• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMUAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

B. Temuan Khusus

1. Kelembagaan Pengelola Jurnal Ilmiah

Penjelasan mengenai kelembagaan pengelolaan jurnal ini dibagi ke dalam tiga sub-pembahasan, yakni proses rekrutmen pengelola jurnal; struktur formal pengelola jurnal; dan prosedur dan mekanisme pengelolaan dan penerbitan artikel jurnal.

a. Rekrutmen Pengelola

Mekanisme dan kriteria penetapan pengelola jurnal ilmiah di lingkungan PTKIN se-Sumatera Utara belum dilakukan sebagaimana yang diatur dalam buku Panduan Pengelolaan jurnal yang diterbitkan oleh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional 2020 (http://arjuna.ristekbrim.go.id/) sebagai perwujudan dari penerapan Undang-Undang nomor 9 tahun 2008 tentang akreditasi Jurnal Ilmiah (Arjuna).

Salah satu yang diatur adalah tentang seleksi terhadap pengelola jurnal.

Aturan ideal yang dijadikan untuk perekrutan pengelola jurnal harus dilakukan. Beberapa persyaratan dalam pengelolaan jurnal ilmiah yang diatur antara lain:

Seleksi terhadap kompetensi pengelola jurnal yang profesional dan mengikuti aturan Undang-Undang tentang kode etik Pengelola jurnal. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion pada tanggal 3 Juli 2021 di Hotel Miyana Medan terungkap informasi bahwa

45

penunjukan pengelola jurnal cenderung mengacu kepada jabatan struktural. Jabatan struktural dalam hal ini dapat terjadi pada tingkatan Rektorat, Fakultas, atau Program Studi. Maksudnya dosen yang sedang diamanahi tugas tambahan sebagai administrator kemudian diangkat menjadi pengelola jurnal dengan pertimbangan utamanya adalah jabatan tersebut. Misalnya, seorang Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi ditetapkan menjadi ketua penyunting jurnal, meskipun sebelumnya yang bersangkutan tidak memiliki pengalaman yang memadai di bidang tersebut.25

Hal ini juga dikuatkan oleh data hasil wawancara dengan mengatakan bahwa pelaksanaan pengelolaan jurnal ilmiyah di UIN. Sumatera Utara belum profesional. Tak jarang pergantian kepemimpinan struktural kemudian diikuti pergantian pengelola jurnal ilmiah.26 Peneliti melakukan pengujian lapangan dengan memeriksa website pengelola jurnal secara random. Dari pengujian tersebut ditemukan bahwa sebagian besar jurnal memang memasukkan pejabat struktural dalam jajaran pengelolanya.

Table 4

Sruktur Pengelola Jurnal UINSU

No Jurnal PTKIN Pejabat dalam Pengelola

Ket

25. Sumber data: FGD tanggal 3 juli 2021 di Hotel Miyana Medan

26. Dr. Irwan Padli (ketua LPPM)

46

47

48

Kennyataan bahwa pengelola jurnal ilmiah banyak berasal dari pejabat struktural sudah barang tentu memiliki kelemahan bawaan, yakni persoalan prioritas. Dalam kenyataannya, mereka yang menjadi pejabat struktural hampir selalu kesulsitan untuk memberikan perhatian yang memadai bagi pengelolaan jurnal. Hanya mereka yang komitmennya terhadap jurnal sangat tinggi yang masih dapat membagi waktu dan berkontribusi substantif dalam mengelola jurnal ilmiah. Dalam kebanyakan kasus, jurnal ilmiah menjadi terkesampingkan oleh tugas-tugas pokok jabatan struktural.27

27 FGD 3 Juli 2021, Miyana Hotel Medan.

49

Dari hasil wawancara diinformasikan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah di UIN. Sumatera Utara belum memiliki SOP yang jelas dan pengelolaannya belum tersistem dengan baik.28 Ini dikuatkan oleh pernyataan informan yang dalam beberapa tahun terakhir diamanahi posisi sebagai Ketua Rumah Jurnal UIN SU Medan. Informan ini menyatakan bahwa keberadaan Rumah Jurnal sejatinya ditujukan untuk menjadi hub bagi semua jurnal ilmiah yang ada di lingkungan UIN SU Medan.29 Dalam kenyataannya Rumah Jurnal tidak dapat bekerja efektif karena beberapa alasan:

1) Rumah jurnal tidak memiliki kekuatan kelembagaan yang mantap. Rumah jurnal tak lebih merupakan lembaga structural ad hoc di UIN SU Medan. Meskipun pembentukannya merupakan perintah resmi dari Kementerian Agama, namun lembaga ini tidak ada disebutkan dalam Peraturan Menteri Agama yang menetapkan Statuta maupun Organisasi dan Tata Kerja UIN SU Medan.30

2) Rumah Jurnal tidak diberi pendanaan khusus yang memadai. Pada prinsipnya PTKIN di Sumatera Utara tidak mengalokasikan secara khusus anggaran untuk Rumah Jurnal.

3) Penempatan pengurus Rumah Jurnal belum optimal berdasarkan kompetensi dan pengalaman di bidang pengelolaan jurnal. Beberapa individu yang dikenal memiliki pengalaman panjang dan memiliki komitmen tinggi terhadap jurnal ilmiah

28 Titin Solihah Sumanti

29 Irwan Fadhli

30 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021.

50

tidak masuk dalam jajaran pengelola Rumah Jurnal UIN SU Medan. Untuk kasus UIN SU Medan, misalnya, dalam kepengurusan Rumah Jurnal yang diterbitkan pada tahun 2018 tidak terwakili pengelola Miqot: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman dan Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies. Padahal Miqot adalah jurnal tertua di linkungan UIN SU Medan. Tidak hanya itu, Miqot dan JCIMS memiliki pemeringkatan terbaik dari seluruh jurnal ilmiah yang ada di UIN SU Medan, yakni Sinta-2.31

4) Hal lain yang menjadi kendala adalah bahwa jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan PTKIN se-Sumatera Utara lebih terikat kepada struktur Fakultas dan/atau Program Studi. Keadaan demikian disebabkan pendirian jurnal secara formal pada umumnya dilakukan oleh Fakultas melalui keputusan Dekan. Hal lainnya adalah bahwa rata-rata jurnal ilmiah memang memfokuskan perhatian pada satu bidang ilmu tertentu yang dikembangkan oleh Program Studi tertentu pula.

5) Para pengelola jurnal ilmiah yang merupakan pejabat struktural juga menjadi kendala tersendiri.

Posisi kelembagaan Rumah Jurnal yang ad hoc membuatnya tidak memiliki otoritas atas para pengelola yang menduduki jabatan struktural yang lebih jelas otoritasnya. Dengan demikian maka Rumah Jurnal paling tinggi hanya memiliki kapasitas koordinatif terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang ada.

31 Lihat Keputusan Rektor UIN SU Medan Nomor 90 Tahun 2018.

51

Selain itu, penerbitan jurnal ilmiah juga memerlukan biaya tertentu. Pengalokasian dana yang wajar untuk pengelolaan jurnal tampaknya belum menjadi perhatian serius di lingkungan PTKIN se-Sumatera Utara. Ada kesan yang sangat kuat bahwa jurnal ilmiah belum menjadi perhatian serius.32 Jika pun ada biaya yang diperuntukkan khusus bagi jurnal ilmiah, biasanya nominalnya kecil. Sebagai ilustrasi, di lingkungan UIN SU Medan, sebagian jurnal ilmiah memperoleh dukungan dana sementara sebagain lainnya tidak sama sekali. Bahkan jurnal ilmiah yang telah berhasil mencapai pemeringkatan Sinta-2, seperti Miqot dan JCIMS pun tidak mendapat dukungan dana pengelolaan yang memadai. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa UIN SU Medan hanya menyediakan biaya pencetakan jurnal Miqot. Sementara itu tidak tersedia dukungan dana untuk, misalnya, rapat-rapat editor, pengurusan DOI, atau lainnya.33 Seorang informan yang merupakan pengelola salah satu jurnal di UIN SU Medan, Retno Sayekti, menuturkan bahwa untuk penerbitan jurnal para pengelola membayar sendiri biaya untuk ISSN dan biaya lain untuk membayar DOI. Beliau menuturkan: “Saya membayar sendiri ISSN dan DOI; uang dari kantong saya sendiri”.

FGD juga mengungkap bahwa kemampuan IT pengelola jurnal juga masih banyak yang belum memadai. Ini antara lain merupakan imbas dari penunjukan pengelola berdasarkan jabatan struktural, bukan karena kompetensi khusus di bidang perjurnalan.

Padahal, dengan kecenderungan digitalisasi dan persyaratan adanya versi online dari setiap jurnal maka

32 Ibid. FGD Retno Sayekti

33 POK UIN SU Medan ………..

52

pengelola jurnal mutlak menguasai IT, khususnya yang terkait dengan fungsinya. Informan yang sama menegaskan:

Perlunya sistem pengelolaan jurnal di UIN Sumatera Utara yang dirancang dan dibangun secara professional, kebijakan melalui keseragaman kebijakan Rektor. Keuangan juga harus dianggarkan. Karena banyak masalah, masing-masing pengelola jurnal mencari jalan keluar untuk membayar reviuwer, dan lain sebagainya. Penulis artikel yang submit mestinya terekam oleh sistem. Hal ini tidak bisa dihandle oleh pengelola jurnal.34

Sejalan dengan itu, informan lain yang telah memiliki pengalaman mengelola jurnal di salah Fakultas di UIN SU Medan mengatakan: “Pengelolaan jurnal di UIN Sumatera Utara belum profesional, dan belum berkualitas. Tumbuh dan lahirnya jurnal karena

‘dipaksa’ oleh Fakultas. Untuk biaya-biaya yang dibutuhkan pengelola terpaksa menggunakan uang kantong sendiri. LPPM sedang membentuk atau merekrut relawan-relawan jurnal.”

Selanjutnya beliau mengutarakan beberapa indikator yang pengelola jurnal yang profesional antara lain:

(1) Admin harus terampil IT; (2) Editor harus orang yang memiliki kemampuan dan mengerti IT.

(3) passion (tidak bosan dengan pekerjaan jurnal yang rumit) (4) Editor in chip adalah orang yang memiliki kemampuan lebih dalam perjurnalan (ada kepakaran yang bereputasi dan bisa dilacak secara

34 Retno Sayekti dalam FGD 3 Juli 2021, Miyana Hotel Medan.

53 digital).35

Ada pula informan yang menekankan perlunya satu karakter khusus untuk menjadi pengelola jurnal ilmiah di lingkungan PTKIN Sumatera Utara, yakni kesenangan alamiah untuk mengelola jurnal. Ada yang menyebutnya dengan passion seperti yang sudah dikutip di atas. Namun adapula yang menyebutnya ikhlas. Ketua Rumah Jurnal UIN SU Medan menekankan “bahwa orang yang profesional mengelola jurnal adalah orang yang memiliki passion, memiliki kemauan yang kuat, memiliki kemanpuan IT yang baik, bekerja dengan ikhlas dan tidak mengharap imbalan.”36 Sejalan dalam maksud, seorang pengelola jurnal senior dengan nada sedikit kocak berkata: “Pengelola jurnal yang bertahan lama adalah adalah Orgil atau Orang Gila Jurnal. Jangan tanya masalah dana, karena adakalanya kita sendiri yang patungan membiayai penerbitan jurnal. Bagi kita ada ada SK Rektor, bekerja dengan ikhlas sungguh-sungguh tampa pamrih.”37

Kondisi manajemen mutu pengelolaan jurnal di UIN SU Medan tergambar dari data yang dikumpulkan melalui FGD. Pengelolaan jurnal ilmiah di Perguruan Tinggi ini masih jauh dari ideal. Sebagaimana dituturkan oleh seorang informan:38

Jurnal kami ini sudah dimulai sejak 5 tahun lalu dan di SK kan oleh dekan. Perjalanannya masih jauh

35 Ibid,

36 Wawancara dengan Ketua Rumah Jurnal: M. Irwan Fadli: 3 juli 2021 di Medan

37 Sakti Ritonga, Editor-in-Chief Miqot, jurnal UIN SU Medan, peringkat Sinta-2, wawancara dalam FGD 3 Juli 2021 di Medan.

38 Muhammad Dalimunte, pengelola jurnal di Fakultas Ilmu Sosial

54

dari ideal. Para kepanitiaan yang di SK kan tersebut, tidak semua bekerja, pengelola tidak semua aktif dan belum dilakukan/tidak ada evaluasi. Hanya beberapa orang saja yang konsisten mengerjakan tugasnya dalam mengelola jurnal. Jurnal ini terbit tiga kali setahun, alhamdulillah masih terpenuhi. Terkadang ada titipan dari orang yang dikenal yang mempengaruhi pengelola jurnal. Jadi perlu ketegasan. Jangan lihat siapa yang menulis, tapi lihat apa yang ditulisnya. Cepat respon terhadap tulisan yang masuk menjadi suatu komitmen oleh pengelola jurnal.

Jika dicermati maka dapat diungkapkan bahwa pengelola jurnal yang telah diamanahkan melalui surat keputusan Rektor maupun Dekan belum semua bekerja dengan baik. Tim yang terbentuk belumlah menjadi sebuah tim yang solid.

b. Sruktur Kepengurusan

Sebagaimana yang diatur dalam Pedoman Pengelolaan Jurnal Ilmiah39 yang dikeluarkan oleh Kemenristek dikti dan LIPI, tentang editorial Team, bahwa jurnal ilmiah seharusnya mempunya tim Editor yang mempunyai komitmen tinggi. Besarnya ukuran dan susunan tim editor jurnsl biasanya tergantung pada kebijakan jurnal tersebut. Jurnal tidak boleh membuat susunan Tim editor yang bermacam-macam versi, tapi harus mengikuti bagaimana susunan tim editor jurnal pada umumnya, dengan tetap memperhatikan kecenderungan pada bidang ilmu tertentu.

39 Panduan Editorial Pengelolaan Jurnal Ilmiah, oleh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti/ Badan Riset dan Inovasi Nasional tahun 2020

55

Susunan Tim Editor Jurnal Ilmiah terdiri dari:

1) Ketua Editor (Editor in Chiep)

2) Editor Bagian (Associate (Handling) Editor atau Section atau Co- editor)

3) Dewan Editor (Editorial Board atau International Editorial Board atau Editorial Committee Members atau Editorial Advisory Board)

4) Editor Tehnis (Assistant teknis (Assistant Editor) seperti editor bahasa dan editor Layout

5) Tim Teknologi Informasi (Journal Manager)40

* Catatan bahwa nomor 4 dan 5 tidak wajib.

Dari data dokumen Website jurnal-jurnal yang dikelola di tiga PTKIN di Sumatera Utara pada dapat diungkapkan bahwa susunan kepengurusan Jurnal adalah bervariasi. Berikut beberapa sampel:

1) Miqot: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (UIN SU Medan)41

a) Editor-in-Chief (1 orang) b) Managing Editor (1 orang) c) Editors (5 orang)

d) Editorial Board (23 orang) e) Section Editor (4 orang) f) Language Advisor (2 orang) 2) Jurnal Tarbiyah (UIN SU Medan)42

a) Editor-in-Chief (1 orang)

40 Ibit.

41http://jurnalmiqotojs.uinsu.ac.id/index.php/jurnalmiqot/about/editori alTeam

42http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/tarbiyah/about/editorialTe am

56 b) Editor (1 orang)

c) Section Editors (8 orang) d) Administration (3 orang)

3) Query: Jurnal Sistem Informasi (UIN SU Medan)43 a) Editor-in-Chief (1 orang)

b) Editorial Board (9 orang)

4) Jurnal Sejarah Peradaban Islam (UIN SU Medan)44

a) Chief Editor (1 orang) b) Managing Editors (12 orang) c) Copyeditors (2 orang) d) Layout Editors (1 orang) e) Proofreaders (2 orang)

5) Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman (IAIN Padangsidimpuan)45

a) Editor-in-Chief (1 orang) b) Managing Editor (1 orang) c) Editors (10 orang)

d) Arabic Advisory (1 orang) e) English Advisory (1 orang)

f) Software and Website Reviu Editor (3 orang) 6) Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman

(IAIN Padangsidimpuan)46 a) Editor-in-Chief (1 orang)

43 http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/query/about/editorialTeam

44 http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/juspi/about/editorialTeam

45http://jurnal.iainpadangsidimpuan.ac.id/index.php/F/about/editorialT eam

46http://jurnal.iainpadangsidimpuan.ac.id/index.php/multd/about/editor ialTeam

57

b) Managing Editor (1 orang) c) Editor (6 orang)

d) Arabic Advisory (1 orang)

7) Jurnal TILA (Tabiyah Islamiyah lil Athfal) (STAIN Madina)47

a) Penanggung Jawab (1 orang) b) Ketua Penyunting (1 orang) c) Penyunting Pelaksanan (3 orang)

Data di atas menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan dalam struktur pengelola jurnal ilmiah di lingkungan PTKIN se-Sumateras Utara. Perbedaan tersebut dapat terlihat dalam beberapa hal: Pertama, struktur pengelola. Jika diperhatikan dengan saksama, ada jurnal yang strtuktur pengelolanya terdiri atas 6 (enam) jabatan atau posisi. Ini terjadi dalam kasus Miqot di UIN SU Medan dan Fitrah di IAIN Padangsidimpuan. Di sisi lain ada pula jurnal ilmiah dengan struktur pengelolanya hanya terdiri atas 2 (dua) posisi, yakni Query di UIN SU Medan atau hanya 3 (tiga) posisi sebagaimana pada Jurnal TILA di STAIN Madina. Kedua, jumlah pengelola. Di samping jabatan atau posisinya, jumlah individu yang menjadi pengelola jurnal pun bervariasi. Miqot, misalnya, mengusung pengelola yang gemuk hinga mencapai 36 (tiga pulh enam) orang. Di ujung lain, Jurnal TILA memilih pengelola yang jumlahnya hanya 4 (empat) orang. Ketiga, istilah yang digunakan. Jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan PTKIN se-Sumatera Utara kebanyakan menggunakan bahasa bahasa Indonesia untuk menyebut posisi-posisi pengelola jurnal ilmiah, seperti Penanggung Jawab atau Ketua Penyunting. Namun demikian, lebih banyak lagi yang menggunakan bahasa

47 https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/tila/Editorial-Team

58

Inggris untuk tujuan tersebut seperti Editor-in-Chief atau Section Editor.

Beberapa rievewer jurnal di PTKIN Sumatera Utara diantaranya dari University of New Orleans United States, Istanbul Sabbahatin Zaim University Turkey, International Islamic University Malaysia, Kuala Lumpur Malaysia, Sofia University St. Kliment Ohridski Bulgaria, Inonu University turkey, International Islamic University Malaysia, Lahore University of Management Sciences (LUMS) Pakistan, University of New England Australia, University College of Yayasan Pahang Malaysia, Deakin University Melbourne Australia, STAIN Sorong, Prov.

Papua Barat Indonesia, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Institut Agama Islam Negeri Pontianak, IAIN Padangsidimpuan, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Universitas Negeri Gadjah Mada Jogyakarta, Institut Agama Islam Negeri Mataram, IAIN Padangsidimpuan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

IAIN Lhokseumawe, UIN Sunan Kali Jaga, Universiti Sains Malaysia, University Sains Islam Malaysia, UIN Ar-Raniry, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sultan Amai, IAIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Azerbaijan University of Languages, Azerbaijan.

Tabel 5

Sample Riviewer Asal Daerah Perguruan Tinggi NO REVIEWER FREKUENSI %

1 Luar Negeri 16 36,36 %

2 Luar Provinsi 33 75 %

3 Dalam PT 5 11,36 %

TOTAL 44 100 %

Berdasarkan dari table diatas dapat dilihat bahwa mayoritas reviewer jurnal di PTKIN Sumatera

59

Utara berasal dari perguruan Tinggi dan Provinsi lain (75%), terdapat 36,36% reviewer jurnal di PTKIN Sumatera Utara adalah berasal dari perguruan tinggi di luar negeri, 11,36% reviewer berasal dari perguruan tinggi sendiri

c. Proses Penerbitan Jurnal

Dari 73 jurnal yang dikelola di UIN Sumatra Utara pada umumnya pelaksaan penerbitan artikel ilmiah mulai dari meminta hingga diterbitkannya satu tulisan karya ilmiah mayoritas di proses oleh 6 (enam) orang yaitu (Editor-in-Chief, Managing Editor, Reviewer, Editorial Board dan Administration). Proses penerbitan sebuah artikel ilmiah dalam sebuah jurnal melalui tahapan-tahapan tertentu, sebagai berikut:

1) Penyerahan manuskrip (submission) dan mengimpormasikan ke penulis.

2) Proses review (reviewer membaca dan membuat catatan tentang kelayakan tulian ilmiah tersebut).

3) Reviewer mengembalikan tulisan kepada Editor-in-Chief. Tulisan tersebut berisi catatan tulisan untuk diperbaiki penulis dan menentukan apakah tulisan layak di lanjutkan untuk diterbitkan

4) Perbaikan oleh penulis (jika diterima) untuk diterbitkan.

5) Proses ke reviuwer berikutnya (sama dengan proses ke reviewer (nomor 3).

6) Perbaikan oleh penulis dan mengirim kembali kepada Editor-in-Chief.

7) Jika tulisan diterima dan telah ditetapkan layak untuk diterbitkan dijurnal maka tulisan /manuskrip dimasukkan ke bagian tim produksi.

8) Tim produksi selanjutnya melakukan proses penyuntingan sesuai gaya selingkung, dilanjutkan

60

dengan proses layout (tata letak), selanjutnya menetapkan volume, nomor terbitan, penjadwalan penerbitan (volume, nomor, tahun dan halaman).48

Mekanisme proses penetapan artikel diterima untuk diterbitkan adalah pertama artikel dimasukkan keadmin, lalu admin menyampaikan ke Editor-In-chef, kemudian dibaca apakah sudah sesuai tema dan subyeknya kemudian dikirim ke reviewer, selanjutnya reviewer membaca dan mengirim kembali kepengelola selanjutnya pengelola mengirim kembali ke penulis jurnal untuk diperbaiki sesuai catatan perbaikan reviuer. Setelah penulis memperbaiki tulisan maka selanjutnya ia mengirim perbaikannya ke pengelola.

Selanjutnya pengelola menyampaikan perbaikan ke reviewer dan dikoreksi ulang oleh reviewer. Jika sudah layah di terbitkan menurut Editor-in-Chief maka selanjutnya admin mengirim ke editor layout termasuk untuk menyesuaikan gaya selingkung, kemudian didikoreksi dan ditetapkan nomor penerbitannya.

Dengan demikian jurnal tinggal menunggu waktunya untuk diterbitkan.

Dari keterangan salah seorang pengelola jurnal di UIN. Sumatera Utara menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan untuk menerbitkan satu karya ilmiah di jurnal adalah:

1) Pengumpulan artikel 2) Seleksi artikel

3) Pengiriman artikel ke reviewer 4) Layout dan gaya selingkung 5) Penerbitan

Jurnal-jurnal yang dikelola mayoritas jurnal

48 Ibid, Kemenristekdikti.

61

ilmiah berkala yang diterbitkan 2 (dua) kali setahun yaitu priode penerbitan Januari-Juni dan priode penerbitan Juli-Desember.

Menurut para pengelola jurnal di Prodi belum dikelola dengan menggunakan Standard Operational Procedure (SOP). Sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang partisipan penelitian bahwa “Penerbitan Jurnal belum memiliki SOP, para pengurus jurnal menerbitkan masing-masing jurnal sesuai gaya selingkung yang ditetapkan melalui rapat pengelola.”49 Sesungguhnya, jurnal Miqot sudah pernah menyusun sebuah SOP Penerbitan pada tahun 2010. Namun demikian, SOP tersebut tampaknya belum mengalami pemurakhiran, padahal telah ditetapkan sejumlah ketentuan baru mengenai perjurnalan. Dengan demikian maka secara substantive isi SOP tersebut sudah tidak dapat diandalkan sepenuhnya lagi.50

Namun demikian kebanyakan dari jurnal di lingkungan PTKIN Sumatera Utara mencantumkan panduan untuk penulis di website-nya masing-masing.

Melalui itu calon penulis dapat mempelajari berbagai hal, seperti: fokus tema yang diingini jurnal, jadwal penerbitan, sistem reviu artikel, gaya selingkung, etika penerbitan, biaya (jika ada), dan sebagainya. Hal ini dapat terlihat dalam screenshoot website beberapa jurnal di bawah ini:

49 Wawancara dengan Retno Sayekti, editor JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi)

50 Sakti Ritonga, Ed-in-Chief Miqot, wawancara 13 Juli 2021 di Medan.

62

63

Jurnal yang belum terakreditasi, mayoritas penulisnya dari perguruan tinggi sendiri, dan 16 jurnal di UIN Sumatera Utara yang telah masuk ke Sinta tentulah penulis artikel di jurnalnya mayoritas dari luar perguruan tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan partisipan menjelaskan bahwa dosen dalam Perguruan Tinggi UIN. Sumatera Utara menulis dalam satu terbitan memuat 10% sampai 15% artikel, dan 85%

sampai 90% artikel adalah penulisnya diambil dari luar Perguruan Tinggi. Pengecekan di lapangan terhadap edisi terakhir beberapa jurnal menghasilkan data berikut ini:

Tabel 6

Penulis Luar dan Dalam di Jurnal UINSU

No Nama

Jurnal Peringkat Vol/No

Penulis Dalam

(%)

Luar (%) 1. Miqot Sinta-2 Vol. XLII

No. 2 2018

25% 75%

2. JCIMS Sinta-2 Vol 5, No 14,3% 85,7%

64

Tabel ini menunjukkan bahwa dari sudut proporsi penulis, jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan PTKIN Sumatera Utara relatif mematuhi ketentuan yang ada.

65

Rata-rata % penulis yang berasal dari dalam lingkungan PTKIN adalah rendah; beberapa bahkan memuat 100%

artikel dari para penulis luar.