• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Per Indikator Data nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang di ukur dalam

BAB II KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Per Indikator Data nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang di ukur dalam

penelitian ini difokuskan pada 6 indikator kemampuan pemecahan masalah. Setiap indikator kemampuan pemecahan masalah dinilai oleh satu atau 2 soal berbentuk Essay. Persentase nilai pada setiap indikator kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen diuraikan sebagai berikut:

a. Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas Kontrol

Analisis untuk setiap indikator Kemampuan Pemecahan Masalah pada kelas kontrol secara rinci sebagai berikut:

1) Kemampuan mengidentifikasi masalah

Kemampuan mengidentifikasi masalah diharapkan peserta didik dapat menuliskan dua atau lebih masalah relevan dengan wacana, dan minimal dua masalah itu bercirikan masalah (ada kesenjangan antara seharusnya dengan kenyataannya). Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator kemampuan mengidentifikasi masalah peserta didik pada kelas kontrol diperoleh persentase 79% dengan kriteria sedang. 2) Merumuskan (menganalisis) masalah

Merumuskan masalah dapat diartikan menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifik/rinci. Pada indikator ini peserta didik diharapkan mampu membuat rumusan masalah dalam bentuk kalimat tanya yang baku, menunjukkan satu atau lebih variabel, dan relevan dengan masalahnya yang berkaitan dengan masalah yang diberikan setelah melakukan identifikasi sebelumnya. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator kemampuan merumuskan (menganalisis) masalah peserta didik pada kelas kontrol diperoleh persentase 78% dengan kriteria sedang.

3) Menemukan alternatif-alternatif solusi

Menemukan alternatif solusi diharapkan peserta didik mampu menuliskan dua atau lebih alternatif solusi atau cara pemecahan masalah dan kesemuanya relevan dengan tiap masalah yang akan dipecahkan. Hasil analisis diketahui bahwa pada

indikator menemukan alternatif-alternatif solusi pada kelas kontrol diperoleh persentase 77% dengan kriteria sedang.

4) Memilih alternatif solusi (terbaik)

Memilih alternatif solusi (terbaik) maksudnya Peserta didik mampu memilih atau menentukan satu dari alternatif solusi yang terbaik, dengan alasan yang rasional. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator memilih alternatif solusi (terbaik) peserta didik pada kelas kontrol diperoleh persentase 68% dengan kriteria rendah. 5) Kelancarannya memecahkan masalah

Kelancaran memecahkan masalah penting untuk melatih peserta didik memanfaatkan waktu yang telah ditentukan dengan baik. Pada indikator ini diharapkan peserta didik mampu menyelesaikan pemecahan masalah, tanpa kecurangan langkah apapun, dan dalam selang waktu yang disediakan. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator kelancarannya memecahkan masalah peserta didik pada kelas kontrol diperoleh persentase 64% dengan kriteria rendah.

6) Kualitas hasil pemecahan masalah

Indikator yang terakhir yaitu kualitas hasil pemecahan masalah, peserta didik dalam menyelesaikan pemecahan masalah harus sesuai dengan konsep materi Protista. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator Kualitas hasil pemecahan masalah peserta didik pada kelas kontrol diperoleh persentase 61% dengan kriteria rendah.

b. Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen

Kemudian analisis untuk setiap indikator kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen secara rinci sebagai berikut:

1) Kemampuan mengidentifikasi masalah

Kemampuan mengidentifikasi masalah peserta didik dapat menuliskan dua atau lebih masalah relevan dengan wacana, dan minimal dua masalah itu bercirikan masalah (ada kesenjangan antara seharusnya dengan kenyataannya). Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator kemampuan mengidentifikasi masalah peserta didik kelas eksperimen memperoleh persentase lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diperoleh Persentase 96% dengan kriteria tinggi.

2) Merumuskan (menganalisis) masalah

Merumuskan masalah dapat diartikan menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifik/rinci. Pada indikator ini peserta didik diharapkan mampu membuat rumusan masalah dalam bentuk kalimat tanya yang baku, menunjukkan satu atau lebih variabel, dan relevan dengan masalahnya yang berkaitan dengan masalah yang diberikan setelah melakukan identifikasi sebelumnya. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator merumuskan (menganalisis) masalah peserta didik kelas eksperimen memperoleh persentase lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas Eksperimen diperoleh Persentase 95% dengan kriteria tinggi.

3) Menemukan alternatif-alternatif solusi

Menemukan alternatif solusi diharapkan peserta didik mampu menuliskan dua atau lebih alternatif solusi atau cara pemecahan masalah dan kesemuanya relevan

dengan tiap masalah yang akan dipecahkan. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator menemukan alternatif-alternatif solusi peserta didik kelas eksperimen memperoleh persentase lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diperoleh Persentase 92% dengan kriteria tinggi.

4) Memilih alternatif solusi (terbaik)

Memilih alternatif solusi (terbaik) maksudnya Peserta didik mampu memilih atau menentukan satu dari alternatif solusi yang terbaik, dengan alasan yang rasional. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator Memilih alternatif solusi (terbaik) peserta didik kelas eksperimen memperoleh persentase lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diperoleh Persentase 82% dengan kriteria tinggi.

5) Kelancarannya memecahkan masalah

Kelancaran memecahkan masalah penting untuk melatih peserta didik memanfaatkan waktu yang telah ditentukan dengan baik. Pada indikator ini diharapkan peserta didik mampu menyelesaikan pemecahan masalah, tanpa kecurangan langkah apapun, dan dalam selang waktu yang disediakan. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator kelancaran memecahkan masalah peserta didik kelas eksperimen memperoleh persentase lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas Eksperimen diperoleh Persentase 78% dengan kriteria sedang.

6) Kualitas hasil pemecahan masalah

Indikator yang terakhir yaitu kualitas hasil pemecahan masalah, peserta didik dalam menyelesaikan pemecahan masalah harus sesuai dengan konsep materi Protista. Hasil analisis diketahui bahwa pada indikator kualitas hasil pemecahan

masalah peserta didik kelas eksperimen memperoleh persentase lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas Eksperimen diperoleh Persentase 77% dengan kriteria sedang.

Adapun persentase nilai pada setiap indikator kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat disajikan dalam bentuk tabel dan gambar diagram berikut ini:

Tabel 15

Persentase Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah

Peserta Didik Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen pada Materi Protista

Indikator KPM Persentase Keterangan

Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Kelas Eksperimen A 79% 96% Sedang Tinggi B 78% 95% Sedang Tinggi C 77% 92% Sedang Tinggi D 68% 82% Rendah Tinggi E 64% 78% Rendah Sedang F 61% 77% Rendah Sedang

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa terjadi perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini dibuktikan dengan persentase dan kriteria penilaian kemampuan pemecahan masalah pada setiap indikator. Pada kelas eksperimen persentase tertinggi yaitu indikator kemampuan mengidentifikasi masalah diperoleh persentase 96% dengan kategori tinggi, sedangkan persentase terendah yaitu indikator kualitas hasil pemecahan masalah diperoleh persentase 77% dengan kategori sedang. Kemudian pada kelas kontrol persentase tertinggi yaitu indikator kemampuan mengidentifikasi masalah

diperoleh persentase 79% dengan kategori sedang sedangkan persentase terendah yaitu indikator kualitas hasil pemecahan masalah diperoleh 61% dengan kategori rendah. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas eksperimen lebih signifikan dari kelas kontrol.

Gambar 2

Persentase Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah

Peserta Didik Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen pada Materi Protista Keterangan:

A. Kemampuan mengidentifikasi masalah B. Merumuskan (menganalisis) masalah C. Menemukan alternatif-alternatif solusi D. Memilih alternatif solusi (terbaik) E. Kelancarannya memecahkan masalah F. Kualitas hasil pemecahan masalah

Berdasarkan hasil analisis dari ke 6 indikator di atas, maka dapat dipahami bahwa secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan

0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% A B C D E F Kelas Kontrol Kelas Eksperimen

masalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) disertai concept mapping technique.

Dokumen terkait