• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keji Beling

Dalam dokumen Daftar Tanaman Obat Herbal Indonesia (Halaman 185-188)

(Stachytarpheta mutabilis, Vahl.)

Sinonim : Strobilantes crispus, Bl. Sericocalyx crispus, (Linn.), Bremek. Familia : Acanthaceae

Uraian :

Keji Beling (Stachytarpheta mutabilis) adalah suatu jenis tumbuhan yang berbatang basah dan sepintas lalu menyerupai rumput berbatang tegak. Di Jawa tanaman ini banyak terdapat di pedesaan yang tumbuh sebagai semak. Batang pohonnya berdiameter antara 0,2 - 0,7 cm. Kulit luar berwarna ungu dengan bintik-bintik hijau dan apabila menjadi tua berubah menjadi coklat. Daun ngokilo berbentuk bulat telur, pada tepinya bergerigi dengan jarak agak jarang, berbulu halus hampir tak kelihatan. Panjang helaian daun (tanpa tangkai) berkisar antara 5 - 8 cm (ukuran normal) dan lebar daun kira-kira 2 - 5 cm. Tumbuhan ini mudah berkembang biak pada tanah subur, agak terlindung dan di tempat terbuka. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 1 m - 1.000 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 2.500 mm - 4.000 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 8 bulan - 9 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 3 bulan - 4 bulan · Suhu udara : 200 C - 250 C · Kelembapan : sedang · Penyinaran : sedang b. Tanah · Tekstur : pasir sampai liat · Drainase : sedang - baik · Kedalaman air tanah : 25 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : 5 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 5,5 - 7 · Kesuburan : sedang 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm b. Persiapan bibit · Perbanyakan tanaman kejibeling dilakukan dengan stek. c. Penanaman · Stek ditanam pada lubang tanah yang telah disiapkan dengan jarak tanam 1 m x 1 m.

Nama Lokal :

Keji Beling (Indonesia), Ngokilo (Jawa);

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Tumor, Diabetes melitus, Lever (Sakit kuning), Ambeien (Wasir); Kolesterol, Maag, Kena bisa ulat dan Semut hitam;

Pemanfaatan :

1. Tumor

Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.

Cara pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Pantangan: Ikan Asin, cabai, tauge, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkong, nangka, es, alkohol dan tape, limun dan vitzin. 2. Diabetes Mellitus

Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.

Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Pantangan: makanan yang manis-manis. 3. Lever (sakit Kuning)

Bahan: Daun Keeji Beling mentah dan segar 3 lembar.

186 secara teratur.

Pantangan: makanan yang mengandung lemak. 4. Ambeien (wasir)

Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.

Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Pantangan: Daging kambing dan makanan/masakan yang pedas. 5. Kolesterol tinggi

Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.

Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Pantangan: makanan yang berlemak. 6. Maag

Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.

Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Pantangan: makanan pedas atau asam. 7. Kena Bisa Ulat dan Semut Hitam

Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 1 lembar.

Cara Pemakaian: digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan air dan hancur. Dilakukan 2 kali setelah berselang 2 jam.

Komposisi :

Daun kejibeling mengandung unsur-unsur mineral seperti kalium, natrium, kalsium dan beberapa unsur lainnya.

Kelapa

(Cocos nucifera, Linn.) Familia : Palmaceae

Uraian :

Kelapa (Cocos nucifera) termasuk jenis tanaman palma yang mempunyai buah berukuran cukup besar. Batang pohon kelapa umumnya berdiri tegak dan tidak bercabang, dan dapat mencapai 10 - 14 meter lebih. Daunnya berpelepah, panjangnya dapat mencapai 3 - 4 meter lebih dengan sirip-sirip lidi yang menopang tiap helaian. Buahnya terbungkus dengan serabut dan batok yang cukup kuat sehingga untuk memperoleh buah kelapa harus dikuliti terlebih dahulu. Kelapa yang sudah besar dan subur dapat menghasilkan 2 - 10 buah kelapa setiap tangkainya.

Nama Lokal :

Coconut (Inggris), Cocotier (Perancis); Kelapa, Nyiur (Indonesia), Kambil, Kerambil, Klapa (Jawa);

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Keracunan, Panas dalam, Sakit panas, Demam berdarah, morbili; Influenza, Kencing batu, Sakit saat haid, Cacing kremi, Sakit gigi; Ubanan, Ketombe;

187

Pemanfaatan :

1. Keracunan

Bahan: 1 butir kelapa hijau;

Cara membuat: dilubangi ujungnya;

Cara menggunakan: Airnya diminum sampai habis. 2. Sakit panas dalam

Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telor ayam kampung mentah; Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian

dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut; Cara menggunakan: diminum pada siang hari 3. Sakit panas

Bahan: 1 gelas air kelapa muda dan 1 sendok madu;

Cara membuat: kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai rata; Cara menggunakan:

Untuk dewasa: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Untuk balita: 2 kali sehari, 1/2 cangkir the;

4. Demam berdarah

Bahan: 1 butir buah kelapa dan 1 butir jeruk nipis;

Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian air jeruk nipis dimasukan ke dalam buah kelapa dan diaduk sampai merata;

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. 5. Kencing batu

Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telur ayam kampung mentah; Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian

dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. 6. Mengurangi sakit waktu haid

Bahan: 1 gelas air kelapa hijau dan 1 potong gula aren;

Cara membuat: Kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai merata;

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore, selama 3 hari berturut-turut. 7. Influenza

Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari; Cara membuat: buah kelapa dan kencur diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur merata, ditambah 1 gelas air masak dan diperas untuk diambil airnya;

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari. 8. Morbili

Bahan: 2 helai daun kelapa kering, 1/2 genggam daun korokot, 1/2 rimpang dringo bengle, 1/2 genggam daun petai cina, adas pulawaras secukupnya;

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus; Cara mengunakan: digunakan sebagai bedak untuk seluruh tubuh si penderita. 9. Mengusir cacing kremi

Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 buah wortel;

Cara membuat: buah kelapa dan wortel diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur, ditambah 1 gelas air, diperas dan disaring; Cara menggunakan: diminum malam hari menjelang tidur.

188 Bahan: tempurung (batok)

Cara membuat: tempurung kelapa dibakar dan minyak yang keluar di pinggir api diambil dengan kapas dan digulung sebesar lubang gigi; Cara menggunakan : dimasukan ke dalam lubang gigi yang sakit. 11. Ubanan

Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua , air buah kelapa itu sendiri; Cara membuat: buah kelapa diparut dan diperas dengan air kelapa itu sendiri untuk diambil santannya; kemudian air santan tersebut diberi garam secukupnya dan diaduk sampai merata, kemudian diembunkan semalam di luar rumah;

Cara menggunakan: Sebagian dari santan tersebut dipergunakan untuk mengurut bagian yang beruban dan dibiarkan 10 -15 menit,

sebagian santan lagi dipergunakan untuk keramas secara teratur 3 hari sekali. 12. Ketombe

Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua dan 1/4 buah nanas, 1 butir jeruk nipis, 11/2 gelas air kelapa itu sendiri;

Cara membuat: buah kelapa dan nenas diparut untuk diambil

airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur sampai merata dan disaring; Cara menggunakan: dipergunakan untuk keramas 5 hari sekali.

Komposisi :

Buah kelapa yang sudah tua mengandung kalori yang tinggi, sebesar 359 kal per 100 gram; daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gram dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gram. Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gram. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi. Kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun. Komposisi kandungan zat kimia yang terdapat pada air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa. Kadar air yang terdapat pada buah kelapa sejumlah 95,5 gram dari setiap 100 gram.

Dalam dokumen Daftar Tanaman Obat Herbal Indonesia (Halaman 185-188)