• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS Nama Sekolah : SMAN 15 Bandar Lampung

KELAS EKSPERIMEN Nama Sekolah : SMAN 15 Bandar Lampung

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas/ Semester : X (Sepuluh)/ 2 Pertemuan : 13 dan 14 Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran

Standar Kompetensi : 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem

Kompetensi Dasar : 4.2 Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan

I. Indikator :

 Mengamati berbagai aktivitas manusia yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara.

 Merumuskan hipotesis yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara.

 Merencanakan percobaan yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara.

 Mengkomunikasikan hasil percobaan yang berakaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara.

 Menafsirkan hasil percobaan yang berkaitan dengan masalah pencemaraan air, tanah, udara, dan suara.

 Menerapkan konsep yang dipelajari dengan masalah pencemaraan air, tanah, udara, dan suara.

 Menyimpulkan hasil percobaan yang berkaitan dengan masalah pencemaraan air, tanah, udara, dan suara.

II. Tujuan :

 Siswa mampu mengamati berbagai aktivitas yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara dengan benar.

 Siswa mampu merumuskan hipotesis yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara dengan benar.

 Siswa mampu merencanakan percobaan yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara dengan benar.

 Siswa mampu mengkomunikasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara dengan benar.

 Siswa mampu menafsirkan hasil percobaan yang berkaitan dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara dengan benar.

 Siswa mampu menerapkan konsep yang dipelajari dengan masalah pencemaran air, tanah, udara, dan suara dengan benar.

III. Materi Ajar :

Pencemaran lingkungan adalah masuknya subtansi-subtansi berbahaya ke dalam lingkungan sehingga kualitas lingkungan menjadi berkurang atau tidak sesuai dengan peruntukannya. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

a. Pencemaran udara

Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

b. Pencemaran air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat

aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.

c. Pencemaran tanah

Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, zat kimia, atau limbah. air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat.

d. Pencemaran suara

Pencemaran suara adalah keadaan dimana masuknya suara yang masuk terlalu banyak sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan manusia.

Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global

Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

1. Membuang sampah pada tempatnya 2. Penanggulangan limbah industry 3. Penanggulangan pencemaran udara 4. Diadakan penghijauan di kota-kota besar

5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai 6. Pengurangan pemakaian CFC

IV. Metode Pembelajaran :

 Model pembelajaran : Active Learning

 Metode : Student Created Case Studies, diskusi

 Pendekatan : Student Centered

Sintak-Sintak Pembelajaran Metode Student Created Case Studies menurut Silberman sebagai berikut:

1. Guru membagi kelas menjadi pasangan atau trio.

2. Guru menjelaskan bahwa tujuan dari sebuah studi kasus adalah mempelajari sebuah topik dengan membagi permasalahan,

3. Menyediakan waktu yang mencukupi bagi pasangan atau trio untuk membuat situasi kasus singkat yang mengandung contoh atau isu untuk didiskusikan atau sebuah persoalan untuk dipecahkan dengan materi pelajaran dikelas. Kemudian, setiap pasangan menuliskan studi kasus intisari yang secara khusus.

4. Bila studi kasus telah selesai, perintahkan kelompok untuk menyajikannya kepada siswa lain. Beri kesempatan kelompok untuk memimpin diskusi kasus

V. Langkah- Langkah Pembelajaran A. Kegiatan awal (10 menit)

Pendahuluan

 Guru mengucapkan salam

 Guru memimpin doa sesuai dengan keyakinan masing-masing

 Mengkondisikan kelas

 Guru Mengabsen kehadiran siswa

 Guru Memberikan Motivasi

Guru memberikan motivasi kepada siswa agar bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang berakitan dengan materi keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan

 Guru memberikan apersepsi

”Pernahkah kalian melihat sungai disekitar lingkungan kalian?

Yang berwarna keruh dan berbau menyengat, menurut kalian

mengapa hal tersebut dapat terjadi?”

 Guru mengaitkan materi minggu lalu dengan materi selanjutnya

 Guru menyampaikan informasi tentang KD dan tujuan pembelajaran

B. Kegiatan inti (70 menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi :

 Guru meminta siswa menunjukkan beberapa aktivitas manusia dan mengetahui tujuan dari aktivitas tersebut.

Elaborasi

 Guru menyampaikan materi mengenai beberapa aktivitas manusia yang menyebabakan pencemaran lingkungan dengan menggunakan sampel air tercemar dan tidak tercemar

 Guru membagi siswa menjadi menjadi pasangan atau trio

 Guru memerinrtahkan siswa untuk membuat studi kasus yang dapat dianalisis dan didiskusikan oleh siswa lain.

 Guru membagi LKS berupa gambar dan wacana pencemaran lingkungan

 Guru memita siswa untuk berdiskusi dengan pasangannya

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

 Menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan C. Kegiatan Akhir (15 menit)

 Guru membantu siswa memberikan refleksi mengenai pencemaran lingkungan.

I. Alat/ Bahan/ Sumber

 Buku Biologi SMA kelas X, Esis, Bab X

 Media gambar, LKS

II. Penilaian

 Lembar observasi penilaian keterampilan proses sains siswa

Bandar Lampung,...,....,2016

Guru Pamong Mahasiswa Peneliti

Haryono, SPd. Siti Nur’Aini

Dokumen terkait