KAJIAN PUSTAKA DAN HASIL-HASIL PENELITIAN RELEVAN
A. Kajian Pustaka 1. Hakikat Matematika
2. Kemampuan Berpikir Kreatif a. Kemampuan
Kemampuan (ability) berarti kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan seorang individu dalam menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan (Fitriani dan Yunita Wardianti, 2014:143).Chaplin (Kusumaningrum, 2017:12) kemampuan adalah kekuatan untuk mengerjakan sesuatu.
Kemampuan adalah keahlian seseorang untuk memperoleh suatu keterampilan dan menggunakannya untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu pekerjaanya. Lebih lanjut, Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge
(2008:57) mengemukakan bahwa kemampuan manusia pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua faktor, sebagai berikut:
1. Kemampuan Intelektual adalah kemampuan yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas mental seperti bernalar, memecahkan masalah, dan berpikir.
2. Kemampuan Fisik adalah kemampuan yang digunakan untuk melakukan berbagai pekerjaan seperti memerlukan daya tahan, kekuatan, keterampilan serta karakteristik serupa.
Menurut peneliti kemampuan adalah kesanggupan seseorang dalam mengerjakan sesuatu secara sadar baik itu melalui tenaga otot maupun otak.
b. Berpikir Kreatif
Berpikir adalah imajinasi atau kesadaran yang hadir pada diri seseorang (Sudarma, 2013:38). Menurut Harriman (2017:120) berpikir kreatif adalah suatu pemikiran yang berusaha menciptakan gagasan yang baru. Berpikir kreatif merupakan serangkaian proses, termasuk memahami masalah membuat tebakan dan hipotesis tentang masalah, mencari jawaban, mengusulkan bukti, dan akhirnya melaporkan hasilnya. Menurut Siwi Febriani dan Novisita Ratu (2018) berpikir kreatif merupakan suatu kebiasaan dari pikiran yang dilatih dengan memperhatikan intuisi, menghidupkan imajinasi, mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan baru, membuat sudut pandang yang menakjubkan dan membangkitkan ide-ide yang tak terduga. Berpikir kreatif dapat juga diartikan sebagai perpaduan antara berpikir divergen dan berpikir logis yang berdasarkan pada naluri tetapi masih dalam kesadaran. Matematika pada hakikatnya berkaitan dengan struktur dan gagasan abstrak yang tersusun secara
12
sistematis dan logis melalui berpikir deduktif, sehingga diperlukan proses berpikir ketika mempelajari matematika. Berpikir kreatif adalah bagian dari kecakapan hidup yang dibutuhkan siswa untuk menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin meningkat, tuntutan, persaingan global, serta tantangan yang semakin erat. Berikut terdapat bebarapa pemahaman tentang berpikir kreatif matematis dari para ahli:
1) Siswono (2006:1)
Berpikir kreatif adalah suatu proses yang kita gunakan ketika memiliki ide-ide baru atau menggabungkan ide-ide yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
2) Noer (2011:104)
Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan untuk memunculkan ide dan metode baru untuk memecahkan persoalan matematika.
3) Mursidik (2015:26)
Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk menenmpatkan beberapa objek yang ada dan menggabungkannya ke dalam bentuk yang berbeda untuk tujuan yang baru.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka berpikir kreatif dalam penelitian ini adalah memahami hal-hal baru dari masalah untuk menciptakan hal-hal baru atau menciptakan beberapa solusi untuk berbagai masalah tersebut.
c. Kemampuan Berpikir Kreatif
Kemampuan berpikir kreatif adalah keterampilan yang diperlukan seseorang untuk dapat menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan sosial
dan pribadinya. Menurut Siswono (2005:15) kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan seorang siswa untuk memahami suatu masalah dan menemukan solusi dengan menggunakan metode dan strategi yang berbeda.
Menurut Mahmudi (2010:2), kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir yang mengarah pada pendekatan baru, cara pandang baru, wawasan baru, serta cara baru dalam memahami sesuatu.
Silver (Siswono, 2006:2) mengemukakan kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan sebagai indikator dalam menilai berpikir kreatif siswa berdasarkan pemecahan masalah. Masalah yang belum terselesaikan adalah bagian dari resolusi masalah. Ketiga indikator tersebut diijelaskan secara rinci dibawah ini:
1. Kefasihan yaitu keragaman atau berbagai macam jawaban atas masalah yang dibuat oleh siswa dengan hasil jwaban yang tepat dan benar.
2. Fleksibilitas yaitu kemampuan siswa untuk memecahkan masalah dengan berbagai cara yang berbeda.
3. Kebaruan yaitu kemampuan siswa untu menanggapi masalah dengan beberapa jawaban yang berbeda tetapi dengan hasil yang benar, atau untuk memberikan jawaban yang umumnya tidak dibuat oleh individu (siswa) pada tingkat perkembangan atau pengetahuannya.
Adapun indikator berpikir kreatif menurut Munandar (Novita Eva, 2017:15) ada empat, yaitu:
a) Aspek kelancaran (fluency) meliputi kemampuan:
I. Mampu menyelesaikan serta memberikan berbagai jawaban dalam suatu masalah;
14
II. Memberikan beberapa pernyataan atau contoh mengenai situasi atau konsep yang telah ditentukan.
b) Aspek keluwesan (flexibility) meliputi kemampuan:
I. Menggunakan berbagai macam prosedur untuk menyelesaikan soal.
II. Menyajikan berbagai macam pernyataan atau model yang terkait dengan konsep atau situasi matematika tertentu.
c) Aspek kebaruan (Originality) meliputi kemampuan:
I. Memakai metode baru, tidak biasa, atau unik untuk memecahkan masalah.
II. Menyajikan pernyataan atau contoh baru, tidak biasa, atau unik.
d) Aspek keterincian (Elaboration) kemampuan yang dimuat: Mendeskripsikan secara runtut, koheren, dan terperinci mengenai prosedur matematis, situasi, atau hasil matematis tertentu.
Torrance (Suparman, 2017:34) juga mengemukakan pendapat tentang indikator kemampuan berpikir kreatif sebagai berikut:
1. Fluency (Kelancaran) adalah memiliki banyak ide/gagasan dalam berbagai kategori.
2. Flexibility (Keluwesan) adalah memiliki gagasan/ide yang beragam.
3. Originality (Keaslian) adalah memiliki gagasan atau ide baru untuk menyelesaikan persoala.
4. Elaboration (Elaborasi) adalah menguraikan ide atau gagasan dalam memecahkan masalah secara rinci.
Menurut Ghufron dan Rini Risnawita S (2014:144) kemampuan berpikir kreatif memiliki aspek yaitu sebagai berikut:
1. Kelancaran Berpikir
Kemampuan untuk mengungkapkan banyak ide dan gagasan dengan lancer.
2. Keluwesan Berpikir
Kemampuan untuk melihat banyak sudut pandang dan memberikan banyak jawaban atas suatu maslah.
3. Keaslian Berpikir
Kemampuan memberikan jawaban yang tidak diduga dan tidak terpikirkan oleh orang pada umumnya atau mempunyai gagasan yang belum atau jarang diberikan orang lain.
4. Elaborasi atau Merinci
Kemampuan untuk mengembangkan dan memperkaya ide dan kemampuan untuk menjelaskan ide secara detail.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif yaitu kemampuan atau keterampilan untuk mengetahui masalah dan menemukan solusi dengan metode, ide, cara, dan perspektif baru yang berbeda. Penelitian ini mengembangkan indikator menurut Silver (Mulyaningsih, 2018:34) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.1 Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif INDIKATOR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Indikator Berpikir
Kreatif Kemampuan Siswa
Kefasihan Siswa dapat memecahkan masalah dengan memberikan beberapa jawaban.
Fleksibilitas.
Siswa tidak hanya dapat memecahkan masalah dengan satu cara, tetapi juga dapat membuat cara lain dari perspektif yang berbeda.
16
Pada penelitian ini untuk menilai tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa, menggunakan pendapat Siswono (2018:40) yang dikelompokan menjadi 5 tingkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu:
a. Tingkat ke-4 (sangat kreatif) terdiri dari siswa yang dapat menunjukkan aspek kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan daalam menyelesaikan masalah.
b. Tingkat ke-3 (kreatif) yakni siswa dapat menunjukkan aspek kefasihan dan fleksibilitas atau aspek kefasihan dan kebaruan dalam memecahkan masalah.
c. Tingkat ke-2 (cukup kreatif) yakni siswa dapat menunjukkan aspek fleksibilitas atau kebaruan dalam memecahkan masalah.
d. Tingkat ke-1 (kurang kreatif) yakni siswa hanya dapat menunjukkan aspek kefasihan dalam memecahkan masalah.
e. Tingkat ke-0 (tidak kreatif) yakni siswa tidak dapat menyelesaikan atau menunjukkan ketiga aspek indikator dalam memecahkan masalah.