• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Kegunaan Jenis Tumbuhan Obat

Masyarakat Pakpak di kawasan Suaka Margasatwa Siranggas, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara masih banyak menggunakan tumbuhan di sekitarnya sebagai obat. Hal tersebut diketahui dari hasil penelitian didapatkan jumlah jenis tumbuhan obat adalah 49 dari 33 famili yaitu Fabaceae sebanyak 4 jenis, Arecaceae,

Piperaceae, Rubiaceae, Zingiberaceae masing-masing 3 jenis, Lamiaceae,

Malvaceae, Melastomataceae, Myrsinaceae, Vitaceae masing-masing 2 jenis,

Acanthaceae, Amaryllidaceae, Apiaceae, Araceae, Asteraceae, Balsaminaceae, Bambusaceae, Begoniaceae, Costaceae, Crassulaceae, Cyatheaceae, Euphorbiaceae,

Gesneriaceae, Lauraceae, Loranthaceae, Marrattiaceae, Musaceae, Oxalidaceae, Poaceae, Polygalaceae, Rosaceae, Styracaceae, Urticaceae masing-masing1 jenis.

Masyarakat Pakpak membedakan tumbuhan obat yang digunakan untuk anak-anak, kaum bapak dan kaum ibu, untuk semua kalangan umur dan jenis kelamin. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat (tabib desa) bagian tumbuhan yang digunakan untuk obat-obatan adalah rhizome, akar, batang, daun, pucuk muda, bunga, buah dan getah. Bagian tersebut ada yang dapat langsung digunakan sebagai obat dan ada pula yang harus melalui proses pengolahan. Bagian yang paling banyak digunakan adalah daun (Tabel 4.2).

Menurut Harborne (1987) dalam Mumpuni (2004), Hal ini diduga karena beberapa alasan yaitu pertama, daun banyak terakumulasi senyawa metabolit sekunder yang paling penting sebagai bahan obat berupa tanin, alkaloid, minyak atsiri dan senyawa organik lainnya yang tersimpan di dalam vakuola maupun jaringan tambahan pada daun seperti trikoma. Kedua, dari segi keutuhan dan eksistensinya jumlah daun lebih banyak dibanding bagian organ lainnya sehingga apabila diambil dalam jumlah yang tertentu tidak berpengaruh terhadap tumbuhan tersebut. Ketiga dilihat dari segi efisiensi dan kepraktisannya daun merupakan bahan yang mudah diracik dan diolah untuk dijadikan sebagai bahan obat.

Dari Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa umumnya tumbuhan berkhasiat obat baik yang berasal dari hutan ataupun dari kawasan lain digunakan untuk mengobati penyakit yang diderita oleh masyarakat desa sekitar hutan tersebut dan pasien yang datang dari desa lain. Pengetahuan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat-obatan oleh masyarakat Pakpak di Suaka Margasatwa Siranggas masih tetap berlanjut dan berkembang dengan baik. Obat tradisional masih digunakan oleh masyarakat Pakpak karena lokasi sarana kesehatan yang relatif masih jauh dan belum optimalnya pelayanan kesehatan di desa tersebut, sehingga masyarakat Pakpak di Suaka Margasatwa Siranggas cenderung berobat ke tabib kampung dan menggunakan obat-obatan tradisional.

Tabel 4.2 Kegunaan Jenis Tumbuhan Obat

Informasi data lapangan dari bapak Pinayungan (tabib desa)

No. Famili Nama Latin Nama Lokal Kegunaan Bagian yang digunakan

Cara penggunaan

1. Acanthaceae Pseuderanthemum graciliflorum Tepuh Obat sakit perut Daun Disayur & daun direbus → diminum

2. Amaryllidaceae Hymenocalis littoralis Daun ompu-ompu Obat terkilir Daun Daun + minyak makan, dipanaskan →

dililitkan dikaki yang terkilir

3. Apiaceae Centella asiatica Paga-paga Obat kurap, panu,

kadas

Semua bagian Direbus + kapur sirih → airnya disapukan

4. Araceae Homalomena monandra langgeh Obat pane/lever Akar, batang Akar+ kunyit + kapur sirih → ditempelkan

& batang + air, dimasak→ diungkepkan

5. Arecaceae Areca catechu kampawa Obat kepala pening Buah Buah dikunyah + lada → dioleskan

6. Areca cf. trianda Kampawa hitam Obat gatal-gatal Buah Buah dikunyah → disembur

7. Areca sp. Kampawa jenis

lain

Obat orang gila & Obat gatal-gatal

Akar dan buah Akar , direbus → dimandikan & buah + sirih → dimakan

8. Asteraceae Eupatorium odoratum Bunga merdeka Obat luka Daun Daun diremas + kapur sirih → airnya

dioleskan

9. Balsaminaceae Impatiens platypetala Sitanggang Obat panas badan Bunga Bunga diremas dengan air beras →

dimandikan / diminum

10. Bambusaceae Bambusa sp. Bambu/rebung Obat infeksi Batang muda Batang muda + kapur sirih + kunyit →

ditempelkan

11. Begoniaceae Begonia sp. Asam gunung Obat membersihkan

darah pada orang hamil

Daun Daun direbus → diminum airnya

12. Costaceae Costus sp. Tabar-tabar Obat kaki bengkak Bagian dalam

batang

Bagian dalam batang + kapur sirih → dibalutkan dikaki yang bengkak 13. Crassulaceae Kalanchoe pinnata Sidingin-dingin Obat panas badan Daun Daun + beras + air → disapukan &

diminum

14. Cyatheaceae Cyathea contaminans Tanggiang Obat bisul Daun muda Bagian dalam daun muda dikikis →

ditempelkan

Tabel 4.2 (Lanjutan)

Informasi data lapangan dari bapak Pinayungan (tabib desa)

No. Famili Nama Ilmiah Nama Lokal Kegunaan Bagian yang digunakan

Cara penggunaan

16. Fabaceae Erythrina sp. Bupar Obat kecapekan Semua bagian Direbus → dimandikan airnya

17. Mimosa pudica Putri malu Obat batuk Daun Direbus → airnya + lada + gula pasir →

diminum

18. Parkia speciosa Petai Obat luka bakar & obat

darah tinggi

Batang dan pucuk muda

Diremas pucuk muda → dioleskan & direbus → diminum airnya

19. Pithecellobium dulce Jengkol Obat luka bakar & obat

sakit perut

Batang dan pucuk muda

Bagian dalam batang dikikis → ditempelkan pada luka bakar & pucuk muda diremas → ditempelkan 20. Gesneriaceae Aeschynanthus sp. Namboru epoh Obat penawar racun Daun Daun + air beras → disapukan &

diminum

21. Lamiaceae Coleus amboinicus Sibangun-bangun Obat penambah darah Daun Daun dimasak → dimakan

22 Pogostemon cablin Nilam Obat luka-luka Daun Daun diremas + kapur sirih →

ditempelkan

23 Lauraceae Cinamomum zeylanicum Kayu manis Obat sesak nafas Daun Daun + air + kunyit → diminum airnya

24 Loranthaceae Scurrula L. Sarindan jengkol Obat sakit pinggang Daun Daun dijemur → diseduh dengan air

panas

25 Malvaceae Sida rhombifolia Sidagurih Obat salah urat/ terkilir Akar Akar ditumbuk + minyak makan →

dipijatkan

26 Urena lobata Sampeluluk Obat gatal-gatal Daun Daun + kapur sirih→ dioleskan

27 Marrattiaceae Angiopteris evecta Enggel-enggel Obat bisul Daun muda Bagian dalam daun muda + kapur sirih

→ ditempelkan

28 Melastomataceae Pogonanthera pulverulenta Goting-goting Obat disentri Batang, daun Batang + daun, direbus → diminum airnya

29 Ptenandra sp. Tabu dangkah Obat batu karang Daun Daun ditumbuk diperas airnya + asam

jeruk → diminum

30 Musaceae Musa sp. Tabah-tabah Obat panas & luka gatal Batang Bagian dalam batang + kapur sirih →

dioleskan

31. Myrsinaceae Ardisia sp. Baja Obat sakit kepala & sakit

gigi

Getah batang Getah batang dioleskan di kepala & getah batang + kapas→ ditaruh di gigi

Tabel 4.2 (Lanjutan)

Informasi data lapangan dari bapak Pinayungan (tabib desa)

No. Famili Nama Ilmiah Nama Lokal Kegunaan Bagian yang digunakan

Cara penggunaan

32. Myrsine sp. Kabu dangkah Obat batu karang Daun Daun ditumbuk, diperas lalu diminum airnya

33. Oxalidaceae Oxalis barrelieri Rindangrih Obat terkilir Daun Daun + minyak makan + lada, dipanaskan →

dioleskan ke kaki

34. Piperaceae Piper betle Daun sirih Obat mata Daun Daun + air → airnya diteteskan ke mata

35. Piper sp. Talun Obat mengeluarkan

racun

Daun Daun ditumbuk, diperas airnya diminum & disembur

36. Piper umbellatum Bulu gumbah Obat sakit perut & sakit

mag

Daun Sirih + pinang + gambir + lada, dikunyah →disembur, ditaruh di 7 lembar daun → ditempelkan

37. Poaceae Saccharum officinarum Tebu salah Obat panas badan & sesak nafas

Batang Batang ditumbuk diambil airnya + lada + jeruk nipis → diminum

38. Polygalaceae Polygala paniculata Sarindan leto Obat gatal-gatal Semua bagian Daun didekatkan dengan api → diremas → dioleskan

39. Rosaceae Rubus sp. Sungsang dori Obat panas badan Semua bagian Direbus → diminum airnya

40. Rubiaceae Hedyotis sp. Sampilit hutan Obat panas badan Daun Daun + beras → disapukan

41. Pavetta indica Rintua Obat bisul Buah Buah dimakan

42. Uncaria gambir Gambir Obat disentri Getah daun Getah daun, dimasak + kuning telur + kunyit +

gula merah → diminum

43. Styracaceae Styrax benzoin Kemenyan Obat panu Daun Daun + jahe + kapur sirih, dihaluskan → airnya

disapukan

44. Urticaceae Pilea sp. Riyap-riyap Obat panas badan Batang Batang dimasak + air + kunyit + kapur sirih →

diungkep

45. Vitaceae Vitis gracilis Gagatan

harimau

Obat kecapekan & penambah stamina

Daun Daun dijemur → diseduh dengan air panas → diminum

46. Vitis sp. Taban Obat penangkal setan Semua bagian Diikatkan dipinggang

47. Zingiberaceae Curcuma xanthorrhiza Temulawak Obat penyakit kuning/lever

Rhizome Rhizome diparut, diperas airnya + asam jawa + gula merah → diminum

48 Hedychium coronarium Sempuyang Obat panas Daun Daun dikunyah + lada → disembur

49 Hedychium sp. Raja koning Obat panas, obat

terkejut

Rhizome sampai daun

Rhizome + lada → disembur & air + beras → disapuhkan

Pemberian obat-obatan oleh tabib pada pasiennya, pada umumnya dalam keadaan segar dalam bentuk tunggal, tetapi lebih umum dalam bentuk campuran beberapa tumbuhan. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa tabib telah mengetahui tentang interaksi obat yang bersifat potensial untuk menghasilkan daya pengobatan yang lebih besar. Ramuan obat ada yang diminum langsung dengan cara tertentu dan ada juga yang diseduh terlebih dahulu baru diminum dalam keadaan panas ataupun dingin dengan dosis yang telah ditentukan.

Dari Tabel 4.2 juga diketahui bahwa dari 49 jenis tumbuhan obat digunakan oleh masyarakat untuk mengobati 29 jenis penyakit. Jenis-jenis tersebut digunakan untuk mengobati beragam penyakit yaitu a). penyakit kulit seperti: panu, kurap, kadas, gatal-gatal, luka, bisul, kaki bengkak, b). penyakit dalam seperti: sakit perut, lever, pening, panas badan, kecapekan, batuk, darah tinggi, sesak nafas, sakit pinggang, disentri, mag, batu karang, dan c). penyakit penawar racun yang berasal dari gigitan hewan berbisa atau hasil perbuatan manusia.

Beberapa tumbuhan yang memiliki kandungan minyak atsiri juga memiliki banyak manfaat seperti tumbuhan dari famili Piperaceae yang digunakan mengobati penyakit mata, mag, sakit perut dan obat mengeluarkan racun serta famili Lamiaceae yang digunakan sebagai obat penambah darah dan obat luka. Lage et al., (2010) dalam Suryani, (2011) menyatakan senyawa terpenoid dari jenis tumbuhan Euphorbia memberikan aktivitas anti tumor dan Tinggen, (2000) dalam Suryani, (2011) menambahkan kecapi (Sandoricum koetjape Merr) adalah tumbuhan obat dari famili Meliaceae. Akar dan daun tumbuhan kecapi berkhasiat sebagai obat keputihan, obat sakit perut, obat batuk, obat mata dan obat panas.

Disamping itu juga terdapat tumbuhan obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh setan ataupun perbuatan manusia dengan bantuan setan. Tumbuhan obat yang digunakan untuk penyakit tersebut seperti raja koning (Hedychium sp.), taban (Vitis sp.), sibalik angin (Macaranga triloba) kampawa jenis lain (Areca sp.), pengolahannya dilakukan dengan cara tunggal (tanpa tambahan tumbuhan yang lainnya) dan dalam bentuk campuran beberapa jenis

tumbuhan yang berkhasiat sama yang diharapkan dapat mempercepat daya penyembuhan terhadap penyakit tersebut.

Dokumen terkait