bermacam-macam di Indonesia 0.56 2.00 1.11

T2 Kondisi perekonomian di Indonesia yang labil 0.44 3.00 1.33

1.00 5.00 2.44 Total

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

3.4 SWOT MAP APPSANI

Berdasarkan nilai total IFE dan EFE di atas maka dapat dihitung gap antara internal assessment serta eksternal assessment. Dimana untuk internal assessment dihitung dari selisih antara strength dan weakness sehingga diperoleh nilai sebesar -1.194. Nilai minus ini dikarenakan total nilai evaluasi strengths lebih kecil dibandingkan dengan total nilai evaluasi weaknesses. Sedangkan eksternal assessment dihitung dari selisih antara opportunities dan threats sehingga diperoleh nilai sebesar 1.899.

Nilai ini kemudian diplot pada SWOT map. Nilai internal assessment sebagai sumbu x sedangkan nilai eksternal assessment sebgai sumbu y sehingga diperoleh pemetaan posisi APPSANI sebagai berikut :

Gambar 3.1 SWOT map APPSANI

Berdasarkan pemetaan pada SWOT map, dapat diketahui bahwa APPSANI berada pada kuadran II. Interpretasi dari kondisi tersebut adalah kondisi eksternal berupa opportunities (peluang) yang dimiliki APPSANI sangat besar jika dibandingkan dengan threats (ancaman) yang mungkin terjadi. Peluang yang dominan (dilihat berdasarkan total nilai evaluasi terbesar) yaitu masih banyak rumah tangga di Indonesia yang Open Defecation, mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah branding yang kuat di mata publik dan semakin meningkatnya kegiatan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat di Indonesia. Namun kondisi yang positif ini tidak didukung dengan kemampuan internal APPSANI. Hal ini ditunjukkan dengan nilai minus pada total nilai internal assessment. Faktor internal (weaknesses) yang dominan (dilihat berdasarkan total nilai evaluasi terbesar) yaitu kurangnya koordinasi antar anggota, belum memiliki manajemen organisasi yang baik dan belum memiliki program kerja yang jelas.

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

3.5 TOWS Matriks

Berdasarkan hasil IFE dan EFE sebelumnya, maka APPSANI perlu menyusun strategi untuk memperbaiki kinerjanya. Metode yang digunakan untuk penyusunan strategi tersebut yaitu dengan menggunakan TOWS matriks. Strategi ini diperoleh dengan cara

“mengawinkan” antara opportunities dengan strengths, opportunities dengan weaknesses, threats dengan strengths dan threats dengan weaknesses.

Berikut ini merupakan strategi hasil dari TOWS matriks :

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Tabel 3.16 TOWS matriks APPSANI

No Stre ngths No We akne sse s

S1 Memiliki anggota yang tersebar di beberapa provinsi (Jawa Timur, NTB, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan)

W1 Kurangnya koordinasi antar anggota

S2 Anggota memiliki kemampuan di bidang sanitasi yang baik

W2 Sebagian besar anggota inti belum fokus untuk mengembangkan APPSANI

S3 Marketing (publikasi) yang intens kepada publik W3 Belum memiliki manajemen keuangan yang baik

S4 Memiliki anggota yang berpengalaman menjadi fasilitator/narasumber dalam suatu kegiatan

W4 Belum memanfaatkan media informasi yang dimiliki dengan baik

S5 Memiliki usaha bersama (Biostar dan Shang-11) W5 Kemampuan anggota di bidang manajemen organisasi masih kurang

S6 Memiliki desain jamban yang inovatif, sehat dan ekonomis

W6 Belum memaksimalkan program kerja yang telah dibuat

W7 Pengalaman yang dimiliki anggota untuk menjadi fasilitator/narasumber dalam suatu kegiatan masih belum merata

W8 Belum memiliki sumber finansial yang jelas

W9 Poporsi jumlah anggota perempuan yang masih sedikit jika dibandingkan dengan anggota laki-laki

No Opportunitie s OS Strate gie s OW Strate gie s

O1 Masih banyak rumah tangga di Indonesia yang Open Defecation

O1-S1 Membentuk cabang APPSANI di provinsi yang terdapat anggota APPSANI

O2-W4 Memaksimalkan pemanfaatan media informasi yang dimiliki dengan memberikan informasi yang selalu up to date untuk meningkatkan branding

O2 Branding yang kuat di mata publik O2-S1 Memanfaatkan anggota untuk meningkatkan branding APPSANI ke publik

O4O5O 6O7-W6

Membuat program kerja yang jelas dan sistematis dengan mencari referensi cara pembuatan program kerja terhadap mitra yang dimiliki

O3 Mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah O1-S5 Memperbanyak variasi usaha bersama di bidang sanitasi

O4O5O 6O7-W5W3

Mempelajari dan melakukan sharing mengenai cara manajemen organisasi dan pembuatan program kerja yang baik dengan mitra yang dimiliki

O4 Memiliki mitra kerja dengan lembaga internasional

O7-W8 Mengajukan kerja sama finansial dengan unit keuangan (Bank, koperasi dll) untuk mengantisipasi kebutuhan finansial

O5 Memiliki mitra kerja dengan Perguruan Tinggi O5O7-S5S6

Meningkatkan kerjasama dengan PT dan unit-unit pendukung sanitasi untuk terus memgembangkan produk-produk APPSANI

O8-W9 Memberikan alokasi khusus untuk merekrut anggota perempuan melalui kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi

O6 Memiliki mitra kerja dengan perusahaan

O7 Memiliki mitra kerja dengan unit-unit yang mendukung usaha sanitasi

O8 Semakin meningkatnya kegiatan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat di Indonesia

O8-S4S2

Mendelegasikan anggota untuk menjadi fasilitattor/narasumber pada kegiatan-kegiatan mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat

O8-W7 Melakukan sistem rotasi untuk anggota sebagai fasilitator/narasumber pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mitra APPSANI

No Thre ats TS Strate gie s TW Strate gie s

T1 Kondisi dan karakteristik sosial yang bermacam-macam di Indonesia

T1-S1 Memanfaatkan anggota untuk mempelajari kondisi dan karakteristik sosial setempat untuk pengembangan APPSANI

T2 Kondisi perekonomian di Indonesia yang labil T2-S5 Meningkatkan dari segi kualitas dan kuantitas produk usaha bersama yang dimiliki APPSANI untuk mengatisipasi labilnya perekonomian di Indonesia

T2-W3 Memperbaiki dan meningkatkan manajemen keuangan untuk mengatisipasi labilnya perekonomian di Indonesia

Mengadakan rapat kerja dan rapat rutin untuk membahas kondisi internal dan mempersiapkan untuk menjadi fasilitator/narasumber pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi

O8-W1W2 Visi :

APPSANI me njadi mitra pe me rintah untuk me ningkatkan akse s sanitasi masyarakat dalam

rangka me ncapai targe t MDGs 2015

Misi :

a. Me mbe rikan layanan ke pada se luruh lapisan masyarakat dalam bidang sanitasi

b. Me nye diakan alte rnatif produk sanitasi yang se hat dan te rjangkau

c. Me mbe rdayakan pe ran pe re mpuan dalam pe layanan sanitasi

d. Me ningkatkan ke te rampilan dan pe nge tahuan bidang sanitasi

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Strategi TOWS matriks yang dihasilkan tersebut dibuat juga berdasarkan visi-misi APPSANI. Sehingga strategi yang dihasilkan akan mendukung pencapaian visi dan misi APPSANI. Berikut ini merupakan hubungan antara strategi TOWS matriks dengan misi APPSANI :

Tabel 3.17 Hubungan antara strategi TOWS matriks dengan misi APPSANI

Memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat dalam

bidang sanitasi

Menyediakan alternatif produk sanitasi yang sehat dan terjangkau

Memberdayakan peran perempuan dalam pelayanan

sanitasi

Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bidang sanitasi

Membentuk cabang APPSANI di provinsi yang terdapat anggota APPSANI

Memperbanyak variasi usaha bersama di bidang sanitasi

Memberikan alokasi khusus untuk merekrut anggota perempuan melalui kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi

Mendelegasikan anggota untuk menjadi fasilitattor/narasumber pada kegiatan-kegiatan mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat

Memanfaatkan anggota untuk meningkatkan branding APPSANI ke publik

Meningkatkan kerjasama dengan PT dan unit-unit pendukung sanitasi untuk terus memgembangkan produk-produk APPSANI

Mempelajari dan melakukan sharing mengenai cara manajemen organisasi dan pembuatan program kerja yang baik dengan mitra yang dimiliki

Memaksimalkan pemanfaatan media informasi yang dimiliki dengan memberikan informasi yang selalu up to date untuk meningkatkan branding

Meningkatkan dari segi kualitas dan kuantitas produk usaha bersama yang dimiliki APPSANI untuk mengatisipasi labilnya perekonomian di Indonesia

Mengadakan rapat kerja dan rapat rutin untuk membahas kondisi internal dan mempersiapkan untuk menjadi fasilitator/narasumber pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi

Membuat program kerja yang jelas dan sistematis dengan mencari referensi cara pembuatan program kerja terhadap mitra yang dimiliki

Melakukan sistem rotasi untuk anggota sebagai fasilitator/narasumber pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mitra APPSANI

Mengajukan kerja sama finansial dengan unit keuangan (Bank, koperasi dll) untuk mengantisipasi kebutuhan finansial

Memanfaatkan anggota untuk mempelajari kondisi dan karakteristik sosial setempat untuk pengembangan APPSANI

Memperbaiki dan meningkatkan manajemen keuangan untuk mengatisipasi labilnya perekonomian di Indonesia

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

4 BAB IV

STRATEGI PERBAIKAN KINERJA APPSANI

Berdasarkan hasil dari TOWS matriks pada bab sebelumnya, maka dapat dirumuskan strategi perbaikan kinerja APPSANI sebagai berikut :

1. Membentuk cabang APPSANI di provinsi yang terdapat anggota APPSANI 2. Memanfaatkan anggota untuk meningkatkan branding APPSANI ke publik

3. Memberikan alokasi khusus untuk merekrut anggota perempuan melalui kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi

4. Memperbanyak variasi usaha bersama di bidang sanitasi

5. Meningkatkan kerjasama dengan PT (perguruan tinggi) dan unit-unit pendukung sanitasi untuk terus memgembangkan produk-produk APPSANI

6. Mendelegasikan anggota untuk menjadi fasilitator/narasumber pada kegiatan-kegiatan mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat

7. Memaksimalkan pemanfaatan media informasi yang dimiliki dengan memberikan informasi yang selalu up to date untuk meningkatkan branding

8. Membuat program kerja yang jelas dan sistematis dengan mencari referensi cara pembuatan program kerja terhadap mitra yang dimiliki

9. Mempelajari dan melakukan sharing mengenai cara manajemen organisasi dan pembuatan program kerja yang baik dengan mitra yang dimiliki

10. Mengajukan kerja sama finansial dengan unit keuangan (Bank, koperasi dll) untuk mengantisipasi kebutuhan finansial

11. Mengadakan rapat kerja dan rapat rutin untuk membahas kondisi internal dan mempersiapkan untuk menjadi fasilitator/narasumber pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi

12. Melakukan sistem rotasi untuk anggota sebagai fasilitator/narasumber pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mitra APPSANI

13. Memanfaatkan anggota untuk mempelajari kondisi dan karakteristik sosial setempat untuk pengembangan APPSANI

14. Meningkatkan dari segi kualitas dan kuantitas produk usaha bersama yang dimiliki APPSANI untuk mengatisipasi labilnya perekonomian di Indonesia

15. Memperbaiki dan meningkatkan manajemen keuangan untuk mengatisipasi labilnya perekonomian di Indonesia.

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

5 DOKUMENTASI KEGIATAN APPSANI

Dokumentasi pembentukan APPSANI di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur

Para pengusaha sanitasi berkumpul bersama untuk menyamakan visi dan misi

Keseriusan peserta dalam pembahasan saat rapat

Pak Hariyanto mengemukakan pendapat demi kemajuan pengusaha sanitasi di Jawa Timur

Pemilihan pimpinan APPASNI

Koen Irianto, Ketua APPSANI pertama yang terpilih, memberikan sambutan kepada peserta

rapat

Segenap pendiri APPSANI dan tim WSP

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Dokumentasi Rapat Kerja 1 APPSANI (Villa Taman Dayu, Pandaan, Jawa Timur) :

Keakraban peserta saat kedatangan Peserta rapat datang di villa Taman Dayu

Cluster Halimun fajar

Pemasangan ID APPSANI sebagai simbol pengesahan struktur organisasi Diskusi fiksasi struktur organisasi APPSANI

Diskusi AD-ART Pembacaan doa setelah AD-ART terbentuk

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Peserta sedang melakukan diskusi informal bersama

Diskusi informal peserta di waktu luang

Peserta bekerja sama untuk mempersiapkan rapat

Makan siang bersama sambil menunggu rapat dimulai

Suasana membakar sate bersama-sama Peserta bekerja sama untuk mempersiapkan

makan malam

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Pemandangan alam di sekitar Villa Taman Dayu

Keindahan sunrise dilihat dari villa Taman Dayu

Keakraban peserta saat sarapan Kebersamaan saat menyiapkan sarapan

Nikmatnya berjemur setelah berenang Keceriaan peserta saat berenang bersama

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Pak Budi sebagai fasilitator saat pembentukan proker

Partisipasi aktif peserta saat pembuatan proker dengan metode partisipatif

Foto bersama peserta setelah rapat berakhir Penandatangan berita acara sebagai syarat

pengajuan legalitas

ASOSIASI PENGELOLA DAN PEMBERDAYAAN SANITASI INDONESIA

Dokumentasi Rapat Kerja 2 APPSANI (Jumat - Sabtu 13-14 April 2012, Villa Bhawana

Dokumentasi Rapat Kerja 2 APPSANI (Jumat - Sabtu 13-14 April 2012, Villa Bhawana

Dokumen terkait