ANALISIS DAN PROYEKSI
4.1. Analisis Data dan Proyeksi Kelola
3.0.0 Kelembagaan dan wilayah administrasi
) Kondisi Saat Ini
Secara administrasi wilayah KPHL Unit I Banyuasin berada di yang terletak di 9 Kecamatan terdiri dari Kecamatan Banyuasin II, Sumber MargaTelang, Muara Telang, Makarti Jaya, Air Saleh, Muara Rantau Bayur, Banyuasin III. Kelembagaan KPH Lindung Unit I adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Perkebunan dan Kehutanan Banyuasin berdasarkan Peraturan Bupati Banyuasin No.420 Tahun April 2013,.
) Proyeksi kedepan
Sehubungan dengan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Unit I Banyuasin akan menjalankan kewenangan dan fungsi tugas Pemerintah Provinsi. Selama lima tahun kedepan seiring dengan proses pembenahan seluruh instrumen lembaga pengelolaan, kelembagaan Banyuasin dapat di tingkatkan menjadi SKPD atau menjadi lembaga secara mandiri, profesional sebagai unit usaha pemerintah kabupaten mengelola kegiatan dan keuangan KPHL Unit I Banyuasin (PPK-BLUD). mempunyai wewenang sebagai lembaga otoritas yang dapat manajemen hutan berdasarkan karakteristik pengelolaan dan fungsinya memenuhi unsur perlindungan dan jasa lingkungan. Lembaga KPHL akses mandiri dalam hal pendanaan, pemasaran dan kerjasama pengelolaan kawasan.
Polisi Kehutanan yang di SK kan menjadi Kepala Resort, 2 Orang Daerah sebagai Penjaga Kantor dan Petugas Kebersihan. Adapun terdiri dari 5 orang tenaga teknis dari Sekolah Menengah Kehutanan orang sarjana bakti rimbawan.
) Proyeksi kedepan
Secara bertahap dan sesuai perkembangan organisasi KPHL, personalia dapat dipenuhi untuk mengoptimalkan kinerja KPHL sebagai manajemen kawasan yang optimal. Untuk jangka pendek atau pada diharapkan KPHL Unit I Banyuasin sudah terdapat 35 pengurus inti KPH, Kasubbag Tata Usaha, 8 orang kepala resort dan 25 orang staf kompetensi teknis dan adminstrasi serta petugas lapangan (penyuluh Kemudian pada tahun berikutnya ada penambahan jabatan fungsional dan pengamanan kawasan terutama untuk resolusi konflik. Penambahan teknis menengah dan profesional dapat dikembangkan melalui menengah kehutanan dan atau dengan mengikut sertakan tenaga yang program diklat teknis.
Pada lima tahun kedua atau pada tahun 2019 dapat dilakukan tenaga masyarakat melalui kelompok tani hutan (KTH) dengan program keterampilan teknis lapangan. Untuk memenuhi persyaratan administrasi dalam pemenuhan SDM KPHL Unit I banyuasin serta pemenuhan syarat kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap jabatan struktural dan dapat mengacu pada Permenhut nomor: P.42/Menhut-II/2011 tentang Kompetensi Teknis Bidang Kehutanan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi.
0. Tupoksi Struktural dan Fungsional
Beban kerja secara keseluruhan yang terangkum dalam tugas masing-masing jabatan struktural dan fungsional sebagaimana yang dalam Peraturan Bupati Banyuasin Nomor 32 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kehutanan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin adalah (a) Kepala KPH
Kepala KPHL Unit I Banyuasin mempunyai tugas:
0) Membantu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyuasin tugasnya.
2) Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyuasin tentang langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
3) Mengkordinasikan pelaksanaan tugasnya dengan camat setempat Untuk melaksanakan tugas tersebut KPHL mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Menyusun perencanaan tata hutan yang meliputi tata batas, inventarisasi hutan, pembagian blok, pembagian petak dan pemetaan pada areal yang belum dibebani izin;
2) Menyusun rencana pengelolaan hutan jangka pendek dan jangka panjang;
3) Melaksanakan pemanfaatan hutan pada areal yang tidak dibebani izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 4) Melaksanakan rehabilitasi, perlindungan hutan dan konservasi alam
pada areal yang belum dibebani izin;
5) pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan dalam wilayahnya;
6) Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pembinaan pada areal yang dibebani izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
7) Melaksanakan penata usahaan perkantoran lingkup UPTD; 8) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
Dalam menjalankan tugas teknisnya Kepala KPHL Unit I banyuasin dibantu oleh beberapa staf yakni staf perencanaan, staf perlindungan, staf pemanfaatan serta staf pemberdayaan masyarakat dan jasa lingkungan.
b) Kepala Sub Bagian Tata Usaha :
Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, ketata usahaan, keuangan dan perlengkapan. Untuk melaksanakan tugas tersebut Kasubag TU mempunyai fungsi sebagai berikut:
2) Menyusunan perencanaan pengelolaan dan pemberdayaan sumberdaya aparatur;
3) Melaksanakan pengelolaan adminstrasi kepegawaian admnistrasi umum, rumah tangga, perlengkapan, hukum, organisasi tata laksana serta hubungan masyarakat, urusan kepegawaian, pendidikan dan latihan yang mendukung kelancaran tugas dan fungsi KPHL
4) Pembinaan pelaksanaan tugas kelompok fungsional.
5) Pengumpulan dan pengolahan bahan dalam rangka penyusunan laporan bulanan, triwulan, tahunan, laporan pertanggung jawaban dan laporan akuntabilitas KPHP
6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala KPHL sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dalam menjalankan tugasnya, Kasubag TU dibantu oleh para staf antara lain staf keuangan, staf urusan barang dan logistik, dan staf administrasi kepegawaian.
Gambar 4.1.Diagram Struktur Organisasi KPHL Unit I Banyuasin
c) Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas tenaga-tenaga fungsional yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala KPH yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala KPH sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Kelompok jabatan fungsional tersebut terdiri dari
tugas mengkoordinir kegiatan perencanaan bidang kehutanan baik yang bersifat jangka panjang, menengah, pendek ataupun yang bersifat berkala. Kelompok jabatan fungsional bidang perencanaan terdiri dari Pengadministrasi Umum, Pelaksana Evaluasi dan Pelaporan, Pengatur Pelaksana Litbang, Pengatur Pelaksana Tata Hutan & Perenc Pengelolaan Hutan. Kelompok Jabatan ini harus memiliki kompetensi keilmuan antara lain:
(1) inventarisasi hutan yang meliputi inventarisasi tegakan hutan, inventarisasi HHBK, inventarisasi jasa lingkungan, inventarisasi satwa, dan inventarisasi sosek.
(2) Penataan hutan meliputi pembagian blok dan petak, penataan dan pemeliharaan batas blok.
(3) Menguasai sistem pengoperasionalan GIS dan mahir mengoperasikan GPS.
2) Jabatan Fungsional Bidang Pengelolaan terdiri dari Pengatur Pelaksana Pemanfaatan Hutan, Pengatur Pelaksana Penggunaan Kawasan Hutan, Pengatur Pelaksana Perlindungan Hutan & Konservasi Alam, Pengatur Pelaksana Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan. Jabatan ini mempunyai tugas manajerial kegiatan pengelolaan kawasan hutan berdasarkan azas keseimbangan antara keseimbangan fungsi ekologi, ekonomi, sosial dan budaya. Jabatan bidang perlindungan hutan dan konservasi alam mempunyai kompetensi bidang ;
(1) Rehabilitasi hutan dan lahan (2) Pengendalian ekosistim hutan (3) Pengendalian kebakaran hutan (4) Manajemen Konflik
(5) Ekologi satwa liar
(6) Pemahaman masalah Keanekaragaman hayati 3) Jabatan Fungsional Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Jabatan ini mempunyai tugas manajerial pemberdayaan masyarakat dan peningkatan peran serta hubungan harmonis antara masyarakat
sebagai penyangga kehidupan dan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan bersama. Jabatan bidang pemberdayaan masyarakat mempunyai kompetensi.
Pengembangan inovasi kehutanan sosial (1) Kelembagaan masyarakat kehutanan
(2) Peningkatan ekonomi berbasis sumberdaya hutan dan lahan (3) Metode komunikasi
4) Polisi Hutan
Polisi Hutan mempunyai tugas utama mengkoordinir dan memobilisasi segala urusan yang berkaitan dengan keamanan hutan di wilayah KPHL serta berkoordinasi dengan bidang fungsional lainnya.
Adapun uraian tugas Polisi Hutan adalah:
(1) Membentuk organisasi pengamanan hutan yang meliputi satuan tugas pengamanan hutan
(2) Melibatkan masyarakat dalam melakukan pengamanan hutan (3) Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan aparat
keamanan dalam menyelesaikan kasus-kasus keamanan di wilayah kerja KPH.
(4) Melakukan pengawasan terkait kegiatan pengamanan hutan.
5) Kepala Resort
Untuk memudahkan pengelolaan dan pengawasan KPH, maka wilayah pengelolaan KPH dibagi menjadi beberapa wilayah kelembagaan administrasi (Resort). Berdasarkan data fisik, adminsitrasi dan aksesibilitas, KPHL Unit I Banyuasin dibagi menjadi 8 resort. Setiap resort masing-masing akan dibantu oleh 2 dua staf yakni staf administrasi dan staf teknis. Pelaksanaan tugas dan fungsi resort adalah mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPH.
Resort-Telang Hutan lindung pantai Air Telang Resort-P.Rimau Hutan lindung esort-Telang Hutan lindung pantai Air Telang Resort-P.Rimau Hutan lindung
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit I Banyuasin (2015 – 2024) BAB. V