a. Pengertian Keluarga Sakinah
Keluarga sakinah adalah keluarga yang selalu diberikan jedamaian hati, dilapisi dengan kasih sayang dan mendapat rahmat dari
28 Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 48/ KMA/SK/ II/ 2017
Allah SWT. 29 Dalam perkembangannya, kata sakinah berarti kedamaian, ketentraman, ketenangan, kebahagiaan. Mawaddah artinya kasih sayang atau dorongan batin yang kuat dalam diri sang pencinta untuk senan tiasa berharap dan berusaha menghindarkan orang yang dicintainya dari segala hal yang buruk, dibenci, dan menyakitinya.
Rahmah artinya kelembutan hati dan perasaan empati yang mendorong seseorang melakukan kebaikan kepada orang lain yang patut dikasihi dan disayangi.
Keluarga adalah jiwa masyarakat dan tulang punggungnya.
Kesejahteraan lahir dan batin yang dinikmati oleh suatu bangsa, atau sebaliknya, kebodohan dan keterbelakangannya adalah cerminan dari keadaan keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut. itulah antara lain yang menjadi sebab sehingga agama islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembinaan keluarga, perhatin yang sepadan dengan perhatiannya terhadap kehidupan individu serta kehidupan manusia secara keseluruhan.30 Terkait hal ini, bisa ditemukan dalam puluhan ayat Al-quran dan ratusan hadith Nabi Muhammad SAW, petunjuk-petunjuk yang sangat jelas menyangkut hakikat tersebut. Allah SWT menganjurkan agar kehidupan keluarga menjadi bahan pemikiran setiap insan dan hendaknya darinya dapat
29 Lilis Satriah, Bimbingan Konseling Keluarga Untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah,Mawaddah, Warahmah (Bandung : Fokus Media 2017), 27.
30 A.M. Ismatullah, Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Quran Perspektif Penafsiran Kitab Al-Quran dan Tafsirnya (jurnal Mazahib, Vol XIV Nomor 1 Juni 2015)
ditarik pelajaran berharga. Terkait hal ini Al Quran menegaskan dalam QS An-Nahl 72:
Artinya: Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah:.31
b. Indikator Sakinah
Dalam berumah tangga ada beberapa indikator yang perlu kita laksanakan agar mudah dalam menjalani kehidupan rumah tangga, di antaranya:
1. Tingkat pengenalan minimal 6 bulan.
2. Kemampuan Penyesuaian.
Orang yang ingin membangun kehidupan rumah tangga yang sakinah hendaknya ia memiliki kemampuan penyesuaian, misalkan berbeda suku dan bahasa. Hal ini harus segera disesuaikan bila lambat maka ia akan mengalami kesulitan.
3. Perbedaan Usia.
Alangkah baiknya bila lelaki lebih tua dari perempuan atau paling tidak sebaya. Rasulullah pertama kali menikah dengan Siti Khadijah yang usianya terapaut jauh lebih tua dari usia Rasulullah. Akan tetapi Rasulullah adalah makhluk pilihan yang selalu dibimbing oleh Allah
31 QS. An-Nahl ayat 72
SWT, sementara kita sangat jauh bahkan kita tidak mampu seperti beliau SAW.
4. Keterkaitan dengan orang tua kita.
Yang sangat baik menjadi indikator kesuksesan dalam membangun keluarga sakinah adalah keterkaitan kita dengan orang tua kita, karena ini akan mempengaruhi rumah tangga kita.
5. Pelaksanaan Sholat
Kita bisa katakana bahwa orang yang menjaga sholatnya dengan baik maka dia akan menjaga dirinya dan orang yang diamanahinya, karena sholat merupakan amanah yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
6. Konflik dengan Orang Tua
Sebisa mungkin kita meminimalisir konflik dengan orang tua meskipun ada segera diselesaikan. Karena bila terjadi problem yang besar antara kita dengan orang tua tentu ini akan menjadi beban bagi kita dalam membangun rumah tangga yang sakinah.
7. Tingkat Pendidikan.
Tingkat pendidikan juga dapat mempengaruhi kehidupan rumah tangga. Hendaknya pilih pasangan yang tidak terlalu jauh tingkatannya atau sama.
8. Masa Pertunangan
Masa pertunangan cukup 9 bulan.
9. Kebahagiaan di Masa Kecil
Kalau kita masa kecilnya memiliki kebahagiaan yang tinggi ini menjadi salah satu indikator dalam membangun rumah tangga yang sakinah.
Mengapa demikian? Karena saat perjalanan hidup, terkadang kita harus berhenti sejenak mengingat masa kecil dahulu yang penuh dengan keindahan dan kemanisan. Hal ini menjadi sebuah suntikan bagi kita untuk bersemangat dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan rintangan.
10. Pengetahuan Seks
Dalam kehidupan rumah tangga kita juga harus memiliki pengetahuan tentang seks karena runtuhnya rumah tangga bisa disebabkan oleh persoalan ini. Jadi, kita juga harus memilki pengetahuan tentang hal ini agar rumah tangga yang kita jalani ini menjadi keluarga yang sakinah.32 c. Ciri-Ciri Keluarga Sakinah
Keluarga sakinah ialah bukan suatu khayalan, namun sesuatu yang nyata dan bisa diwujudkan dalam kehidupan keseharian, ia memiliki berbagai ciri diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Berdiri di atas pondasi keimanan yang kokoh
Keluarga sakinah bukan berdiri di ruang yang hampa, namun berdiri di atas pondasi keimanan kepada Allah SWT. Sebagai bangsa yang religious kita percaya bahwa kebahagiaan hidup
32 http://radio.islamic-center.or.id/inilah-indikator-sukses-membangun-rumah-tangga-sakinah/ di akses pada jam 9.19 WIB, 19 Oktober 2018
berumah tangga tidak bisa lepas dar nilai-nilai keimanan. Suami isteri yang memiliki keimanan yang kokoh kepada Allah akan merasa pengawasan dari Nya. Mereka akan terjaga dalam kebaikan dan terjauhkan dari kejahatan karena yakin selalu di jaga oleh Allah SWT.
2) Mentaati Ajaran Agama
Sebagai insan beriman sudah menjadi ewajibannya untuk selalu mentaati ajaran agama. Mengikuti ajaran Allah dan tuntutan Nabi Nya. Ajaran ini meliputi melaksanakan hal-hal yang diharamkan atau dimakruhkan. Semua ajaran agama pasti mengandung maksud untuk mendatangkan kebaikan atau kemaslahatan dan menghindarkan manusia dari kerusakan.
3) Saling Mencintai dan Menyayangi
Keluarga sakinah memiliki suasana penuh cinta dan kasih sayang, untuk itu mereka selalu berusaha untuk melakukan hal terbaik bagi pasangan. Mereka menghindarkan diri dari tindakan atau ucapan saling menyakiti, saling menghianati, saling elukai, saling mendustai, saling menelantarkan, saling membiarkan, saling meninggalkan.
4) Mudah Menyelesaikan Permasalahan
Keluarga sakinah bukan berarti tidak ada masalah, namun dalam keluarga sakinah berbagai persoalan mudah diselesaikan.
Keluarga sakinah harus menjadikan suatu permasalahan sebagai
pemacu semangat untuk melakukan perbaikan. Dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Dengan begitu merekan akan mudah untuk menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.
5) Kompak Mendidik Anak
Dalam berkeluarga, pasangan suami isteri harus sadar sepenuhnya bahwa mereka harus mencetak generasi yang tangguh, generasi yang unggul agar supaya dapat meneruskan upaya pembangunan peradaban. Anak-anak harus terwarnai dalam nilai-nilai kebenaran dan kebaikan, sehingga menjadi shalih dan shalihah.33
d. Cara Mewujudkan Keluarga Sakinah
Keluarga sakinah adalah idaman bagi semua pasangan suami istri yang menginginkan ketenangan jiwa dan kenyamanan dalam rumah tangga. Kehidupan rumah tangga, tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya rumah tangga diliputi rasa suka, terkadang pula diliputi rasa duka karena ada suatu permasalahan yang dihadapinya.34 Untuk mewujudkan keluarga yang ideal seperti diatas islam memberikan berbagai tuntunan yang dapat dipegangi, yakni:
1) Memilih Pasangan Yang Tepat
Untuk memilih pasangan, Nabi Muhammad SAW memberikan kriteria yang dapat dijadikan pertimbangan. Dalam
33 Lilis Satriah, Bimbingan Konseling Keluarga Untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah,Mawaddah,Warahmah(Bandung: Fokusmedia, 2017), 32
34 A.M Ismatulloh, konsep sakinah, mawadda, warahmah dalam Al-Quran(Perspektif Penafsian Al-Quran dan Tafsirnya), (Tidak ada kota: Jurnal Pemikiran Hukum, Juni, vol XIV, No 15, 2015)
salah satu hadithnya beliau bersabda, yang artinya “Seorang waniya dinikahi berdasarkan empat pertimbangan: karena hartanya, keturunannya, dan agamanya. Peganglah yang memiliki agama niscaya kedua tanganmu tidak akan terlepas” (HR. Al-Bukhori, Muslim dan Abu Daud). Dari empat keriteria tersebut, faktor agamalah yang paling dominan dalam mewujudkan keluarga sakinah. Sedangkan 3 kriteria lainnya hanya kriteria pendamping yang lebih mempercepat tujuan tersebut. karena begitulah, faktor agama harus menjadi keharusan dalam menentukan calon pasangan.
2) Melakukan pernikahan dengan benar (memenuhi syarat dan rukunya)
Kunci utama untuk mendapatkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah adalah meluruskan niat kita berkeluarga karena ingin mendapat ridha Allah SWT. Masing-masing anggota keluarga harus memahami dan menunakan hak dan kewajiban sebagai pasangan suami isteri, diantaranya sebagai berikut:
hubungan suami isteri, hubungan anak-anak dan orantuanya, hubungan diantara saudaranya. Pada hakikatnya kehidupah keluarga sakinah adalah kehidupan yang diridhai Allah SWT, yang para pelakunya adalah orang yang menjalani kehidupan dengan
senantiasa berusaha dan mencari keridoan Allah SWT dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan mejauhi larangan Nya.35 e. Cara Menjaga Keluarga Sakinah
Perlu digaris bawahi bahwa sakinah tidak datang begitu saja, tetapi ada syarat bagi kehadirannya. Ia harus diperjuangkan, dan yang pertama lagi utama, adalah menyiapkan kalbu. Sakinah/ketenangan demikian juga mawaddah dan rahmat bersumber dari dalam kalbu, lalu terpancar keluar dalam bentuk aktivitas. Alquran menegaskan bahwa tujuan dsyariatkannya pernikahan adalah untuk menggapai sakinah.
Mawaddah dan rahmat.Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan sifat dan kecenderungan tertentu yang tidak dapat menghasilkan ketenangan dan kesempurnaan kecuali dengan memadukan kecenderungan itu, lalu menjadikan antara merea mawaddah dan rahmat, yakni menganugerahi mereka potensi yang harus mereka asah dan kembangkan sehingga dapat lahir dari pernikahan mereka mawaddah dan rahmat.Kelirulah yang beranggapan bahwa, dengan pernikahan, otomatis Allah menganugrahi pasangan itu mawaddah dan rahmat karena, jika demikian, pastilah kita tidak akan menemukan pernikahan yang gagal. Sekian banyak tuntutan agama yang tersurat dan tersirat yang harus diindahkan oleh pasangan suami-isteri sehingga sakinah, mawaddah, dan rahmat itu dapat menghiasi rumah tangga mereka.mawaddah harus diusahakan karena hati berada di tangan
35 Lilis Satriah, Bimbingan Konseling Keluarga Untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah,Mawaddah,Warahmah(Bandung: Fokusmedia, 2017), 36.
Tuhan yang kuasa membolak-balikannya antara cinta dan benci, suka dan tidak suka.36
Setiap muslim berkeinginan untuk membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Tidak mudah mewujudkannya dan butuh perjuangan keras. Keluarga sakinah harus diperjuangkan.
Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk menjaga keluarga sakinah yaitu:
1) Komunikasi
Semua persoalan berawal dari komunikasi yang tidak baik, terjadinya miss komunikasi dapat menjadi faktor awal munculnya masalah dalam. Maka, membangun komunikasi keluarga yang efektif menjadi tugas utama setiap anggota keluarganya.
2) Minat yang sama
Saling mengetahui dan menghargai kesukaan atau hobi masing-masing
3) Family time
Family time mengacu kepada seluruh keluarga. Artinya ini adalah kesempatan baik untuk berkumpulnya suatu keluarga, yang dapat membantu pada harmonisnya kehidupan keluarga serta hubungan pasangan suami isteri.
36 Abdul Kholiq, Konsep Keluarga SakinahDalam Perspektif Quraish Shihab(Jurnal inklusif Vol 2 No 4 Desember 2017)
4) Hari sendiri (Me Time)
Dalam keluarga juga perlu membutuhkan hari-hari sendiri, dengan melakukan hobi atau kesukaannya. Jika pasangan suami isteri saling mengerti akan hal ini. Maka ini sangat membantu suatu hubunga untuk tetap selalu menjaga keharmonsan keluarga.37
Keharmonisan yang sejati itu berada dalam kebaikan dan keberkahan, maka dalam suatu keluarga harus mengetahui kebaikan dan keberkahan itu sendiri, sehingga dapat memiliki gambaran tentang keharmonisan dalam kebaikan dan keharmonisan dalam keberkahan.38
37 Lilis Satriah, Bimbingan Konseling Keluarga Untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah,Mawaddah,Warahmah(Bandung: Fokusmedia, 2017),42
38 Muhammad Shalih al-Munajjid, Tuntunan Menggapai Keluarga Sakinah Disertai Kiat-Kiat Memperbaiki Keadaan Rumah Tangga (Tidak ada kota: Pustaka Ibn Umar), 14