Alat -Alat dalam Pendidikan Islam
C. Kegunaan atau Pentingnya Alat Pendidikan dan Metode Pendidikan Islam
Metode dan alat pendidikan Islam mempunyai peranan yang penting sebab merupakan jembatan yang menghubungkan pendidik dengan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Islam yaitu terbentuknya kepribadian muslim. Berhasilnya atau tidaknya pendidikan Islam ini dipengaruhi oleh seluruh faktor yang mendukung pelaksanaan pendidikan Islam ini. Rasulullah SAW bersabda:
147 Abu Ahmadi, Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Pers,2002), h. 89-92
Artinya:
"kami para Nabi, diperintahkan untuk menempatkan seseorang pada posisinya, berbicara kepada mereka sesuai dengan kemampuan akalnya." (Al-Hadis)
Dari hadis tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidik dalam menyampaikan materi dan bahan pendidikan Islam kepada anak didik harus benar-benar disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan anak didik. Kita tidak boleh mementingkan materi atau bahan dengan mengorbankan anak didik. Sebaliknya, kita hams mengusahakan dengan jalan menyusun materi tersebut sedemikian rupa sesuai dengan taraf kemampuan anak, tetapi dengan cara serta gaya yang menarik.
Kegunaan Metodologi pendidikan Islam ialah sebagai berikut; 1. Sebagai alat yang diperlukan dengan cara yang
sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil yang sebaik-sebaik-baiknya pula. 2. Untuk mengetahui sifat dan ciri khusus dari macam-macam
mata pelajaran, hakikat anak didik, dan lain-lain.
3. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan metode mengajar:
a) Latar belakang sosial siswa dan lingkungan keluarga b) Penggunaan waktu se efektif mungkin dengan materi
yang ada sehingga dapat disesuaikan dan memadai. c) Sebagai strategi persiapan guru dalam mengajar di
tingkat pendidikan yang berbeda-beda.
4. Mempermudah pengajaran agama Islam dalam menerapkan dan menanamkan ideologi yang mantap hingga tidak hilang kepercayaan murid terhadap nilai-nilai yang tersimpan dalam AI-Qur'an.
5. Memperjelas materi keagamaan bagi murid baik yang bersifat logika maupun yang estetika sehingga pengetahuan murid dapat terbentuk didalam suatu pemahaman yang sama dan tidak menyimpang dari pokok dasamya (Al-Qur'an dan
ILMU PENDIDIKAN ISLAM
131
as_Sunah).148
Zakiyah Derajat mengemukakan beberapa fungsi alat-alat pendidikan atau media pendidikan sebagai berikut:
a. Fungsi edukatif, artinya dengan media pendidikan pengaruh-pengaruh yang bersifat mendidik dapat diupayakan secara lebih efektif.
b. Fungsi sosial, artinya memulai alat atau media pendidikan untuk memperoleh kesempatan dalam mengembangkan dan memperluas pergaulan antara siswa itu sendiri dengan masyarakat serta alam lingkungannya.
c. Fungsi ekonomi, artinya alat pendidikan yang diproduksi berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan temologi, satu macam alat pendidikan sudah dapat menjangkau pemerataan kesempatan untuk memperoleh pengajaran oleh semua siswa dan alat tersebut dapat digunakan sepanjang masa.
d. Fungsi politis, artinya dapat dipakai atau digunakan oleh para penguasa atau penentu kebijakan untuk menyatukan pandangan pengajaran.
e. Fungsi seni budaya, artinya melalui media pendidikan, siswa dapat menangkap dan mengenal berbagai macam seni budaya manusia.149
Lebih lanjut Azhar arsyad mengemukakan empat fungsi media pengajaran khususnya media visual, yaitu:
1. Fungsi atensi, media visual merupakan inti, yakni menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi dengan atau menyertai teks materi pelajaran. 2. Fungsi efektif, media visual dapat terlihat dari tingkat
kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca teks yang bergambar.
3. Fungsi kognitif, media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang dapat
148 Armal Arief M.A, Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), h. 6
149 Zakiyah Deraajat, Ilmu Pendidikan Islam (Makassar: Yayasan Pendidikan Fatiya, 2002), h. 81
memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam lambang atau gambar tersebut.
4. Fungsi kompensatoris, hal ini terlihat dari kebanyakan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks dapat membantu siswa yang lemah dalam membaca dan mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.150
Alat pendidikan Islam yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dengan demikian maka alat ini mencakup apa saja yang dapat digunakan termasuk didalamnya pendidikan Islam.
Jadi, Metode dan Alat pendidikan Islam adalah cara dan segala apa saja yang dapat digunakan untuk menuntun atau membimbing anak dalam masa pertumbuhannya agar kelak menjadi manusia berkepribadian muslim yang diridhai oleh Allah swt.
Macam-macam metodologi pendidikan Islam yaitu; 1. Metode mutual education
2. Metode pendidikan dengan cara instruksional 3. Metode dengan bercerita
4. Metode bimbingan dan penyuluhan 5. Metode contoh dan teladan
6. Metode diskusi 7. Metode tanya jawab 8. Metode imstal
9. Metode targhieb dan tarhib 10. Taubat dan ampunan
11. Metode acquisition (self education), explanation dan exposition (penyajian)
12. Metode sorongan 13. Metode bandongan 14. Metode mudzakarah
150 Azhar Arsyad, Ilmu Pendidikan Islam (Makassar: Yayasan Pendidikan Fatiya, 2002), h. 82
ILMU PENDIDIKAN ISLAM
133
15. Metode pemberian tugas 16. Metode karya wisata 17. Metode eksperimen 18. Metode diri/ latihan 19. Metode sosiodrama 20. Metode simulasi 21. Metode demonstrasi
22. Metode pembinaan rasa beragama
Menurut Galser Robert ada 4 metode mengajar yaitu instruksional objective, entering behavior, instruksional procedure, performance assessment.
Ruang lingkup metode pendidikan Islam yaitu: 1. Perencanaan
2. Bahan pelajaran 3. Strategi pembelajaran 4. Media pembelajaran 5. Evaluasi
Metodologi pendidikan Islam mempunyai kegunaan sebagai berikut;
1. Sebagai alat yang diperlukan dengan cara yang sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil yang sebaik-sebaik-baiknya pula. 2. Untuk mengetahui sifat dan ciri khusus dari macam-macam
mata pelajaran hakikat anak didik, dan lain-lain.
3. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan metode mengajar.
4. Mempermudah pengajaran agama Islam dalam menerapkan dan menanamkan ideologi yang mantap hingga tidak hilang kepercayaan murid terhadap nilai-nilai yang tersimpan dalam al-Qur’an.
5. Memperjelas materi keagamaan bagi murid baik yang bersifat logika maupun yang estetika sehingga pengetahuan murid dapat terbentuk didalam suatu pemahaman yang sama dan tidak menyimpang dari pokok dasamya (al-Qur’an dan as-sunnah).