telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena
B. Kekekalan Allah dan Kekekalan Akhirat
1. Kekekalan Allah
Al-Qur'an
menggunakan
setidaknya dua redaksi dalam menjelaskan kekekalan Allah,yakni baqa' dan hayy (l^). Kata (e^) berarti kekal sebagai lawan dari musnah, sedangkan hayy (s^) berarti hidup sesungguhnya, yakni hidupkekal.Dalam
ayat berikut, dijelaskanbahwa
segala sesuatu yang ada dibumi
akanmusnah, sedangkan DzatAllah sajalahyangkekal.Qs.asy-Syura(42) : 1 'Qs. Maryam(19):65
48
Artinya :
"Semua
yangadadibumi
ituakanbinasa.Dan
tetapkekal DzatTuhanmu
yangmempunyai
kebesarandankemuliaan."41Meskipun ayat tersebut berbicara tentang kebinasaan bumi, tapi
yang dimaksud adalah kebinasaan alam. Sebab dalam ayat lain juga disinggung tentang kebinasaan segala sesuatu, dan bagi Allah saja segala penentuanwaktukebinasaannya.Ayatberikutmenjelaskanhaltersebut:
Artinya: tiap-tiap sesuatupasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah
kamu
dikembalikan."42
Penjelasan tersebut didukung oleh asbab an-nuzul Qs. al-Qashash (28) : 28, yakni ketika Allah berfirman "kullu
man
alaiha fan" (semua yang ada dibumi
itu akan binasa),maka
malaikat berkata: rusaklah penghuni bumi.Dan
malaikatberharap denganbangga akan berada dalam kekekalan.Maka
Allah menyatakanbahwa
penghunilangitdanbumi
akanmati.
Dan
Dia bertirman, "Tiap-tiap sesuatu dari kehidupan akan rusak, yakni mati, kecuali Dzat Allah yang Hidup dan tidak mati.Maka
kemudianmalaikatyakin akan kematian.43Dzat sekaligus sifat Allah yang kekal, tidak dapat dibantah oleh argumentasi apapun. Ini adalah sebuah kenyataan dan kebenaran hakiki.
Sebab jika ada sesuatu yang memiliki kualitas sebagaimana Allah, hal tersebut tidak dapat diterima.
Yusuf
Qaradhawi menyatakanbahwa
keimanan kepada eksistensi Allah dan keesaan-Nya harus disertaikeimanan
bahwa
AllahSwt
memiliki sifat kesempurnaan yang pantas sesuaidenganDzat-NyaYang Maha
Kekal, suci darisegalakehancuran.4441
Qs.ar-Rahman(55) :26-27
42Qs.al-Qashash(28) :88
43
AliSamian-Nasyar,Nasy'ahal-Fikr al-Falsafifi al-Islam,Daral-Ma'arif,Kairo,Jilid I,Cet. VIII,t.th.,hlm.255.
44YusufQaradhawi, PengantarKajian Islam, Terj. Setiawan Budi Utomo, Pustaka Al-Kautsar,Jakarta, 1997,hlm. 64.
Sedangkan dalam redaksi al-hayy (Lr=^)> lebih berbicara mengenai kekhususan sifat Allah yang Hidup Kekal.
Dalam
al-Qur'an, kata inihanyadigunakanuntukmenyitati Allah.
Maksud
kata al-hayy(^
1) adalah Dzat yang memiliki kehidupanhakiki yang tidak berasal dari dzat lain, yaitu kehidupan yang sempurna danabadi, yangtidak akanberakhirdantidakhilang,baik di awal
maupun
diakhir.
Al-Qurthubi mengutip pendapat Qatadah yang menyatakan, (Lh^1) adalah Dzat yang tidak mati; dan
Imam
as-Suddi yang berpendapat,"Maksud 0«)
adalah(JUH)Yang Maha
Abadi.45Al-Hafizh Ibn Katsir mengatakan
maksud
(c?^1) adalah"Yang Maha
Hidup dalamdiri-Nyayangtidakakan mati selama-lamanya.46Sedangkan al-Imam ath-Thabari berpendapat
bahwa (I^
1) artinya adalah Dzat yang memiliki kehidupan yang kekal abadi yang tidak ada batasan awalnya dan tidak ada ujung penghabisannya. Selain Dia, meskipun memiliki kehidupan, tetapi kehidupan yang memiliki batasan awal dan akhir, yang akan berhenti jika habismasanya
dan akan selesaipada batas akhir kehidupannya.47
Dengan
kata lain, Allah adalah DzatYang Awal
danYang
Akhir, tidakberpermulaan dan tidak berakhir. Dia berfirman:Artinya : "Dialah
Yang Awal
danYang
AkhirYang
Zhahir danYang
Bathin; danDia
Maha
Mengetahuisegala sesuatu."48Yang
dimaksudYang Awal
adalah yang telah ada sebelum segala sesuatu ada. SedangkanYang
Akhir adalah yang tetap ada setelah segala sesuatumusnah.AbuAbdillahal-Qurthubi, TafsirAl-Qurthubi,Daral-Ihya',Beirut,JilidVII,t.th., hlm.
271.
46IbnKatsir,TafsirIbnKatsir,Daral-Fikr,Beirut,JilidI,t.th.,hlm.380.
47Abu Ja'far ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, Dar al-Ma'arif, Mesir, JilidV, t.th., hlm.
286-287.
48Qs.al-Hadid(57) :3
50
Kehidupan yang azali, kekal, dan abadi hanya dimiliki oleh Allah.
Segala sesuatu selain Dia, siapa
pun
dia, pasti akan mati dan binasa.Kenyataan ini telah ditegaskan olehAllah dalambeberapa ayat al-Qur'an.
Diantaranya adalah sebagaiberikut:
....
<tfimM*4$$g£$ftiftj
Artinya : "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu..."49Kalau saja ada salah seorang di antara
makhluk
yang kekal danabadi, sudah pasti yang paling pantas mendapatkannya adalah
pemimpin semua
makhluk yang awal dan yang akhir, yaituMuhammad
Saw.Akan
tetapi, kenyataannya,beliaujugamengalamikematiandantidak kekal.50 Meskipun derivasi kata hayy (Is^) inijuga digunakan untuk selain Allah, tetapi hal tersebut hanya berhenti pada pengertiankehidupan yang tidak kekal. Misalnya ketika al-Qur'an menjelaskan tentang kehidupan duniayangtidakkekalsebagaiberikut:
Artinya :
"Dan
mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kitamati dankita hidup dantidakada yangakanmembinasakan
kitaselainmasa", dan mereka sekali-kali tidakmempunyai
pengetahuan tentang itu, mereka tidak lainhanyalahmenduga-duga saja."51Dengan
demikian, kekekalan Allah adalah kebenaran mutlakyang tidak diragukan lagi. Meski terdapat beberapa ayat yang berbicara mengenai kehidupan akhirat yangkekal,namun
kekalnya akhirat tersebut49Qs. AliImran(3) : 185.PeriksajugaQs.al-Anbiya' (21) : 35danQs.al-Ankabut(29) : 57.
50
Fadhl Ilahi, Fadhilah dan TafsirAyat Kursi, Terj. Abul Hasan, Maktabah al-Hanif, Yogyakarta, 2005, hlm. 69-70.
51
Qs. al-Jatsiyah (45) :24
tidak sebanding dengan kekekalan Allah. Sebab Allah tidak memiliki sekutu,baikdalamsifat-sifatuluhiyah