BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Penerapan Kebijakan Pengembangan Koleksi Terbitan Berkala
4. Kelengkapan Koleksi Terbitan Jurnal Tahun Terbit 2010
Populasi yang digunakan penulis yaitu sebanyak 61 judul jurnal yang tahun terbitnya adalah 2010 baik di dalam dan luar negeri, adapun sampelnya adalah keseluruhan populasi jurnal yang terbit tahun 2010. Cara untuk memperoleh data jurnal yang ditabulasikan dan prosentase digunakan rumus : P = f/n X 100 %
Dimana :
P : Angka prosentase untuk setiap kategori F : Frekuensi jurnal
0% = Tidak satupun 1% - 25% = Sebagian kecil 26% - 49 = Hampir setengahnya 50% = Setengahnya 51% - 75% = Sebagian besar 76% - 99% = Hampir seluruhnya 100% = Seluruhnya
1. Penerapan kebijakan pengembangan koleksi terbitan jurnal dalam dan luar negeri tahun terbit 2010.
Pada tabel ini akan dijelaskan tentang jumlah/kuantitas jurnal baik dari dalam maupun luar negeri :
Tabel 4
Jumlah Jurnal Dalam dan Luar Negeri Tahun 2010
No Asal Jurnal Frekuensi Persentase (%)
1 Dalam Negeri 20 32,7 %
2 Luar Negeri 41 67,3 %
Jumlah 61 100 %
Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah keseluruhan jurnal sebanyak 61 judul. Jurnal dalam negeri berjumlah 20 judul (32,7 %), sedangkan jurnal luar negeri berjumlah 41 judul (67,3 %).
Tabel diatas menunjukkan bahwa jurnal yang ada sebagian besar berasal dari terbitan luar negeri dibandingkan jurnal dalam negeri hampir setengah dari jumlah keseluruhan jurnal. Hal ini disebabkan penerbit
jurnal luar negeri lebih banyak dibandingkan penerbit jurnal di dalam negeri.
2. Penerapan kebijakan pengembangan koleksi terbitan jurnal menurut bidang ilmunya.
Tabel berikutnya yaitu gambaran tentang perbandingan bidang ilmu jurnal terbitan dalam negeri.
Tabel 5
Perbandingan Bidang Ilmu Jurnal Dalam Negeri
No Bidang Ilmu Frekuensi Persentase (%)
1 Ilmu Sosial dan Humaniora 15 75 %
2 Teknologi 2 10 %
3 Sains 3 15 %
Jumlah 20 100%
Pada tabel 2 membahas tentang bidang ilmu jurnal terbitan dalam negeri, dari tabel di atas dapat dilihat sebagian besar di bidang ilmu sosial dan humaniora memiliki 15 judul (75 %), sedangkan sebagian kecil bidang ilmu lainnya yaitu Teknologi berjumlah 2 judul (10 %) dan bidang Sains berjumlah 3 judul (15 %). Hasil ini dapat diketahui karena Perpustakaan Nasional RI dalam kebijakan pengembangan koleksi berkala memang lebih mengutamakan koleksi dalam bidang Imu sosial dan Humaniora namun tetap memiliki koleksi dalam bidang ilmu lainnya baik dalam bidang Sains dan Teknologi.
Tabel berikutnya akan membahas tentang perbandingan bidang ilmu jurnal terbitan luar negeri.
Tabel 6
Perbandingan Bidang Ilmu Jurnal Luar Negeri
No Bidang Ilmu Frekuensi Persentase (%)
1 Ilmu Sosial dan Humaniora 30 73,1 %
2 Teknologi 3 7,3 %
3 Sains 8 19.6 %
Jumlah 41 100 %
Pada tabel 3 ini membahas tentang bidang ilmu jurnal terbitan luar negeri, dari tabel di atas dapat dilihat sebagian besar jurnal berbasis bidang ilmu sosial dan humaniora berjumlah 30 (73,1 %), sebagian kecil lainnya bidang teknologi berjumlah 3 (7,3 %) dan bidang sains berjumlah 8 judul jurnal (19,6 %). Seperti jurnal terbitan dalam negeri koleksi jurnal terbitan luar negeri Perpustakaan Nasional RI juga memiliki koleksi jurnal sebagian besar dalam bidang Ilmu sosial dan Humaniora yang menunjukkan kebijakan yang ada telah diterapkan.
3. Penerapan kebijakan pengembangan koleksi terbitan jurnal berdasarkan pengadaannya
Tabel berikutnya akan membahas asal perolehan Jurnal terbitan dalam negeri.
Tabel 7
Asal Perolehan Jurnal Dalam Negeri
No Asal Perolehan Frekuensi Persentase (%)
1 Beli 4 20 %
2 Hadiah 16 80 %
3 TukarMenukar 0 0 %
Dari tabel diatas dapat dilihat perolehan jurnal terbitan dalam negeri sebagian kecil didapat dari pembelian yang berjumlah 4 judul (20 %), sedangkan hampir seluruhnya perolehan berasal dari hadiah berjumlah 16 judul (80 %) dan perolehan dari tukar menukar tidak satupun 0 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perolehan jurnal terbitan dalam negeri hampir seluruhnya didapatkan dari hadiah yang diberikan dari penerbit dalam negeri baik hadiah yang diberikan secara sukarela maupun hadiah yang diminta dibandingkan jurnal yang dibeli, ini dikarenakan jurnal dalam negeri banyak yang diterbitkan oleh suatu instansi atupun organisasi bukan untuk tujuan komersil.
Tabel berikutnya akan membahas asal perolehan jurnal terbitan luar negeri.
Tabel 8
Asal Perolehan Jurnal Luar Negeri
No Asal Perolehan Frekuensi Persentase
1 Beli 34 80.9 %
2 Hadiah 7 19.1 %
3 Tukar Menukar 0 0 %
Jumlah 41 100 %
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat asal perolehan jurnal terbitan luar negeri hampir seluruhnya didapat dari pembelian sebanyak 34 judul jurnal (80.9 %) sedangkan sebagian kecil jurnal luar negeri diperoleh dari hadiah sebanyak 7 judul jurnal (19.1 %) dan tukar menukar tidak satupun 0 %. Hal ini dapat disimpulkan koleksi jurnal luar negeri hampir
seluruhnya diperoleh dari pembelian karena banyaknya penerbit-penerbit komersil dari luar negeri yang memiliki jurnal bagus dan mutakhir dibandingkan sebagian kecil hasil perolehan hadiah yang hanya 19.1 %, itu pun hadiah yang diperoleh banyak tidak terdaftar di dalam katalog jurnal yang tersedia karena dianggap banyak tidak dimanfatkan.
4. Kelengkapan koleksi terbitan jurnal tahun terbit 2010.
Tabel berikut akan membahas kelengkapan jurnal dalam negeri baik yang diperoleh dari pembelian dan hadiah.
Tabel 9
Kelengkapan Jurnal Terbitan Dalam Negeri
No Kelengkapan Beli Hadiah Frekuensi Persentase
1 Lengkap 1 7 8 40 %
2 Tidak Lengkap 3 9 12 60 %
Jumlah 20 100%
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat kelengkapan jurnal terbitan dalam negeri yang diperoleh dari pembelian hanya terdapat 1 judul jurnal setiap frekuensi terbit lengkap, lebih banyak tidak lengkap dengan 3 judul jurnal, sedangkan yang diperoleh dari hadiah terdapat 7 judul jurnal yang lengkap setiap frekuensi terbitnya, namun lebih banyak yang tidak lengkap dengan 9 judul jurnal. Secara keseluruhan sebagian besar jurnal terbitan dalam negeri yang tidak lengkap diperoleh dari hadiah 12 jurnal (60 %) dan hampir setengahnya lengkap berjumlah 8 judul jurnal (40 %). Hal ini dapat disimpulkan tidak lengkapnya jurnal terbitan dalam negeri di
indikasikan adanya pihak yang meminjam koleksi jurnal namun tidak dikembalikan lagi faktor lain yang menyebabkan tidak lengkapnya koleksi jurnal dalam negeri karena penerbit tidak lengkap memberikan jurnal dalam satu tahun frekuensi terbit terkadang hanya memberikan setengah dari terbitan selama satu tahun atau hanya memberi satu kali terbitan pertahun, penerbit beranggapan hadiah tidak perlu dikirim secara lengkap Tabel selanjutnya akan membahas tentang kelengkapan jurnal terbitan luar negeri.
Tabel 10
Kelengkapan Jurnal Terbitan Luar Negeri
No Kelengkapan Beli Hadiah Frekuensi Persentase (%)
1 Lengkap 32 3 35 85.3 %
2 Tidak Lengkap 2 4 6 14.7 %
Jumlah 41 100 %
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat kelengkapan jurnal terbitan luar negeri yang diperoleh dari pembelian sebanyak 32 judul jurnal yang lengkap dan hanya 2 judul jurnal yang tidak lengkap, sedangkan yang diperoleh dari hadiah 3 judul jurnal yang lengkap dan sebanyak 4 judul jurnal yang tidak lengkap, hampir seluruhnya judul jurnal lengkap berjumlah 35 judul jurnal (85,3 %) sedangkan sebagian kecil judul jurnal tidak lengkap berjumlah 6 judul jurnal (14,7 %). Hal ini dapat disimpulkan hampir seluruh jurnal luar negeri lengkap karena diperoleh dari pembelian sehingga jurnal dapat dipastikan kelengkapannya adapun yang tidak
lengkap dikarenakan jarak yang jauh sehingga pengiriman kadang terlambat.
C. Kendala yang Dihadapi Dalam Pengembangan Koleksi Terbitan Berkala