Infromasi Lebih Lanjut
2.9. Biomassa penghasil minyak
2.9.5. Kelapa sawit
Pohon kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal dari Afrika Barat. Pertama kali diperkenalkan di Malaysia sebagai tanaman hias. Pada tahun 1917, Penamanan komersial pertama dilakukan di Perkebunan Tennamaran di Selangor, yang merupakan pondasi pertami untuk penanaman kelapa sawit secara besar-besaran dan industri kelapa sawit di Malaysia. Pada tahun 1960-an, pemerintah telah memperkenalkan skema lahan pemukiman untuk penanaman kelapa sawit sebagai salah satu cara untuk menghapus kemiskinan bagi petani-petani yang tidak mempunyai tanah dan pekebun rakyat. Kini, penanaman kelapa sawit di Malaysia kebanyakan adalah berdasarkan sistem manajemen perkebunan dan skema pekebun rakyat. Kini, lebih dari 4 juta hektar lahan di Malaysia adalah untuk penanaman kelapa sawit dengan produksi minyak
sawit sebesar 16 juta ton pada tahun 2006.
Kelapa sawit adalah tanaman yang mengeluarkan baik bunga jantan maupun betina dalam satu pohon. Setiap pohon menghasilkan 12-20 tandan per tahun (biasanya disebut sebagai tandan buah segar, fresh fruit bunches (FFB)) dengan berat antara 10-20 kg dengan lebih dari 1000 buah untuk setiap tandan. Setiap buah berbentuk bulat atau lonjong. Secara umum, buah berwarna ungu gelap atau hampir hitam dan warnanya akan berubah menjadi oranye kemerahan ketika telah masak. Setiap buah terdiri atas inti yang keras (biji) di dalam tempurung (endokarp) yang dikelilingi oleh mesokarp yang berisi. Kelapa sawit menghasilkan 2 jenis minyak, yaitu minyak saw it mentah (crude palm oil, CPO) dari mesokarp dan minyak inti sawit (palm kernel oil, PKO) dari inti sawit atau biji. Batang pohon tanaman muda dan dewasa terbungkus di dalam pelepah sehingga menghasilkan penampakan yang agak kasar. Pohon yang lebih tua memiliki batang pohon yang lebih halus disamping efek lampang yang ditinggalkan oleh pelepah yang telah layu dan gugur.
Pohon kelapa sawit mulai berbuah setelah 3 tahun. Umur paling ekonomis adalah diantara 10-15 tahun, meskipun pohon kelapa sawit dapat terus berbuah hingga 25-30 tahun. Setelah itu, pohon ini akan menjadi tinggi (hingga ketinggian 20 m), dan biasanya ia akan ditebang untuk penanaman kembali dengan pohon atau klon baru. Di Malaysia, pohon-pohon yang ditanam kebanyakan dari varietas tenera, hibrid antara dura dan pisifera. Varietas tenera dapat menghasilkan 4 sampai 5 ton minyak sawit mentah (CPO) per hektar setiap tahun dan sekitar 1 ton inti sawit. Pohon kelapa sawit adalah paling efisien, membutuhkan hanya 0.25 hektar untuk memproduksi 1 ton minyak dibandingkan dengan kedelai, bunga matahari, dan sesawi yang masing-masing membutuhkan 2.15, 1.50, dan 0.75 hektar.
2.9.6. Kelapa
(a) Taksonomi tanaman
Pohon kelapa (Cocos nucifera) termasuk ke dalam Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Liliopsida, Orde Arecales, Keluarga Arecaceae, dan Genus Cocos.
(b) Asal
Ada 2 pandangan yang berbeda mengenai asal kelapa. Salah satunya adalah ia berasal dari Amerika karena beberapa spesies di dalam genus Cocos hanya bisa ditemukan di Amerika dan kehadiran kelapa di Amerika telah dicatat dalam sejarah. Di sisi lain, ada juga orang lain yang mengatakan bahwa kelapa berasal dari Asia seperti yang ditunjukkan melalui penemuan buah dari spesies Cocos di dalam deposit Pleiocene di Auckland Utara, Selandia Baru, keberadaan varietas kelapa di Asia Tenggara lebih beragam dibandingkan dengan Amerika serta alasan-alasan lainnya (Banzon, 1982).
(c) Deskripsi
Penjelajah Spanyol menyebutnya sebagai koko, yang berarti “muka monyet” karena 3 lekukan (mata) pada biji berbulu itu menyerupai kepala dan muka seekor monyet. Nucifera berarti “biji berbuah”. Pohon kelapa seringkali digambarkan sebagai pohon tahunan. Pohon kelapa memiliki batang pohon yang panjang dan beberapa dahan atau daun pada batang bagian atas, dengan dedaunan hijau, bebungai putih yang tidak mencolok, dan buah berwarna cokelat. Pohon kelapa berbunga terus dengan penghasilan buah dan biji mulai sepanjang tahun dan berkelanjutanan. Daun-daun tetap ada dari tahun ke tahun. Pohon kelapa memiliki umur yang relatif sedang dibandingkan spesies tumbuhana yang lain dan tingkat pertumbuhan yang juga sedang. Pada tingkat dewasa, ketinggan pohon kelapa biasanya bisa mencapai 20 m.
(d) Ekologi
Kelapa merupakan tumbuhan yang menyukai matahari dan membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk fotosintesis dan menaikkan suhu udara. Ia dapat tumbuh paling baik pada suhu rata-rata 27ºC dan bersifat sensitif pada suhu yang rendah. Kelapa juga tumbuh dengan baik pada distribusi hujan antara 1,300 sampai 2,300 mm per tahun. Ia mungkin bahkan tumbuh dengan baik pada 3,800 mm atau lebih jika tanahnya memiliki drainase yang baik. Ia juga bisa tumbuh dengan sangat baik pada iklim lembap. Tanah yang terbaik untuk kelapa adalah tanah matang yang dalam seperti berpasir atau lempung berdebu atau tanah liat dengan struktur bergranular.
(e) Pembuahan
Varietas yang berbeda akan berbuah pada usia yang berbeda. Varietas kerdil akan mulai berbuah setelah 3-4 tahun penanaman sedangkan varietas yang tinggi akan dimulai setelah 5-7 tahun. Cahaya matahari, distribusi hujan dan suhu yang kompleks mengakibatkan keberkalaan hasil di bulan-bulan yang berbeda dalam setahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang lebih banyak adalah diperoleh pada bulan Maret hingga Juni.
(f) Buah
Buah kelapa sebenarnya merupakan pelok yang berbiji satu. Di luarnya ada kulit yang aslinya berwarna hijau tetapi berubah coklat ketika ia dipetik dan dikeringkan. Di dalam bagian luar buah ada mesokarp yang terdiri atas pembuluh. Serat ini disebut “sabut” dan digunakan untuk membuat tikar dan tali. Apa yang kita beli di toko adalah sebenarnya batu pelok itu yang memiliki tempurung, endokarp dan biji berada di dalam tempurung itu. Tempurung dapat digunakan sebagai wadah dan digunakan secara luas oleh para pengrajin untuk membuat perhiasan dan dekorasi. Bagian berikutnya ada lapisan biji yang tipis dan ada daging putih atau disebut sebagai “kopra” atau “santan”. Baik kopra maupun santan merupakan endosperm dari biji ini. Kelapa merupakan pohon yang unik diantara lainnya karena mengandung cairan endosperma, yang membanjiri embrio yang muda itu. Awalnya, santan itu agak manis dan kopra berbentuk tipis, akan tetapi ketika biji itu telah mulai matang, cairan itu akan berubah menjadi padatan endosperm yang kaya dengan minyak (trigliserida). Endosperm yang keras itu (kopra) dipanen, dikeringkan, kemudian diperas untuk menghasilkan minyak yang digunakan secara luas sebagai bahan utama untuk sampo dan kondisioner rambut.
(g) Bentuk produk kelapa
Kelapa disebut sebagai pohon kehidupan karena kegunaannya yang banyak. Produk utama kelapa adalah minyak kelapa, kelapa parut kering, kelapa segar, dan kopra (kelapa matang yang kering). Produk utama kelapa yang diproduksi di Filipina adalah kopra, ampas kopra, minyak kelapa, kelapa parut kering, kelapa muda segar dan sabut kelapa. Dari daftar tersebut, kelapa parut kering, kelapa muda segar “buko” dan minyak kelapa merupakan produk dengan permintaan yang paling tinggi di pasar asing.
2001-2005, sekitar 90%-nya diproses menjadi kopra. Produksi kopra setahun adalah diperkirakan 2 juta MT. Bagian yang selebihnya (10%) dari total produksi kelapa dikhususkan untuk pembuatan kelapa parut kering (5%) dan produk kelapa yang lain seperti santan, “buko” dan untuk penggunaan rumah tangga. Dari jumlah kopra yang diproduksi, 62% diproses menjadi CNO mentah-60% diekspor sedangkan 40% sisanya digunakan untuk konsumsi domestik. Ampas kopra atau tepung yang merupakan hasil samping dari produksi kopra mewakili 34% yang tersisa.
Pengolahan produk kelapa menghasilkan produk lain seperti detergen, sabun mandi, sampo, kosmetik, margarin, minyak goreng, kudapan, cuka dan nata de coco. Salah satu zat antara kelapa adalah oleokimia seperti asam lemak dan alkohol lemak.
Saat ini, minyak kelapa mentah diubah menjadi ester kokometil atau lebih populer dikenal sebagai koko biodisel. Selama proses konversi, dihasilkan 2 produk samping, yaitu tepung kopra dan gliserin.
(h) Hasil samping kelapa
Hasil sampingan utama dari kelapa adalah tempurung kelapa, sabut kelapa dan pelepah kelapa. Tempurung kelapa bisa diubah menjadi karbon aktif sedangkan sabut kelapa dapat diolah untuk menghasilkan arang tempurung kepala, sabut kelapa dan serbuk sabut.
Pembahasan selanjutnya menunjukkan kombinasi tiga hasil samping kelapa yang utama: sabut kelapa, tempurung kelapa dan pelepah kelapa.
Jumlah residu yang dihasilkan selama setahun di dalam negeri adalah setera dengan hasil dari nilai rasio antara residu dengan produk (RPR) untuk ressidu yang tertentu dan produksi tahunan tanaman atau produk. Nilai RPR untuk tanaman utama disajikan pada Tabel 2.9.1.
Tabel 2.9.1. Nilai rasio residu dengan produk (RPR) Residu pertanian RPR
Tempurung kelapa 0.15
Sabut kelapa 0.33
Pelepah kelapa 0.33
Tabel 2.9.2. Nilai kalor residu kelapa Jenis residu kelapa Nilai kalor, Kcal.kg Tempurung kelapa 4,436 (I.Cruz) Arang tempurung kelapa 6,540 (Lozada) Arang sabut kelapa 6,320 (Lozada)
(i) Kegunaan residu kelapa
Tempurung kelapa kebanyakan digunakan oleh perusahaan komersial untuk tujuan energi karena nilai kalornya yang tinggi. Pengguna utama tempurung kelapa adalah restoran atau pemilik perusahaan makanan. Tempurung kelapa juga digunakan untuk pengeringan tanaman seperti kopra dan karet. Kegunaan energi yang lain dari tempurung kelapa adalah dalam industri keramik dan pemanasan.
Kebanyakan sabut kelapa yang digunakan untuk pengeringan kopra menggunakan metode tradisional yang disebut “tapahan”. Sisa sabut kelapa digunakan sebagai bahan bakar untuk pabrik roti, pengeringan ikan, pembuatan tembikar, keramik, batu-bata dan persediaan makanan komersial.
Pelepah kelapa digunakan sebagai bahan bakar untuk pengeringan kopra sedangkan yang lain digunakan di restoran, pabrik roti, pengeringan ikan dan sebagainya.