• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.6 Pengecekan Keabsahan Data Penelitian

3.7.1 Kematangan MPTI

Manajemen Portofolio Teknologi Informasi (MPTI) merupakan metode acuan/pusat yang dapat digunakan sebagai pengukur, kontrol dan menambah tingkat return dari suatu investasi TI, sehingga perlu adanya penilaian terhadap kematangan MPTI pada perusahaan. Jeffery & Leliveld (2004) dan Reyck et al. (2005) telah menemukan sembilan unsur yang dijadikan sebagai best-practice dari Manajemen Portofolio Teknologi Informasi (MPTI). Dengan menggunakan sembilan unsur tersebut akan dapat diukur kematangan Portofolio Teknologi Informasi (MPTI). Sembilan unsur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: sentralisasi (pemusatan), metrik finansial, teknik pengambilan keputusan investasi TI (misal: BSC, CSF), analisis risiko, saling ketergantungan, batasan-batasan, keterlibatan manajemen atas, optimisasi, dan software khusus.

Sentralisasi/ pemusatan dipandang perlu karena banyak literatur yang menekankan bahwa perlu adanya penglihatan suatu proyek organisasi secara terpusat. Kegiatan yang dilakukan antara lain mengumpulkan, menganalisis dan mendistribusi proyek dari suatu organisasi. Sentralisasi bisa menggunakan gudang data yang biasa disebut database. Perusahaan membutuhkan database sebagai pusat penyimpanan segala macam informasi.

Metrik finansial berguna untuk medata ulang dan mendapatkan risiko-risiko yang memungkinkan dari metrik selama bertahun-tahun. Banyak metode yang dapat dilakukan perusahaan misal penilaian return on investment (ROI),

internal rate of return (IRR), net present value (NPV), dan

lain-lain. Secara mayoritas perusahaan melakukan metode ini, minimal satu metode digunakan pada setiap perusahaan. Metode ini perlu dijalankan secara konsisten meskipun masih dianggap hal yang biasa pada proyek TI.

Teknik pengambilan keputusan investasi TI misal: Balance Scorecard (BSC) dan Critical Success Factor (CSF),

membahas mengenai peran suatu teknik dalam membantu pengambil keputusan dalam mencari solusi. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi proyek untuk memperoleh gambaran yang holistik dengan mengkombinasi beberapa teknik yang sesuai dengan kebutuhan.

Analisis risiko merupakan hal yang harus dilakukan. Menurut McFarlan, kegagalan dari suatu proyek investasi TI adalah kegagalan dalam menilai risiko proyek secara keseluruhan dari portofolio proyek. Dengan adanya unsur analisis risiko ini perusahaan diharapkan mampu meminimalkan risiko yang mungkin ditimbulkan dari segala aspek. Sebagian besar perusahaan telah menjalankan metode ini, aspek yang paling sering dipertimbangkan adalah kompleksitas proyek, risiko teknologi, pasar, lingkungan dan aset.

Saling ketergantungan merupakan unsur yang mengkaitkan antar program yang telah berjalan pada suatu perusahaan agar saling terkoneksi. Program tersebut dibutuhkan untuk mengurangi adanya redudansi data, dengan begitu data akan tertata rapi dan tidak ada prosedur pengisian yang dilakukan lebih dari satu kali.

Unsur selajutnya adalah batasan-batasan yang merupakan langkah proses dari penyelarasan portofolio suatu perusahaan. Terdapat empat batasan yang sering kali dibahas dan diatur yaitu sumberdaya manusia, kapabilitas staf, keuangan dan infrastruktur.

Keterlibatan manajemen atas merupakan unsur yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh peran manajemen atas pemilihan dan penanggungjawaban suatu proyek TI. Karena semakin besar kontribusi yang diberikan oleh manajemen atas, maka proyek tersebut dapat berjalan cepat dan sesuai keinginan manajemen. Hal ini karena adanya kontrol langsung terhadap perkembangan proyek tersebut.

Optimisasi merupakan unsur yang menggambarkan tindakan yang dilakukan perusahaan dalam memprioritaskan

suatu proyek TI. Proses pemilihan proyek seharusnya disusun secara seimbang dan selaras dengan portofolio perusahaan. Perusahaan wajib memahami secara detail mengenai proyek tersebut. Pertimbangan ini membantu perusahaan agar dapat memprioritaskan suatu proyek dan mempermudah dalam mengambil keputusan apakah proyek tersebut dikenai cut-off atau terus dibiayai.

Software khusus merupakan kebutuhan perusahaan untuk mendukung pembuatan portofolio suatu proyek. Unsur ini membuat isu kontroversial pada literatur sebelumnya. Terdapat sumber yang mengatakan bahwa tidak memerlukan

software khusus, namun ada juga yang mengatakan bahwa software khusus sangat diperlukan. Software tersebut

digunakan untuk membantu internal perusahaan dalam memperbarui informasi dan mempercepat mendapatkan hasil bagi para pembuat keputusan. Semakin banyak informasi yang didapat, maka proses pengambilan keputusan akan semakin cepat.

Tabel 3-1 Unsur MPTI dan Stage (sumber: Jeffery dan Leliveld (2004) dan Reyck et al. (2005))

Unsur MPTI Stage 0 Stage 1 Stage 2 Stage 3

1. Sentralisasi / Pemusatan

Tidak ada database proyek yang terpusat

Semua proyek disimpan dalam satu database; pengeluaran TI disimpan secara terpusat dan dipantau dalam satu database

Tambahan pada database terpusat, kantor terpusat yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menganalisis dan mendistribusikan informasi proyek dalam format yang sama; Proyek terkadang dipantau

Tambahan pada database terpusat, kantor terpusat hampir selalu mengawasi dan mengontrol proyek

2. Metrik Finansial Metrik finansial tidak digunakan dalam persetujuan

Beberapa analisis finansial dilakukan khususnya Payback Period dan Return On Investment (ROI)

Net Present Value (NPV) dan/atau Internal Rate of Return (IRR) kadang digunakan untuk evaluasi dan memilih prioritas proyek

Analisis finansial selalu dilakukan. Net Present Value (NPV) dan/atau Rate of Return (IRR) hampir selalu digunakan 3. Teknik pengambilan keputusan investasi TI (misal: BSC,CSF) Teknik-teknik tersebut tidak digunakan untuk persetujuan

Teknik-teknik tersebut digunakan sesekali

Teknik-teknik tersebut terkadang digunakan untuk mengevaluasi proyek

Kombinasi teknik digunakan untuk mendapat gambaran holistik proyek dan hampir selalu mengevaluasi proyek

4. Analisis risiko Risiko dan ketidakpastian tidak dipertimbangkan saat

Kadang risiko dievaluasi. Pada kebanyakkan kasus difokuskan pada risiko

Risiko keuangan dipertimbangkan, tetapi juga fokus pada kompleksitas

Analisis risiko yang lengkap hampir selalu dilakukan. Fokus pada kompleksitas

49

Unsur MPTI Stage 0 Stage 1 Stage 2 Stage 3

evaluasi keuangan proyek dan risiko teknologi proyek, risiko teknologi, pengalaman tim, dan risiko cash flow

5. Saling ketergantungan

Overlap dan duplikasi hasil proyek tidak dipertimbangkan

Ada beberapa pertimbangan overlap dan

duplikasi hasil proyek

Ketergantungan lintas-proyek dan implementasi yang bottleneck sering dipertimbangkan

Saling ketergantungan hampir selalu dikelola. Sebagai tambahan, fokus diberikan pada ketergantungan lintas-proyek

6. Batasan-batasan Batasan-batasan tidak dipertimbangkan

Sedikit analisis

batasan-batasan. Hanya pengawasan kapasitas keuangan yang dipertimbangkan

Sering mengevaluasi kapasitas keuangan dan kompetisi untuk sumber lain. Batasan lain, seperti kemampuan staf untuk mengimplemen-tasikan proyek kadang dievaluasi

Batasan kapasitas keuangan

hampir selalu dipertimbangkan. Aspek lain

seperti kemampuan staf dan sumber daya lain sering dikelola

7. Keterlibatan manajemen atas

Manajemen atas tidak pernah terlibat dalam pemilihan proyek

Kadang manajemen atas terlibat dalam pemilihan proyek

Sering manajemen atas terlibat dalam proses pemilihan proyek

Review yang sistematis dari proyek di level tertentu. Manajemen atas hampir selalu terlibat dalam proses pemilihan proyek dan pemimpin bisnis bertanggung jawab untuk hasilnya

8. Optimisasi Tidak ada proses untuk mengoptimisasi portofolio

Sedikit proses untuk mengoptimisasi portofolio dilakukan. Beberapa usaha

Sering dilakukan pelaporan proyek portofolio per tahun atau lebih. Ada pemrioritasaan

Proses untuk mengoptimisasi portofolio hampir selalu dilakukan. Hasil proyek selalu

Unsur MPTI Stage 0 Stage 1 Stage 2 Stage 3

dilakukan dalam meningkatkan pelaporan proyek portofolio

proyek portofolio dibandingkan dengan target awal dan keuntungan proyek secara terpusat dipantau 9. Software khusus Manual: tidak ada

software yang digunakan

Tidak menggunakan software khusus untuk mengelola suatu portofolio proyek

Kadang menggunakan software khusus untuk mengelola portofolio suatu proyek

Hampir selalu menggunakan software khusus update real time pada modifikasi portofolio maupun kinerjanya

Penilaian diklasifikasikan berdasarkan sembilan unsur dari MPTI dengan perhitungan nilai yang menjadi empat tingkat, yaitu ad hoc, defined, managed dan synshronised. Menurut Kalissery (2007) terdapat penjelasan keempat tingkat tersebut sebagai berikut:

-

Tingkat ad-hoc, digambarkan dengan kurang adanya koordinasi pada keputusan TI. Belum adanya pemikiran untuk jangka panjang dari suatu keputusan investasi TI. Dapat dikatakan bahwa indikator keberhasilan suatu proyek tergantung dinamika tim.

-

Tingkat defined, digambarkan lebih baik daripada

ad-hoc. Komponen inti yang dibutuhkan organisasi telah

diidentifikasi dan didokumentasi, namun masih belum adanya feedback pada tingkat ini. Pada tingkatan ini suatu koordinasi proyek TI dengan strategi masih susah diterapkan karena belum ada standarisasi yang umum. Kebutuhan dipilih berdasarkan pemikiran jangka pendek atau kebutuhan pada lingkup yang kecil.

-

Tingkat managed, organisasi telah memiliki standar yang menjadi panutan yang selaras dengan tujuan bisnis. Pada proses ini MPTI juga berguna untuk membantu pemilihan proyek secara obyektif.

-

Tingkat synchronised, menjelaskan tentang investasi TI yang selaras dengan strategi bisnis. Telah ada metrik yang berguna sebagai alat pengukur kinerja dan suatu proses review yang digunakan untuk segala macam kinerja buruk pada suatu organisasi. Risiko yang mungkin terjadi seperti keterlambatan, pembengkakan biaya, strategi yang selaras dan penerimaan pengguna akhir.

Perbedaan antara tingkat managed dan synchronised adalah frekuensi review suatu proyek. Untuk tingkat

synchronised, proyek organisasi dipastikan agar tetap selaras

dengan strategi perusahaan. Secara umum, kebanyakan proyek dengan pembiayaan besar melewati analisis dan

pertimbangan yang lebih tinggi dan teliti. Kematangan MPTI dapat ditentukan oleh beberapa orang yang berkompeten dalam hal penerapan dan investasi TI. Tidak semua pegawai/karyawan perusahaan memahami konteks ini, sehingga pencarian data tidak diperuntukkan pada anggota umum.

Nilai rata-rata dari indek kematangan MPTI akan berada dalam jarak 0 sampai 3, dengan tingkat ad-hoc berada di skala 0, tingkat defined berada di skala 1, tingkat managed berada di skala 2 dan tingkat synchronised berada di skala 3. Perhitungan kematangan MPTI menggunakan pendekatan analisis faktor komponen utama (Diamantopoulos & Winklhofer, 2001), dengan formula berikut:

𝛾𝑖adalah weight yang merefleksikan kontribusi dari 𝜒𝑖 pada domain laten ƞ (kematangan MPTI). Sedangkan 𝜒𝑛 mewakili nilai dari tiap unsur MPTI.

Dokumen terkait