H. MEMERIKSA KESALAHAN DIAGRAM
I. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DFD
No. Kelebihan Kekurangan
1.
DFD membantu para analis sitem meringkas informasi tentang sistem, mengetahui hubungan antar sub-sub sistem, membantu perkembangan aplikasi secara efektif.
DFD tidak menunjukkan proses pengulangan (loop).
2.
DFD berfungsi sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dan analis sistem.
DFD tidak menunjukkan proses perhitungan.
3.
DFD dapat menggambarkan sejumlah batasan otomasi (teknik untuk membuat perangkat, proses, atau sistem agar
berjalan secara otomatis) untuk
pengembangan alternatif sistem fisik.
DFD tidak memperlihatkan aliran kontrol.
4.
Lemah dalam konsep model untuk pendeskripsian data dan basis data.
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM A. Pengertian Entity Relationship Diagram
Sebelum memodelkan data, terlebih dahulu akan dibahas arti kata model data. Model data adalah representasi sederhana, biasanya dalam bentuk grafik yang menggambarkan struktur data dalam sebuah sistem nyata, serta karakteristik, relasi, batasan-batasan, dan transformasi data. Model data diperlukan karena desainer database menggunakan model data sebagai tools komunikasi untuk memfasilitasi interaksi antar-designer, programer aplikasi, dan end user.
Model konseptual merupakan cara melihat view-global dari data. Oleh karena namanya konseptual, maka yang digambarkan adalah keadaan mental (non fisik) yang ada di benak sistem analis. Metode yang paling banyak digunakan untuk membuat model konseptual adalah dengan menggunakan Entity Relationship Diagram. Model konseptual identik dengan algoritma dalam pemrograman. Pembuatan sebuah model konseptual tidak tergantung kepada sebuah software atau hardware tertentu.6
Entity Relationship diagram adalah pemodelan data utama dan akan membantu membantu mengorganisasikan data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas. Relasi adalah hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas, missal proses pembayaran pegawai. Kardinalitas menentukan kejadian suatu entitas untuk satu kejadian pada entitas yang berhubungan. Misal, mahasiswa bisa mengambil banyak matakuliah.
Atribut adalah ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu. Sebutan lain atribut adalah property, elemen data dan field. Missal, nama, alamat, nomor, pegawai, gaji. Dsb Model Entity Relationship merupakan suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship. Ada beberapa istilah yang harus dikuasai dan berkaitan dengan Model Entity Relationship, yaitu:
Kotak sebagai lambang entitas
Nama entitas dalam kata benda dan dengan huruf kapital
Diamond untuk relationship(s) antara entitas
Elips sebagai atribut entitas
Garis untuk menandakan hubungan
1 is untuk menyatakan sisi ”1”/satu dalam suatu relasi
M is untuk menyatakan sisi “many”/ banyak dalam suatu relasi B. Struktur ERD secara umum
1. Entity
Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata
Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis
Entity set dapat berupa :
–
Obyek secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan–
Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana6
2. Relationship
Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.
Gambar 1. Entity dan Relationship 3. Atribut
Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
Nilai Atribut merupakan suatu data aktual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.
Jenis-jenis atribut:
1. Simple Attribute, yaitu atribut yang terdiri dari satu kompunen tunggal dengan keberadaan yang independen dan tidak dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Simple attribute dikenal juga dengan nama Atomic Attribute.
2. Composite Attribute, yaitu atribut yan terdiri dari beberapa kompone, dimana masing-masing komponen memiliki keberadaan yang independen.
Gambar 2. Atribut Composite
3. Single-valued Attribute, yaitu atribut yang mepunyai nilai tunggal untuk setiap kejadian.
4. Multi-valued Attribute, yaitu atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap kejadian .
Gambar 3. Atribut Multivalue
Nama Depa Nam Nama Belakang NAMA PEGAWAI
TglLahir Ge NIP Nama
PEGAWAI Gelar
5. Derived Attribute, yaitu atribut yang memiliki nilai yang dihasilkan dari satu atau beberapa atribut lainnya, dan tidak harus berasal dari satu entitas.
Gambar 4. Atribut Derivatif C. Kegunaan ERD
E-R Diagram merupakan suatu bahasa pemodelan yang dimana posisinya dapat dianalogikan dengan stroy board dalam industri film, blu print arsitektur suatu bangunan, miniatur, dan lain-lain. Dalam praktiknya, membangun suatu sistem terlebih dahulu dilakukannya suatu perencaan. Pemodelan merupakan suatu sub bagian dari perencanaan secara keseluruhan sebagai salah satu upaya feedback evaluasi perampungan suatu perencanaan.
E-R Diagram sebagai suatu pemodelan setidaknya memiliki beberapa karakteristik dan manfaat sebagai berikut:
Memudahkan untuk dilakukannya analisis dan perubahan sistem sejak dini, bersifat murah dan cepat.
Memberikan gambaran umum akan sistem yang akan di buat sehingga memudahkan developer.
Menghasilkan dokumentasi yang baik untuk client sebagai bahan diskusi dengan bentuk E-R Diagram itu sendiri, dan
Kamus data bagi bagi para pengembang database.7
Menampilkan gambaran bagaimana hubungan suatu entity dengan yang lain dan menggambarkan suatu database.
D. Tahapan Pembuatan ERD
Diagram ER dibuat secara bertahap, ada dua kelompok pentahapan yang biasa ditempuh didalam pembuatan diagram ER, yaitu :
1. Tahap pembuatan diagram ER awal (preliminary design) 2. Tahap optimasi diagram ER (final design)
Tujuan dari tahap pertama adalah untuk mendapatkan sebuah rancangan basis data minimal yang dapat mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data terhadap sistem yang sedang ditinjau. Tahap awal ini umumnya mengabaikan anomali-anomali (proses pada basis data yang memberikan efek sampaing yang tidak diharapkan) yang menang ada sebagai suatu fakta. Anomali-anomali tersebut biasanya baru dipertimbangkan pada tahap kedua.
Langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ER Diagram awal adalah :
7
http://developdottxt.wordpress.com/2008/04/03/erd-entitas-relationship-diagram/
TglLahir Umur
1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat. 2. Menentukan atribut-atribut key (kunci) dari masing-masing himpunan entitas. 3. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan
entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign-keynya (kunci asing/ kunci tamu).
4. Menentukan derajad /kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi.
5. Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut dekriptif (atribut yang bukan kunci)
Tahap kedua mempertimbangkan anomali-anomali dan juga memperhatikan aspek-aspek efisiensi, performasi dan fleksibilitas. Tiga hal tersebut seringkali dapat saling bertolak belakang. Karena itu, tahap kedua ini ditempuh dengan melakukan koreksi terhadap tahap pertama. Bentuk koreksi yang terjadi dapat berupa pendekomposisian himpunan entitas, penggabungan himpunan entitas, pengubahan derajad relasi, penambahan relasi baru atau perubahan (penambahan dan pengurangan) atribut-atribut untuk masing-masing entitas dan relasi.
E. Jenis-Jenis Kunci 1. Candidate Key
Sebuah attribute atau lebih yang secara unit mengidentifikasi sebuat record, disebut candidate key. Attribute ini mempunyai nilai yang unik pada hampir setiap recordnya. Fungsi dari candidate key ini adalah sebagai calon primary key.
Contoh candidate-key :
ID_Cus Name NoOfPay Amount
112233 Tim 890 9000
112231 Kate 891 8000
112241 Tyson 895 10000
2. Primary Key
Salah satu atrribut dari candidat key dapat dipilih menjadi primary key dengan 3 kriteria sbb :
Key tersebut lebih natural untuk dijadikan acuan
Key tersebut lebih sederhana
Key tersebut cukup uniqe
3. Foreign Key
Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key. Misal : Primary Key KodeDosen dari entity Dosen digunakan juga pada field entity KRS, maka keberadaan field KodeDosen pada entity KRS disebut sebagai foreign key.
4. Alternate Key
Setiap atribut dari candidate key yang tidak terpilih sebagai primary key akan dinamakan alternate key. Pada contoh sebelumnya bila untuk primary key dipilih ID_Cus maka alternate key nya adalah No.of Pay
. KD-Dosen Nama_Dosen D-100 Badu,S.T D-101 Ir.Thomas D-109 Harry,S.T,M.T F. Derajat Relationship
Derajat relationship yaitu jumlah entitas yang berpartisipasi dalam suatu relationship. Derajat relationship terdisri dari:
1. Unary Degree (Derajat Satu), yaitu keterhubungan antar satu type entitas dimana type entitas tersebut berpartisipasi lebih dari satu kali dengan peran yang berbeda.
Gambar 5. Unary Degree
KODE MK SKS KD-Dosen TEL 100 Fisika 3 D-101 TEL 200 Isyarat 2 D-109 TEL 210 T.Kendali 2 D-101 PEGAWAI LAPOR Foreign Key Primary Key Primary Key
2. Binary Degree (Derajat Dua), yaitu keterhubungan antar dua type entitas.
Gambar 6. Binary Degree
3. Ternary Degree (Derajat Tiga), yaitu keterhubungan antar tiga type entitas
Gambar 7. Ternary Degree G. Cardinality Ratio Constraint
Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya.
Jenis Cardinality Ratio a) Relasi one to one (1 : 1)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
b) Relasi one to many (1 : N / N : 1)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
PEGAWAI KERJA PROYEK
KOTA
c) Relasi many to many (M : N)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.
H. Participation Constraint
Menjelaskan apakah keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain
Terdapat 2 macam Participation Constraint :
o Total Participation
Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain.
o Partial Participation
Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan entity lain.
I. Weak entity
Weak Entity adalah suatu Entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain.
Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationshipnya disebut Identifying Relationship.
Weak Entity selalu mempunyai Total Participation constraint dengan Identifying Owner. J. Simbol-simbol ERD Notasi Arti Entity Weak Entity Relationship Identifying Relationship Atribut
Atribut Multivalue
Atribut Composite
Atribut Derivatif
K. Contoh Kasus
Sebuah perusahaan mempunyai beberapa bagian. Masing-masing bagian mempunyai pengawas dan setidaknya satu pegawai. Pegawai ditugaskan pasling tidak di satu bagian (dapat pula dibeberapa bagian). Paling tidak satu pegawai mendapat tugas di satu proyek. Tetapi seorang pegawai dapat libur dan tidak dapat tugas di proyek
1. Menentukan Entitas
Entitasnya : Pengawas, Bagian, Pegawai dan Proyek 2. Menentukan Relasi dengan Matrik Relasi
Bagian Pegawai Pengawas Proyek
Bagian Di tugaskan ke Dijalankan
Oleh
Pegawai Milik Bekerja Pada
Pengawas Menjalankan
Proyek Menggunakan
3. Gambar ERD Sementara
4. Mengisi Kardinalitas
Dari gambaran permasalahan dapat diketahui bahwa:
34
Seorang pengawas bertugas di satu bagian
Masing-masing bagian ada minimal satu pegawai
Masing-masing proyek dikerjakan paling tidak oleh satu pegawai
5. Menentukan Kunci Utama
Kunci Utamanya: Nomor Pengawas, nama Bagian, Nomor Pegawai, Nomor Proyek
6. Menggambar ERD berdasarkan Kunci
Ada dua relasi many to many pada ERD sementara,yaitu antara bagian dengan pegawai, pegawai dengan proyek, oleh sebab itu kita buat entitas baru yaitu bagian pegawai dan pegawai. Kunci utama dari entitas baru adalah kunci utama dari entitas lain yang akan menjadi kunci tamu di entitas baru
7. Menentukan atribut
Atribut yang diperlukan adalah: nama bagian, nama proyek, nama pegawai, nama pengawas, nomor proyek, nomor pegawai, nomor pengawas
8. Memetakan atribut
Atribut Entitas
Nama Bagian Bagian
Nama Proyek Proyek
Nama pegawai Pegawai
Nama pengawas Pengawas
Nomor Proyek Nomor Pegawai
Proyek Pegawai
Nomor Pengawas Pengawas
10. Memeriksa hasil
Periksa apakah terdapat redudansi. ERD akhir :untuk pemodelan data pada sistem
M. Transformasi dari ERD ke Database Relasional
Tahapan-tahapannya adalah :
1. Setiap tipe Entity dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut composite hanya dimuat komponen-komponennya saja.
2. Setiap relasi yang mempunyai atribut multivalue, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key dari relasi tersebut dengan atribut multivalue.
LOKPR(NOPRO, LOKASI)
3. Setiap Unary Relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu foreign key yang menunjuk ke nilai primary keynya.
4. Setiap Unary Relationship M:N, buatlah relasi baru dimana primary keynya merupakan gabungan dari dua atribut dimana keduanya menunjuk ke primary key relasi awal dengan penamaan yang berbeda.
5. Setiap Binary Relationship 1:1, dimana Participation Constraint keduanya total, buatlah suatu relasi gabungan dimana Primary Keynya dapat dipilih salah satu.
PEGAWAI (NOPEG, ... , NOPRO, ...).
6. Setiap Binary Relationship 1:1 dan salah satu Participation Constraintnya Total, maka Primary Key pada relasi yang Participation Constraintnya Partial menjadi Foreign Key pada relasi yang lainnya.
BAGIAN (NOBAG, ... , MANAGER)
7. Setiap Binary Relationship 1:1, dimana kedua Participation Constraintnya partial, maka selain kedua relasi perlu dibuat relasi baru yang berisi Primary Key gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN ( NOPEG, NOPRO, …)
8. Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity yang bersisi N mempunyai Participation Constraint Total, maka Primary Key pada relasi yang bersisi 1 dijadikan Foreign Key pada relasi yang bersisi N.
PROYEK (NOPRO, ... , NOBAG)
9. Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity yang bersisi N mempunyai Participation Constraint partial, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN (NOPEG, NOPRO, ……)
10. Setiap Binary Relationship M:N, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN (NOPEG, NOPRO, …..)
11. Setiap Ternary Relationship, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key ketiga tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN ( NOPEG, NOPRO , NOKOT)
12. Setiap tipe Weak Entity, dibuat suatu relasi yang memuat semua atributnya dimana Primary Keynya adalah gabungan dari Partial Key dan Primary Key dari relasi induknya (identifying owner).
TANGGUNGAN (NOPEG, NAMA, ….)
Hasil Transformasi dari Diagram ER ke database relasional : Skema Database
PEGAWAI (NOPEG, NAPEG, ALM1, KDPOS,TGLLAH, UMUR,
SUPERVISOR-ID, NOBAG)
BAGIAN (NOBAG, NABAG, LOKASI, MANAGER)
PROYEK (NOPRO, NAPRO, NOBAG)
LOKPR (NOPRO, LOKAPR)
PEKERJAAN (NOPEG, NOPRO, JAM)