• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4 : IMPLEMENTASI SISTEM

4.2 Pembahasan

4.2.3 Kelemahan dan Kelebihan Sistem

Adapun kelemahan dan kelebihan dari sistem yang dihasilkan sebagai rumusan

pengembangan sistem akan dibahas pada sub judul ini :

4.2.3.1 Kelemahan Sistem

Setiap sistem pasti memiliki kelemahan, baik dari faktor kerja sistem maupun dari

tampilan itu sendiri. Adapun kelemahan dari sistem yang dirancang, mempunyai fitur

tampilan yang masih sederhana.

4.3.2.2 Kelebihan Sistem

Adapun kelebihan dari sistem ini adalah mudah untuk mengoperasikannya dan

membantu mempercepat proses transaksi penginputan data-data Penerbangan dan

data-data Penumpang. Dapat memberikan informasi tentang data Pendapatan yang

ditampilkan dalam bentuk laporan dan dapat dicetak dalam waktu cepat untuk

disampaikan kepada Pimpinan atau yang bersangkutan. Secara otomatis dapat

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan berbagai macam tahadap-tahapan maka diperoleh suatu

kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan perancangan sistem bukti setoran PJP2U/PSC ini, pegawai pada PT.

Angkasa Pura II Medan dengan mudah melakukan pendataan data pesawat serta

menghasilkan output berupa laporan yang mudah dipahami.

2. Dengan menggunakan aplikasi Sistem yang dirancang dapat memecahkan

masalah yang dihadapi oleh PT. Angkasa Pura II Medan, yakni masalah dalam

hal pengolahan data pesawat. Dengan diterapkannya sistem ini segala kendala

tentang ketidak akuratan laporan-laporan yang berhubungan dengan masalah

laporan penerbangan dan laporan pendapatan dapat diatasi dengan efektif dan

efesien

3. Program yang dirancang merupakan penjelasan dari sistem yang ada dan dapat

membantu perusahaan dalam pendata Penerbangan secara efisien.

4. Dengan adanya sistem ini PT. Angkasa Pura II Medan dapat mudah mengetahui

hasil pendapatan PJP2U/PSC dengan baik dan benar.

5.2 Saran

Adapun saran-saran yang dapat disampaikan kepada pembaca, kepada pihak PT.

Angkasa Pura II Medan dan kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan perancangan

sistem ini, yaitu :

1. Sistem informasi yang dirancang ini agar dapat digunakan langsung pada PT.

Angkasa Pura II Medan khususnya pada Divisi Komersial.

2. Agar sistem Informai ini dapat dikembanngkan sehingga data yang diolah lebih

kompleks.

3. Kepada pegawai PT. Angkasa Pura II Medan yang akan menggunakan sistem ini

harus diberikan pelatihan untuk pengoperasiannya. Hal ini sampaikan agar

pengguna sistem tersebut dapat lebih maksimal dan dapat dihindari dari kesalahan

yang tidak diinginkan.

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Sistem

Sistem berasal dari bahasa Yunani, yaitu yang berarti “ kesatuan ” dan ditulis dalam

bahasa inggris “ system ”. Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok elemen

yang erat berhubungan satu sama lainnya, yang befungsi bersama - sama untuk

mencapai tujuan tertentu (Kendall. K. E., dan J. E. Kendall, 2003 :5)

Pengertian umum lainnya mengenai sistem sebagai berikut :

1. Setiap sistem terdiri dari elemen - elemen. Elemen - elemen suatu sistem terdiri

dari subsistem yang lebih kecil, yang terdiri dari kelompok elemen yang

membentuk subsistem tersebut.

2. Elemen - elemen tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.

Elemen - elemen sistem berhubungan erat satu sama lainnya dan sifat serta

kerjasama antar elemen sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.

3. Elemen - elemen sistem tersebut bekerjasama untuk mencapai tujuan sistem

4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Pengertian sistem dapat dilihat secara jelas yaitu sesuatu yang memiliki banyak

komponen dimana antar komponen mempunyai sifat ketergantungan, menyatukan,

saling melengkapi, saling mempengaruhi dalam keharmonisan serta mempunyai

hubungan dalam arti saling menggantikan dalam mencapai tujuan tertentu (Kendall.

K. E., dan J. E. Kendall, 2003 : 6).

Pada dasarnya, ada 2 kelompok dalam dunia pendefinisian suatu sistem yaitu

pendekatan yang menekankan pada komponen dan elemennya. Pendekatan sistem

yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan

kerja dari prosedur - prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama - sama

untuk melakukan suatu kegiatan untuk mencapai suatu sasaran tertentu, dimana

pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan

urutan - urutan operasi didalam sistem (Tata Sutabri, 2005 : 9).

Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem. Sistem dapat juga dikatakan

sebagai sekumpulan bagian - bagian yang mempunyai kaitan satu sama lain, yang

bersama - sama beraksi menurut pola tertentu terhadap masukan dengan tujuan

menghasilkan keluaran. Berikut ini diberikan beberapa definisi mengenai sistem yang

berbeda :

1. Menurut Moscove : “ suatu sistem adalah suatu entity atau kesatuan yang terdiri

dari bagian bagian saling berhubungan yang bertujuan untuk mencapai tujuan

-tujuan tertentu ” (Baridwan Z.,1994 : 3).

2. Menurut Murdick : “ suatu sistem adalah suatu kumpulan elemen - elemen yang

dijadikan satu untuk tujuan umum ”.

a. Menurut Cole : “ sistem adalah suatu kerangka dari prosedur - prosedur yang

berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk

melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan ” (Baridwan Z.,

1994 : 5).

Ketiga sistem diatas menunjukkan dua sudut pandangan yang berbeda. Moscove

dan Murdick memberikan definisi yang serupa, yaitu bahwa sistem itu terdiri dari

subsistem yang secara keseluruhan bertujuan untuk mencapai tujuan - tujuan tertentu.

Definisi dari Cole lebih sempit dari kedua definisi sebelumnya, karena lebih

ditekankan pada sistem dalam suatu perusahaan.

Siklus Hidup Pengembangan Sistem merupakan pendekatan melalui beberapa tahap

untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana sistem tersebut telah

dikembangkan dengan sangat baik melalui penggunaan siklus kegiatan penganalisis

dan pemakai secara spesifik

Tahap Siklus Hidup Pengembangan Sistem, dapat digambarkan sebagai berikut :

Ketujuh tahap siklus hidup pengembangan sistem ini dijabarkan antara lain sebagai

berikut :

1. Mengidentifikasi Masalah, Peluang Dan Tujuan

Tahap ini sangat penting bagi penganalisis untuk melihat dengan jujur pada apa yang

terjadi di dalam bisnis. Kemudian, bersama–bersama dengan anggota organisasional

lain, penganalisis menentukan dengan tepat masalah tersebut. Seringnya masalah

ini akan dibawa oleh lainnya, dan mereka adalah alasan kenapa penganalisis mula–

mula dipanggil. Peluang adalah situasi dimana penganalisis yakin bahwa peningkatan

bisa dilakukan melalui penggunaan sistem informasi terkomputerisasi. Mengukur

1. Mengidentifikasi

masalah,

peluang, dan tujuan

2. Menetapkan

syarat-syarat

informasi

4. Menganalisis

kebutuhan

sistem

6. Merancang sistem yang

direkomendasikan

5. Merembangkan

dan

mendokumentasik

3. Menguji dan

memperhatika

n sistem

7 Mengimplementasi

kan masalah,

peluang, sistem

Gambar 2.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Sumber : (Kendall K. E., dan J. E. Kendall (1), 2001 : 11)

Mengidentifikasi tujuan yang juga menjadi komponen terpenting di tahap

pertama ini. Penganalisis harus menemukan apa yang sedang dilakukan dalam bisnis.

Barulah kemudian penganalisis akan bisa melihat beberapa aspek dalam aplikasi

sistem informasi untuk membantu bisnis supaya mencapai tujuannya dengan

menyebut problem atau peluang - peluang tertentu.

2. Menentukan Syarat - Syarat Informasi

Dalam tahap berikutnya, penganalisis memasukkan apa saja yang menentukan syarat

- syarat informasi untuk para pemakai yang terlibat. Di antara perangkat - perangakat

yang dipergunakan untuk menetapkan syarat - syarat informasi di dalam bisnis di

antaranya ialah menentukan sampel dan memeriksa data mentah, wawancara,

mengamati perilaku pembuat keputusan dan lingkungan kantor dan prototyping.

Dalam tahap syarat - syarat informasi siklus hidup pengembangan sistem, penganalisis

berusaha keras untuk memahami informasi apa yang dibutuhkan pemakai agar bisa

ditampilkan dalam pekerjaan mereka. Tahap ini membentuk gambaran mengenai

organisasi dan tujuan - tujuan yang dimiliki seorang penganalisa.

3. Menganalisis Kebutuhan Sistem

Perangkat dan teknik - teknik tertentu akan membantu penganalisis menentukan

kebutuhan. Perangkat yang dimaksud adalah penggunaan diagram aliran data untuk

menyusun daftar input, proses dan output fungsi bisnis dalam bentuk grafik

terstruktur.

Selama tahap ini, penganalisis sistem juga menganalisis keputusan terstruktur

yang dibuat. Keputusan terstruktur adalah keputusan - keputusan dimana kondisi,

kondisi alternatif, tindakan serta aturan tindakan ditetapkan. Ada tiga metode utama

untuk menganalisis keputusan terstruktur, yakni bahasa inggris, rancangan keputusan,

dan pohon keputusan .

menggunakan informasi - informasi yang terkumpul sebelumnya untuk mencapai

desain sistem informasi yang logik. Penganalisis merancang prosedur data entry

sedemikian rupa sehingga data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi benar

-benar akurat, selain itu penganalisis menggunakan teknik - teknik bentuk dan

perancangan layar tertentu untuk menjamin keefektifan input sistem informasi.

Bagian dari perancangan sistem informasi yang layak adalah peralatan antarmuka

pengguna. Antarmuka menghubungkan pemakai dengan sistem, jadi perannya benar

-benar sangat penting. Tahap perancangan juga mencakup perancangan file - file atau

basis data yang bisa menyimpan data - data yang diperlukan oleh pembuat keputusan.

Dalam tahap ini, penganalisis juga bekerja sama dengan pemakai untuk merancang

output baik pada layar maupun hasil cetakan.

5. Mengembangkan Dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak

Penganalisis bekerja bersama - bersama dengan pemrograman untuk mengembangkan

suatu perangkat lunak awal yang diperlukan. Beberapa teknik terstruktur untuk

merancang dan mendokumentasikan perangkat lunak meliputi rencana terstruktur.

Penganalisis juga bekerja bersama - bersama dengan pemakai untuk mengembangkan

dokumentasi perangkat lunak yang efektif, mencakup melakukan prosedur secara

manual, bantuan online dan website yang membuat fitur Frequently Asked Questions.

Pemrograman adalah pelaku utama dalam tahap ini karena mereka merancang,

membuat kode, dan kesalahan - kesalahan dari program komputer. Kegiatan

dokumentasi menunjukkan kepada pemakai tentang cara penggunaan perangkat lunak

dan apa yang harus dilakukan bila pearangkat lunak mengalami masalah.

6. Menguji Dan Mempertahankan Sistem

Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka terlebih dahulu harus dilakukan

pengujian. Akan bisa menghemat biaya bila dapat menangkap adanya masalah

sebelum sistem tersebut ditetapkan. Sebagian pengujian dilakukan oleh pemrogram

7. Mengimplementasikan Dan Mengevaluasi Sistem

Pada tahap terakhir dari pengembangan sistem, penganalisis membantu untuk

mengimplementasikan sistem informasi. Tahap ini melibatkan pelatihan bagi pemakai

untuk mengendalikan sistem sebagian pelatihan tersebut dilakukan oleh vendor,

namun kesalahan pelatihan merupakan tanggung jawab penganalisis sistem. Selain

itu, penganalisis perlu merencanakan konversi perlahan dari sistem lama ke sistem

yang baru. Proses ini mencakup pengubahan file - file dari format lama ke format baru

atau membangun suatu basis data, menginstall peralatan, dan membawa sistem baru

untuk produksi.

2.3 Basis Data

Basis Data adalah kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya,

tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk

memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam

sistem informasi, karena merupakan basis dalam sistem informasi bagi para pemakai.

Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database sistem.

Database atau biasa disebut juga basis data adalah kumpulan data yang

berhubungan dengan suatu objek, topic atau tujuan khusus tertentu dengan kata lain

kumpulan data dalam database merupakan kumpulan data yang telah terorganisasi

disusun menurut aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa hal yang

perlu diketahui sebelum memulai perancangan database sebagai berikut :

1. Data

Data merupakan fakta yang belum diolah. Misalnya, bulan lalu devisi produksi

menghasilkan 1.000 unit computer, fakta tersebut masih berupa data.

Merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi sesuatu yang berarti.

Misalnya, Grafik produksi computer perbulan mengalami kenaikan sebanyak 50 %.

Hal ini merupakan data yang sudah diolah menjadi sebuah informasi.

3. Tabel

Tabel merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data dalam

relational database. Tabel dari record dan fields tentang sebuah topic atau kategori.

4. Field

Merupakan elemen dari table yang berisikan informasi tertentu yang spesifik seperti

nama seseorang atau nama kota

.

5. Record

Record atau disebut juga baris merupakan sekumpulan data yang berkaitan dengan

sebuah subjek seperti orang, tempat, event atau subjek lainnya. Setiap record atau

baris merupakan kumpulan dari fields (kolom).

6. Relationship

Hubungan yang dibuat antara field – field yang memiliki persamaaan data dari dua

table. Sebuah Relationship dapat berbentuk :

a. One to One

Relasi antara dua table yang mana kolom primary key dari setiap record dari table

utama memiliki nilai sama dengan kolom dari table lain dan nilai kolom yang

sama tersebut hanya boleh terdapat pada satu record saja, tidak boleh lebih dari

satu record. Sebagai ilustrasi misalnya, sebuah mobil hanya dapat memiliki

sebuah nomor begitu pula sebaiknya, sebuah nomor hanya dapat memiliki sebuah

Relasi antara dua buah table yang mana nilai Primary Key dari setiap record pada

table utama memiliki nilai yang sama dengan banyak kolom pada table lain.

Misalnya, Bapak A memiliki lima buah rumah, sebaliknya lima buah rumah

tersebut hanya dimiliki oleh satu orang Bapak A.

c. Many to Many

Dengan relasi Many to Many dapat dihubungkan kesetiap record dari sebuah

table dengan banyak record dari table lain. Sebagai ilustrasi, table penulis dengan

table buku, hal ini dimaksudkan agar setiap penulis dapat direlasikan dengan buku

– bukunya begitu juga sebaliknya. Relasi Many to Many pada database dapat

terjadi hanya dengan bantuan table penghubung yang berisi Primary Key dari

kedua table yang akan dihubungkan.

7. Key

Sebuah kolom yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah record, sering

digunakan sebagai kolom indeks untuk suatu table.

8. Primary Key

Sebuah field yang memiliki nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan

antara sebuah record dengan record yang lainnya. Sebuah primary key tidak boleh

memiliki nilai Null (tidak memiliki nilai sama sekali) dan nilai dari primary Key harus

bersifat unik, misalnya primary key dari table Karyawan dapat dipastikan adalah

kolom Nama karena Nama setiap mahasiswa pasti berbeda.

9. Foreign Key

Satu atau lebih kolom pada sebuah tabel yang nilainya menunjuk dari dari kolom

primary key table lain, foreign key mengidenfikasikan adanya relasi antara table

tersebut dengan table lain dan dapat pula menindikasi jenis relasinya.

Null berarti tidak memiliki nilai sama sekali, untuk diingat dalam terminology

computer angka nol (0) berarti masih memiliki nilai. Dalam pembuatan program yang

menyajikan tentang informasi suatu data diperlukan perancangan system yang tepat

dan tersusun secara terorganisir agar dalam penggunaanya dapat benar – benar

membantu untuk menyelesaikan tugas dan permasalahan yang dihadapi dalam tugas

tersebut, khususnya tentang perancangan “Sistem Bukti Setoran PJP2U/PSC Pada

PT.Angkasa Pura II Medan” dengan cakupan program pada tampilan informasi

tentang data – data karyawan dan data absen serta data gaji yang penulis susun sebagai

bahan Tugas Akhir ini dengan berharap program yang dibuat dapat membantu

menyelesaikan permasalahan kerja yang dihadapi oleh perusahaan yang membutuhkan

program ini. Adapun perancangan system yang diperlukan menyangkut, Perancangan

Input, Perancangan Output, dan Perancangan Interface.

2.3.1 ERD(Entity Relationship Diagram)

Teknik Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model konseptual yang

mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan dalam Data Flaw Diagram (DFD).

ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antara data, karena

hal ini relatif kompleks. Dengan ERD kita dapat menguji model denagn mengabaikan

proses yang harus dilakukan. ERD menggunakan sejumlah notaris dan simbol untuk

menggambarkan struktur dan hubungan antara data. Setiap ERD biasanya terdapat

lebih dari satu atribut. Isi atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasi isi

entity satu dengan yang lain. Atribut diawali oleh simbol ellips sebagai salah satu cara

menggambarkan atribut. Berikut ini simbol-simbol yang sering digunakan dalam

bentuk suatu ERD yaitu :

Simbol Arti

Menyatakan attribut yang berfungsi sebagai key

Menyatakan himpunan relasi

Tabel 2.3.1 Simbol Entity Relationship Diagram (ERD).

2.3.2 Flowchart

Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan

prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk

memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam

menganalisis alternative-alternatif lain dalam pengoperasian. Flowchart biasanya

mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari

dan dievaluasi lebih lanjut.

Simbol Keterangan

Simbol terminal yaitu awal dan akhir

Pemasukan data manual

Simbol input / output yaitu proses pemasukan atau

pengeluaran data

Simbol pemberian harga awal dan deklarasi variable

Simbol kondisi / keputusan yaitu proses

pengambilan keputusan untuk memilih satu diantara

Simbol proses yaitu proses pengolahan data

Simbol sambungan satu halaman

Simbol sambungan halaman berikutnya

Simbol aliran data

Menandakan dokumen, biasa dalam bentuk surat,

formulir, buku/berkas dan cetakan (printout)

Multi dokumen

Proses apa saja yang tidak terdefinisi, termasuk

aktifitas fisik

Data penyimpanan (disk storage)

Tabel 2.3.2 Simbol Flowchart

2.4 DFD (Data Flow Diagram)

Melalui suatu teknik analisa data terstruktur yang disebut Diagram Alir Data

(DAD), analis sistem dapat merepresentasi proses-proses data didalam organisasi.

Pendekatan aliran data menekankan logika yang mendasari sistem. Dengan

menggunakan kombinasi dari empat simbol, analis sistem dapat menciptakan suatu

gambaran proses-proses yang menampilkan dokumentasi sistem yang solid.

Empat simbol dasar yang digunakan untuk memetakan gerakan diagram aliran

data adalah kotak rangkap dua, tanda panah, bujur sangkar dengan sudut membuka

dan bujur sangkar dengan ujung terbuka (tertutup pada sisi sebelah kiri dan terbuka

pada sisi sebelah kanan).

Berikut ini simbol-simbol yang sering digunakan dalam bentuk suatu DFD yaitu :

Simbol Arti

Simpanan data merupakan simpanan dari data

yang dapat berupa file, arsip, kotak, table acuan

dan agenda (buku)

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang

dilakukan orang, mesin atau komputer dari

suatu arus data yang masuk kedalam proses

untuk dihasilkan arus data yang akan keluar

dari proses.

Simbol aliran data, menggambarkan aliran data

yang berupa masukan untuk sistem atau hasil

proses system

Terminator adalah entita diluar sistem yang

berkomunikasi atau berhhubungan langsung

dengan sistem.

data atau menerima data dari sistem. Entitas eksternal, atau hanya entitas, disebut juga

sumber atau tujuan data dan dianggap eksternal terhadap sistem yang sedang

digambarkan. Entitas-entitas tersebut harus diberi nama dengan suatu kata benda.

Entitas yang sama bisa digunakan lebih dari sekali atas suatu diagram aliran data

tertentu untuk menghindari persilangan antara jalur-jalur aliran data.

Tanda panah menunjukkan perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain,

dengan kepala tanda panah mengarah ke tujuan data. Aliran data yang muncul secara

simultan bisa digambarkan hanya dengan menggunakan tanda panah paralel. Karena

sebuah tanda panah menunjukkan seseorang, tempat, atau sesuatu, maka harus

digambarkan dengan kata benda.

Bujur sangkar dengan sudut membuat digunakan untuk menunjukkan adanya

proses transformasi. Proses-proses tersebut selalu menunjukkan suatu perubahan data,

jadi aliran data yang meninggalkan suatu proses selalu diberi label yang berbeda dari

aliran data yang masuk. Sebuah nama yang jelas memudahkan untuk memahami

proses apa yang sedang dilakukan.

Bujur sangkar dengan ujung terbuka menunjukkan penyimpanan data. Karena

penyimpanan data mewakili seseorang, tempat atau sesuatu, maka diberi nama dengan

kata benda.

2.5 Microsoft Visual Basic 6.0

Sejarah Visual Basic diawali dari pengembangan bahasa BASIC (Beginners All –

Purpose Symbolic Instruction Code) di Dartmount College, Amerika Serikat pada

awal tahun 1960. Sejak semula Basic dirancang untuk mudah dipelajari. Pada awal

tahun 1975 muncul komputer pribadi (Personal Computer / PC) pertama, bermerek

MITS Altair. Namun karena hanya memiliki RAM 4 KB, satu-satunya bahasa yang

potensi yang sangat besar pada komputer pribadi dimasa depan. Keduanya

menciptakan BASIC untuk Altair. Ternyata sambutan masyarakat sangat baik dan

akhirnya keduanya mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak dibidang software

yang bernama Microsoft.

Pada tahun 1982 IBM/PC diperkenalkan kepada masyarakat, Microsoft pun

membuat sistem operasi MS-DOS untuk komputer ini. Dimana didalamnya disertakan

pula bahasa Basic yang dikenal sebagai Quick Basic (QBASIC). Zaman pun berganti,

pada tahun 1990 era DOS berlalu dan digantikan oleh era Windows.

Dari perkembangan ini akhirnya Microsoft membuat Basic versi Windows,

bahasa pemrograman Basic ini dikenal dengan nama Visual Basic. Versi terakhirnya

adalah MS Visual Basic 6.0 for Windows 98.

Saat ini perkembangan visual basic telah mengarah ke pemrograman . NET,

yang dikenal dengan nama Visual Basic.NET.

2.5.1 Sejarah dan Perkembangan Visual Basic

Visual Basic berawal dari bahasa BASIC yang dikembangkan mulai dari tahun 1963.

BASIC adalah singkatan dari Beginner’s All Purpose Symbolic Instruction Code. Sesuai

namanya, bahasa BASIC dibuat untuk tujuan memudahkan pengguna agar dapat dengan

mudah mempelajari, membuat, dan mengembangkan program komputer.

Visual Basic merupakan pengembangan lebih lanjut dari bahasa BASIC yang

dilakukan oleh Microsoft. Visual Basic ditujukan sebagai perangkat untuk membuat dan

mengembangkan program secara cepat (Rapid Application Development: RAD).

Terutama jika menggunakan antarmuka berbasis windows (Graphical User Interface:

GUI).

script tertentu yang lebih rumit dari pada bahasa visual basic. Mendesain interface

aplikasi yang dibangun dengan Visual Basic 6.0 juga lebih mudah, hanya dengan

mengatur properties dari formaplikasi yang sedang kita bangun.

Microsoft Visual Basic 6.0 telah dikembangkan sejak tahun 80-an. Microsoft

Visual Basic 6.0 memiliki berbagai jenis. Microsoft Visual Basic 6.0 yang terdapat

dipasaran antara lain :

a. Standard Edition/Learning Edition

Standard Edition/Learning Edition merupakan versi standar yang sudah mencakup

berbagai sarana dasar dari Visual Basic 6.0 untuk mengembangkan sebuah aplikasi.

b. Professional Edition

Professional Editionmerupakan versi yang memberikan berbagai sarana ekstra

yang dibutuhkan oleh para programmer professional. Misalnya seperti

Dokumen terkait