DESA BANYUROTO 6.1. Struktur Gapoktan Desa Banyuroto
6.4. Analisis Kualitas Kelembagaan Gapoktan Desa Banyuroto
6.4.1. Kejelasan Kelembagaan Gapoktan Desa Banyuroto
kelembagaan senantiasa terjaga. Kelembagaan yang ada dalam Gapoktan Desa Banyuroto merupakan jenis kelembagaan formal. Anggota mengenal kelembagaan tersebut setelah diintroduksikan dan perlahan mulai menjadi kesadaran dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis kualitas kelembagaan perlu untuk menilai sejauh mana kelembagaan tersebut bekerja. Kualitas tersebut dapat dilihat dari kejelasan dan keefektivan kelembagaan.
6.4.1. Kejelasan Kelembagaan Gapoktan Desa Banyuroto
Setiap kelembagaan terbentuk berdasarkan tujuan yang sama dan orang-orang yang terlibat didalamnya dengan pola perilaku yang berpedoman pada nilai dan aturan yang khas. Aturan tersebut dibuat untuk mencapai suatu tujuan yaitu tercapainya keberlanjutan pertanian di Desa Banyuroto. Oleh karenanya diperlukan analisis mengenai kejelasan kelembagaan gapoktan dalam mencapai tujuan tersebut yang meliputi: (1) kejelasan struktur kelembagaan, (2) kejelasan aturan, dan (3) tingkat pemahaman anggota terhadap kelembagaan tersebut.
Struktur kelembagaan berkaitan dengan susunan kedudukan antar pengurus dengan anggota yang masing-masing memiliki peranan dan pembagian tugas, hak dan kewajiban, serta aturan yang mengikat di dalamnya. Indikator untuk mengetahui seberapa jelas dari struktur kelembagaan antara lain: kelengkapan susunan pengurus, kinerja pengurus, pengetahuan anggota terhadap susunan kelembagaan, dan periode pergantian kepengurusan.
6.4.1.1. Susunan Kepengurusan Kelembagaan
Kelengkapan susunan pengurus dilihat dari kelengkapan aktor yang terlibat dalam kelembagaan yang disesuaikan dengan kebutuhan kelembagaan.
69 Aturan yang terdapat dalam kelembagaan masing-masing dipatuhi dan dijalankan oleh aktor yang telah ditentukan. Kelengkapan kepengurusan kelembagaan berpengaruh terhadap keberlangsungan kelembagaan tersebut. Berikut ini adalah sebaran persepsi anggota Gapoktan Desa Banyuroto mengenai kelengkapan kelembagaan yang ada dapat dilihat pada Tabel 14 berikut ini:
Tabel 14. Sebaran Persepsi Anggota Gapoktan Desa Banyuroto Mengenai Kelengkapan Kelembagaan
Kelengkapan Kelembagaan Anggota Gapoktan Desa Banyuroto
Jumlah Persentase
Lengkap 17 60,71%
Kurang Lengkap 10 35,71%
Tidak Lengkap 1 3,57%
Jumlah 28 100%
Sumber: Data Primer 2012 (diolah)
Berdasarkan tabel di atas, sebanyak 60,71% anggota Gapoktan Desa Banyuroto beranggapan jika kelembagaan yang ada sudah lengkap, sedangkan sisanya sebanyak 35,71% menyatakan kelembagaan kurang lengkap dan hanya 3,57% menyatakan kelembagaan tidak lengkap. Hal ini dikarenakan anggota gapoktan yang tidak terlalu aktif dalam kegiatan gapoktan tidak terlalu mengetahui struktur aktor dalam kelembagaan.
6.4.1.2. Kinerja Pengurus Kelembagaan
Suatu kelembagaan yang baik pasti terdapat uraian kerja berupa pembagian tugas, tanggung jawab, dan wewenang pengurus. Aktor yang terlibat harus menjalankan perannya masing-masing dalam kelembagaan yang telah disepakati. Seluruh anggota yang terlibat dalam suatu kelembagaan hendaknya mengetahui uraian kerja pengurus kelembagaan agar saling sadar dan membantu dalam proses berjalannya suatu kelembagaan. Untuk mengetahui kinerja aktor tersebut, pada Tabel 15 disajikan sebaran persepsi anggota Gapoktan Desa Banyuroto terhadap uraian kerja pengurus kelembagaan.
70 Tabel 15. Sebaran Persepsi Anggota Gapoktan Desa Banyuroto Mengenai
Uraian Kerja Pengurus Kelembagaan Uraian Kerja Pengurus
Kelembagaan
Anggota Gapoktan Desa Banyuroto
Jumlah Persentase
Jelas 9 32,14%
Kurang Jelas 14 50,00%
Tidak Jelas 7 25%
Jumlah 28 100%
Sumber: Data Primer 2012 (diolah)
Sebanyak 50% atau setengah dari anggota Gapoktan Desa Banyuroto menyatakan bahwa uraian kinerja pengurus kelembagaan kurang jelas, sedangkan hanya 32,14% yang menyatakan kinerja pengurus jelas, dan 25% menyatakan kinerja pengurus kelembagaan tidak jelas. Hal ini dikarenakan kinerja pengurus kelembagaan yang benar-benar berjalan dan jelas hanyalah peran ketua, wakil, sekretaris, dan bendahara, sedangkan untuk seksi-seksi yang ada, belum begitu terlihat kinerjanya.
6.4.1.3. Periode Pergantian Kepengurusan
Keteraturan waktu pergantian pengurus dilakukan berdasarkan hasil musyawarah. Pergantian pengurus dilakukan dalam kurun waktu yang tidak ditentukan, hanya berdasar kesepakatan saja.Untuk mengetahui sebaran persepsi anggota Gapoktan Desa Banyuroto mengenai periode pergantian kepengurusan dapat dilihat pada Tabel 16 berikut ini.
Tabel 16. Sebaran Persepsi Anggota Gapoktan Desa Banyuroto Mengenai Periode Pergantian Pengurus
Periode Pergantian Pengurus Kelembagaan
Anggota Gapoktan Desa Banyuroto
Jumlah Persentase
Teratur 0 0%
Kurang Teratur 3 10,71%
Tidak Teratur 25 89,28%
Jumlah 28 100%
Sumber: Data Primer 2012 (diolah)
Sebanyak 89,28% anggota Gapoktan Desa Banyuroto menyatakan bahwa periode pergantian pengurus tidak teratur. Pengurus Gapoktan Desa Banyuroto
71 diganti hanya berdasar kesepakatan saja dan biasanya pengurus yang diganti hanya bertukar peran dan hanya pengurus yang memiliki fungsi sentral saja. 6.4.1.4. Aturan Kelembagaan
Kejelasan aturan bisa dilihat dengan cara mengategorikan aturan main dalam suatu kelembagaan termasuk aturan yang tertulis, lisan atau keduanya. Kelembagaan yang terdapat pada Gapoktan Desa Banyuroto termasuk jenis kelembagaan formal dan non-formal. Secara global, aturan-aturan gapoktan diatur dalam suatu AD/ART, tetapi pada prakteknya, aturan main yang lebih detail, aplikatif dan digunakan dalam kegiatan sehari-hari diputuskan dalam sebuah rapat anggota atau pertemuan lain. Seluruh anggota Gapoktan Desa Banyuroto mengetahui aturan tersebut yang telah didokumentasikan, walau ada yang tidak mengetahui secara pasti dan rinci aturan main yang tertulis di dalamnya. AD/ART yang selama ini menjadi aturan main pun belum pernah dilakukan amandemen sejak pendirian gapoktan hingga sekarang.
6.4.1.5. Pengetahuan Anggota Terhadap Kelembagaan
Setiap anggota gapoktan hendaknya pasti mengetahui kelembagaan dan aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. Pengetahuan anggota terhadap kelembagaan merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan anggota mengenai aturan-aturan dalam kelembagaan dan kelembagaan itu sendiri. Tabel 17 menyajikan hasil pengamatan mengenai sebaran pengetahuan anggota Gapoktan Desa Banyuroto terhadap kelembagaan Gapoktan Desa Banyuroto.
72 Tabel 17. Sebaran Pengetahuan Anggota Gapoktan Desa Banyuroto
Terhadap Kelembagaan Pengetahuan Terhadap
Kelembagaan
Anggota Gapoktan Desa Banyuroto
Jumlah Persentase
Paham 28 100%
Kurang Paham 0 0%
Tidak Paham 0 0%
Jumlah 28 100%
Sumber: Data Primer 2012 (diolah)
Seluruh anggota Gapoktan Desa Banyuroto menyatakan paham dan mengetahui terhadap kelembagaan yang ada di Gapoktan Desa Banyuroto. Anggota Gapoktan Desa Banyuroto memang dipilih berdasarkan kemauan dan kesadaran pribadi, sehingga mereka mengetahui dan paham dengan kelembagaan yang dibentuk.