• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. KEKUATAN dan KELEMAHAN

a. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti dan sudah di uji valid dan reliabel

b. Pengambilan sampel menggunakan random sampling sehingga semua sample berkesempatan untuk menjadi responden.

2. Kelemahan Penelitian

Peneliti menyadari bahwa masih terdapat beberapa hal yang menjadi keterbatasan dalam penelitian ini

a. Variabel dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal sehingga hasil penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya rokok.

b. Item demografi belum mengkaji tentang riwayat remaja dan keluarga tentang merokok.

66 BAB V

KESIMPILAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya rokok dalam kategori baik, cukup, dan kurang.

2. Tingkat pengetahuan siswa berdasarkan jenis kelamin pengetahuan dalam ketegori kurang depada laki-laki

3. Tingkat Pengetahuan siswa tentang bahaya rokok berdasarkan usia dalam kategori kurang

4. Tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya rokok brdasarkan paparan informasi dalam katgori kurang

B. Saran

1. Bagi Institusi Pendidikan

Perlu dilakukan promosi kesehatan tentang bahaya rokok disetiap sekolah-sekolah ataupun ditempat yang banyak mayoritas masyarakat merokok,sehingga partisipasi sebuah institusi keperawatan sangat diperlukan terutama jika sudah ada organisasi.

2. Bagi Petugas Kesehatan

Petugas kesehatan sangat perlu mengoptimalkan perannya dalam memberikan edukasi tentang bahaya rokok dan bahayanya bagi kesehatan.

3. Bagi Pihak Sekolah

a. Memaksimalkan perannya dalam memberikan peyuluhan, pengarahan, pembinaan dan pendidikan terkait dengan bahaya rokok bagi kesehatan

b. Menyediakan fasilitas tambahan seperti buku-buku yang bisa menambah informasi siswa tentang bahaya rokok

c. Membuat peraturan-peratuan tentang larangan merokok dan meberikan sanki-sanki bagi yang merokok dilingkungan sekolah. 4. Bagi Peniliti Selanjutnya

Bagi peneliti sealajutnya di harapkan untuk menambahkan item data demografi tentang riwayat remaja dan keluarga tentang merokok.

Diet,cancer and Health Studi.

http://journal.publications.chestnet.org/article.aspx?articleid=1746495&resultClick=1 Arikunto,S.(2006).prosedur penelitian pendekatan praktik.Edisi Revisi. Jakarta

Rineka Cipta.

Arikunto,S.(2014).Prosedur penelitian pendekatan praktik.Edisi revisi. Jakarta Rineka cipta.

Arista,Dista ika (2013). Analisis tugas-tugas perkembangan remaja pada anak TKI di desa jenangan Kabupaten Ponorogo.

Azizah. (2014). Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Paparan Iklan Rokok dan Pengaruh Sosial Dengan Status Merokok pada Siswa-Siswi SMU Negeri Di Kabupaten Brebes. Skripsi

Bambang,W & Chatila.(2010). Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Pada Siswa SLTP NEGERI Limbangan Kendal. Skripsi. Semarang: UNES. Depkes. 2010. Generasi Muda Sehat, Generasi Tanpa Rokok

Dewi,M, A, Wawan. (2010). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Merdeka

Dwi cahyani. (2011). Tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok pada remaja.Skripsi.Wonogiri.

Fahrosi, A. (2013). Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Pada Remaja SMP di Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Jember. Karya Tulis Ilmiah

Fatwa tarjih muhammadiyah. (2010) hukum merokok.

Gibss,Joseph,A sharon,dkk (2016). Impact of tobacco Smoke and Nikotine Expo sure on Lung Development.

oking/index.htm

Herman,.Dekker,.Agnes (2015). Tobacco Smoke Exposure,Airway Resistence,and atsma in school age children The Generation Study.

http://journal.publications.chestnet.org/article.aspx?articleid=2195095&resultClick=3 Ibnu.(2013). Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Merokok bagi

Kesehatan Di SMA N Klageo. Skripsi

Jahja,Y. (2011). Psikologi perkembangan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Komalasari & Helmi. (200). Faktor-faktor merokok pada remaja. Jurnal Psikologi No 1 hal 37-47.

Kusuma,ARP. (2010). Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan gigi dan Mulut.UISA Lindawati. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Siswa-

Siswi SMP DI Daerah Jakarta Selatan

Lukyta, D, P (2010). Pengaruh Rokok Bagi Kesehatan di Kalangan Remaja. Yogyakarta

Meriza.(2014). Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Negeri 1 Manado Tentang Dampak Merokok Bagi Kesehatan Gigi dan Mulut. Volume 2 No 2 Mubarak et al. (2010).Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya. Jakarta: Salemba

Medika

Notoatmodjo. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku. Jakarta. Rineka cipta. Nursalam.(2013). Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika. Nurhayati,I. (2012).Bahaya rokok bagi tubuh.JK eM-U volume IV No 12 http://jurnal.akpermus.ac.id/index.php/jkemu/article/view/11.

Newman,.momirova,.Mitchel,.dkk (2010). The effect of active passive housholdcigarette Smokse exposure on Pregnant women with Atsma.

Sarwono,S (2010).Psikologi Remaja.Edisi revisi.Jakarta. Rajawali pers. PP NO 19 (2003). Pengamanan rokok bagi kesehatan.

Sarwono,S (2013).Psikologi Remaja.Edisi revisi.Jakarta. Rajawali pers. PP NO 19 (2003). Pengamanan rokok bagi kesehatan.

Samrotul. (2012). Factor-faktor yang Mempengaruhi perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki di Asrama Putra.Volume 5 No 1

Siska. (2013). Hubungan pengetahuan Tentang Bahaya merokok dengan perilaku merokok pada siswa SMP Negeri 1 Bulawa. Skripsi

Sitti. (2012). Pengetahuan Tentang Rokok Pusat Kendali Kesehatan Eksternal dan Perilaku merokok. Vol 16. No 1 Hal 49-56

Tarwoto. (2010) Kesehatan Remaja: Problem Dan Solusinya. Jakarta : Salemba Medika

Wati, W. (2012). Tingkat pengetahuan Siswa SMP Kelas VIII Tentang Bahaya Merokok bagi Kesehatan Di SMP Negeri 7 Wonogiri.STIKES Kusuma Husada Surakarta. Karya Tulis Ilmiah

WHO report on the global tobacco epidemic, 2011

http://apps.who.int/tobacco/global_report/2011/en/index.html

yudiono.(2009). Gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya rokok di SMPN 2 kutuwinangun kabupaten kebumen jawa tengah. Karya tulis ilmiah : UMY

Responden yang tehormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Zuliyani

Nim : 20120320110

Saya adalah mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta akan melakukan penelitian dengan judul “ Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Remaja

Tentang Bahaya Rokok di SMP 2 Sanden Bantul Yogyakarta” manfaat

penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMP 2 Sanden mengenai bahaya rokok.

Saya ohon kesediaan adik untuk berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai responden, menandatangani lembar persetujuan mengisi kuesioner berupa pertanyaan yang telah saya sediakan. Jawaban yang adik berikan saya jamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian

Atas bantuan dan kesediaan menjadi responden saya ucapkan banyak terimakasih .

Nama : Kelas : Jenis kelamin : Agama : Alamat :

Dengan ini menyatakan bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian

yang berjudul “ Gambaran tingkat Pengetahuan Amak Remaja Tentang

Bahaya Rokok di SMP 2 Sanden Bantul“ yang diajukan oleh zuliyani NIM :

20120320110, Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Saya memaham bahwa data yang diambil dan hasilna merupakan rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu keperawatan dan tidak merugikan bagi saya. Apabila dalam penelitian ini terdapat hal-hal yang menyimpang dari ketentuan yang telah disepakati maka saya akan menarik kembali persetujuan tersebut.

Yogyakarta, agustus 2016 Yang memberikan persetujuan

benar

2. Jika ada yang tidak dimengerti silahkan bertanya kepada peneliti

Umur :... Kelas :... Jenis kelamin :... Pernah merokok atau tidak (iya )/(tidak)

Pernah mendengar atau tahu bahaya rokok? (iya)/ (tidak)

Pernah mendengar atau tahu dari media apa? a. Televisi

b. Bungkus rokok c. Dari teman d. Dari orang tua

dengan pengetahuan anda dengan cara melingkari jawaban yang menurut anda benar.

1. Apa yang di maksud dengan perokok pasif?

a. Orang yang menghisap batang rokok secara langsung b. Orang yang menghirup asap rokok

c. Orang yang merokok dan menghirup asap rokok

d. Orang yang didekat perokok dan memakai masker (pelindung) 2. apakah efek nikotin bagi tubuh?

a. Dapat mengikat oksigen dalam darah b. Dapat menyebabkan ketergantungan c. Dapat menyebabkan sesak nafas d. Dapat menyababkan kanker 3. Apakah dampak rokok bagi wanita hamil?

a. Rokok dapat menyebabkan pertumbuhan janin lambat b. Rokok dapat menyebabkan kemandulan

c. Rokok dapat menyebabkan berat badan bayi lahir normal d. Rokok dapat menyebabkan bayi obesitas

4. Apakah penyakit yang disebabkan oleh rokok? a. Kemandulan

b. impoten c. Kanker d. HIV/AIDS

5. Apa bahaya rokok untuk sistem pernafasan?

a. Rokok dapat menyebabkan tonsilitis(amandel) b. Rokok dapat menyebabkan kanker mulut c. Rokok dapat menyebakan atsma

b. Guru

c. Teman sebaya d. Media sosial

7. Apa gejala psikologis yang disebabkan rokok? a. Tremor

b. Kesemutan c. Kringat dingin d. Merasa rileks

8. Apakah zat dalam rokok yang dapat menyebabkan penyakit kanker? a. Kadimium

b. Karbon monoksida c. Nikotin

d. Tar

9. Apakah Bahan kimia yang terkandung dalam rokok yang menjadi pengaruh utama terjadinya gangguan jantung ?

a. Karbon monoksida b. Nikotin

c. Tar d. Metanol

10. Apakah gangguan reproduksi yang disebabkan karena rokok? a. Kemandulan

b. Gangguan menstruasi c. Keputihan

Statistics

Jenis_Kelamin Usia Pengetahuan

N Valid 86 86 86

Missing 0 0 0

Jenis_Kelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid laki-laki 46 53.5 53.5 53.5 perempuan 40 46.5 46.5 100.0 Total 86 100.0 100.0 Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 11 2 2.3 2.3 2.3 12 16 18.6 18.6 20.9 13 29 33.7 33.7 54.7 14 26 30.2 30.2 84.9 15 13 15.1 15.1 100.0 Total 86 100.0 100.0

Statistics

Jenis_Kelamin Usia Pengetahuan

N Valid 86 86 86

Missing 0 0 0

Jenis_Kelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid laki-laki 46 53.5 53.5 53.5 perempuan 40 46.5 46.5 100.0 Total 86 100.0 100.0 Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 11 2 2.3 2.3 2.3 12 16 18.6 18.6 20.9 13 29 33.7 33.7 54.7 14 26 30.2 30.2 84.9 15 13 15.1 15.1 100.0 Total 86 100.0 100.0

Bungkusrokok

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak 39 45.3 45.3 45.3

Iya 47 54.7 54.7 100.0

Total 86 100.0 100.0

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Baik 15 17.4 17.4 17.4 Cukup 31 36.0 36.0 53.5 Kurang 40 46.5 46.5 100.0 Total 86 100.0 100.0 Televisi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak 40 46.5 46.5 46.5

iya 46 53.5 53.5 100.0

Orangtua

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Tidak 78 90.7 90.7 90.7 Iya 8 9.3 9.3 100.0 Total 86 100.0 100.0 Temansebaya

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Tidak 82 95.3 95.3 95.3 Iya 4 4.7 4.7 100.0 Total 86 100.0 100.0 Koran

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak 85 98.8 98.8 98.8

Valid Tidak 39 45.3 45.3 45.3

Iya 47 54.7 54.7 100.0

Total 86 100.0 100.0

Pengetahuan

Jenis_Kelamin * Pengetahuan Crosstabulation Pengetahuan

Total

Baik Cukup Kurang

Jenis_Kelamin laki-laki Count 6 13 27 46

% of Total 7.0% 15.1% 31.4% 53.5%

Perempuan Count 9 18 13 40

% of Total 10.5% 20.9% 15.1% 46.5%

Total Count 15 31 40 86

VAR00001 Correlation 1 .247 .015 .027 .247 -.009 -.048 -.048 .202 -.009 -.186 -.027 .247 -.009 .321 .242 Sig. (2- tailed) .188 .939 .885 .188 .962 .803 .803 .285 .962 .326 .885 .188 .962 .083 .197 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00002 Pearson Correlation .247 1 -.089 .111 1.000 ** .736** .000 .000 .816** .736** .165 .306 1.000** .327 .796** .880** Sig. (2- tailed) .188 .640 .559 .000 .000 1.000 1.000 .000 .000 .384 .101 .000 .077 .000 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00003 Pearson Correlation .015 -.089 1 -.059 -.089 .117 .000 .463 ** -.218 -.029 -.161 -.386* -.089 .262 .015 .081 Sig. (2- tailed) .939 .640 .755 .640 .539 1.000 .010 .247 .878 .394 .035 .640 .161 .939 .669 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00005 Pearson Correlation .247 1.000 ** -.089 .111 1 .736** .000 .000 .816** .736** .165 .306 1.000** .327 .796** .880** Sig. (2- tailed) .188 .000 .640 .559 .000 1.000 1.000 .000 .000 .384 .101 .000 .077 .000 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00006 Pearson Correlation -.009 .736 ** .117 .218 .736** 1 .047 .047 .668** .866** .279 .327 .736** .464** .665** .847** Sig. (2- tailed) .962 .000 .539 .247 .000 .804 .804 .000 .000 .136 .077 .000 .010 .000 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00007 Pearson Correlation -.048 .000 .000 -.144 .000 .047 1 -.200 -.141 .047 .048 .144 .000 -.378 * -.048 .035 Sig. (2- tailed) .803 1.000 1.000 .447 1.000 .804 .289 .456 .804 .803 .447 1.000 .039 .803 .854

tailed) .803 1.000 .010 1.000 1.000 .804 .289 1.000 .619 .617 .122 1.000 .804 .617 .579 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00009 Pearson Correlation .202 .816 ** -.218 .136 .816** .668** -.141 .000 1 .668** .202 .408* .816** .267 .740** .787** Sig. (2- tailed) .285 .000 .247 .473 .000 .000 .456 1.000 .000 .285 .025 .000 .153 .000 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00010 Pearson Correlation -.009 .736 ** -.029 .355 .736** .866** .047 -.094 .668** 1 .413* .327 .736** .598** .665** .864** Sig. (2- tailed) .962 .000 .878 .055 .000 .000 .804 .619 .000 .023 .077 .000 .000 .000 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00011 Pearson Correlation -.186 .165 -.161 .247 .165 .279 .048 -.095 .202 .413 * 1 .165 .165 .279 .222 .360

VAR00012 Correlation -.027 .306 -.386 .250 .306 .327 .144 -.289 .408 .327 .165 1 .306 .055 .247 .389 Sig. (2- tailed) .885 .101 .035 .183 .101 .077 .447 .122 .025 .077 .384 .101 .775 .188 .034 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00013 Pearson Correlation .247 1.000 ** -.089 .111 1.000** .736** .000 .000 .816** .736** .165 .306 1 .327 .796** .880** Sig. (2- tailed) .188 .000 .640 .559 .000 .000 1.000 1.000 .000 .000 .384 .101 .077 .000 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00014 Pearson Correlation -.009 .327 .262 .491 ** .327 .464** -.378* .047 .267 .598** .279 .055 .327 1 .396* .548** Sig. (2- tailed) .962 .077 .161 .006 .077 .010 .039 .804 .153 .000 .136 .775 .077 .031 .002 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 VAR00016 Pearson Correlation .242 .880 ** .081 .389* .880** .847** .035 .105 .787** .864** .360 .389* .880** .548** .861** 1 Sig. (2- tailed) .197 .000 .669 .034 .000 .000 .854 .579 .000 .000 .051 .034 .000 .002 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2- tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2- tailed).

Total

baik cukup kurang

televisi Tidak Count 8 18 14 40

% of Total 9.3% 20.9% 16.3% 46.5%

Iya Count 4 13 29 46

% of Total 4.7% 15.1% 33.7% 53.5%

Total Count 12 31 43 86

bungkusrokok tidak Count 5 13 21 39 % of Total 5.8% 15.1% 24.4% 45.3% iya Count 7 18 22 47 % of Total 8.1% 20.9% 25.6% 54.7% Total Count 12 31 43 86 % of Total 14.0% 36.0% 50.0% 100.0%

1

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Keperawatan

pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh: ZULIYANI 20120320110

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2016

3

YOGYAKARTA

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA ROKOK DI SMP 2 BANTUL YOGYAKARTA

Zuliyani1, Erfin Firmawati2 e-mail : [email protected]

ABSTRACT

Background:Smokers in indonesia was still high especially teenagers. Due to smoking for health the cancer , heart trouble , a disorder of pregnancy and stroke. To prevent the smokers in adolescents needs to be know level of teenagers

Purpose: To determine the knowledge of adolescent in SMP 2 Sanden, Bantul, Yogyakarta

Method: This is a descriptive research method and the sample with drawal is done by using Simple Random Sampling technique witha sample size of 273 people. An instrument for the data is a questionnaire covered withmultiple choice answers

Result: The Study knew that the level adolescent of knowledge there was good 15 (17.5%), enough 31 (36%) and less 40 (46.5%)

Conclusion and advice: Research the knowledge junior high school students 2 sanden about the dangers of cigarettes less. Advice to nurses should to do health counseling to schools

4 INTISARI

Latar Belakang:Perokok di Indonesia masih sangat tinggi terutama remaja. Akibat rokok bagi kesehatan yaitu kanker, gangguan jantung, gangguan kehamilan dan stroke. Untuk mencegah meningkatnya perokok pada remaja perlu di ketahui tingkat pengetahuan remaja

Tujuan:Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya rokok di SMP 2 Sanden Bantul Yogyakarta

Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah Random Sampling jumlah sampel sebanyak 86 orang.instrumen untuk pengambilan data adalah kuesioner tertutup dengan jawaban pilihan ganda.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan pengetahuan remaja yang baik ada 15 (17.5%) orang,cukup 31 (36%)orang, dan kurang ada 40 (46.5%) orang.

Kesimpilan dan Saran: penelitian tingkat pengetahuan Siswa SMP 2 Sanden Tentang Bahya rokok kurang. Saran untuk perawat sebaiknya untuk melakukan penyuluhan kesehatan ke sekolah-sekolah.

5 tidak baik untuk kesehatan dan sudah menjadi budaya diberbagai bangsa di seluruh dunia terutama Indonesia. Angka merokok didunia masih tinggi 57% pada penduduk Asia dan australia,12 % penduduk amerika dan 14% penduduk eropa, Indonesia menempati urutan ke 3 setelah china. Merokok menimbulkan banyak kerugian

baik sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat rokok antaralain jantung, bronkitis, kanker, emfisema, menganggu fungsi ginjal, kandung kemih, uterus dan ovarium Center For Disease Control and Prevention (CDC 2012 ). Selain rokok dapat menyebabkan masalah kesehatan, merokok juga merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia sesuai dengan laporan dari WHO tahun 2011 menyebutkan bahwa lebih dari 6 juta orang meninggal karena penyakit yang ditimbulkan rokok

Penyakit-penyakit tersebut terjadi karena didalam rokok mengandung zat- zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Zat berbahaya tersebut dapat berupa gas dan partikel-partikel berbahaya seperti nikotin, tar, hidrogen siandi, karbon, monoksida, banyaknya kerugian yang ditimbulkan karena rokok maka merokok tidak dianjurkan (Tirtosastro, S,2010).

Larangan merokok sudah difatwakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah yang isinya merokok adalah haram karena rokok tidak memberikan manfaat dan lebih banyak mudharatnya. sesuai yang dijelaskan dalam Al-quran Q:S Albaqarah :195 yang artinya dan janganlah kalian menjerumuskan diri kalian dengan tangan kalian sendiri kedalam jurang kerusakan. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan

6 dan merupakan tindakan bunuh diri.

Angka merokok didunia masih tinggi 57% pada penduduk Asia dan Australia,12 % penduduk Amerika dan 14% penduduk Eropa Indonesia menempati urutan ke 3 setelah China. Angka perokok Berdasarkan data dari

The ASEAN Tobacco Control (2015) di ASEAN mencapai 127.169.300 atau 29.5% dan Indonesia merupakan

negara dengan jumlah perokok tertinggi yaitu 50.68% dengan kriteria dewasa 36.1% dan remaja 41 % dengam kriteria laki-laki usia 13-15 tahun 3.5%. Hasil survey tahun 2008 tentang perilaku merokok remaja SMP-SMA (12-18 tahun) di Yogyakarta hampir 50% remaja SMA dan 30% remaja SMP pernah mencoba merokok (The Asean Tobacco Control, 2015).

Merokok sering dilakukan oleh orang dewasa namun fenomena sekarang

menghubungkan masa anak- anak dan dewasa. Periode ini dianggap penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian, Pada periode ini terjadi perubahan besar dan esensial mengenai fisik,emosi dan psikologi, rentang usia remaja berada dalam 12-21 tahun bagi wanita dan 13-22 tahun untuk laki-laki. Masa remaja merupakan periode pemantapan identitas (Panuju,2005).

Ciri-ciri perilaku yang menonjol pada usia remaja terutama terlihat pada perilaku sosial. Pada masa ini teman sebaya mempunyai arti yang sangat penting, mereka ikut dalam kelompok yang nilai-nilainya sangat mempengaruhi perilaku seorang remaja. Perilaku seorang remaja dalam pemantapan identitas tidak selamanya mulus akan tetapi memerlukan waktu yang panjang bergantung pada lingkungan sekitarnya.

7 tidak baik juga. Supaya seorang remaja tidak melakukakan kegiatan yang tidak baik seperti merokok maka diperlukannya pengetahuan yang baik karena dengan pengetahuan seorang remaja mampu untuk mengetahui mana yang baik dan tidak baik dan mampu mengetahui dampak yang bisa dtimbulkannya. (S arwono, 2013).

Perilaku merokok remaja dipengaruhi banyak faktor diantaranya adalah lingkungan sekitar,orang tua dan teman sebaya (38,4%), kepuasan psikologis yaitu rasa ketagihan setelah mengkonsumsi rokok (40,9%), keluarga perokok sangat mendukung perilaku anggota keluarga untuk merokok di bandingkan keluarga yang tidak merokok dan kurangnya pengetahuan. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam pembentukan perilaku, kurangnya pengetahuan tentang

merokok (Notoatmodjo, 2007).

Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti di SMP 2 Sanden pada Jumat,8 Desember 2015. Dari 10 siswa 5 memiliki pengetahuan baik 1 dengan pengetahuan cukup dan 4 dengan pengetahuan kurang. Dari 5 yang memiliki pengetahuan baik terdapat 2 siswa yang merokok,dan dari 4 yang pengetahuannya kurang keempat siswa tersebut merokok. Berdasarkan latar belakang tersebut peniliti tertarik untuk mengambil judul Gambaran Tingkat pengetahuan remaja tentang Bahaya rokok.

II. metode

Penelitian ini adalah penilaian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan

cross sectional yaitu untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan (Nursalam, 2013) .Populasi dalam penelitian ini sejumlah 645 siswa ,pengambilan sapel

8 dibuat sendiri oleh peniliti dengan mengacu pada reverensi dan sudah di uji valid dengan pearson product moment dan di uji reliabel dengan KR-20.

III. HASIL PENELITIAN A. DATA DEMOGRAFI

Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukan bahwa dari 86 (100%) responden, 46 (53%) orang berjenis kelaminlaki-laki dan 40 (47%) orang berjenis kelamin perempuan. Pada

11-15 tahun dengan jumlah 86 reponden (100%). Semua responden sudah terpapar informasi tentang bahaya rokok dengan jumah 86 responden (100%). Responden paling banyak mendapat informasi tentang bahaya rokok dari bungkus rokok sejumlah 47 orang (54.7%) dan paling sedikit dari surat kabar yaitu sebanyak 1 orang (1,2%).

B. KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN PENGETAHUAN

Berdasarkan Tabel 4.3 diatas menunjukkan tingkat pengetahuan responden berdasarkan jenis kelamin Tabel 4.1 Gambaran Data Demografi Responden Ten

Rokok di SMP 2 Sanden, Bantul (N=86) Data Demografi Frekuensi (n) Persentase

Jenis kelamin Laki-Laki 46 53.5% Perempuan 40 46.5% Total 86 100% Usia Remaja awal (11-15 86 100% tahun) Total 86 100% Paparan informasi Iya 86 100% Tidak 0 0 Sumber informasi Televisi 46 Orang Tua 8 Surat Kabar 1 Bungkus Rokok 47 Teman Sebaya 4

Sumber : Data Primer 53.5 9.3% 1.2% 54.7 4.7% Tabel 4.3 Gambaran Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Rokok di SMP 2 Sanden, Bantul N=86 Karakteristik Tingkat responden Pengetahuan

Baik(%) Cukup (%) Kurang (%)

Jenis kelamin Laki-laki 7 (7%) 13 (15.1%) 27 (31.4%) Perempuan 8 (10.4%) 18 (20.9%) 13(15.1%) Total 15(17.4%) 31 (36%) 40 (46.5%) Usia Remaja awal (11-15 tahun) 15 (17.4%) 31 (36%) 40 (46.5%) Total 15 (17.4%) 31 (36%) 40 (46.5%) Paparan Informasi tentang rokok bahaya 15(17.4%) 31 (36%) 40 (46.5%) Ya Total 15(17.4%) 31 (36%) 40 (46.5%)

9 kategori kurang pada usia11-15 tahun sejumlah 40 orang (46.5%), tingkat pengetahua berdasarkan sumber informasi dalam katgori kurang sejumlah 40 (46.5%).

IV. PEMBAHASAN

Berdasarkan Tabel 4.3, hasil penelitian ini rata-rata tingkat pengetahuan responden tentang bahaya rokok secara keseluruhan termasuk pada kategori kurang. Pengetahuan ini meliputi pengetahuan tentang perokok pasif, kandungan rokok, bahaya rokok bagi kesehatan dan faktor yang mempengaruhi seseorang merokok. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, lingkungan dan paparan informasi dan sumber informasi. Hal ini Selaras dengan penelitian Afriyani (2013) yang menyebutkan bahwa pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia, jenis kelamin, sumber informasi,

berdasarkan Tabel 4.3, semua responden dikategorikan dalam remaja awal. Pada usia ini, tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok berdasarkan usia hasilnya adalah kurang, Pada masa ini ditandai oleh sifat sifat negatif pada remaja sehingga sering kali tidak tenang, kurang suka belajar dan pesimistis. Secara garis besar sifat-sifat negatif ini dapat diringkas, yaitu negatif dalam prestasi akademk dan non akademik. Pada masa ini pada umumnya remaja lebih suka bermain dibandingkan untuk mencari informasi terkait dengan bahaya rokok. Hal ini sesuai dengan pendapat Sarwono 2013 bahwa pada usia ini remaja lebih suka bermain dibandingkan belajar.

Faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah jenis kelamin. Pada Tabel 4.3 menunjukkan bahwa 27 responden yang berjenis kelamin laki-

10 Sedangkan, responden yang berjenis kelamin perempuan paling banyak mempunyai tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok dalam kategori cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak perempuan lebih baik dari pada anak laki-laki,dikarenakan kebiasaan anak perempuan lebih rajin dalam mencari informasi dibandingkan dengan siswa laki-laki (Notoatmodjo 2007).

Pada usia remaja laki-laki biasanya cenderung lebih malas untuk mencari informasi terkait dengan pengetahuan. Pada usia remaja ini laki- laki lebih suka bermain dengan teman- temannya ataupun main game dibandingkan mencari informasi (Tarwoto, 2010). Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Fahrosi (2013) yang membahas tentang perbedaan tingkat

laki-laki mudah bersosialisasi dengan lingkungan nya sehingga mudah dalam mendapatkan informasi.

Hal lain yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah lingkungan. Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan dalam penelitian ini adalah lingkungan sekolah. Pada penelitian lingkungan sekolah kurang mendukung siswa untuk memperoleh informasi tentang bahaya rokok karena tidak tersedianya media tentang bahaya rokok. Dari lingkunan sekolah tampak tidak ada paparan informasi tentang bahaya rokok seperti poster, spanduk, dan majalah dinding. Lingkungan memberikan pengaruh pertama bagi seseorang, di mana seseorang dapat mempelajari hal – hal yang baik dan juga hal – hal yang buruk tergantung pada sifat

11 berpikir seseorang (Ibnu, 2013)

Hal lain yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah informasi, Informasi tentang bahaya rokok dapat diperoleh darimana saja seperti orang tua, guru, media elektronik, teman dan bungkus rokok. Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa semua responden sudah pernah mendapatkan informasi tentang bahaya rokok, tetapi pengetahuan tentang bahaya rokok kurang. Responden rata-rata tidak bisa menjawab pada pertanyaan tentang kandungan rokok dan bahaya rokok bagi kesehatan hal ini disebabkan informasi yang tidak lengkap didapatkan oleh responden. Dalam penelitian ini kebanyakan responden mendapat informasi dari bungkus rokok dan televisi. Dari analisa peneliti bahwa reponden melihat informasi tentang bahaya rokok dari gambarnya saja, tidak

Dokumen terkait