BAB VI PENUTUP
6.3 Kelemahan Studi
Dalam melakukan studi ini, terdapat beberapa kelemahan baik yang bersifat teknis maupun non-teknis. Secara non teknis, peneliti memiliki keterbatasan anatar waktu, sumber daya, dan biaya. Secara teknik, beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini adalah:
1. Pada saat pemilihan sampel, kemungkian terdapat bias. Hal ni terjadi karena penggunaan quota sampling yang dapat terpengaruh oleh judgemnt peneliti.
Penggunaan teknik non probability sampling ini mengakibatkan upaya dalam mengetahui variabilitasnya tidak bisa dihitung menggunakan probability sampling theory ( error tidak bisa dihitung).
2. Dalam studi ini juga peneliti masih dikatakan pemula dalam menggunakan pendekatan penelitian, sehingga masih kurang terasah kepiawaian dan keahliannya karena kurangnya pengalaman menggunakan pendekatan penelitian jenis ini.
160 3. Teori yang digunakan dalam pembentukan branding hanya menggunakan satu teori pembentukan branding, sebenarnya masih banyak teori lain yang dapat digunakan seperti terori milik Kavaratzis, Teori Kim Inn, dan Teori milik Nigel Morgan. Ini merupakan salah satu kelemahan studi ini karena hanya berpatok pada satu teori saja.
161 DAFTAR PUSTAKA
Buku
Bandur, Agustinus. 2014. Penelitian Kualitatif: Metodologi, Desain & Teknik Analisis Data dengan NVIVO10. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Dinnie, Keith. 2011. City Branding: Theory And Cases. Basingstoke: Palgrave Macmillan.
Kawedar, Warsito, dkk. 2011. Akuntansi Sektor Publik: Pendekatan Penganggaran Daerah dan Akuntansi Keuangan Daerah. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.
Levinson, Stephen C. 1983. Pragmatics. UK: Cambridge University Press.
Moilanen, Teemu & Rainisto. 2009. How to Brand Nations, Cities and Destinations, A Planning Book for Place Branding. Basingstoke: Palgrave Macmillan.
Morgan,. Nigel,. Annette, Pritchard. dan Roger, Pride. 2004. Destination Branding Creating The Unique Destination Proposition Second Edition. Burlington:
Elseiver Butterworth Heinemann.
Moser, Mike. 2006. United We Brand: Menciptakan Merek Kohesif yang Dilihat, Didengar, dan Diingat. Jakarta: Erlangga.
Saryono. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan Penuntun Praktis Bagi Pemula.
Yogyakarta: Mitra Cendekia.
Simamora, B. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan Kompreensif. Bandung: Alfabeta.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 2009. Metode Penelitian Survei. Jakarta:
LP3ES.
Soedjadi. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Tjiptono, Fandy. 2011. Manajemen & Strategi Merek. Yogyakarta: Andi Publisher.
162 Yananda, M. Rahmat dan Salmah, Ummi. 2014. Branding Tempat: Membangun Kota, Kabupaten, dan Provinsi Berbasis Identitas. Jakarta: Makna Informasi.
Skripsi
Dewi, Almanti Setya. 2014. Perancangan City Branding Kota Tegal Untuk Meningkatkan Wisatawan Melalui Bahasa Tegal. Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata.
Fadallah, Ali Akbar. 2012. Identifikasi Proses Penerapan Konsep City Branding Kota Pekalongan. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Rahmadyani, Inez. 2011. Identifikasi Elemen Pembentuk City Branding Kota Bandung. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Jurnal
Astuti, Puji Widiana dan Kusumawati, Adriani. 2018. Upaya Pemasaran Pariwisata Ponorogo Melalui City Branding Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan (Studi Kasus Pada City Branding Kabupaten Ponorogo Dengan Tagline
“Ethnic Art Of Java”). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol 55 No 1. Malang:
Universitas Brawijaya.
Greenberg, M. 2000. Branding Cities. A social history of the Urban Lifestyle Magazine. Urban Affair Riview, 36(2): 228-263. Memphis: Urban Affairs Review.
Hankinson, Graham. 2007. The Management Of Destination Brands: Five Guiding Principles Based On Recent Developments In Corporate Branding Theory.
Journal of Brand Management, 14(3): 240-254. Landon: Palgrave Macmillan.
Hilman, Yusuf Adam dan Megantari, Krisna. 2018. Model City Branding Sebagai Strategi Penguatan Pariwisata Lokal Provinsi Jawa Timur. Jurnal Komunikasi Dan Kajian Media, 2(2): 22-34. Ponorogo: Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Juellia, Maya. 2016. Strategi Dinas Pariwisata Dalam Mewujudkan The Little Singapore (Singapura Kecil) Di Kota Tarakan. eJournal Ilmu Pemerintahan, 4(3): 1093-1106 ISSN 2477-2458. Samarinda: Universitas Mulawarman.
163 Karim, M. Yunus, Pontoh, Nia K., dan Putra, Bagas Dwipantara. 2016. Potensi Kota Cirebon Yang Mendukung Pembentukan City Branding. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota A SAPPK, 1(1). Bandung: ITB.
Megantari, Krisna. 2019. Penerapan Strategi City Branding Kabupaten Ponorogo
“Ethnic Art of Java”. Jurnal Sosial Politik Humaniora, 7(1). Ponorogo:
Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Putri, Rami Syah dan Safri, Indra. 2015. Pengaruh Promosi Penjualan Dalam Meningkatkan Penjualan Mobil Mitsubitshi Pada PT. Perkasa Berlian Motor Pekanbaru. Jurnal Valuta, 1(2): 298-321. Pekanbaru: UIR.
Situmorang, Syafrizal Helmi. 2015. Destination Brand: Membangun Keunggulan Bersaing Daerah. Jurnal Perencanaan & Pengembangan Wilayah, 4(2).
Medan: USU.
Sukmaraga, Ayub dan Nirwana, Aditya. 2016. City Branding: Sebuah Tinjauan Metodologis dengan Pendekatan Elaboratif, Praktis, dan Ilmiah. Jurnal Ilmiah Nasional, 1(1). Malang: Universitas Ma Chung
Makalah dan Prosiding
Djunaedi, Achmad. 2002. Pemasaran Kota dalam kaitannya dengan Perencanaan Kota. Makalah, Seminar Nasional “Peranan Pendidikan Perencanaan di Indonesia: Menjawab Tantangan Perubahan”, 27 Juli 2002. Yogyakarta.
Pramiyanti, Alila. 2013. Strategi Word Of Mouthcommunication Dalam City Branding Kota Bandung. Seminar Prosiding Serial Call Paper Komunikasi Indonesia untuk Peradaban Bangsa 16 April 2013:285-297. Bandung: Institut Manajemen Telkom.
Wibawanto, Wandah dan Nugrahani, Rahina. 2015. Peran Akademisi dalam Kontruksi City Branding. Seminar Kota Kreatif Universitas Negeri Malang 29 November 2015:1-11. Semarang:Universitas Negeri Semarang.
Peraturan Perundang-Undangan
Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Sekretariat Negara.
164 Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah. Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. 1999. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jakarta: Sekretariat Negara.
Dokumen
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Pekanbaru. 2013. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pekanbaru Tahun 2013-2033. Pekanbaru:
Bappeda Kota Pekanbaru.
Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2018. Pekanbaru Dalam Angka Tahun 2018.
Pekanbaru: Badan Pusat Statistik.
Sumber Lainnya
Sugiarsono, Joko. 2009. City Branding Bukan Sekedar Membuat Logo dan Slogan.
Jakarta: Majalah SWA.
Sofwan, Muhammad. 2019. Studi Evaluasi Indeks Walkabiity Di Kawasan Central Business District (Cbd) Kota Pekanbaru. Pekanbaru: UIR.
Sumber Lainnya (Website)
Pekanbaru Siap Menuju Smart City. https://www.goriau.com/berita/baca /pekanbaru-siap-menuju-smart-city.html, diakses pada 18 September 2018 pukul 20.00.