• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Tidak memiliki inovasi produk, hanya memproduksi kopi dengan rasa original

2. Cakupan distribusi produk belum luas 3. Karyawan yang dipekerjakan tidak

berdasarkan pendidikan dan skill atau

0 ,06 0 ,08 0 2 1 2 0,12 0,08 0,12

kemampuan, karyawan belajar langsung di tempat kerja.

4. Sistem pembukuan untuk analisis keuangan usaha masih sederhana

5. Sarana prasarana cukup memadai meskipun masih menggunakan teknologi sederhana. ,06 0 ,04 0 ,06 1 2 0,04 0,12

Total Skor Kelemahan 0

,30

0,48

Total Bobot Kekuatan dengan Kelemahan

1 ,00 Selisih Skor Kekuatan dengan Skor

Kelemahan

0,72

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Tabel IFAS di atas dapat dilihat bahwa, sub total kekuatan/ strength yaitu 1,20, sedangkan sub total kelemahan/ weakness yaitu 0,48, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan usaha lebih besar dari pada kelemahan.

c. Matriks Posisi Usaha dan Pilihan Srategi Umum

Hasil analisis pada tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal dan Matriks Evaluasi Faktor Internal dipetakan pada Matriks Posisi Usaha dengan cara sebagai berikut :

1) Sumbu horizontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman. 2) Posisi perusahaan ditemtukan dengan hasil analisis sebagai berikut. 3) Kalau peluang lebih besar daripada ancaman maka nilai y>0 dan

sebaliknya ancaman lebih besar daripada peluang maka nilai y<0 4) Kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan maka nilai x>0 dan

sebaliknya kelemahan lebih besar daripada kekuatan maka nilai x<0.

Diagram posisi usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang dapat dilihat pada Gambar 4.2 :

Peluang/ Opportunity (1,01)

Kuadran III : Kuadran I :

Strategi Turn-around 0,54 Strategi Agresif

Kelemahan/ Weakness (0,48) Kekuatan/Strenght

(1,20) 0,72

Kuadran IV : Kuadran II

Gambar 4.2. : Diagram Posisi Usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang

(Sumber : Hasil Penelitian, 2015)

Dari diagram di atas yaitu, selisih dari faktor internal yaitu Strenght – Weakness bernilai positif (1,20-0,48 = 0,72), begitu juga dengan selisih faktor eksternal yaitu Opportunity– Treaths bernilai positif (1,01-0,47 = 0,54). Hal ini merupakan situasi yang menguntungkan, dimana Usaha Kopi Cap Nona

Nantampuk Mas memiliki kekuatan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada.Strategi yang harus diterapkan untuk pengembangan usaha Kopi Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang Kabupaten Dairi adalah dengan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).

Langkah berikutnya adalah menyusun matriks analisis lingkungan strategi untuk menganalisis hubungan interaksi antara lingkungan eksternal dan

lingkungan internal usaha.

d. Matriks SWOT

Matrik SWOT adalah alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis usaha.Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi suatu usaha dan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki usaha.Dalam matriks SWOT ini dapat dilihat analisis hubungan interaksi antara peluang dengan kekuatan (O-S), peluang

dengan kelemahan (O-W), ancaman dengan kekuatan (T-S), dan ancaman dengan kelemahan (T-W).

Tabel 4.5

Matriks Analisis Lingkungan Strategi

IFAS

Kekuatan (Strengths = S) Kelemahan (Weaknesses = W) 1. Harga kopi yang diproduksi

terjangkau

2. Kopi yang diproduksi

berkualitas baik

3. Kemasan kopi bubuk menarik 4. Melakukan promosi yaitu

melalui koran, radio, spanduk-spanduk dan facebook, juga mengikuti kegiatan pameran dengan membuka bajar.

5. Memasarkan kopi bubuk dengan menyalurkan ke toko-toko, kios-kios, ataupun kedai kopi, dan biji kopi sangrai arabika dan robusta untuk permintaan

1. Tidak memiliki inovasi

produk, hanya memproduksi kopi dengan rasa original

2. Cakupan distribusi produk belum luas

3. Karyawan yang

dipekerjakan tidak berdasarkan pendidikan dan skill atau kemampuan, karyawan belajar langsung di tempat kerja.

4. Sistem pembukuan untuk analisis

EFAS

pelanggan pengusaha cafe.

6. Menyediakan sarana

transportasi antar barang ke tempat pelanggan

7. Ketersediaan barang

8. Untuk mengantar barang ke tempat pelanggan selalu tepat waktu.

9. Memberikan pelayanan yang baik dan ramah, juga menjaga hubungan kekeluargaan dengan pelanggan.

10. Disiplin dan etos kerja karyawan cukup baik

11. Menjalin mitra atau bekerjasama dengan beberapa pedagang eceran.

keuangan usaha masih sederhana

5. Sarana prasarana cukup memadai meskipun masih menggunakan teknologi sederhana.

Peluang (Opportunities = O)

Strategi Peluang + Kekuatan

(O+S) Strategi Peluang

+Kelemahan (O+W) 1. Meningkatkan kualitas

produk dari pesaing 2. Pelayanan yang lebih

baik

3. Perhatian pemerintah terhadap UKM cukup besar

4. Melakukan promosi yang lebih luas

5. Memperluas jaringan kerjasama atau mitra usaha

6. Perkembangan

teknologi untuk produksi dan perluasan

pemasaran

7. Bahan baku yang memadai

8. Bahan baku berkualitas baik

9. Respon atau sikap

1. Memproduksi kopi bubuk yang berkualitas baik dengan bahan baku yang berkualitas baik tetapi juga menawarkan harga kopi yang terjangkau untuk menarik minat konsumen dan mempertahankan loyalitas pelanggan.

2. Gencar melakukan promosi dengan menggunakan berbagai media dan mengikuti perkembangan teknologi untuk memperluas pemasaran dan juga

memanfaatkan perhatian pemerintah yang cukup besar

terhadap pengembangan UKM. 3. Menciptakan kemasan produk

yang menarik yang dapat menarik sikap masyarakat luas terhadap produk.

4. Meningkatkan pelayanan

1. Menciptakan inovasi produk dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia yang berkualitas baik dan mengikuti program pembelajaran

pengolahan kopi dengan beragam rasa.

2. Memperluas jaringan kerjasama dengan pedagang eceran atau toko-toko untuk memperluas cakupan distribusi dengan melakukan berbagai promosi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. 3. Merekrut karyawan

masyarakat terhadap produk baik

terhadap pelanggan melalui karyawan yang memiliki etos dan disiplin kerja yang baik, juga menyediakan sarana transportasi antar barang ke konsumen dan ketepatan waktu.

5. Menjalin hubungan baik dengan pemasok dan mitra usaha dan memeperluas jaringan kerjasama dengan pedagang eceran di berbagai daerah.

yang memiliki skill atau kemampuan di bidang bisnis dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Ancaman (Threats = T) Strategi Ancaman+Kekuatan (T+S) Strategi Ancaman+Kelemahan (T+W) 1. Tingkat persaingan tinggi

2. Brand produk pesaing

lebih dikenal masyarakat

3. Pesaing memiliki inovasi produk yaitu dari segi rasa

4. Tingkat permintaan pasar masih tergolong rendah

5. Pengaruh kebijakan pemerintah terhadap usaha dan daya beli konsumen.

6. Teknologi informasi yangdigunakan masih sederhana

1. Memanfaatkan kerjasama yang baik dengan mitra usaha dan harga produk yang terjangkau, desain kemasan yang menarik, serta kualitas kopi yang baik untuk menghadapi para pesaing juga mengatasi pengaruh kebijakan pemerintah terhadap daya beli konsumen.

2. Memanfaatkan berbagai promosi untuk memperkenalkan brand produk ke masyarakat luas.

3. Memanfaatkan pelayanan yang baik kepada konsumen dan menyediakan sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung pemasaran produk, sehingga konsumen mudah mendapatkan produk dan juga mengikuti

perkembangan teknologi

1. Meningkatkan fasilitas

usaha dengan menggunakan

teknologi yang lebih canggih untuk dapat bersaing dan unggul dari pesaing baik lokal maupun Nasional. 2. Meningkatkan kemampuan karyawan untuk meningkatkan kinerja usaha 3. Memperluas cakupan distribusi untuk meningkatkan permintaan pasar terhadap produk , juga dengan menciptakan inovasi produk.

informasi. Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Adapun strategi pengembangan usaha yang harus dilakukan oleh usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nanampuk Mas Sidikalang Kabupaten Dairi adalah sebagai berikut :

a. Strategi SO

1) Memproduksi kopi bubuk yang berkualitas baik dengan bahan baku yang berkualitas baik tetapi juga menawarkan harga kopi yang terjangkau untuk menarik minat konsumen dan mempertahankan loyalitas pelanggan.

Salah satu yang paling utama dalam menjalankan usaha adalah

menawarkan produk yang berkualitas kepada konsumen, produk yang berkualitas baik tentu dengan bahan baku yang berkualitas baik untuk menjaga rasa dari kopi bubuk tersebut. Semua konsumen mengharapkan produk yang dibeli berkualitas baik, sehingga dapat menciptakan

kepercayaan konsumen dan konsumen loyal terhadap produk dengan melakukan pembelian secara berulang.Untuk menarik dan mempertahan loyalitas konsumen juga adalah dengan menawarkan produk dengan harga terjangkau, dimana para pesaing juga selalu berusaha memberikan harga terjangkau pada konsumen utnuk meningkatkan penjualan.

2) Gencar melakukan promosi dengan menggunakan berbagai media dan mengikuti perkembangan teknologi untuk memperluas pemasaran dan juga memanfaatkan perhatian pemerintah yang cukup besar terhadap pengembangan UKM.

Kegiatan promosi yang dilakukan oleh usaha Kopi Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang Kabupaten Dairi adalah dengan menggunakan media seperti radio, koran, spanduk-spanduk, dan facebook, juga mengikuti berbagai pameran dengan membuka bajar yang merupakan program pemerintah untuk memperkenalkan budaya dan produk hasil khas daerah, juga bertujuan untuk mengembangkan UKM dari berbagai daerah tersebut. Dan untuk memperluas promosi sebuah usaha dapat dengan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin banyak program yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas cakupan pemasaran, seperti dapat digunakan sebagai tempat jual beli atau oline shop, sehingga waktu lebih efisien dan biaya lebih rendah.

3) Menciptakan kemasan produk yang menarik yang dapat menarik respon/ sikap positif masyarakat luas terhadap produk. Dengan kemasan produk yang menarik, juga dapat menarik minat konsumen unruk membeli produk, dan Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas memiliki beberapa desain kemasan produk.

4) Meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan melalui karyawan yang memiliki etos dan disiplin kerja yang baik, juga menyediakan sarana transportasi antar barang ke konsumen dan ketepatan waktu.

Hal ini sangat penting untuk menjalankan usaha untuk menjaga kerjasama dengan pelanggan dan mitra usaha sehingga pelanggan tetap setia.

5) Menjalin hubungan baik dengan pemasok dan mitra usaha dan memeperluas jaringan kerjasama dengan pedagang eceran di berbagai daerah.

Hubungan baik dengan pemasok dan mitra usaha adalah hal yang sangat penting, dimana bahan baku adalah faktor utama dalam produksi produk, dengan menjaga hubungan baik pemasok juga akan tetap menyediakan bahan baku yang berkualitas baik untuk kopi bubuk yang akan diproduksi. Untuk memperluas distribusi produk guna meningkatkan penjualan, usaha produksi kopi bubuk Cap Nona Nantampuk Mas harus memperbanyak kerjasama dengan pedagang eceran di berbagai daerah.

b. Strategi WO

1) Menciptakan inovasi produk dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia yang berkualitas baik dan mengikuti program pembelajaran pengolahan kopi dengan beragam rasa.

Perlunya menciptakan inovasi produk untuk memenuhi selera dan trend kebutuhan konsumen, dimana konsumen memiliki selera yang berbeda-beda dan keinginan untuk mencoba jenis produk baru, maka usaha kopi bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang ke depannya dapat memproduksi kopi dengan berbagai rasa dan tetap menjaga kualitas produk.

2) Memperluas jaringan kerjasama dengan pedagang eceran atau toko-toko untuk memperluas cakupan distribusi dengan melakukan berbagai promosi dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

3) Merekrut karyawan yang memiliki skill atau kemampuan di bidang bisnis dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

Dengan karyawan yang memiliki skill atau keahlian dalam bisnis, dapat meningkatkan kinerja usaha, dan dapat memberikan ide-ide

untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan

produk.Meningkatkan pelayanan kepada konsumen juga sangat mempengaruhi minat beli pelanggan.

c. Strategi ST

1) Memanfaatkan kerjasama yang baik dengan mitra usaha dan harga produk yang terjangkau, desain kemasan yang menarik, serta kualitas kopi yang baik untuk menghadapi para pesaing juga mengatasi pengaruh kebijakan pemerintah terhadap daya beli konsumen.

2) Memanfaatkan berbagai promosi untuk memperkenalkan brand produk ke masyarakat luas.

Dengan brand atau merek produk dapat dikenal masyarakat luas, usaha dapat berkembang dengan cepat, karna konsumen pada umumnya lebih berminat membeli produk yang sudah dikenal luas. Brand tersebut dikenalkan ke masyarakat melalui promosi-promosi.

3) Memanfaatkan pelayanan yang baik kepada konsumen dan menyediakan sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung pemasaran produk, sehingga konsumen mudah mendapatkan produk dan juga mengikuti perkembangan teknologi informasi.

d. Strategi WT

1) Meningkatkan fasilitas usaha dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk dapat bersaing dan unggul dari pesaing baik lokal maupun Nasional.

Saat ini yang sangat mendukung pengembangan usaha adalah

pemanfaatan teknologi untuk operasional usaha, baik itu dalam proses produksi, promosi, dan pemasaran.

2) Meningkatkan kemampuan karyawan untuk meningkatkan kinerja usaha, karena kemampuan karyawan sangat berpengaruh besar terhadap usaha, selain disiplin kerja karyawan juga harus memiliki kemampuan sehingga dapat bekerjasama dengan baik.

3) Memperluas cakupan distribusi untuk meningkatkan permintaan pasar terhadap produk , juga dengan menciptakan inovasi produk.

Dengan memperluas cakupan distribusi, maka dapat meningkatkan volume penjualan begitu juga dengan inovasi produk.

4.3Pembahasan

Berdasarkan analisis pada tabel matriks evaluasi EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary), dimana faktor peluang (opportunity) mempunyai sub total 1,01, sedangkan faktor ancaman (threat) mempunyai sub total 0,47. Sementara hasil analisis pada tabel matriks evaluasi IFAS (Internal Factor Analysis Summary), dimana kekuatan (strengths) mempunyai sub total 1,20, sedangkan faktor kelemahan (weakness) mempunyai sub total 0,48. Dari hasil sub total tersebut menunjukkan bahwa posisi usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang berada pada diagram kuadran I, yaitu bahwa strategi yang

sebaiknya digunakan dalam mengembangkan usaha adalah strategi agresif yang mendukung kebijakan pertumbuhan usaha.

Strategi agresif merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk mencapai peluang yang ada. Dengan menganalisis lingkungan eksternal dan internal usaha sehingga dapat dirumuskan alternatif strategi usaha, dan faktor yang paling dominan adalah kombinasi dari faktor kekuatan dan peluang usaha, sehingga strategi yang paling tepat digunakan adalah strategi SO. Adapun strategi SO yang dihasilkan adalah, 1) Memproduksi kopi bubuk yang berkualitas baik dengan bahan baku yang berkualitas baik tetapi juga menawarkan harga kopi yang terjangkau untuk menarik minat konsumen dan mempertahankan loyalitas

pelanggan. 2) Gencar melakukan promosi dengan menggunakan berbagai media dan mengikuti perkembangan teknologi untuk memperluas pemasaran dan juga memanfaatkan perhatian pemerintah yang cukup besar terhadap pengembangan UKM. 3) Menciptakan kemasan produk yang menarik yang dapat menarik sikap masyarakat luas terhadap produk. 4) Meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan melalui karyawan yang memiliki etos dan disiplin kerja yang baik, juga

menyediakan sarana transportasi antar barang ke konsumen dan ketepatan waktu. 5) Menjalin hubungan baik dengan pemasok dan mitra usaha dan memeprluas jaringan kerjasama dengan pedagang eceran di berbagai daerah. Penerapan alternatif tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha baik untuk meningkatkan volume penjualan produk, meningkatkan profit/ laba usaha, sehingga Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang dapat semakin berkembang.

Perusahaan atau Usaha Kecil Menengah harus dikelola secara

professional. Suatu perusahaan akan bergerak secara dinamis, oleh sebab itu harus selalu melakukan perencanaan strategis ke depan. Perencanaan strategis harus mendasarkan kepada kekuatan dan kelemahan yang ada dalam suatu perusahaan untuk menangkap peluang yang lebih baik dan menanggulangi ancanaman-ancaman yang ada. Perencanaan ke depan untuk sebuah usaha sangat penting, karena setiap usaha akan selalu menghadapi berbagai ancaman terutama persaingan yang akan semakin ketat.

Hasil penelitian sebelumnya oleh Wahyuniarso (2013) yang berjudul “Strategi Pengembangan Industri Kecil Keripik di Dusun Karangbolo Desa Lereb Kabupaten Semarang”.Dari total skor yang diperoleh, yaitufaktor strategisInternal 2,35 dan faktor strategis eksternal 2,80 menunjukan titik koordinatterletak pada daerah pertumbuhan V pada eksternal-internal matriks. Sehingga strategi yang tepat untukdigunakan dalam pengembangan industri kecil keripik di dusun Karangbolodesa Lerep Kabupaten Semarang adalah strategi konsentrasi melaluiintegrasi horizontal.Artinya strategi yang diterapkan lebih defensif, yaitumenghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit yang di sebabkanoleh ancaman-ancaman seperti barang mudah rusak, keterbatasan dalampengiriman dan belum ada kios.Hal yang dapat dilakukan yaitu lebihmemperluas pasar sehingga barang lebih terkenal. Peningkatan teknologitepat guna dan pengembangan kerja sama antar industri.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dan berdasarkan penelitian terdahulu bahwa analisis SWOT merupakan sebuah pendekatan untuk merumuskan strategi.Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui kekuatan dan

kelemahan yang dimiliki sebuah usaha dan peluang dan ancaman yang dihadapi usaha. Maka dari hasil analisis SWOT ini akan menciptakan berbagai alternatif strategi yang akan digunakan sebagai strategi dalam mengembangkan usaha.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan yaitu :

1. Berdasarkan analisis kombinasi strategi faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal diperoleh hasil bahwa strategi yang sesuai untuk usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang dalam mengembangkan usaha adalah strategi agresif, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan (strength) untuk memanfaatkan peluang (opportunity).Pada posisi ini Usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang dapat meningkatkan keunggulan usaha dan dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha kopi yang lain.

2. Berdasarkan matriks SWOT sebagai alat untuk merumuskan alternatif strategi, maka strategi pengembangan usaha yang harus dilakukan oleh usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nanampuk Mas Sidikalang Kabupaten Dairi adalah sebagai berikut :

a. Strategi SO : Memproduksi kopi bubuk yang berkualitas baik, gencar melakukan promosi, menciptakan kemasan yang menarik, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan serta menjalin hubungan baik dengan pemasok dan mitra usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan volume penjualan produk untuk meningkatkan laba.

b. Strategi WO : Menciptakan inovasi produk dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia yang berkualitas baik dan mengikuti program pembelajaran pengolahan kopi dengan beragam rasa, memperluas jaringan kerjasama dengan pedagang eceran atau toko-toko untuk memperluas cakupan distribusi dengan melakukan berbagai promosi dan memanfaatkan perkembangan teknologi, merekrut karyawan yang memiliki skill atau kemampuan di bidang bisnis dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

c. Strategi ST : Memanfaatkan kerjasama yang baik dengan mitra usaha dan harga produk yang terjangkau, desain kemasan yang menarik, serta kualitas kopi yang baik untuk menghadapi para pesaing juga mengatasi pengaruh kebijakan pemerintah terhadap daya beli konsumen, memanfaatkan berbagai promosi untuk memperkenalkan brand produk ke masyarakat luas, memanfaatkan pelayanan yang baik kepada konsumen dan menyediakan sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung pemasaran produk, sehingga konsumen mudah mendapatkan produk dan juga mengikuti perkembangan teknologi informasi.

d. Strategi WT : Meningkatkan fasilitas usaha dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk dapat bersaing dan unggul dari pesaing baik lokal maupun Nasional, meningkatkan kemampuan karyawan untuk meningkatkan kinerja usaha, memperluas cakupan distribusi untuk meningkatkan permintaan pasar terhadap produk , juga dengan menciptakan inovasi produk.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai masukan bagi usaha Kopi Bubuk Cap Nona Nantampuk Mas Sidikalang yaitu :

1. Untuk dapat meningkatkan keungggulan usaha dan dapat menghadapi para pesaing harus aktif, tanggap dan terbuka terhadap berbagai informasi yang berkaitan dengan perkembangan usaha kopi serta selalu menjaga eksistensi dan kepercayaan pasar dan pelanggan. Memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk mengembangkanusahanya, seperti mengikuti berbagai pelatihan yaitu pelatihan tentang keterampilan teknis produksi untuk UKM pengolahan kopi dengan berbagai rasa, pelatihan pengemasan yang baik serta

pelatihan manajerial seperti mengelola keuangan, mengatur strategi pemasaran, manajemen sumber daya manusia dan kepemimpinan dan mengikuti pameran UKM yang bertujuan untuk memperkenalkan usaha dan produk, survey pasar, dan peluang untuk membangun kerjasama dengan pengusaha lain atau distributor yang datang berkunjung.

2. Untuk menjalankan strategi pengembangan usaha, perlu adanya peningkatan kinerja usaha melalui peningkatan faktor internal dan eksternal usaha. Untuk faktor internal usaha perlu peningkatan manajemen dan aksessibilitas terhadap sumber daya yang produktif dalam mendukung usaha seperti teknologi informasi yaitu menggunakan perangkat lunak komputer untuk mengelola data-data usaha dan mengikuti tren yaitu online dengan menggunakan internet, serta modal untuk biaya-biaya memperluas usaha, dan pasar yaitu dengan memperluas jaringan pasar. Untuk faktor eksternal dilakukan melalui peningkatan kemampuan untuk menganalisis dan penyesuaian dengan situasi eksternal yaitu pesaing, politik , ekonomi dan sosial yang dapat mempengaruhi perkembangan usaha.

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Anoraga, Pandji. 2009. Manajemen Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.

Grant, Robert M. 1996. Analisis Strategi Kontemporer: Konsep, Teknik, Aplikasi.Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

Hubeis, Musa. 2009. Prospek Usaha Kecil Dalam Wadah Inkubator Bisnis. Bogor: Ghalia Indonesia.

Jamitko, RD. 2004. Manajemen Stratejik Malang : Universitas MuhammadiyahMalang.

Juliandi, Azuar. 2013. Metodologi Penelitian Kuantitatif Untuk Ilmu-ilmu Bisnis, Medan : M2000. Rangkuti, Freddy.2013. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia

Pustaka Utama.

Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial.Bandung: PT. Refika Aditama

Singarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survey. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Situmorang, Syafrizal Helmi & Ami Dilham. 2007. Studi Kelayakan Bisnis (Buku II). Medan: USU Press.

Steiner, George A. & John B. Miner. 1997. Kebijakan Dan Strategi Manajemen (Edisi Kedua). Jakarta: PT. Gelora Pratama.

Suryana.Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Salembas Empat. Jakarta.

Umar, Husein. 2011. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, Edisi Kedua. Jakarta: Rajawali Press.

Wirartha, I Made. 2006. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Andi.

B. Skripsi :

Arbi, Purnomo. 2009. Analisa Kelayakan Dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong (Studi Kasus Pada Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Elfrida, Dwiyani. 2014. Strategi Pengembangan Bisnis Budidaya Ikan Lele Di Usaha Perikanan Rakyat). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Margaretha, Afrina. 2014. Strategi Pengembangan Usaha Pupuk (Studi Kasus Pada UD. Siganupari di Dusun III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Mulya, Rika. 2014. Strategi Pengembangan Dan Peluang Bisnis Jasa Cuci Sepeda Motor (Studi Pada Doorsmeer Saudara Jl. Saudara No. 40 Padang Bulan). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Tri, Wahyuniarso. 2013. Strategi Pengembangan Industri kecil Keripik Di Dusun Karangbolo Desa Lerep Kabupaten Semarang. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

C. Website :

Id.m.wikipedia.org/wiki/Sidikalang_Dairi diakses tanggal 10 Januari 2014 pukul 09:00.

L - 1

Dokumen terkait