BAB II KAJIAN PUSTAKA
D. Ketepatan Antara Gerakan dan Bacaan Sholat
3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Drill a. Kelebihan
Kelebihan metode drill adalah sebagai berikut:
1) Dalam waktu yang relatif singkat, dapat diperoleh penguasaan dan ketrampilan yang diharapkan.
c. Latihan-latihan tersebut pertama-tama harus ditekankan pada diagnosa: 1) Pada taraf-taraf permulaan jangan diharapkan reproduksi yang
sempurna.
2) Dalam percobaan kembali harus diteliti kesulitan yang timbul. 3) Respon yang benar akhirnya hams dikenal siswa dan siswa
memerlukan waktu untuk variasi latihan, perkembangan arti dan kontrol.
4) Pertama-tama harus bersifat ketepatan, yang kemudian kecepatan dan akhirnya kedua-duanya hams dimiliki siswa.
d. Masa latihan hams relatif singkat dan sering dilakukan latihan-latihan lanjutan.
e. Kondisi latihan hams menarik minat anak, dan dalam suasana yang menyenangkan.
f. Proses yang bersilat fundamental harus didahulukan dari latihan yang sifatnya sekunder.
g. Proses latihan juga harus memperhatikan perbedaan kemampuan individual.
Dalam langkah-langkah di atas, latihan diharapkan dapat betul- betul bermanfaat 1 agi siswa untuk menguasai kecakapan tersebut, serta dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapi penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktik.
F. Pembelajaran Ketepatan Gerakan dan Bacaan Sholat Melalui Metode Drill.
Dalam pembelajaran sholat guru sering kali hanya mengedepankan aspek kognitf dan afektif saja. Guru mengesampingkan aspek psikomotorik dengan alasan bahwa untuk mencapai pembelajaran ke arah aspek psikomotorik diperlukan waktu yang lama dan metode yang cukup sulit dan penggunaannya pun cukup rumit. Sehingga banyak guru yang hanya menggunakan metode secara konvensional yang sudah umum digunakan yaitu metode ceramah. Sekali-kali guru menggunakan metode demonstrasi sebagai bentuk aplikasi teori ke sebuah praktik.
Sebenarnya untuk menjadikan siswa lebih paham tentang materi yang sudah diberikan dan agar siswa lebih bersikap aktif dalam proses pembelajaran (active learning), maka guru bisa menggunakan metode drill/latihan. Metode drill/latihan ini siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya menjadi fasilitator. Dengan metode ini siswa lebih senang sehingga suasana kelaspun menjadi hidup.
Begitu juga dalam pembelajaran ketepatan gerakan dan bacaaan shalat. Sesuai dengan isi materi dan tujuan pembelajaran, yaitu berbentuk teori dan praktik (tindakan) maka metode drill/latihan sangatlah tepat digunakan dalam pembelajaran ini.
Dengan menggunakan metode drill/latihan diharapkan siswa memperoleh ketangkasan atau keterampilan terhadap ketepatan bacaan dan
Setelah mengetahui dasar penggunaan, syarat-syarat dan langkah- langkah penggunaan metode drill, selanjutnya akan penulis jelaskan langkah- langkah pembelajaran ketepatan gerakan dan bacaan shalat melalui metode drill. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
a. Guru menjelaskan arti dan tujuan dari penggunaan metode drill tersebut b. Guru memberikan materi ketepatan gerakan dan bacaan sholat untuk
dipaiiamai oleh siswa dengan kompetensi dasar menjelaskan tata cara pelaksanaan sholat fardlu.
c. Guru menyuruh siswa untuk mempraktikkan sholat secara bergantian d. Guru memperhatikan dan memberikan penilaian dari praktik sholat siswa e. Jika ada yang salah guru membenarkan dan menyuruh siswa mempelajari
dan mengulangi praktik sholat lagi
f. Guru mengevaluasi seluruh kegiatan pembelajaran ketepatan gerakan dan bacaan sholat.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
Dalam bab ini akan diuraikan tentang (a) gambaran umum dan subjek penelitian dan (b) pelaksanaan penelitian (deskripsi siklus penelitian). Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut :
A. Gambaran Umum Lokasi dan Subyek Penelitian.
MI Miftahul Huda Ngropoh adalah madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang beralamat di Dusun Ngropoh Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya berada di sebelah Kecamatan Kranggan kurang lebih 7 KM.
MI Miftahul Huda Ngropoh didirikan pada tahun 1969 dan sampai saat ini baru saja mengalami renovasi sejumlah ruang kelas. Kondisi fisik MI Miftahul Huda yang sebelah selatan jalan yaitu ruang kelas IV, V, VI dan mang kepala sekolah serta mang guru pada saat ini sudah bagus, sedangkan mang yang sebelah utara masih rusak jendela pintu dan langit-langitnya.
MI Miftahul Huda Ngropoh memiliki 6 mang kelas, 1 m anggum , 1 mang . , — « S , . — — - 1
-n*—-satu atap.MI Miftahul Huda Ngropoh pada saat ini memiliki 9 orang guru dan 1 kepala madrasah, serta 1 orang guru RA sebagai TU mereka semua masih wiyata bhakti. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel b erik u t:
Tabel 1
Tabel Daftar Nama Guru MI Miftahul Huda Ngropoh
NO NAM A STATUS JABATAN
1 Bimbing Gunawaningtyas, S.Pdi GTY Kepala Sekolah
2 Akhm ad Rokhimun, S.Pdi GTY Guru Kelas I
3 N ur Hidayatul M ufidah, A.M a GTY Guru Kelas II
4 Daryati, S.Pdi GTY Guru Kelas III
5 Umu Utami, S.Pdi GTY Guru Kelas IV
6 Sri Widowati Ningsih, S.Pdi GTY Guru Kelas V
7 Faqih Usman, S.Pdi GTY Guru Kelas VI
8 Syaiful Akhmad, S.Pdi GTY Guru Olah Raga
9 Siti Waliyati GTY Guru Bahasa Arab dan
Bahasa Inggris
10 Nur janah GTY Guru RA (TU)
Pada tahun ajaran 2009/2010 MI Miftahul Huda Ngropoh memiliki 70 orang siswa yang terbagi dalam 6 rombongan belajar. Kelas I terdiri dari 13 siswa, kelas II 12 siswa, kelas III 12 siswa, kelas IV 8 siswa, kelas V 13 siswa dan kelas IV 11 siswa.
Siswa-siswi MI Miftahul Huda Ngropoh mayoritas berasal dari keluarga menegah ke bawah dan sedikit sekali yang berasal dari keluarga menengah ke atas. Mereka banyak berasal dari keluarga petani, buruh, sopir, pedagang dan tidak ada yang berasal dari keluarga pegawai atau keluarga menengah ke atas.
42
Sehingga dalam memotivasi siswa dalam belajar itu lebih banyak berasal dari guru dan sedikit sekali yang termotivasi dari lingkungan keluarga.
Dalam tahun terakhir ini MI Miftahul Huda Ngropoh menjadi madrasah bernilai terbaik dalam ujian madrasah di Kecamatan Kranggan dengan jumlah keseluruhan hanya terdapat 5 MI. Namun begitu untuk kejuaraan yang lain belum begitu bagus sehingga perlu adanya peningkatan dari berbagai pihak untuk meningkatkan prestasi madrasah baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Proses Belajar Mengajar (PBM) MI Miftahul Huda Ngropoh saat ini masih banyak menggunkan metode konvensional yaitu metode ceramah dan demonstrasi di depan kelas oleh guru dalam mata pelajaran apapun. Sehingga guru sebagai pusat pembelajaran masih memegang peranan penuh. Ketika guru kurang memahami suatu materi akan sangat berpengaruh terhadap motivasi siswa dalam belajar yang akhirnya akan berpengaruh terhadap presrtasi hasil belajar siswa. Dengan penelitian yang dilakukan penulis, semoga dapat menjadikan acuan bagi guru-guru yang lain untuk berinovasi dalam pembelajaran sehingga mampu mendongkrak motivasi siswa yang pada akhirnya akan berimbas pada meningkatnya prestasi belajar siswa.
Gb. 2. Gambar Struktur Organisasi MI Mifathul Huda Ngropoh
44
Setelah mengetahui gambaran umum lokasi yang dijadikan tempat penelitian mulai dari status madrasah, lokasi, keadaan sarana dan prasarana serta keadaan guru, untuk selanjutnya penulis akan menguraikan waktu, bahan yang diteliti, serta keadaan siswa yang dijadikan obyek (sampel) penelitian.
1. Lokasi dan waktu Penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan di kelas II MI Miftahul Huda Ngropoh Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung mulai pada semester II bulan April 2010.
2. Mata pelajaran
Mata Pelajaran yang menjadi obyek penelitian ini adalah Mata Pelajaran Fiqih sesuai dengan kompetensi dasar/silabus. Pada saat penelitian ini dilaksanankan, maka pokok bahasan yang diambil adalah tentang ketepatan antara gerakan dan bacaan sholat dengan Standar Kompetensi (SK) yaitu mampu melaksanakan sholat dengan ketepatan bacaan gerakan dan mengerti syarat syah sholat dan yang membatalkanya dengan kompetensi dasar mempraktikkan ketepatan gerakan dan bacaan sholat frdu.
3. Karakteristik si swa
Jumlah siswa dalam kelas II MI Miftahul Huda Ngopoh yang dijadikan subjek penelitian ini adalah 12 siswa, terdiri atas 2 laki-laki dan 10 perempuan.
Karakteristik siswa kelas ini secara lebih detail dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Usia siswa rata-rata 8 tahun.
b. Latar belakang keluarga/orang tua, mayoritas berpendidikan SD/MI dan berprofesi sebagai buruh atau tani.
c. Tingkat kem ampuan siswa, berdasarkan pengam atan selama peneliti mengajar adalah 4 orang siswa cukup pandai, 5 orang siswa berkemampuan sedang, dan sisanya 3 orang siswa kurang/lam bat belajar.
Tabel 2
Tabel Daftar Siswa Kelas II Miftahul Huda Ngropoh
No Nama L/P
1. Afifah Khoirunnisa P
2. Audia Risqi Amalia P
3. Aqnes Safira Anggraeni P
4. Handini Nur Latifah P
5. Hanik Fitriah Handayani P
6. Ja’fari Uman Sidik L
7. Karyatun Nafisah P
8. Muhamad Yusuf Ahnaf L
9. Nilla Fauziah P
10. Rita Astika P
11. Titik Fatichah P
12. Wahyuningsih P