• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMBALI KE KAIRO

Dalam dokumen PERJALANANKU KE MESIR, HINGGA MADINAH (Halaman 116-120)

Setelah sebulan di Saudi Arabia saatnya kembali keaktivitas normal.

Kembali dari bandara King Abdul Aziz Jeddah menuju Bandara Internasional Kairo menggunakan pesawat Egypt Air.

Pengalaman yang berharga dan menyenangkan bisa berkunjung ke Saudi Arabia.

Saat itu saya kembali menjalankan aktivitas di Kafrus Syaikh, menjalani talaqqi bersama para guru-guru. Waktu berjalan begitu cepat tak terasa, sudah memasuki bulan Sya’ban, itu tandanya masa-masa ujian semester dua akan di mulai pada hari awal-awal Ramadhan 2017.

Rencananya tahun ini akan pulang ke Indonesia, Alhamdulillah ada sedikit tabungan dan beberapa uang tambahan dari temen-temen untuk beli tiket. Sekitar 5 jt rupiah pulang pergi, menggunakan maskapai Ettihad Air.

Kali ini ujian terasa berbeda, karena dilakukan di musim panas dan di bulan Ramadhan. Pengalaman pertama kali ujian di Kairo dengan kondisi seperti ini, sungguh sangat menantang.

Persiapan sudah cukup mateng, di Fakultas Syariah tidak begitu padat jadi masih bisa untuk murojaah di sela-sela hari-hari yang ada.

Disela-sela ujian, qoddarullah hp saya hilang lagi di copet orang.

Sudah kali kedua hp hilang di perantauan. Untung saja hp saya hp biasa, bukan hp yang mahal. Meskipun bukan hp nya, tapi data-datanya sangat penting bagi saya. Qoddarullahu wa Masya’a Fa’al

Saya membeli hp bekas dengan harga yang murah, yang penting bisa buat komunikasi.

Alhmadulillah ujian semester dua selesai juga, lega rasanya. Itu tandanya saya akan segera balik ke kampung halaman untuk liburan dan

117 bertemu keluarga. Senangnya hati ini, akan bersua mereka semua, setelah dua tahun menahan rindu.

Segala macam persiapan untuk pulang sudah siap, tiket pesawat, lalu tiket kereta api dari Jakarta ke Bangil juga sudah siap. Beberapa temen di Jakarta juga sudah siap menjemput di Bandara. Alhamdulillah perjalanan yang menyenangkan, sebelum ke Tanah air mesti transit dulu di Abu Dhabi seperti awal awal berangkat ke Kairo dulu.

Setelah beberapa jam di atas pesawat, akhirnya landing juga di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Saya bersyukur akhirnya bisa pulang.

Sesampainya disana sudah ada teman yang menunggu, sebut saja si Jon. Sahabat karib ketika di LSIA dulu, istirahat di kos dia untuk menunggu keesokan hari. Pagi-pagi sudah harus berangkat ke Stasiun Pasar Senin untuk melanjutkan perjalanan ke Bangil, kali ini menggunakan kereta Jayabaya dengan tujuan akhir Malang.

Di kerete seharian, stasiun demi stasiun terlewati satu-satu.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Bangil. Keluargaku sudah menunggu, umikku terlihat cemas menanti begitu juga adekku. Ketika turun kereta api umik sudah mengenali wajahku, karena keadaan malam yang sudah sepi tak ada lagi penumpang lain yang turun.

Umikku berlari menghampiriku, memelukku dengan erat sambil nangis. Saya senang sekali bisa berjumpa lagi dengannya, setelah sekian lama berpisah dengan jarak yang cukup jauh.

Sesampainya di rumah, besoknya banyak orang-orang berkunjung untuk sekedar melepas rindu. Kenikmatan yang luar biasa.

Kegiatan selama liburan 3 bulan banyak sekali, yang paling utama membantu umik di rumah, lalu ada beban untuk menyampaikan amanah ilmu, sehingga banyak yang mengundangku untuk ceramah di masjid-masjid di berbagai kota. Alhamdulillah atas nikmat tiada tara dari Allah.

118 Hasil ujian tempo hari juga sudah keluar, Alhamdulillah saya lulus ketingkat selanjutnya dengan nilai Jayyid.

Berbagi pengalaman kepada kaum muslimin membuat saya semakin semangat untuk mencari ilmu lagi, bertemu guru-guruku yang pernah mengajariku, mereka bangga melihat muridnya bisa sekolah di luar negeri.

Selain agenda dakwah, saya juga melalukan beberapa bakti social di beberapa tempat, kerja sama dengan beberapa teman-temen. Sungguh nikmatnya bisa berbagi kepada sesama kaum muslimin.

Tak terasa, waktu sudah berjalan hampir 3 bulan. Jatah liburan sudah habis, saatnya balik lagi mengembara di Negeri rantau untuk mencari mutiara ilmu dari para ulama.

Setelah balik ke Kairo, ada beberapa kabar yang menyedihkan bagi saya. Yaitu ditutupnya markas Syaikh Wahid Abdussalam Bali dengan beberapa markas masyayikh yang lain di luar Kairo.

Otomatis seluruh mahasiswa yang tinggal di daerah luar Kairo harus segera pindah ke Kairo lagi. Inilah kesedihan yang nyata bagi saya, kenyataan pahit, tapi in syaa Allah semua ada hikmahnya.

Saya pindah lagi ke Kairo, bergabung di rumah temen-temen HAPIA (himpunan alumni Al-Irsyad Tengaran).

Kegiatan di Kairo tidak sepadat sebagaimana di Kafrus Syaikh.

Saya berusaha mengikuti kegiatan Talaqqi di Masjid Anshor Sunnah yang di Abidin Kairo, disana ada beberapa ulama besar yang mengajar di bawah bimbingan Syaikh Abdul Wahhab Al-Banna, Syaikh Muhammad Said Ruslan dan Syaikh Adil Sayyid Hafidzahumullah.

Selain ikut talaqqi disana, saya juga mengikuti talaqqi di beberapa masyayikh yang lain yang diadakan oleh temen-temen mahasiswa, terutama Fiqh Syafii. Karena di kampus saya memilih Fakultas Syariah Islamiyah dan madzhab syafii sebagai takhossus.

Muqorror kami adalah kitab Imam Nawawi yaitu Minhaj Thalibin

119 dengan Hasiyyah Qolyubi wal Umairoh. Sesekali pergi ke kampus untuk mencari informasi terkait muqorror terbaru di semester 3.

Selain kegiatan diatas, saya berusaha merintis usaha jual beli kitab ke Indonesia, tentu untuk mengetahui lebih dalam kitab-kitab ulama dan membantu para penuntut ilmu dan para asatidz di Indonesia untuk mendapatkan kitab-kitab yang belum di jual di Indonesia, atau pas kebetulan stoknya sudah habis disana.

Alhamdulillah semua berjalan dengan baik, usaha saya semakin berkembang dan sesekali rugi. Wajar saja, namanya juga usaha. Kegiatan talaqqi tentu masih terus berjalan walaupun tak sepadat di Kafru Syaikh.

Bagiku yang terpenting bisa menimba ilmu dengan para ulama, mengambil berkah majelis ilmu agar ilmu yang di dapat bermanfaat.

Jadwal ujian semester 3 sudah keluar, di musim dingin yang semakin lama semakin meningkat setiap tahunnya. Melewati beberapa mata kuliah, ujian pun usai juga, tentunya kesulitan semakin bertambah, harus super extra belajarnya agar bisa lulus dengan mulus.

Ujianpun selesai dengan baik, walhamdulillah atas segala karunia Allah yang selalu memberikan kemudahan.

120

Dalam dokumen PERJALANANKU KE MESIR, HINGGA MADINAH (Halaman 116-120)