Sayagnya, kita sebagai para raja sering memberikan kuasa kepada setan untuk mencuri dari kita. Kita melakukannya melalui dosa kita. Salah satu wilayah terbesar di mana kita memberikan kuasa pada si pencuri adalah melalui hasrat alamiah dosa kita, terutama melalui kemalasan kita. Mari kita kembali lagi ke kitab Kejadian - pada saat kejatuhan Adam dan Hawa - dan lihatlah penghakiman Tuhan atas mereka. Sebagian dari penghakiman Tuhan atas manusia adalah bahwa ia harus bekerja untuk bertahan hidup sejak saat itu.
17) Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu; (Kejadian 3:17)
Manusia telah memberontak terhadap penghakiman Tuhan sampai hari ini. Manusia telah berulangkali memberikan kuasa kepada setan untuk mencuri darinya. Manusia telah membuat dirinya berada di bawah kutuk. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Dengan menolak untuk bersusah payah, yang dalam bahasa lainnya adalah bekerja. Apakah Anda termasuk dalam orang yang memerlukan kesejahteraan? Apakah Anda hidup dengan bantuan dari pemerintah? Jika demikian maka Anda sedang berada di bawah kutuk karena Anda sedang berjalan dalam ketidaktaatan kepada Tuhan!
6) Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak
menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.
7) Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
8) dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.
9) Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
10) Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. (2 Tesalonika 3:6-10)
Paulus telah banyak menuliskan tentang hal ini, bukan? Ingat, salah satu kutuk yang ditimpakan kepada kerajaan Romawi di masa Paulus berasal dari masalah kemakmuran/kekayaan. Para ahli sejarah telah berulang kali menyatakan bahwa kesejahteraan merupakan salah satu masalah utama yang membawa kehancuran kerajaan Romawi. Jika kita membiarkan hal ini terus terjadi, sistem jaminan sosial juga akan membawa kejatuhan Amerika. Masalah inilah yang menyebabkan tergelincirnya Amerika ke dalam kebangkrutan. Tuhan secara langsung memerintahkan kita untuk bekerja dan mencari nafkah. Jika Anda tidak melakukannya, maka Anda sedang berdosa! Bahkan mereka yang cacat pun bisa bekerja jika mereka mau. Ada sedikit orang yang terlalu sakit untuk bekerja, tetapi jumlahnya terlalu sedikit dibandingkan dengan mereka yang ada dalam jaminan sosial atau semacamnya. Menurut Firman Tuhan, gerejalah yang seharusnya peduli kepada mereka yang benar-benar tidak bisa bekerja, bukan pemerintah (Lihat Markus 14:7, 1 Timotius 5:3,16).
Jaminan sosial adalah suatu kutuk yang diturunkan dari generasi ke generasi. Hasrat untuk tidak bekerja sudah ada sejak dahulu. Itu merupakan bagian dari sifat dosa setiap manusia. Tidak ada yang membuat ketagihan dengan begitu cepatnya seperti menerima sesuatu yang tidak berisi! Alasan yang sering orang kemukakan untuk tidak melepaskan jaminan sosial mereka adalah karena mereka tidak menemukan pekerjaan. Omong kosong! Kenyataannya adalah mereka tidak bisa menemukan pekerjaan yang mendapatkan uang sebanyak uang yang diberikan oleh jaminan sosial. Jawabannya adalah melakukan dua buah pekerjaan. Harap dicatat kalau Rasul Paulus mengatakan, " ... dan tidak makan roti dengan percuma, tetapi kamu berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu." (2 Tesalonika 3:8)
Yesus dengan jelas menyatakan prinsip bahwa dalam kerajaan Tuhan, seorang manusia harus membuktikan kesetiaannya dan kepercayaannya dalam perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum diberikan yang lebih besar lagi.
10) Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
11) Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
12) Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Lukas 16:10-12)
20) Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
21) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Matius
25:20-21)
Kemudian dalam perumpamaan yang sama, Yesus menghukum pelayan yang malas.
26) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menuai?
27) Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
28) Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
29) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
30) Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. (Matius 25:26-30)
6) Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
7) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu. (1 Petrus 5:6-7)
Anda harus mengambil langkah pertama dalam iman. Pergi dan bekerjalah, betapapun kecilnya atau rendahnya pekerjaan itu. Saat Anda melakukannya, mintalah pengampunan dari Tuhan atas segala kemalasan dan karena Anda bergantung pada jaminan sosial dan pemerintah, bukannya kepada Tuhan. Mintalah kepada Tuhan untuk mengangkat semua kutuk dari hidup Anda. Maka Tuhan akan bebas untuk memberkati Anda dengan pekerjaan dan keuangan yang lebih baik lagi.
25) Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.
26) Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas. (Amsal 21:25-26).
Apakah yang menjadi tanda dari wilayah-wilayah dalam kota kita yang kebanyakan masyarakatnya mendapat jaminan sosial? Kekerasan dan kejahatan.
Apakah Anda pernah menjadi malas, telat berangkat ke tempat kerja, hanya melakukan separuh dari pekerjaan Anda? Apakah Anda sering berhenti dari suatu pekerjaan Anda karena Anda menginginkan sesuatu yang lebih baik dan dengan gaji yang lebih baik? Hal ini menunjukkan Anda bukanlah pegawai yang bisa dipercaya. Apakah Anda sering bertengkar dengan rekan sekerja Anda? Terlibat dalam gosip dan iri hati? Jika ya, maka Anda sedang memberikan si pencuri suatu kuasa untuk mencuri dari Anda! Firman Tuhan sangat jelas mengenai hal ini:
16) Sebab di mana ada iri hati dan memetingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
17) Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik tidak memihak dan tidak munafik. 18) Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai (Yakobus 3:16-18).
22) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut
akan Tuhan.
23) Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:22-23).
Tidak ada ruang bagi iri hati, perselisihan, atau kemalasan di dalam kerajaan Tuhan! Setiap orang yang Tuhan pakai dalam pelayanan dan berkat-Nya adalah orang-orang pekerja keras.
18) Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah. (Pengkhotbah 10:18)
Kita adalah bangunan Tuhan. Kita adalah bagian dari rumah Tuhan (1 Petrus 2:4-5). Jika kita malas dan menganggur, maka kita sedang memberikan setan suatu kuasa untuk membangun suatu benteng dalam hidup kita. Kita jadi kehilangan kuasa untuk memerintah si pencuri untuk mengembalikan apa yang telah dia curi dari kita melalui semuanya ini.
Kita bisa menjadi malas tidak hanya dalam perkara pekerjaan. Kita bisa menjadi malas dalam hal menolak untuk mendisiplin diri kita sendiri dan untuk menggunakan bakat dan karunia yang telah diberikan oleh Tuhan. Banyak orang yang telah gagal dalam pelayanan Tuhan karena kemalasan dan kurangnya kedisiplinan diri. Roh Kudus memberikan karunia kepada kita, tetapi kita harus berhati-hati menjaganya. Dan hal ini membutuhkan kerja keras!
6) Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (2 Timotius 1:6)
Setelah mengakui dosa kita dan mengubah hidup kita, maka kita memiliki kuasa untuk memerintahkan setan untuk mengembalikan apa yang telah ia curi dari kita melalui dosa kita. Yesus telah memberikan kita kekuatan dan kuasa atas pencuri melalui nama-Nya, tetapi kita harus terlebih dulu mengatur hidup kita - dengan rajin dan cepat - karena waktu itu singkat. Apa yang telah dicuri setan dari Anda? Sukacita Anda? Pekerjaan Anda? Suami, istri, atau anak-anak Anda? Apakah ia mencurinya atau apakah Anda yang memberinya kuasa untuk mengambilnya melalui dosa Anda? Jika setan mencurinya, maka bergegaslah dan ambil kuasa atas pencuri itu dan perintahkan dia untuk mengembalikan pada Anda apa yang telah dia curi dari Anda di dalam nama Yesus Kristus! Biarkan saya memberikan satu contoh dari salah satu kejadian dalam hidup kami sendiri.
Di bulan Januari 1995, Rebecca dan saya dijadwalkan untuk terbang ke Mexico pada hari Minggu pagi. Pada hari Kamis sebelumnya kami mengalami badai es yang parah. Benar-benar hujan es selama 48 jam. Setiap cabang pohon diselubungi dengan es. Sangat indah tetapi juga sangat menghancurkan. Hari Jumat pagi listrik di rumah kami padam. Karena kami tinggal jauh di pedesaan, tetangga terdekat kami tinggalnya kira-kira satu mil dari kami. Kami memperoleh air dari sebuah sumur; karena tanpa listrik kami tidak hanya tidak memiliki penerangan dan pemanas, tetapi juga tidak ada air. Malam itu menjadi dingin sekali. Hari Sabtu paginya listrik masih padam, tetapi kami harus pergi dalam waktu dua hari lagi.
Kami mulai merasa kuatir, sehingga saya pergi keluar untuk melihat apakah saya bisa menemukan kerusakan pada kabelnya untuk membantu pihak perusahaan listrik menemukan masalahnya. Saat saya berjalan menuju ke ujung jalan lahan rumah kami, saya menemukan sebuah cabang pohon yang besar patah dan jatuh melintang di kabel listrik yang masuk ke rumah kami. Bukannya hanya menimpa kabelnya, tetapi cabang itu merusakkan tiang listriknya hingga berserakan di tanah. Kelihatannya tiang itu seperti terbuat dari gelas bukannya dari kayu. Semua peralatan listrik termasuk pengukurnya dan kotak panel listriknya ada di tiang tersebut. Sementara itu sekarang, kabel listrik itu masih lengkap, terpasang di tiang yang terjatuh itu.
Saya mengendarai mobil sejauh 25 mil menuju kota terdekat ke perusahaan listrik untuk memberitahu mereka apa yang telah terjadi. Ketika saya berbicara dengan manajernya, dia hanya menggelengkan kepalanya, "Saya minta maaf Daniel," katanya, "Ada lebih dari 9.000 rumah yang listriknya padam. Karena di tempat Anda tiangnya roboh, maka harus diperbaiki.
Dan kami tidak bisa memperbaikinya sampai minggu depan." Dia juga memberitahu saya bahwa semua peralatan yang ada di tiang itu milik saya dan menjadi tanggung jawab saya untuk menggantinya. Mereka tidak akan memperbaiki tiang itu sampai saya mengganti semua peralatan yang ada di tiang tersebut, dan mereka akan mendenda saya karena tiang yang roboh tersebut. Semuanya itu harus dibayar seharga lebih dari $ 1.000 dan kami tidak memiliki uang sebanyak itu.
Saya kembali ke rumah dengan kecil hati. Ada dua orang wanita yang tinggal bersama kami, Frieda dan Nancy, yang membantu kami menjaga segala sesuatunya saat kami tidak ada di rumah. Saya tidak bisa pergi ke luar negeri dan meninggalkan mereka tanpa adanya listrik. Saya juga takut kalau semua pipa air akan membeku dan meletus. Saya tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan uang untuk mengganti semua peralatan listrik itu. Saat saya tiba di rumah, saya menjelaskan situasi yang ada kepada Rebecca dan memberitahukan kalau sepertinya dia harus pergi ke Mexico tanpa saya.
"Oh tidak, saya yakin itu bukanlah kehendak Tuhan," jawabnya.
"Tetapi saya tidak tahu harus bagaimana lagi, saya tidak bisa pergi tanpa menyelesaikan masalah listrik ini, dan tidak memiliki uang untuk semua peralatan itu," kata saya.
"Saya tidak tahu jawabannya saat ini, tetapi saya yakin kalau kehendak Tuhan adalah kita berdua pergi ke Mexico!"
Dasar wanita! Pikir saya saat saya melemparkan diri ke kursi. Mereka menolak untuk mengerti! Saya marah, merasa frustasi dan kecil hati. Saya tidak tahu Rebecca dan Frieda telah berdoa bagi saya. Saat saya duduk di sana kebingungan, tiba-tiba Tuhan berbicara kepada saya, "Siapa yang mencuri listrik kamu?"
Saya terduduk dengan sigap. Tentu saja! Tidaklah normal bagi sebuah tiang listrik kayu yang dalam keadaan bagus bisa tertebas ke bawah dan hancur berkeping-keping di tanah. Tiang itu masih dalam kondisi bagus, dan kayu tidak hancur berkeping seperti gelas. Normalnya, kabelnya yang akan rusak, bukan tiangnya. Saya telah menyangka kalau es di tiang itulah yang menyebabkan hancurnya tiang itu dan merusakkan semuanya. Setan telah mencuri listrik kami dalam usaha mencegah kami pergi ke Mexico.
Saya melompat, dan pergi ke luar lagi, dan berjalan menuju ke tiang itu. Saya berdiri di tiang yang hancur itu dan memerintahkan, "Setan! Di dalam nama Yesus Kristus Tuhan saya,
saya perintahkan kamu untuk mengembalikan listrik dan peralatan listrik kami hari ini juga! Kamu yang mencurinya, jadi kamulah yang harus mengembalikannya! Saya tidak mau membayar semua ini karena kamulah yang mencurinya. Saya perintahkan kamu untuk mengembalikannya, dan kamu akan melakukannya hari ini juga!"
Dua jam kemudian, bukan satu, tetapi dua truk listrik datang ke area kami, sambil menyeret satu tiang listrik yang baru. Dua orang kru keluar untuk memperbaiki listrik kami. Saya pergi keluar dan bekerja dengan mereka. Mereka tidak hanya memasang satu tiang yang baru, tetapi mereka juga membantu saya memperbaiki semua peralatan listrik saya yang rusak. Segala sesuatunya diperbaiki dan listrik kembali menyala dalam jangka waktu satu jam!
Setelah kami selesai, saya bertanya kepada mandor kru tersebut, "Bagaimana Anda bisa datang hari ini dan memasang tiang yang baru? Saya pikir Anda tidak bisa datang sampai minggu depan."
"Saya tidak tahu," jawabnya. "Kami tidak memiliki rencana untuk datang ke sini sama sekali -apalagi untuk memasang tiang yang baru. Tetapi, saya mendapatkan panggilan dari radio panggil di truk kami yang memberitahukan kalau sebuah truk dan kru serta satu buah tiang yang baru sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Anda dan saya harus menghentikan apa yang sedang saya kerjakan saat itu dan pergi kemari untuk membantu mereka memperbaiki kerusakan di rumah Anda. Begitulah ceritanya, jadi di sinilah kami."
Kristus. Melalui Kristus saya memiliki kuasa atas pencuri untuk memaksa dia mengembalikan apa yang telah dicurinya.
Kami berangkat ke Mexico, dan Tuhan memberkati pelayanan kami. Pada Jumat malam, saya diberikan satu kesempatan istimewa untuk membagikan Ajaran Tuhan kepada para pemuda di mana lebih dari 350 remaja memberikan hati mereka kepada Kristus. Itulah sebabnya setan berusaha keras untuk menghalangi kami pergi ke Mexico.
Yang menarik, setelah kami kembali dari Mexico, saya pergi ke perusahaan listrik untuk berbicara dengan manajernya dan berterima kasih karena telah mengirimkan orang ke rumah kami untuk memperbaiki kerusakannya. Dia menggelengkan kepalanya dengan bingung. "Anda tahu," katanya, "Itu adalah hal yang aneh. Saya tidak pernah membuat penggilan untuk menyuruh orang-orang datang ke rumah Anda. Dan saya tidak pernah bisa menemukan orang yang melakukannya."
Dan saya tahu siapa yang melakukan panggilan tersebut - setan!
Satu tahun kemudian kami sekali lagi berpergian ke Amerika Tengah. Kami mengajarkan prinsip ini di Costa Rica dan kemudian pergi ke Panama dengan bus sewaan. Kami berpergian dengan sejumlah orang dari gereja di mana kami melakukan pelayanan di Costa Rica. Saat kami kembali dari Panama ke Costa Rica, sepasang anak muda memiliki kesempatan untuk mempraktekkan prinsip tadi.
Ada dua pabean di antara dua negara tersebut - satu untuk Panama dan satu lagi untuk Costa Rica. Dan di antara kedua pabean tersebut ada sebuah wilayah kecil kira-kira satu blok kota besarnya. Wilayah ini dipenuhi oleh toko-toko kecil. Saat kami menunggu di pabean pertama di Panama, semua orang bergegas keluar dari bus dan berbelanja di toko-toko kecil di antara dua perbatasan tersebut karena harganya lebih murah. Setelah itu mereka kembali ke bus, dan kami berkendara ke kantor pabean berikutnya. Pada saat itu, dua orang pemuda kembali ke dalam bus dan berbincang dalam bahasa Spanyol. Saat kami mencapai pabean Costa Rica dan sedang duduk menunggu, seorang wanita berlari ke jalan dan masuk ke dalam bus. Dia menyerahkan sejumlah yang kepada dua pemuda itu, mengatakan sesuatu dengan tergesa-gesa, dan bergegas pergi.
Mereka mulai tertawa dan memuji Tuhan. Kami bertanya apa yang telah terjadi. Penerjemah kami mengatakan bahwa kedua pemuda itu telah masuk ke suatu toko dan pemilik toko mencurangi mereka sebesar sepuluh dolar. Mereka mengkonfrontasikan hal itu dengan pemilik toko tersebut, tetapi dia menolak untuk mendengarkan mereka dan mengusir mereka keluar dari toko. Saat mereka berdiri di sisi jalan di depan toko itu sambil mendiskusikan apa yang terjadi, mereka teringat dengan apa yang kami ajarkan tentang berurusan dengan pencuri. Mereka mengambil kuasa atas setan, pencurinya, dan di dalam nama Yesus, memerintahkan dia untuk mengemballikan pada mereka apa yang telah dicurinya melalui pemilik toko itu. Kemudian, mereka kembali ke dalam bus. Wanita yang berlari di jalan dan masuk ke dalam bus itu adalah istri dari pemilik toko tersebut. Dia mengembalikan sepuluh dolar itu dan meminta maaf. Pencurinya telah dipaksa untuk mengembalikan apa yang telah dicurinya!
Sejak kami mengajarkan senjata peperangan yang ampuh ini, kami semakin sering mendengar banyak cerita tentang mereka yang belajar menjadi raja melalui Yesus Kristus dan memperoleh kemenangan atas si pencuri.
* * * * *