• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.5 Proses Pembelajaran

4.1.5.1 Kelas Eksperimen

Dalam penelitian ini, pelaksanaan pembelajaran IPA materi Daur air yang

dilaksanakan di kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran PBL.

Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan selama dua pertemuan. Berikut

pelaksanaan pembelajaran pada masing-masing pertemuan.

4.1.5.1.1 Pertemuan Pertama

Pada kegiatan awal, guru mengucapkan salam, siswa merapikan tempat

duduk, berdoa, dan menyiapkan alat tulis. Setelah itu guru melakukan

pengecekkan kehadiran siswa. Semua anggota sampel pada kelas V SD Negeri

Adiwerna 04 hadir mengikuti pelajaran IPA pada tanggal 22 Mei 2012. Pada saat

apersepsi, guru dan siswa melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan

pengetahuan awal siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Setelah itu guru

menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menggambar proses daur air

dan menyebutkan lima pentingnya air, setelah siswa belajar tentang pentingnya air

dan daur air.

air di bumi tidak pernah habis?” (selengkapnya terdapat pada LKS). Untuk

menyelesaikan masalah tersebut, siswa dibagi menjadi lima kelompok.

Masing-masing kelompok terdiri dari enam siswa yang heterogen dan dua siswa yang lain

diikutkan pada dua kelompok dari lima kelompok yang ada, sehingga ada dua

kelompok yang anggotanya terdiri dari tujuh siswa. Setiap kelompok harus ada

ketua dan sekretaris. Setelah setiap anggota kelompok telah berkumpul, setiap

kelompok menyiapkan buku paket. Lalu guru memberi LKS dan sumber belajar

selain buku paket yang dimiliki siswa.

Setiap kelompok mendiskusikan permasalahan yang ada. Siswa dengan

bimbingan guru memahami permasalahan. Guru menanyakan kepada setiap

kelompok tentang pemahaman mereka pada masalah yang ada dan setiap

kelompok pun telah paham. Karena mereka telah paham, dengan bimbingan guru,

siswa melakukan pencarian informasi yang berkaitan dengan fakta dengan

menggunakan buku paket IPA kelas V SD dan sumber lainnya. Siswa dengan

bimbingan guru menyusun jawaban sementara permasalahan yang diajukan guru.

Jawaban sementara kelompok satu, tiga, dan empat tentang alasan air di

bumi tidak pernah habis yaitu karena adanya daur air. Kelompok dua dan lima

mempunyai jawaban sementara yaitu hujanlah yang menyebabkan air di bumi

tidak habis. Setelah itu, setiap kelompok dengan bimbingan guru mencari

informasi yang berkaitan dengan hipotesis masing-masing. Kemudian guru

menanyakan kembali apakah setiap kelompok sudah memperoleh informasi yang

berkaitan dengan hipotesis masing-masing. Ternyata semua kelompok sepakat

bahwa daur air lah yang menyebabkan air di bumi tidak habis. Karena itu guru

mengapa daur air yang menyebabkan air di bumi tidak habis. Selain dengan

mencari informasi pada buku paket IPA kelas V SD dan sumber yang lain untuk

membuktikan hipotesis masing-masing, guru juga mengajak siswa membuat hujan

dengan peralatan yang disiapkan oleh guru yang berupa gelas tutup gelas, air

panas, dan es untuk melakukan eksperimen yang dilakukan oleh masing-masing

kelompok.

Setelah itu siswa dengan bimbingan guru menyempurnakan permasalahan

yang telah dirumuskan bersama yaitu dengan membaca kembali permasalahan

yang ada, membaca hipotesis, dan membaca jawaban hasil dari pencarian

informasi dan penyelidikan. Kemudian setiap kelompok dengan bimbingan guru

menyimpulkan jawaban yaitu bahwa daur air yang menyebabkan air di bumi tidak

habis, lalu guru menyuruh setiap kelompok menggambar proses daur air. Karena

keterbatasan waktu, sehingga hanya kelompok yang berani saja yang

membacakan hasil diskusi. Kelompok yang maju membacakan hasil diskusi yaitu

kelompok satu dan kelompok tiga. Kemudian guru dan siswa membahas hasil

diskusi, untuk memantapkan pemahaman siswa guru menampilkan media gambar

proses daur air. Selama proses pembelajaran, guru selalu memberi penguatan baik

verbal maupun non verbal.

Pada kegiatan penutup, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil

belajar yaitu menyebutkan manfaat air dan proses daur air. Setelah itu, siswa

disuruh kembali duduk pada tempat semula untuk mengerjakan evaluasi individu

yang berjumlah 5 soal. Setelah selesai, jawaban dicocokkan bersama dan dinilai.

belum diberi tugas remidial berupa 5 soal. Setelah itu, guru mengucapkan salam

dan pembelajaran pun selesai.

4.1.5.1.2 Pertemuan Kedua

Pada kegiatan awal, guru mengucapkan salam, siswa merapikan tempat

duduk, berdoa, dan menyiapkan alat tulis, setelah itu guru melakukan

pengecekkan kehadiran siswa. Semua anggota sampel pada kelas V SD Negeri

Adiwerna 04 hadir mengikuti pelajaran IPA pada tanggal 23 Mei 2012. Pada saat

apersepsi, guru dan siswa melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan

pengetahuan awal siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Setelah itu guru

menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat `mengetahui kegiatan manusia

yang mempengaruhi daur air, cara mencegahnya, dan perlunya menghemat air,

setelah siswa belajar pada pertemuan kedua.

Pada kegiatan inti, pertama kali guru langsung memberikan permasalahan

seputar daur air kepada siswa. Permasalahan yang diberikan guru yaitu “Apa

penyebab banjir? Apakah penyebab banjir merupakan kegiatan manusia yang

dapat mengganggu daur air? Bagaimana mencegah agar kegiatan manusia tidak

mengganggu daur air?” (selengkapnya terdapat pada LKS). Untuk menyelesaikan

masalah tersebut, siswa dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok

terdiri dari enam siswa yang heterogen dan dua siswa yang lain diikutkan pada

dua kelompok dari lima kelompok yang ada, sehingga ada dua kelompok yang

anggotanya terdiri dari tujuh siswa. Setiap kelompok harus ada ketua dan

sekretaris. Setelah setiap anggota kelompok telah berkumpul, setiap kelompok

menyiapkan buku paket. Lalu guru memberi LKS dan sumber belajar selain buku

Setiap kelompok mendiskusikan permasalahan yang ada. Siswa dengan

bimbingan guru memahami permasalahan. Guru menanyakan kepada setiap

kelompok tentang pemahaman mereka pada masalah yang ada dan setiap

kelompok pun telah paham. Karena mereka telah paham, dengan bimbingan guru,

siswa melakukan pencarian informasi yang berkaitan dengan fakta dengan

menggunakan buku paket IPA kelas V SD dan sumber lainnya. Siswa dengan

bimbingan guru menyusun jawaban sementara permasalahan yang diajukan guru.

Jawaban sementara kelompok satu tentang penyebab banjir yaitu karena

manusia sering membuang sampah di sungai dan menebang pohon secara liar,

tetapi tidak dapat menjawab bahwa penyebab banjir merupakan contoh kegiatan

manusia yang mengganggu daur air. Kelompok dua, empat, dan lima memberi

jawaban sementara penyebab banjir yaitu menebang pohon secara liar, membakar

hutan, dan membuang sampah di sungai. Ketiga kelompok tersebut menjawab

penyebab banjir merupakan contoh kegiatan manusia yang mengganggu daur air

karena dapat menyebabkan banjir, tidak ada yang menyerap air hujan, dan

membuang sampah di sungai menyebabkan air sungai yang menuju ke laut tidak

lancar, dan cara mencegah agar tidak mengganggu daur air yaitu dengan

membuang sampah di tempatnya, tidak menebang pohon secara liar, dan tidak

membakar hutan. Jawaban sementara kelompok tiga, penyebab banjir yaitu

membuang sampah di sungai, menebang pohon secara liar, dan menutupi tanah

dengan beton, tetapi tidak dapat menjawab bahwa penyebab banjir merupakan

contoh kegiatan manusia yang mengganggu daur air.

kembali apakah setiap kelompok sudah memperoleh informasi tentang hipotesis

masing-masing. Ternyata semua kelompok sepakat bahwa banjir dapat

disebabkan karena manusia menebang pohon secara liar, membakar hutan,

menutup tanah dengan beton dan membuang sampah di sungai, dan penyebab

banjir tersebut merupakan contoh kegiatan manusia yang mengganggu daur air

yang dapat menyebabkan mempercepat proses hujan, karena tidak ada yang

menyerap air hujan, membuang sampah di sungai menyebabkan aliran air sungai

yang menuju ke laut tidak lancar. Cara mencegah agar tidak mengganggu daur air

yaitu dengan membuang sampah di tenpatnya, tidak menebang pohon secara liar,

tidak menutup tanah dengan beton, dan tidak membakar hutan.

Kemudian guru menyuruh siswa membuktikan hipotesis mereka dengan

mencari informasi penyebab banjir dan apakah penyebab banjir termasuk kegiatan

manusia yang mengganggu daur air serta bagaimana mengatasinya pada buku

paket IPA kelas V SD serta sumber yang lain. Selain membuktikan jawaban

sementara dengan mencari informasi pada sumber belajar, guru juga mengajak

siswa membuktikan jawaban sementara siswa dengan eksperimen. Karena waktu

yang terbatas, guru dan siswa hanya melakukan eksperimen untuk membuktikan

alasan membuang sampah di sungai dapat menyebabkan banjir dan menggangu

daur air, dengan peralatan yang disiapkan oleh guru yang berupa gelas plastik

yang dilubangi, air, dan sampah plastik. Eksperimen dilakukan oleh

masing-masing kelompok.

Setelah itu, siswa dengan bimbingan guru menyempurnakan permasalahan

yang telah dirumuskan bersama yaitu dengan membaca kembali permasalah yang

penyelidikan. Kemudian setiap kelompok dengan bimbingan guru menyimpulkan

jawaban dari masalah yaitu bahwa banjir dapat disebabkan karena manusia

menebang pohon secara liar, membakar hutan, menutup tanah dengan beton dan

membuang sampah di sungai, dan penyebab banjir tersebut merupakan contoh

kegiatan manusia yang mengganggu daur air dapat menyebabkan mempercepat

proses hujan karena tidak ada yang menyerap air hujan dan membuang sampah di

sungai menyebabkan aliran air sungai yang menuju ke laut tidak lancar. Cara

mencegah agar tidak mengganggu daur air yaitu dengan membuang sampah di

tenpatnya, tidak menebang pohon secara liar, tidak menutup tanah dengan beton,

dan tidak membakar hutan.

Karena keterbatasan waktu, sehingga yang maju untuk membacakan hasil

diskusi yaitu kelompok yang pada pertemuan pertama belum maju yaitu

kelompok dua, empat, dan lima. Setelah itu, guru dan siswa membahas hasil

diskusi. Untuk memantapkan pemahaman siswa, guru menampilkan media

gambar contoh kegiatan manusia yang dapat mengganggu daur air seperti

membuang sampah di sungai, penebangan pohon secara liar, penutupan tanah

dengan beton, dan asap pabrik yang dapat menyebabkan hujan asam. Selama

proses pembelajaran, guru selalu memberi penguatan baik verbal maupun non

verbal.

Pada kegiatan penutup, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil

belajar yaitu menyebutkan empat kegiatan manusia yang mengganggu daur air,

duduk pada tempat semula untuk mengerjakan evaluasi individu yang berjumlah 5

soal. Setelah selesai, jawaban dicocokkan bersama dan dinilai. Siswa yang sudah

tuntas diberi pengayaan yaitu mencari cara menjaga kebersihan air di berbagai

sumber seperti surat kabar atau tele visi dan yang belum diberi tugas remidial

berupa 5 soal. Setelah itu, guru mengucapkan salam dan pembelajaran pun selesai.

Dokumen terkait