• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelenjar Timus

Dalam dokumen SOAL SOAL ANATOMI FISIOLOGI (Halaman 25-39)

SISTEM ENDOKRIN Apa itu sistem endokrin?

10. Kelenjar Timus

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar timus disebut timosin. Timosin ini berfungsi merangsang proliferasi dan pematangan limfosit.

Apa perbedaan antara sistem saraf dan sistem endokrin?

Baik sistem saraf dan endokrin adalah sistem dasar yang mengatur proses biologis dalam organisme, tetapi melalui cara-cara yang berbeda lewat sinyal. Perbedaan utama antara kedua sistem adalah bahwa sistem saraf menggunakan pulsa listrik, dan sistem endokrin menggunakan rangsangan kimia untuk mengirim sinyal ke sel target atau organ.

Penyakit apa yang bisa terjadi jika sistem endokrin mengalami masalah?

1. Gangguan pertumbuhan

Seseorang yang kelebihan hormon pertumbuhan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pada anak-anak kelebihan hormon pertumbuhan disebut gigantisme dan pada orang dewasa disebut ackromegali. Sebaliknya, bila anak-anak mengalami kekurangan hormon, ia akan mengalami kekerdilan.

2. Hyperprolactinemia

Sekresi prolaktin yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan produksi/keluarnya air susu ibu (galactoorhea) meski tidak mengandung atau tidak menstruasi (amemorrhea).

3. Kegagalan fungsi gonad (hypogonadisme)

Akibat kekurangan sekresi Hormon Peluteinan (LH) dan Hormon Perangsang Folikel (FSH). Keadaan ini biasanya sering dialami pria, yakni berupa kegagalan menghasilkan jumlah sperma yang normal.

4. Penyakit tiroid

Hormon tiroid yang berlebihan sebagai hasil dari kelenjar tiroid yang terlalu aktif disebut hyperthyroidisme. Hal ini akan menyebabkan badan meningkatkan keadaan metabolik yang naik.

Kondisi ini akan mengabkibatkan banyak sistem dalam tubuh mengembangkan fungsi yang tidak normal.

1. Kelenjar Hipofise dikatakan sebagai master of gland. Kelenjar ini dijumpai pada : a.superior ren

b.Sella tursica basis cranii c.Setentang dengan larings d.pankreas

e.ovarium

2. Berikut ini adalah hormon yang dihasilkan kelenjar kelamin yang berhubungan dengan sistem reproduksi :

a.Folicle stimulating hormon b.Luteinizing hormon

c.Progesteron d.Vasopressin e.Prolactine

3. Hormon berikut ini yang merangsang pengeluaran kelenjar Tiroid adalah : a. Tirotropin Inhibiting hormon

b.Tirotropic Stimulaitng Hormon c. Tiroksin

d.Iodium

e.Tetra-tiroid hormon

4. Pada siklus menstruasi normal ( 28 hari) proses pengeluaran Folicel de Graff dari ovarium terjadi pada :

a.hari O s/d 5-7 hari setelah haid b.hari ke 10 setelah haid

c.hari ke 14 setelah haid d.hari ke 23 setelah haid e.hari ke 28 setelah haid

5. Hormon berikut ini yang merangsang pengeluaran kelenjar Tiroid adalah : a.Tiroksin

b.Tirotropic Stimulaitng Hormon c.Tirotropin Inhibiting hormon d.Iodium

e.Tetra-tiroid hormon

6. Hormon adrenalin dihasilkan oleh : a.Cortex supra ren

b.Medulla supra ren

d.epididimis testis e.vesicula semilunaris

7. Hormon progesterone dapat dihasilkan oleh : a.Ovarium

b.Placenta c.Testis

d.Ovarium dan placenta e.Ovarium, placenta dan testis

8. Berikut ini adalah organ yang dapat menghasilkan kelenjar hormon pada manusia, kecuali : a.Ovarium b.Uterus c.Pankreas d.Usus e.Testis

9. Pada saat ovulasi terjadi peningkatan produksi hormon berikut yang ditandai kadarnya didarah meningkat :

a.Luteinizing Hormon

b.Folicel Stimulating hormon c.Progesteron

d.Luteinizing hormon dan Folicel Stimulating hormon

e.Luteinizing hormon, Folicel Stimulating hormon dan Progesteron

10. Pada saat ovulasi terjadi peningkatan produksi hormon berikut yang ditandai kadarnya didarah meningkat :

a.Luteinizing Hormon

b.Folicel Stimulating hormon c.Progesteron

d.Luteinizing hormon dan Folicel Stimulating hormon

e.Luteinizing hormon, Folicel Stimulating hormon dan Progesteron

11. Kelenjar hipofisis disebut juga master gland karena mensekresikan bermacam-macam hormone yang akan mengatur bermacam-macam kegiatan dalam tubuh. Berikut ini adalah pasangan yang sesuai antara hormone yang dihasilkan oleh hipofisis dan fungsinya, kecuali :

a. MSH mempengaruhi pigmentasi kulit

b. ADH mempengaruhi pengeluaran air susu ibu c. STH mempengaruhi pertumbuhan

d. FSH merangsang pematangan folikel dalam ovarium e. ICSH merangsang spermatogenesis

12. Adrenalin adalah hormon yang berfungsi untuk … a. mengatur metabolism

b. mempengaruhi kerja hormon lainnya c. merangsang kerja usus

d. mengatur metabolisme senyawa fosfat e. menaikkan tekanan darah

13. Kelenjar hipotalamus berfungsi untuk...

a. Mengatur detak jantung, suhu tubuh, dan keseimbangan cairan tubuh. b. Mengatur kadar garam dalam darah dengan mengatur sekresi urin. c. Mengatur aktivitaf metabolik seluler.

d. Mempengaruhi perkembangan tubuh dan mental.

e. Menurunkan konsentrasi kalsium yang menghambat reabsorbsi tulang. 14. Dibawah ini yang tidak termasuk hormon kelenjar adrenal adalah...

a. Gonadokortikoid b. Kalsitonin c. Glukokortikoid d. Adrenal

e. Mineralkortikoid 15. 1) Kadar gula dalam darah

2) Kadar iodium 3) Perubahan suhu 4) Stress

5) Konsentrasi kalsium

Dari data di atas, yang termasuk faktor yang dapat mempengaruhi kadar tiroksin antara lain adalah: a. 1,2,3 b. 1,4,5 c. 3,4,5 d. 2,3,4 e. 1,2,4

16. Dampak dari adanya hormon HPL (Human Plasenta Lactogen) pada wanita adalah: a. Pigmentasi kecoklatan pada wajah.

b. Penimbunan cairan yang mengakibatkan pembengkakan. c. Menibulkan relaksasi pada ligamen dan sendi.

d. Menindikasikan plasenta yang tidak berfungsi dengan baik. e. Mencegah kontraksi/pengerutan otot-otot rahim.

17. Saat kalsium turun, hormon Parathormon melakukan hal-hal di bawah ini, kecuali: a. Menyerap kalsium dari duodenum dengan bantuan vit. D.

b. Menghasilkan vit. D pada ginjal.

c. Menyerap Ca dan Mg pada urin di ginjal. d. Melepaskan kalsium pada tulang.

e. Menyerap kalsium yang terdapat dalam darah. 18. Salah satu fungsi hormon insulin adalah:

a. Merangsang pembentukan sel darah merah. b. Mensintesis melanin pada kulit.

c. Membantu sel menyimpan tenaga/glikogen di hati. d. Menstimulus terjadinya spermatogenesis.

e. Menyerap Ca dan Mg pada urin.

19. Di bawah ini yang tidak termasuk fungsi hormon tiroksin adalah: a. Menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.

b. Mengatur penggunaan O2 dan CO2

c. Mempengaruhi perkembangan tubuh dan mental d. Mengatur metabolisme karbohidrat.

e. Mengatur suhu tubuh.

20. Gambar di samping menunjukkan gambar penyakit.... a. Albino b. Addison c. Kretinisme d. Gondok e. Linea Nigra

21. Yang tidak termasuk dari dampak adanya

hormon estrogen dalam tubuh adalah... a. Mempertahankan fungsi otak. b. Mempertahankan struktur normal kulit agar tetap normal.

c. Mencegah gejala menopause dan gangguan mood. d. Menigkatkan pertumbuhan.

e. Menurunnya resiko terjadi kanker rahim dan payudara. 22. Perhatikan gambar di bawah ini!

Yang merupakan kelenjar Tiroid adalah gambar yang ditunjuk nomor... a. 2 b. 1 c. 3 d. 4 e. 5

23. Di bawah ini yang termasuk fungsi hormon

progesteron adalah...

a. Mengatur ritme harian dan tahunan.

b. Menstimulus pematangan organ seks laki-laki.

c. Memperkuat dinding rahim agar kuat saat persalinan.

d. Menghambat kontraksi uterus (pada masa

kehamilan).

e. Mencegah terjadinya menstruasi pada wanita hamil.

1.

3 4

2

24. Perbedaan endokrin dan eksokrin yang benar di bawah ini adalah...

Endokrin Eksokrin

a Mensekresikan hormon Menskresikan enzim b Disekresikan di saat-saat tertentu Disekresikan setiap saat c Disekresikan dalam jumlah

banyak Disekresikan dalam jumlah sedikit

d Disekresikan dalam waktu

tertentu Disekresikan setiap waktu

e Memiliki saluran Tidak memiliki saluran 25. 1. Gangguan hati

2. Terganggu siklus haid

3. Meningkatnya resiko keguguran 4. Menimbulkan kerutan di wajah 5. Tidak terjadinya ovulasi

Dari data di atas, yang termasuk akibat dari kurangnya hormon progesteron adalah... a. 1,2,3

b. 2,3,5 c. 3,4,5 d. 1,2,4 e. 2,4,5

26. Di bawah ini, yang tidak termasuk dari

fungsi hormon melatonin adalah...

a. Mengatur ritme harian dan tahunan.

b. Mengurangi ketegangan jiwa. c. Mematangkan organ seksual. d. Mencegah kanker dan pikun. e. Mempertahankan korpus luteum.

27. Vasopresin disebut juga hormon... a. TSH

b. ICTH c. ADH d. FSH e. LH

28. Di bawah ini, pasangan hormon dan fungsinya yang tepat adalah...

Hormon Fungsi

a Tiroksin Menghambat penyerapan kalsium dari tulang b Testosteron Menstimulus pematangan organ seks laki-laki c Progesteron Mencegah kanker dan pikun

d HPL Mencegah pengerutan otot-otot rahim

e Insulin Mengatur laju metabolisme tubuh

29. Gambar di bawah (struktur tiroid), yang ditunjuk oleh tanda X adalah... a.sel darah merah b. pineal

c. koloid X

d.epitel folikular e.sel darah putih

30. Di bawah ini yang termasuk gejala Tetani adalah...

a. Kejang otot, jari-jari tangan membengkok, gelisah, kesemutan. b. Hipertensi, kejang otot, kadar kapur dalam darah menurun. c. Hipertensi, jari-jari tangan membengkok, gelisah.

d. Kesemuatn, gelisah, kadara kapur menurun, darah rendah e. Kesemutan, kejang otot, darah rendah, pusing dan mual.

TERMOREGULASI

Pengertian Termoregulasi

Termoregulasi adalah suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapat ditolelir. Proses yang terjadi pada hewan untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap konstan dinamis. Mekanisme Termoregulasi terjadi dengan mengatur keseimbangan antara perolehan panas dengan pelepasan panas. Termoregulasi manusia berpusat pada hypothalamus anterior terdapat tiga komponen pengatur atau penyusun sistem pengaturan panas, yaitu termoreseptor, hypothalamus, dan saraf eferen serta termoregulasi dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya.

Mekanismenya

pengaturan suhu tubuh merupakan penggabungan fungsi dari organ-organ tubuh yang saling berhubungan. didalam pengaturan suhu tubuh mamalia terdapat dua jenis sensor pengatur suhu, yautu sensor panas dan sensor dingin yang berbeda tempat pada jaringan sekeliling (penerima di luar) dan jaringan inti (penerima di dalam) dari tubuh. Dari kedua jenis sensor ini, isyarat yang diterima langsung dikirimkan ke sistem saraf pusat dan kemudian dikirim ke syaraf motorik yang mengatur pengeluaran panas dan produksi panas untuk dilanjutkan ke jantung,

paru-paru dan seluruh tubuh. Setelah itu terjadi umpan balik, dimana isyarat, diterima kembali oleh sensor panas dan sensor dingin melalui peredaran darah

Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan badan. Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Mausia menggunakan baju merupakan salah satu perilaku unik dalam termoregulasi

Suhu tubuh hewan dipengaruhi oleh suhu lingkungan luar. Pada suhu -2oC s.d suhu 50oC hewan dapat bertahan hidup atau pada suhu yang lebih ekstrem namununtuk hidup secara normal hewan memilih kisaran suhu yang lebih sempit dari kisaran suhu tersebut yang ideal dan disukai agar proses fisiologis optimal.

Usaha hewan untuk mempertahankan suhu tubuhnya agar tetap konstan dan tidak terjadi perbedaan drastis dengan suhu lingkungannya disebut thermoregulasi. Di dalam tubuh hewan yang hidup selalu terjadi proses metabolisme. Dengan demikian selalu dihasilkan panas,karena tidak semua energi yang terbentuk dari metabolisme dimanfaatkan. Panas yang terbentuk dibawa oleh darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi panas dan disebut sebagai suhu tubuh normal

Pengaruh Suhu Pada Lingkungan Hewan Dibagi Menjadi Tiga Golongan, yaitu 1. Poikiloterm.

Poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan suhu tubuh luar. Hewan yang tidak mampu mempertahankan suhu tubuhnya. Suhu tubuh hewan berfluktuasi sesuai dengan suhu lingkungannya. Sebetulnya suhu tubuh tidak betul-betul sama dengan suhu lingkungan, sebab kalau diukur teliti, suhu selnya sedikit diatas suhu lingkungannya. Menghadapi fluktuasi suhu lingkungan, hewan poikilotermik melakukan konformitas suhu. Laju kehilangan panas pada hewan poikilotermik lebih tinggi dari pada laju produksi panas, sehingga suhu tubuhnya lebih ditentukan oleh suhu lingkungan eksternalnya dari pada suhu metabolisme internalnya.

2. Homoiterm.

Homoiterm sering disebut hewan berdarah panas karena mampu menjaga panas suhu tubuhnya. Pada hewan homoiterm suhunya lebih stabil, hal ini dikarenakan adanya reseptor

dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm dapat melakukan aktifitas pada suhu lingkungan yang berbeda akibat dari kemampuan mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm mempunyai variasi temperatur normal yang dipengaruhi oleh faktor umur, faktor kelamin, faktor lingkungan, faktor panjang waktu siang dan malam, faktor makanan yang dikonsumsi dan faktor jenuh pencernaan air.

Hewan berdarah panas adalah hewan yang dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan badan. Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. Contoh hewan berdarah panas adalah bangsa burung dan mamalia. Hewan yang berdarah dingin adalah hewan yang suhu tubuhnya kira-kira sama dengan suhu lingkungan sekitarnya. Suhu tubuh tergantung pada neraca keseimbangan antara panas yang diproduksi atau diabsorbsi dengan panas yang hilang.

3. Heterotermik

Yaitu kelompok hewan yang pada saat tertentu memiliki sifat poikilotermik dan pada saat lain bersifat homeotermik, dan kelompok hewan yang mengatur suhu tubuh secara parsial, yaitu regulasinya terbatas pada bagian tubuh tertentu. Disebut juga endotermik fakultatif , mampu melakukan regulasi fisiologik tetapi tidak mengatur secara tepat sepanjang waktu. Heterotermik dapat di buktikan pada insekta tertentu, yang ektotermik pada saat istirahat dan tetapi bersifat endotermik pada saat aktif.

Panas Yang Hilang Dapat Berlangsung Secara Radiasi, Konveksi, Konduksi Dan Evaporasi. Interaksi panas hewan dengan lingkungan menguntungkan untuk mengatur suhu tubuh meningkatkan/menurunkan pelepasan panas dari tubuh dan memperoleh panas melaui :

a. Konduksi

Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu benda. Atau perpindahan langsung gerakan termal antara molekul-molekul permukaan tubuh, seperti ketika hewan duduk dalam kolam air dingin atau di atas batu yang panas. Panas akan selalu dihantarkan benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah yang dipengaruhi oleh:

 Luas permukaan benda yang saling bersentuhan  Perbedaan suhu awal antara kedua benda tersebut

 Konduktivitas panas (tingkat kemudahan untuk mengalirkan panas yang dimiliki suatu benda) dari kedua benda

 Konduktivitasnya rendah

 Penahan panas yang baik ialah rambut dan bulu

 Hanya akan melepaskan sejumlah kecil panas dari tubuhnya ke benda lain yang bersentuhan dengannya

b. Konveksi

Perpindahan panas antara dua benda yang terjadi melalui zat alir (fluida) yang bergerak. Atau konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh, seperti ketika tiupan angin turut menghilangkan panas dari permukaan tubuh hewan yang berkulit kering. Konveksi juga memberi kontribusi dalam kenyamanan dan kesejukan yang diberikan oleh kipas angin kepada manusia selama hari-hari panas, tetapi sebagian besar dari pengaruh ini disebabkan oleh pendinginan melalui evaporasi. Sebaliknya, faktor wind-chill (tiupan angin) memperburuk kekejaman suhu musim dingin yang sangat dingin.

Proses Konveksi:

 Berlangsung sampai suhu tubuh kembali ke suhu normal

 Perpindahan panas bisa dipercepat, apabila kecepatan aliran fluida di sekeliling tubuh ditingkatkan

 Terjadi dari lingkungan ke tubuh hewan, misalnya pada saat udara panas bertiup di dekat hewan, lama-kelamaan tubuh hewan akan menjadi lebih panas juga

c. Radiasi

Radiasi adalah emisi dari energi electromagnet yang dihasilkan oleh semua benda nol, termasuk tubuh hewan dan matahari. Radiasi dapat memindahkan panas di antara benda-benda yang tidak melakukan kontak langsung, seperti ketika hewan menyerap panas radiasi dari matahri.Sebagai contoh, radiasi sinar matahari.

Frekuensi dan Intensitas Radiasi:

 Tergantung pada suhu benda yang mengeluarkan radiasi. Semakin tinggi suhu benda yang mengeluarkan radiasi, semakin tinggi pula intensitas radiasinya

 tubuh hewan (kulit, rambut, dan bulu) menyerap panas radiasi dengan baik

 berjemur pada hewan (khususnya poikiloterm) untuk menaikkan atau memperoleh panas tubuh

d. Evaporasi

Proses perubahan benda dari fase cair ke fase gas. misalnya pada mekanisme ekskresi kelenjar keringat.atau Evaporasi proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas. Evaporasi air dari permukaan cairan yang kehilangan beberapa molekulnya yang berubah menjadi gas. Evaporasi air dari seekor hewan memberi efek pendinginan yang signifikan pada permukaan hewan itu.

Evaporasi:

 Cara penting untuk melepaskan panas tubuh

 Hewan yang tidak memiliki kelenjar keringat, jika tubuhnya panas, penguapan melalui saluran pernafasan dengan cara terengah-engah (pada anjing diikuti dengan menjulurkan lidahnya)

 Jika suhu tubuh meningkat, keringat akan membasahi kulit, selanjutnya keringat akan menyerap kelebihan panas dari tubuh dan mengubahnya menjadi uap, setelah keringat mengering, suhu tubuh pun turun

Suhu tubuh hewan, endoterm dan ektoterrn tergantung pada jumlah panas(kalori) per unit masa jaringan. Jaringan terdiri terutama atas air, sehingga kapasitas panas jaringan antara 0o – 40o C kira-kira 1,0 kalori per o C per gram. Berarti makin luas hewan makin besar panas tubuh menentukan suhu hewan. Kecepatan perubahan panas tubuh tergantung pada:

1. Kecepatan produksi panas melalui aktivitas metabolic 2. Kecepatan penambahan panas

3. Kecepatan kehilangan panas kelingkungan

Jadi panas tubuh dan selanjutnya suhu tubuh seekor hewan dapat diregulasi dengan mengubah kecepatan produksi panas dan perpindahan panas (transfer panas).

Produksi Panas

Pada hewan ada mekanisme yang mempengaruhi kecepatan panas tubuh guna menstabilkan suhu tubuhnya (termoregulasi), diantaranya:

 Mekanisme tingkah laku

 Mekanisme otonomik, seperti mempercepat metabolisme simpanan energi.

 Mekanisme adaptif atau aklimatisasi, yang lebih lamban dibandingkan mekanisme yang lain. Yaitu memproduksi penambahan panas pada metabloisme basal.

1. Luas permukaan. Luas permukaan per gram berbanding terbalik dengan peningkatan massa tubuh. Ini berarti bahwa hewan kecil memiliki suatu aliran panas lebih tinggi per unit berat tubuh.

2. Perbedaan suhu. Makin dekat seekor hewan menjaga suhu tubuhnya ke suhu lingkungan makin sedikit panas akan mengalir ke dalam atau keluar tubuhnya.

3. Konduktansi panas spesifik permukaan tubuh hewan. Permukaan jaringan poikiloterm memiliki konduktansi panas yang tinggi, sehingga hewan ini memiliki suhu tubuh mendekati suhu lingkungan (kecuali apabilal hewan berjemur di panas matahari).

Hewan homeoterm memiliki bulu, rambut atau lapisan lemak untuk mengurangi konduktansi permukaan tubuhnya. Insulasi seperti ini menimbulkan perbedaan suhu antara pusat tubuh dengan lingkungan hewan yang berjarak beberapa milimeter atayu sentimeter, sehingga perbedaan temperatur kurang besar, jadi kecepatan aliran panas dikurangi. Sifat yang penting dari rambut dan bulu adalah menyerap dan menahan panas, sehingga memiliki konduktivitas panas yang rendah, jadi tidak merambatkan panas.

Termoregulasi Pada Hewan Poikiloterm.

Suhu tubuh hewan poikilotermik ditentukan oleh keseimbangannya dengan kondisi suhu lingkungannya, dan berubah seperti berubah-ubahnya suhu lingkungan. Pada hewan poikiloterm air, misalnya kerang, udang, dan ikan, suhu tubuhnya sangat ditentukan oleh keseimbangan konduktif dan konvektif dengan air mediumnya, dan suhu tubuhnya mirip suhu air. Hewan memproduksi panas internal secara metabolik, dan ini mungkin meningkatkan suhu tubuh di atas suhu air. Namun air menyerap panas begitu efektif dan hewan poikilotermik tidak memiliki insulasi sehingga perbedaan suhu hewan dengan air sangat kecil.

Pada hewan poikilotermik darat, misalnya katak, keong dan serangga, suhu tubuhnya dapat lebih mendekati suhu udara lingkungan. Input radiasi panas dari matahari atau sumber lain mungkin meningkatkan suhu tubuh di atas suhu lingkungan, dan penguapan air melalui kulit dan organ-organ respiratori menekan suhu tubuh beberapa derajat di bawah suhu lingkungan.

Hewan darat dapat memelihara keseimbangann tubuh dengan mengurangi penguapan dan kehilangan panas lewat konduksi dan memaksimalkan penambahan panas melalui radiasi dan panas metabolik. Sianar matahari digunakan oleh serangga dan reptil sebagai sumber eksternal tubuhnya. Untuk meningkatkan jumlah panas yang dapat diserap, hewan tergantung pada warna tubuh dan orientasinya relatif terhadap matahari. Banyak hewan yang dapat merubah warna

kulitnya melalui penyebaran dan kontraksi sel-sel pigmen hitam paada kulitnya. Karena hampir separuh energi matahari berada dalam cahaya tampak, kulit berwarana gelap akan menyerap energi panas matahri daripada berwarna cerah.

Termoregulasi Pada Hewan Homeoterm.

Hewan homeoterm mempunyai suhu tubuh yang konstan pada berbagai suhu lingkungan yang berubah-ubah. Kebnyakan burung dan mamalia dan lingkungannya yang normal akan mempertahankan suhu tubuhnya di atas duhu lingkungannya. Suhu bagian dalam mamalia umunya berkisar antara 37-40o C, sedangkan golongan burung mempunyai suhu tubuh sedikit lebih tinggi yaitu 41-42,5o C. Kondisi homeotermik menyangkut keseimbangan yang serasi antar dua faktor, yaitu”

1. Produksi panas 2. Kehilangan panas

Laju produksi panas dan kehilangan panas pada hewan sangat bervariasi, tergantung pada kondisi lingkungannya (panas, dingin), aktivitasnya (diam, aktif). Untuk memelihara keseimbanagn suhu tersebut, hewan homeoterm melakukan regulasi kimiawi dan regulasi fisik. Regulasi kimiawi menyangkut produksi panas metabolik, sedangkan regulasi fisik menyangkut kegiatan fisik untuk memodifikasi kehilangan panas.

Respon Terhadap Dingin dan Panas.

Jika hewan homeoterm dihadapkan pada suhu lingkungan yang ekstrem, maka tingkat aktivitas termiregulatori untuk memelihara kekonstanan suhu tubuhnya meningkat sesuai dengan perubahan suhu lingkungan. Hewan endoterm dapat meregulasi suhu tubuhnya dengan mengatur kecepatan kehilangan panas melalui pengaturan hantaran permukaan tubuh. Penyesuaian ini termasuk respon-respon seperti respon vasomotor, perubahan pose tubuh, regulasi pilomotor, dan kefektivan insulasi bulu dan rambut. Dalam rentangan suhu ini bulu dan rambut ditegakkan oleh otot pilomotor dalam kulit untuk menyediakan lapisan udara tenang yang tebal, dan pada ujung atas rentangan suhu ini bulu dan rambut ditempelkan ke kulit.

Bila suhu lingkungan diturunkan, hewan endoterm akan merespon dengan berbagai reflek yang cenderung mengkonservasi panas. Pembuluh darah di kulit akan menyempit, rambut dan bulu dapat berdiri, dan hewan akan mempersempit permukaan tubuhnya yang bersinggungan dengan udara. Misalnya menekuk tubuhnya dan menyembunyikan anggota tubuh.

Pada suhu yang moderat kecepatan basal produksi panas seimbang dengan kehilangan suhu ke lingkungan. Rentangan suhu moderat ini disebut zona suhu netral. Di bawah suhu netral hewan, endoterm meningkatkan produksi panas di atas tingkat basal agar mengimbangi kehilangan panas (termogenesis). Produksi panas akan meningkat secara linier dengan penurunan suhu sampai di bawah suhu kritis bawah. Antara zona suhu netral dengan suhu kritis bawah ini disbut dengan zona regulasi metabolik.

Bila suhu lingkungan berada dibawah suhu kritis bawah, mekanisme regulasi akan gagal, tubuh mendingin, kecepatan metabolik turun. Dalam keadaan ini hewan berada dala zona hipotermia. Dimana produksi panas metabolik tidak dapat mengimbangi turunnnya

Dalam dokumen SOAL SOAL ANATOMI FISIOLOGI (Halaman 25-39)

Dokumen terkait