BAB GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
II- 62 b. Persentase Partisipasi Perempuan di Lembaga Swasta
10) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera a. Peserta KB Aktif
Pelayanan Keluarga Berencana (KB) berkualitas adalah pelayanan KB sesuai standar dengan menghormati hak individu dalam merencanakan kehamilan sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian Ibu dan menurunkan tingkat fertilitas (kesuburan) bagi pasangan yang telah cukup memiliki anak (2 anak lebih baik) serta meningkatkan fertilitas bagi pasangan yang ingin mempunyai anak. KB dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Secara series, jumlah peserta KB aktif selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan menurun kembali di tahun 2015.
II-64
Tabel 2.71Cakupan Peserta KB Aktif Tahun 2011-2015 Kabupaten Blitar
Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
Cakupan peserta KB
aktif (%) 72 73 74 75 74
Sumber: Badan PPKB Kabupaten Blitar Tahun 2016
b. Rata-Rata Jumlah Anak Per Keluarga
Adapun jumlah rata-rata anak per keluarga di Kabupaten Blitar dari tahun 2011sampai dengan 2015 adalah 2 anak sesuai dengan moto KB 2 anak lebih baik.
c. Rasio Akseptor KB
Sedangkan rasio Akseptor KB mulai tahun 2011 sampai dengan 2015 di Kabupaten Blitar dapat ditunjukkan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.72
Rasio Akseptor KB Kabupaten Blitar Tahun 2011-2015
Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
Rasio akseptor KB 17 17 14 13 11
Sumber: Badan PPKB Kabupaten Blitar Tahun 2016
d. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I
Untuk Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I mulai tahun 2011 sampai dengan 2015 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.73
Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I Kabupaten Blitar Tahun 2011-2015
Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga
Sejahtera I (%) 43% 42% 40% 35% 35%
II-65
11) Sosiala. Sarana Sosial Seperti Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Rehabilitasi
Sarana sosial adalah sarana yang disediakan baik oleh pemerintah maupun swasta/pribadi dalam rangka memenuhi kebutuhan sosial. Sarana sosial saat ini banyak disediakan oleh pribadi yang dilatarbelakangi oleh alasan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Terdapat berbagai macam sarana sosial,seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi. Jumlah sarana sosial di Kabupaten Blitar ditunjukkan melalui tabel di bawah ini.
Tabel 2.74
Sarana Sosial Seperti Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Rehabilitasi Tahun 2012-2015 Kabupaten Blitar
Indikator 2012 2013 2014 2015
Jumlah sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi
20 Panti Asuhan 21 Panti Asuhan 24 Panti Asuhan 24 Panti Asuhan
Sumber: Dinas Sosial Kabupaten Blitar Tahun 2016
b. PMKS Yang Memperoleh Bantuan Sosial
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memperoleh bantuan sosial di Kabupaten Blitar sejak tahun 2014 hingga tahun 2015 secara detail disajikan pada tabel berikut :
Tabel 2.75
PMKS Yang Memperoleh Bantuan Sosial Kabupaten Blitar Tahun 2014-2015
Indikator 2013 2014 2015
Persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial - 12,43% 12,02%
Sumber: Dinas Sosial Kabupaten Blitar Tahun 2016
c. Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Senada dengan indikator yang telah dibahas pada poin b, penanganan PMKS mengalami peningkatan setiap tahunnya.
II-66
Tabel 2.76Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Tahun 2014-2015 Kabupaten Blitar
Indikator 2014 2015
Persentase Penanganan penyandang masalah
kesejahteraan sosial 10,58% 21,59%
Sumber: Dinas Sosial Kabupaten Blitar Tahun 2016
12) Ketenagakerjaan
a. Angka Sengketa Pengusaha-Pekerja per Tahun
Banyaknya masalah ketenagakerjaan menjadi alasan bagi pemerintah Kabupaten Blitar untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menanggulangi masalah ketenagakerjaan. Sejak tahun 2011 terdapat beberapa kasus sengketa yang terjadi antara pengusaha dan pekerja yang dilaporkan dan dapat diselesaikan seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 2.77
Jumlah Sengketa Pengusaha-Pekerja Tahun 2011-2015 Kabupaten Blitar
2011 2012 2013 2014 2015
0 8 16 14 22
Sumber: Disnakertrans Kab. Blitar, 2016
Meskipun masih terdapat kegiatan yang tidak dapat teridentifikasi seperti pembinaan syarat kerja, dan pembentukan serikat pekerja di pabrik rokok. Berikut adalah data upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar dalam rangka memberikan perlindungan kepada kedua belah pihak.
Tabel 2.78
Kegiatan Ketenagakerjaan di Lingkup Kabupaten Blitar Tahun 2011-2015
Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
kecelakaan nihil di perusahaan (perusahaan) 6 12 50 68 21 perusahaan yang diawasi (perusahaan) 200 200 200 200 330 perusahaan yang difasilitasi pengembangan kelembagaan
(perusahaan) 20 25 30 40 57
perusahaan pengguna perlindungan pekerja perempuan dan
anak (perusahaan) 50 40 40 40
penyalur tenaga kerja yang di pantau (perusahaan) 6 12 12 12 100 fasilitasi penetapan UMK (frekuensi) 4 4 4
II-67
Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
peningkatan kesejahteraan di industri rokok (perusahaan
undangan) 20 0
pembinaan syarat kerja (perusahaan diudang) 10 32 0 pembentukan serikat pekerja di pabrik rokok 0
Sumber: LKPJ AMJ Kabupaten Blitar, 2015
b. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan persentase yang menunjukkan jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. Berdasarkan publikasi ILO (International Labour Organization) tenaga kerja atau disebut juga dengan penduduk usia kerja merupakan penduduk usia 15 tahun atau lebih. Penduduk usia kerja terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja merupakan bagian penduduk yang sedang bekerja dan siap masuk pasar kerja, atau dapat dikatakan sebagai pekerja dan merupakan potensi penduduk yang akan masuk pasar kerja.
Tabel 2.79
Informasi Ketenagakerjaan di Kabupaten Blitar Tahun 2011-2015
No Uraian Satuan 2011 2012 2013 2014 2015
1 Penduduk Usia Kerja Orang 847.970 853.260 855.357 876.818 884.420 2 Angkatan Kerja Orang 590.838 628.120 616.259 606.076 597.639 a. Bekerja Orang 569.483 610.130 593.213 587.403 580.982 b. Pengangguran Terbuka Orang 21.355 17.990 23.046 18.673 16.657 3 Pencari Kerja Terdaftar Orang 20.349 21.231 21.688 12.233 4.630 4 Penempatan Orang 4.511 4.223 4.124 4.106 3.363 5 Penghapusan Pencari kerja Orang 1.814 3.878 10.796 5.611 1.572 6 Belum ditempatkan Orang 14.025 13.130 6.768 2.516 3.167 7 Permintaan lowongan Lowongan 4.676 6.099 5.454 5.101 3.167 8 Dipenuhi Lowongan 4.511 4.223 4.124 4.106 2.437 9 Penghapusan lowongan Lowongan 93 1.549 1.287 908 638
10 Sisa Lowongan Lowongan 72 327 43 87 92
11 TKI yang bekerja ke luar
negeri Orang 3.373 3.946 3.593 3.236
II-68
Tabel 2.80Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) Kabupaten Blitar Tahun 2011-2015
2011 2012 2013 2014 2015
69,68 73,61 72,05 69,12 67,57
Sumber: Disnakertrans Kab. Blitar, 2016
c. Pencari Kerja Yang Ditempatkan
Berikut adalah tabel pencari kerja yang ditempatkan di Kabupaten Blitar.
Tabel 2.81
Pencari Kerja Yang Ditempatkan (%) Tahun 2011-2015 Kabupaten Blitar
2011 2012 2013 2014 2015
22,17 19,89 19,02 33,56 72,63
Sumber: Disnakertrans Kab. Blitar, 2016
d. Tingkat Pengangguran Terbuka
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau pun pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerap. Pengangguran terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan (baik bagi mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah berkerja), atau sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
Tabel 2.82
Tingkat Pengguran Terbuka Kabupaten Blitar Tahun 2011-2015 (%)
2011 2012 2013 2014 2015
3,61 2,86 3,74 3,08 2,79