BAB 4 PEMBAHASAN
4.1 Cara Distribusi Obat yang Baik
4.1.6 Keluhan, Obat Kembalian, Diduga Palsu, dan
Semua keluhan dan informasi lain tentang obat berpotensi rusak harus dikumpulkan, dikaji, dan diselidiki sesuai dengan prosedur tertulis, serta harus tersedia dokumentasi untuk setiap proses penanganan keluhan, termasuk pengembalian dan penarikan kembali, serta dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Sejauh ini keluhan yang terjadi di PBF PT SamMarie Tramedifa hanya mengenai ketidakcocokan diskon dan ketidaksesuaian antara nama atau jumlah obat yang dikirim dengan yang dipesan oleh outlet sehingga barang yang telah dikirim lalu dikembalikan. Ketidaksesuaian antara obat yang dikirim dengan yang dipesan bisa terjadi karena outlet tidak jadi memesan obat tersebut. Dengan demikian, penting kiranya untuk mengonfirmasi ulang pesanan outlet sebelum barang diantarkan. Untuk obat yang mendekati expired date, PBF PT SamMarie melakukan retur ke distributor sehingga tidak ada obat yang kadaluarsa di PBF PT SamMarie Tramedifa.
4.1.7 Transportasi
Obat dan/atau bahan obat harus diangkut dengan kondisi penyimpanan sesuai dengan informasi pada kemasan. Metode transportasi yang tepat harus digunakan mencakup transportasi melalui darat, laut, atau udara. Transportasi yang digunakan harus memadai dan dapat menjamin bahwa obat tidak mengalami perubahan kondisi selama transportasi yang dapat mengurangi mutu.
PBF PT SamMarie Tramedifa melakukan pengantaran menggunakan motor dan mobil. Kendaraan yang digunakan sebelum mengantar barang akan dicek keadaannya, misalnya pengecekan ban kendaraan dan bensin. Kendaraan
Universitas Indonesia
operasional selalu diservis tiap bulan oleh kurir agar kondisi kendaraan tetap baik saat digunakan dan tidak mempengaruhi proses distribusi.
4.1.8 Dokumentasi
Dokumentasi merupakan hal penting dari sistem manajemen. Di PBF PT SamMarie Tramedifa sendiri, dokumentasi ditujukan untuk meminimalkan kesalahan komunikasi lisan dan memudahkan penelusuran. Dokumen tersebut merupakan dokumentasi yang terkait dengan kegiatan distribusi (pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan pelaporan). Sistem dokumentasi yang dibuat oleh PBF PT SamMarie Tramedifa menggunakan Tramedifa System. Selain dalam bentuk elektronik, dokumentasi juga yang dibuat dalam bentuk tertulis, baik berupa hasil cetak dari data Tramedifa System maupun data berupa tulisan tangan.
Salah satu contoh dokumentasi yang dibuat berupa SPB PT SamMarie Tramedifa untuk outlet dan SP dari outlet untuk PT SamMarie Tramedifa. Isi dari dokumentasi SPB tersebut harus tertulis jelas disetujui, ditandatangani, serta terdapat tanggal pemesanan dan tanggal cetaknya. Hal tersebut dilakukan oleh personil yang berwenang, yakni penanggung jawab PBF. Penyimpanan dokumentasi disimpan minimal 3 tahun dan dalam hal ini PT SamMarie Tramedifa sudah melakukan penyimpanan dokumentasi secara elektronik selama
± 3 tahun, tetapi untuk dokumentasi tertulis, kegiatan tersebut baru dilakukan beberapa waktu belakangan ini.
4.1.9 Pelaporan Kegiatan di PBF PT SamMarie Tramedifa
PBF PT SamMarie Tramedifa selalu menyampaikan laporan kegiatan, meliputi kegiatan penerimaan dan penyaluran obat, kepada Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dengan tembusan kepada Kepala Badan POM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kepala Balai POM setiap 3 (tiga) bulan sekali. Untuk psikotropika, PT SamMarie Tramedifa selalu memberikan laporan setiap bulan. Pelaporan kegiatan dilakukan dengan mengirim dokumen ke instansi terkait melalui pos. Dokumen yang dikirim memuat data tentang stok barang di gudan, serta jumlah pembelian dan penjualan yang dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan tersebut untuk masing-masing item obat. Pelaporan kegiatan yang
dilakukan oleh PT SamMarie Tramedifa telah sesuai dengan ketentuan pasal 8 PMK RI Nomor 1148 Tahun 2011 tentang PBF dan PMK RI Nomor 912 Tahun 1997 tentang Kebutuhan Tahunan dan Pelaporan Psikotropika.
4.2 Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik 4.2.1 Sistem Manajemen Mutu
Sistem dokumentasi PAK PT. SamMarie Tramedifa mengandalkan software Tramedifa System. Setiap data dan dokumen yang dimasukkan akan saling terintegrasi ke seluruh komputer personil semua unit bagian sehingga memudahkan akses tiap personil terhadap data perusahaan yang terkait dalam proses kerjanya. Untuk membatasi akses, masing-masing personil memiliki identitas pengguna dan kata sandi tersendiri sehingga mencegah akses dari personil yang tidak berkepentingan. Khusus untuk beberapa data, misalnya kode obat dan alkes, hanya petugas gudang, bagian pengadaan, dan penanggung jawab saja yang berwenang memasukkan atau mengubah data dalam sistem.
Selain mengandalkan sistem komputerisasi, dilakukan pula pencetakan dan back up data untuk mempermudah pemeriksaan dan mencegah kehilangan data karena kerusakan sistem. Contoh dokumen yang dicetak adalah SPB PAK PT. SamMarie Tramedifa untuk outlet dan Surat PO outlet untuk PAK PT.
SamMarie Tramedifa. Isi dari dokumen-dokumen tersebut harus tertulis jelas disetujui dan ditandatangani penanggung jawab PAK, serta terdapat tanggal pemesanan dan tanggal cetaknya.
Batasan minimal penyimpanan dokumen PAK yang tercantum dalam CDAKB adalah tidak kurang dari dua tahun terhitung tanggal alat kesehatan tersebut dikirim dari produsen atau paling tidak, sama dengan lifetime (umur guna) alat kesehatan yang bersangkutan sebagaimana ditetapkan oleh pabrik pembuat alat kesehatan tersebut. Sehubungan dengan batasan penyimpanan tersebut, PT. SamMarie Tramedifa menetapkan minimal penyimpanan data adalah 3 tahun. Penetapan tersebut selain berusaha untuk memenuhi ketentuan CDAKB, juga untuk menyesuaikan dengan ketentuan penyimpanan dokumen PBF yang dipersyaratkan oleh CDOB.
Universitas Indonesia
4.2.2 Pengelolaan Sumber Daya 4.2.2.1 Personil
PT. SamMarie Tramedifa memiliki 24 orang personil yang terbagi dalam beberapa unit kerja. Sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Juknis CDAKB 2012, organisasi ini harus memiliki pejabat yang berfungsi sebagai penanggung jawab teknis dengan minimal pendidikan D3. Untuk PT. SamMarie Tramedifa, penanggung jawab PAK-nya merupakan seorang tenaga apoteker dengan kompetensi, mencakup pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman, yang telah diakui. Untuk teknisi, tidak diperlukan adanya teknisi karena perusahaan ini hanya bergerak dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) non elektromedik sehingga penanganannya tidak memerlukan pengetahuan, fasilitas, dan personalia yang terlatih khusus. Struktur organisasi perusahaan ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga setiap personil mengetahui deskripsi pekerjaannya masing-masing.
Dalam proses kerja sehari-hari, PT. SamMarie Tramedifa belum menerapkan instruksi kerja dan prosedur tetap pada setiap tahap kegiatan secara keseluruhan. Beberapa instruksi kerja dan protap sudah ada yang terbentuk dan dilaksanakan, tapi sebagian yang lain masih dalam tahap penyusunan penanggung jawab bagian sehingga untuk proses yang protapnya belum ada, personil pelaksana menjalankan tugas dan kewajibannya berdasarkan kebiasaan sehari-hari dan instruksi lisan dari atasannya. Padahal, beberapa personil ada yang merangkap dua atau lebih sub-unit kerja sehingga bila ada personil yang tidak masuk kerja atau absen, pengganti personil tersebut akan kesulitan melakukan dan mengulangi pekerjaan tersebut persis sama. Oleh karena itu, diharapkan penyusunan instruksi kerja dan protap keseluruhan dapat diselesaikan secepat mungkin dan segera diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Bila sudah selesai, dokumen tersebut harus dikomunikasikan kepada, dimengerti oleh, tersedia bagi, dan diterapkan oleh semua personil yang terkait.
Untuk mengontrol penerimaan dan kerja personalia, PT. SamMarie Tramedifa menerapkan kebijakan berupa penentuan pendidikan dan kompetensi minimal personil di beberapa unit bagian tertentu. Pada proses rekruitmen, bagian
finance menetapkan pendidikan minimal adalah SMK jurusan akuntansi dan bagian pharma menetapkan pendidikan minimal adalah apoteker karena unit kerja tersebut membutuhkan kompetensi khusus terkait tanggung jawab kerja yang mereka lakukan. Untuk bagian gudang tidak ada persyaratan khusus, hanya ditetapkan pendidikan minimalnya SMA, sementara untuk kurir hanya ditetapkan persyaratan bisa mengendarai kendaraan bermotor.
Proses penerimaan pegawai baru hanya dibuka jika ada unit kerja tertentu yang membutuhkan tenaga pegawai baru. Supervisor unit yang membutuhkan pegawai baru akan menghubungi GA Manager untuk menetapkan proses penerimaan pegawai. Pelamar yang dirasa cocok dengan kualifikasi yang dicari akan menjalani psikotes dan yang terbaik akan dinyatakan diterima.
4.2.2.2 Bangunan dan Fasilitas
Untuk menjamin perlindungan dan distribusi alkes, PT. SamMarie Tramedifa menyediakan gedung, gudang, peralatan, dan fasilitas lain yang menunjang kegiatan tersebut. Perusahaan ini berlokasi di Jalan Cipinang Muara I No 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur dan terletak di tepi jalan raya. Bangunan PAK PT. SamMarie Tramedifa bertempat di suatu bangunan ruko dua lantai.
Bangunan dirancang dan disesuaikan untuk memastikan bahwa kondisi penyimpanan sesuai peruntukannya dan area penyimpanan dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai sehingga memungkinkan semua kegiatan dilaksanakan dengan akurat dan seksama. Selain itu, bangunan telah diatur agar dapat menyimpan produk alkes sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan produk Komponen penting yang harus dimiliki PAK untuk menunjang proses penyimpanan tersebut adalah gudang penyimpanan alkes.
Gudang penyimpanan alkes PT. SamMarie Tramedifa terletak di lantai 2 bangunan. Ruangan gudang telah didesain sedemikian rupa sehingga mampu melindungi produk dari kontaminasi dan kerusakan, termasuk melindungi dari panas berlebih atau paparan sinar matahari, serta binatang, serangga, jamur. Untuk mencegah akses ilegal dan timbulnya bahaya akibat penempatan barang yang tidak tepat, diberlakukan sistem kontrol akses sehingga hanya petugas gudang
Universitas Indonesia
yang boleh memasuki gudang alkes. Personil yang tidak berkaitan dan berkepentingan dilarang memasuki gudang, kecuali dengan izin dan pengawasan langsung petugas gudang.
Ruang penyimpanan harus kering, bersih, bebas limbah, dan debu yang terakumulasi. Proses pembersihan dilakukan setiap pagi hari dengan menyapu lantai gudang penyimpanan oleh personil bagian rumah tangga. Untuk menghindari kontaminasi, toilet diletakkan terpisah dan cukup jauh dari gudang penyimpanan. Di dalam gudang pun tidak ada tempat sampah sehingga personil diharuskan membuang sampah di luar gudang. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari adanya sampah yang dapat mengontaminasi produk yang disimpan.
Kelengkapan yang tersedia di dalam gudang alkes, antara lain rak-rak untuk penyimpanan produk yang dalam bentuk satuan piece, palet sebagai alas wadah karton untuk produk yang dalam satuan box atau masih belum dikeluarkan dari wadah kartonnya, dan termometer sebagai alat pengendali suhu dalam gudang. Penyusunan rak-rak di dalam gudang cukup tinggi sehingga memerlukan bangku pijakan bila ingin mengambil atau mengecek produk di tingkat tertinggi.
Selain itu, luas ruang gudang pun terasa kurang memadai bila dibandingkan dengan jumlah stok produk alkes yang dimiliki PT. SamMarie Tramedifa sehingga ruang untuk berjalan dan melakukan kegiatan sangat minim. Hal ini menyulitkan petugas gudang yang ingin mengambil produk pesanan outlet atau melakukan stock opname alkes tiap tiga bulan sekali. Oleh karena itu, penting kiranya untuk lebih memperhatikan luas ruangan dan penyusunan barang di gudang alkes untuk mempermudah mobilitas personil dalam gudang.
Ruang penerimaan dan pengiriman alkes sejauh ini dilakukan di tempat yang sama karena keterbatasan ruangan gudang. Penerimaan dan pengiriman alkes dilakukan di ruang lobi lantai satu. Ketika produk alkes diterima, personil gudang akan memeriksa kelengkapan data dan dokumen produk, sembari meletakkan alkes di lobi lantai satu. Setelah lulus pemeriksaan, produk datang akan dibawa naik ke gudang alkes di lantai dua untuk disimpan. Apabila ada pesanan dari outlet, produk akan dibawa turun kembali ke lobi untuk dikemas, ditandai, dan dilengkapi dengan dokumen pengiriman, lalu dikirimkan ke outlet oleh kurir alkes. Meski begitu, dalam CDAKB disebutkan bahwa ruang
penerimaan dan pengiriman alkes harus terpisah sehingga dapat dinyatakan PT.
SamMarie Tramedifa masih belum memenuhi persyaratan tersebut.
Setelah datang dan diperiksa, barang baru biasanya diletakkan dan ditumpuk di lantai lobi, terutama untuk barang-barang yang ukurannya besar atau dalam jumlah banyak. Hal ini harus segera dibenahi karena bila terlalu lama diletakkan di lantai, kelembaban lantai akan mempengaruhi karton kardus dan dapat menurunkan kekuatan tegak kardus. Selain itu, hendaknya perlu diperhatikan juga mengenai keterangan penyimpanan dan penanganan produk yang tertera pada kemasan kardusnya, misalnya berapa tumpukan maksimum kardus yang diperbolehkan, produk termasuk barang rentan pecah atau tidak, dan lain sebagainya.
Lingkungan dalam gudang diatur agar tidak melebihi suhu 20oC menggunakan Air Conditioner (AC) yang selalu hidup setiap saat. Pengontrolan suhu dilakukan menggunakan dua macam termometer, yakni termometer konvensional dan termometer modern yang juga dilengkapi dengan indikator kelembaban. Maksud penggunaan dua macam termometer ini adalah agar keduanya saling meng-cross check hasil satu sama lain. Apabila nilai keduanya pada satu titik pencatatan cukup berbeda, personil gudang akan melakukan pemeriksaan pada kedua termometer tersebut. Suhu dicatat oleh personil gudang tiga kali sehari, pada saat pagi, siang, dan sore pada Formulir Pengendalian Kondisi Gudang. Formulir ini terdiri atas dua rangkap, masing-masing berisi data suhu yang terukur melalui tiap termometer yang terdapat di dalam gudang.
Sebagai langkah preventif dan protektif terhadap produk, bisa dipertimbangkan untuk meletakkan termometer dan higrometer di dekat pintu keluar masuk karena area tersebut memiliki suhu yang paling fluktuatif. Selain itu, termometer dan higrometer yang digunakan harus dirawat dengan baik dan dikalibrasi secara berkala untuk menjamin akurasi dan presisi pengukurannya.
Hasil kalibrasi tersebut harus dicatat dan disimpan bila telah dilakukan.
4.2.3 Penyimpanan dan Penanganan Persediaan
Penyimpanan dan penanganan persediaan terbagi menjadi beberapa proses, yakni pemesanan dan penerimaan produk dari distributor, perputaran dan
Universitas Indonesia
kontrol produk selama dalam pengawasan PT. SamMarie Tramedifa, serta pengiriman produk ke outlet.
4.2.3.1 Pemesanan dan Penerimaan Produk ke Distributor
Pemesanan obat ke distributor dilakukan berdasarkan kondisi buffer dan safety stock alkes yang dikontrol menggunakan software Tramedifa System. Jika keadaan buffer dan safety stock alkes sudah mendekati stok minimum, personil penanggung jawab PAK akan menghubungi distributor utama, lalu mengirimkan PO. Setelah terjadi kesepakatan harga, distributor akan mengirimkan barang yang dipesan. Sementara untuk produk alkes yang belum tersedia di gudang sebelumnya dan baru akan diadakan oleh pihak PAK, misalnya produk alkes tertentu yang dibutuhkan oleh outlet, personil penanggung jawab PAK akan menghubungi rekanan distributor terlebih dahulu untuk mencari informasi mengenai produk, ketersediaannya, membicarakan kesepakatan harga, diskon, jatuh tempo pembayaran, dan waktu pengiriman barang.
4.2.3.2 Penerimaan Produk
Barang yang dikirimkan oleh distributor diterima oleh personil gudang PAK, kemudian diperiksa kelengkapan informasi barang yang datang, meliputi segel, nama produk, jumlah, harga, diskon, nomor bets, dan expired date (bila ada). Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan kondisi kemasan barang, seperti ada tidaknya kebocoran atau kerusakan fisik kemasan, dan lain sebagainya. Kopi faktur pembelian diserahkan oleh kurir yang mengantar barang dan diterima oleh petugas gudang PAK. Apabila tidak terjadi kesesuaian antara PO dan isi faktur, dapat segera dilakukan retur (pengembalian barang) ke distributor. Namun, apabila barang sudah sesuai dengan permintaan, kurir akan memberikan kopi faktur pembelian dari distributor untuk ditandatangani oleh penerima barang di PAK. Selanjutnya, barang akan diletakkan di lobi sebelum akhirnya dipindahkan ke gudang.
4.2.3.3 Kalibrasi
Sarana PAK harus memastikan peralatan yang digunakan untuk menjamin penyimpanan dan distribusi alat kesehatan harus dikalibrasi atau diverifikasi pada interval kurun waktu tertentu atau sebelum digunakan terhadap standar pengukuran berdasarkan pada nasional maupun internasional, dalam periode tertentu atau sebelum penggunaan. Namun, kegiatan kalibrasi belum pernah dilakukan di PT. SamMarie Tramedifa. Bila ada alat ukur yang pengukurannya tidak tepat, alat ukur tersebut akan langsung diganti dengan produk yang baru.
Seharusnya, dapat dilakukan proses kalibrasi terlebih dahulu untuk mengembalikan akurasi dan presisi alat. Apabila setelah dilkalibrasi ulang alat masih tidak mengukur dengan benar, baru bisa dipertimbangkan menggantinya dengan produk yang baru. Selain itu, proses kalibrasi ulang harus dijadwalkan tiap interval waktu tertentu untuk mencegah ketidaktepatan pengukuran alat yang menimbulkan gangguan terhadap penyimpanan produk alat kesehatan.
4.2.3.4 Rotasi Persediaan
Proses perputaran dan kontrol produk terjadi ketika produk sudah diterima dan dalam pengawasan PAK untuk disimpan atau dikeluarkan. Proses perputaran diawali dengan perencanaan terhadap produk untuk menyusun kebutuhan alkes yang tepat dan sesuai kebutuhan untuk mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan persediaan. Data keseluruhan produk dibuat tergabung ke dalam satu database software yang sudah diaplikasi ke dalam software yang diberi nama
“Tramedifa System”. Software ini terintegrasi ke seluruh perangkat komputer yang ada di kantor PT. SamMarie Tramedifa sehingga tiap unit bagian kerja dapat mengakses data-data terkait untuk pelaksanaan seluruh kegiatan operasional di PAK tersebut. Stok minimum barang diambil dari data pareto selama 3 bulan ke belakang dan dan diperbaharui tiap sebulan sekali.
Perencanaan alkes di PT. SamMarie Tramedifa dilakukan berdasarkan beberapa parameter sebagai faktor pengendali persediaan. Faktor-faktor tersebut dapat meliputi:
a. Konsumsi rata-rata, yang sering juga disebut permintaan (demand). Konsumsi rata-rata dapat dilihat dari banyaknya pemesanan alkes yang dipesan, baik
Universitas Indonesia
oleh SFHG maupun costumer atau sub-distributor yang sudah bekerjasama dengan PAK PT. SamMarie Tramedifa.
b. Safety stock atau stok pengaman, yaitu stok yang selalu disediakan untuk menghindari kekosongan stok akibat hal-hal tertentu, misalnya keterlambatan pengiriman dari distributor, peningkatan permintaan yang luar biasa, dan lain-lain.
c. Persediaan minimum, di mana persediaan minimum adalah jumlah persediaan terendah yang harus tersedia di PAK. Apabila penjualan telah mencapai nilai persediaan minimum, pemesanan akan langsung dilakukan. Untuk pemesanan alkes standar di PT. SamMarie Tramedifa, pemesanan dilakukan dengan melihat jumlah stok minimum yang terdapat di gudang. Jumlah stok minimum dapat secara langsung dicek oleh bagian pengadaan ketika ada pemesanan produk tersebut.
d. Perputaran persediaan, menggambarkan jumlah siklus yang dialami barang dari mulai pembelian hingga penjualan kembali. Jika suatu barang memiliki angka perputaran persediaan besar, barang tersebut dikategorikan sebagai barang fast moving. Sebaliknya, jika angka perputaran persediaan barang terbilang kecil, barang tersebut dikategorikan slow moving.
Prosedur manajemen produk alkes yang diterapkan PT. SamMarie Tramedifa dibedakan atas dasar apakah produk tersebut memiliki expired date atau tidak. Untuk produk yang tidak memiliki expired date, diberlakukan sistem distribusi FIFO agar perputaran produk lebih terjamin. Namun, bila produk memiliki expired date, untuk memastikan bahwa produk yang masa kadaluarsanya lebih dahulu dijual dan atau didistribusikan diberlakukan sistem FEFO.
Pengontrolan produk dilakukan dengan melakukan stock opname tiap tiga bulan sekali. Pada saat itu, kuantitas produk yang tercatat dalam software akan dibandingkan langsung dengan kuantitas produk yang fisiknya benar-benar ada di gudang. Stock opname dilakukan oleh penanggung jawab dan petugas gudang alkes, dibantu oleh personil lain yang telah mendapat persetujuan oleh penanggung jawab dan petugas gudang. Apabila terjadi ketidakcocokan antara data di software dengan kuantitas produk di gudang, dilakukan penelusuran
terhadap selisih produk. Apabila penyebab selisih tidak ditemukan, bisa dilakukan penyesuaian pada data di software dan PAK akan mengganti rugi produk yang dinyatakan hilang dalam selisih penghitungan stock opname.
4.2.3.5 Pengiriman dan Penyerahan kepada Outlet
Pemesanan produk alkes oleh outlet kepada PAK PT. SamMarie Tramedifa dilakukan dengan mengirimkan PO kepada PAK via fax atau telepon.
PO akan diterima oleh penanggung jawab PAK untuk diperiksa ketersediaannya secara komputerisasi. Setelah produk dinyatakan tersedia di gudang, penanggung jawab PAK akan mencetak SPB (Surat Permintaan Barang) yang memuat semua produk pesanan outlet beserta kuantitasnya. Bila SPB sudah jadi, petugas gudang akan langsung mencetak faktur melalui data SPB yang sudah otomatis masuk ke komputer gudang.
Tiap faktur dapat memuat hingga sebanyak sepuluh item pesanan dan apabila pesanan lebih dari sepuluh item, petugas akan membuat faktur baru.
Faktur penjualan yang telah dicetak petugas gudang memuat nama produk alkes, kuantitas, harga, diskon, nomor bets, expired date dan telah ditandatangani oleh penanggung jawab PAK. Selain dicetak dalam bentuk faktur, data pesanan dari SPB juga akan dicatat ke dalam buku SPB sesuai dengan pesanan setiap nomor SPB. Catatan tersebut berfungsi untuk memonitor pelunasan dari pihak outlet terhadap pesanannya ke PAK.
Setelah faktur dicetak, petugas gudang akan menyiapkan dan mengemas barang yang akan dikirim ke outlet sesuai isi faktur. Namun, sebelum dikemas, produk-produk yang sudah dimasukkan ke dalam wadah pengiriman oleh petugas gudang akan diperiksa sekali lagi kurir untuk memastikan kelengkapan produk dan informasinya sehingga kurir dapat mempertanggungjawabkan pengirimannya.
Setelah itu, produk dikemas dan diantarkan oleh kurir menuju alamat outlet besertadokumen-dokumen yang terkait.
Kendaraan kurir selalu dirawat dan diservis setiap bulan oleh kurir yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kerusakan kendaraan yang dapat menghambat dan menunda proses pengiriman barang oleh kurir. Bila kuantitas produk yang dipesan outlet sedikit dan ukurannya tidak
Universitas Indonesia
terlalu besar, kurir akan mengangkutnya menggunakan sepeda motor. Namun, bila kuantitasnya banyak dan ukurannya besar, produk akan diantar menggunakan mobil. Seringkali kurir mengantar barang menggunakan sepeda motor dengan
terlalu besar, kurir akan mengangkutnya menggunakan sepeda motor. Namun, bila kuantitasnya banyak dan ukurannya besar, produk akan diantar menggunakan mobil. Seringkali kurir mengantar barang menggunakan sepeda motor dengan