• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISI STRATEGI KEMENANGAN JOE BIDEN PADA PEMILU DI

3.2 Hasil Pemilihan Umum

3.2.1 Kemenangan Joe Biden

Pemilihan umum presiden Amerika Serikat telah dilaksanakan pada hari selasa 3 november 2020. Pemilihan umum tersebut ada pemilihan untuk memilih presiden Amerika Serikat yang ke-46. Perebutan tahta kekuasaan tersebut di perebutkan oleh Joe Biden yang berasal dari partai demokrat dengan lawannya Donald Trump yang berasal dari partai republik. Berlangsungnya pemilihan tersebut menyisahkan kekalahan bagi Donald Trump tetapi kemenangan bagi Joe Biden dengan hasil perolehan electoral vote dari berbagai negara bagian

Berikut adalah perolehan suara electoral vote dari berbagai negara yang didapat oleh Joe Biden:

Tabel 3. Hasil Suara Electoral

NO NAMA NEGARA SUARA

ELECTORAL VOTES

1 Washington 12

2 Oregon 7

3 Nevada 6

4 California 55

5 Arizona 11

6 Colorado 9

7 New Mexico 5

8 Nebraska 1

9 Minnesota 10

10 Illinois 20

11 Wisconsin 10

12 Michigan 16

13 Vermont 3

14 New Hampshire 4

15 Maine 3

16 New York 29

17 Massachusetts 11

18 Connecticat 7

19 Rhode Island 4

20 Pennsylvania 20

21 New Jersey 14

22 Maryland 10

23 Virginia 13

24 Delaware 3

25 District Of Columbia 3

26 Georgia 16

27 Hawai 4

Jumlah 306

Gambar 3.Peta hasil pemenangan pemilihan presiden Amerika Serikat 2020.

Sumber:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwik i%2FPemilihan_umum_Presiden_Amerika_Serikat_2020

3.3 Startegi Kemenangan

Strategi yang dilakukan oleh Joe Biden dalam menuju kemenangannya Biden memunculkan sisi positif dalam dirinya yaitu suatu calon pemimpin yang memiliki jiwa multicultural. Biden memunculkan jiwa anti rasismenya dengan menjunjung tinggi hak masyarakat kulit hitam dan merangkul masyarakat yang beragama islam.

Amerika merupakan negara yang memiliki beragam jenis etnis, suku, agama dan ras sama dengan Indonesia. Dalam masa menuju pemilihan Amerika dilanda kasus mengenai islamophobia yang didasari oleh Trump yang anti terhadap islam. Dari

fenomena tesebut Biden berusaha untuk merangkul kembali masyarakat islam.

Seperti pada kejadian bermula pada saat Biden menyinggung kasus pengglapan pajak Donald Trump. Kemudian dijawab oleh Trump, bahwa akan segera mengembalikannya dan dirilis kepada publik. Mendapati jawaban tersebut, Biden buru-buru menyambungnya. “Kapan? Insya Allah?" dalam perkataannya yang menyebutkan Insya Allah menjadi hal yang kontroversial dan di bicarakan dalam public. Banyak spekulasi yang menyatakan apakah kalimat tersebut dilontarkan sebagai penggunaan sarkastik yang sesuai atau dia benar-benar memunculkan sisi multikulturalnya. Akan tetapi dari tindakan yang dilakukannya banyak yang berargumen positif negative hingga argumentasi bahwa Biden menyalahgunakan kata Insya Allah hanya sebagai pancingan untuk mengambil hati masyarakat islam.61

Tidak hanya berfokus pada pemilih beragama islam, Biden juga berusaha mengambil hati pemilih kulit hitam salah satunya dengan mengangkat Kamala Haris sebagai wakilnya. Kamala Haris merupakan wanita kulit hitam pertama yang menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan Amerika Serikat. Sifat anti rasisme didasari saat ini menjadi wakil dari presiden Barack Obama. Kemenangan Biden pada pemilihan umum presiden 2020 di latarbelakangi atas dorongan dari Obama, dalam perkataannya "Saya di sini untuk mengatakan bahwa bantuan (untuk memulihkan AS) sedang dalam perjalanan jika kita melakukan tugas kita (memilih). Karena tidak ada orang lain yang sangat saya percaya untuk menyembuhkan negara ini dan mengembalikannya ke jalurnya, daripada teman baik saya, Joe Biden," ujar Barack Obama. Tak hanya berkomitmen membantu Joe Biden, Barack Obama, juga menyampaikan komitmennya untuk membantu Partai Demokrat dalam persaingan memperebutkan kursi Senat AS dan DPR AS.62 Meskipun memiliki latar belakang politik yang cukup lama, biden tidak segan menerima pendapat dari mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama.

61Mabruroh: Joe Biden dan Ucapan Insya Allah yang Jadi Perdebatan di AS [Website Republika.co.id, 6 Oktober 2021] Tersedia di Situs https://republika.co.id/berita/qhrugo335/joe-biden-dan-ucapan-insya-allah-yang-jadi-perdebatan-di-as Pada Tanggal 28 March 2021 Pukul 22.36 WIB

62 Jeany Aipassa: Obama Dukung Biden untuk Menyembuhkan Pemerintahan AS [Website Berita Satu.com, 25 Juni 2020] Tersedia di Situs https://www.beritasatu.com/dunia/649007/obama-dukung-biden-untuk-menyembuhkan-pemerintahan-as Pada Tanggal 28 March 2021 Pukul 22.49 WIB

Sehingga komunikasi politik yang dilakukan oleh Biden yang menjadi strategi kemenangannya sangat berbeda dengan Trump. Trump hanya mengedepankan sisi kontroversialnya sehingga iya beranggapan dengan dirinya menjadi topik utama, akan membuat masyarakat Amerika Serikat kembali memilihnya. Tetapi Biden melihat dari sisi lain, Biden berusaha memperbaiki apa yang telah dilakukan oleh Trump sehingga Biden lebih berusaha untuk mengedepankan sisi multicultural dan merangkul.

Disisi lain strategi yang dilakukan oleh calon melalui media tidak terlalu menjadi topik utama. Pada tahun 2016 saat Trump dan Hillary berkompetisi mereka lebih mengedepankan kampanye media dengan berlomba membangun citranya melalui media. Berbeda pada tahun 2020 ini kampenye melalui media tidak terlalu digunakan, pasangan calon hanya menampilkan sedikit dari citranya. Media sosial dimanfaatkan untuk memancing keterlibatan (engagement) calon pemilih. Selain itu, media sosial juga digunakan untuk menarik orang yang belum punya pilihan terlibat dalam perbincangan. Dengan mengandalkan 88 juta pengikut di Twitter, Trump menggunakan strategi penyampaian otentik diri yang selalu berterus terang menyuarakan kata hatinya. Trump merasa tak perlu membalutnya dengan topeng atau penghalusan bahasa. Ini menunjukkan secara konsisten Trump adalah sosok yang selalu berhasrat untuk jadi pusat perhatian public. Gaya komunikasi Trump ini nampak dalam tampilan di Instagram. Ia selalu berpakaian formal serasi dan hampir selalu tampil kontras dengan mengenakan dasi merah. Tentu aksen dari bagian komunikasi berbusananya ini menarik perhatian. Gaya Trump terasa keras bagi pihak yang tak terbiasa dengan perilakunya, tak jarang melempar tuduhan atau klaim. Sedangkan untuk Biden yang usianya terpaut 3 tahun lebih tua dibanding Trump, sesungguhnya tak kalah kerasnya dibanding Trump. Biden nampak pada debat pertama, serangan maupun pertahanan Biden atas argumen-argumen Trump yang menunjukkan posisi tak ingin didominasi. Di sisi lain, gaya berkomunikasi media sosial Biden lewat Twitter dengan 13 juta follower tak terlalu mengundang kontroversi seperti Trump. Akan tetapi, gaya komunikasi Biden penuh keyakinan dan argumentasi yang kuat. Di sisi lain, komunikasi busana yang ditunjukkan Bidden lewat Instagram menunjukkan usia tak jadi halangan bagi Biden untuk kuat memimpin Amerika. Walaupun formal dan penampilannya selalu terjaga, namun

kesan kasual dengan warna-warna variasi kemeja dibalik setelan jas, menunjukkan Biden yang tak membosankan dan berkesan belia.

3.4 Faktor Pendukung

Kemenangan dari Joe Biden tidak terlepas dari beberapa factor yang ada, mulai dari partai yang mengusung Joe Biden, kampanye-kampanye yang di lakukan oleh Joe Biden hingga keyakinan akan hubungan internasional negara Amerika dengan negara lain akan baik jika Biden menjadi orang nomor satu Amerika Serikat.

Terlepas dari itu semua Biden juga diuntungkan dengan kondisi covid yang melanda Amerika serikat. Trump sebagai presiden terdahulu dinilai gagal dalam mengatasi pandemic di Amerika Serikat.63

3.4.1 Partai

Biden berasal dari partai Demokrat, yang merupakan partai dengan ideology liberalisme. 64 Dilihat dari pengalamannya partai demokrat telah berusaha untuk memenangkan pemilihan umum presiden dari tahun ke tahun hingga pada tahun ini amerika telah memilih presiden ke-46 dan dilihat dari persentasenya demokrat telah memenangkan presiden sebanyak 23 kali, jika dibandingkan dengan partai republic menjadi seimbang. Partai demokrat lebih berfokus pada kebebasan yang diberikan kepada masyarakat. Demokrat percaya bahwa menjadi tanggung jawab sebuah pemerintah untuk mengurus warganya dan juga beranggapan bahwa birokrat federal lebih tahu kebutuhan individu dari para pejabat yang terpilih secara lokal. Dan demokrat memiliki filosofi bahwa keamanan dapat dijamin melalui kerja sama saling pengertian dan negosiasi antar negara. Melihat ideology dan paham-paham yang di berikan oleh partai demokrat membuat keuntungan bagi masyarakat amerika dalam memilih biden sebagai presiden terpilih dari partai demokrat.

Melalui demokrat biden berusaha untuk menarik simpati masyarakat kulit putih dari kelas pekerja, melihat pada tahun 2016 saat pemilihan umum presiden

63Yuniati Rahmah: Strategi Joe Biden Menang Pilpres AS [Website Kompas] Tersedia di Situs https://id.theasianparent.com/strategi-joe-biden-menang-pilpres-as Pada Tanggal 18 maret 2021 Pukul 15.06 WIB

64Ridwan Saleh Fadilah: Perbedaan Ideologi Partai Demokrat dan Republik di Amerika [Website Ketik Unpad, 5 November 2020] Tersedia di Situs https://ketik.unpad.ac.id/posts/499/perbedaan-ideologi-partai-demokrat-dan-republik-di-amerika-2 Pada Tanggal 23 March 2021 Pukul 22.38 WIB

mereka berfokus untuk memilih trump karena kebijakannya mengenai perdagangan, dan bagaiman ideology dari partai republic sendiri yang diisi oleh kaum-kaum borjouis pebisnis orang kulit putih, menjadi peluang bagi terump untuk mudah mendapatkan suara dari kalangan pebisnis kulit putih. Dan pada pemilihan presiden 2020 ini Biden berusaha untuk menarik suara orang kulit putih dari kelas pekerja untuk memilihnya. Akan tetapi berselangnya waktu, sebagian besar pemilih dari golongan ini berada di negara-negara industry Midwestern. Banyak dari mereka yang menjadi anggota serikat, menjadi pendukung partai demokrat yang setia selama bertahun-tahun. Dan banyak dari golong kulit putih tersebut yang tidak berpendidikan perguruan tinggi terkhusus mayoritas di wilayah Michigan, wisnonsin dan pensylvania , yang dapat menjadi kunci bagi siapapun yang ingin memenangkan pemilihan presiden adalah langkah yang baik dengan mendekati mereka.

Dan disamping itu biden juga berusaha untuk mengambil suara anak muda di Arizona, karena wilayah ini terakhir kali mendukung pemilihan presiden dari partai demokrat pada tahun 1996. Dalam mengambil suara dari anak muda Arizona ini, biden juga memanfaatkan kondisi perseteruan antara trump dan senator john mccain (+) yang merupakan ikon partai republic dari Arizona. Dan pada saat menjadi senat, biden sangat berhubungan baik dengan senat tersebut yang menjadi peluang besar bagi biden untuk mendapatkan suara tersebut.65

3.4.2 Kampanye

Kampanye bagi setiap kandidat presiden adalah suatu kegiatan penting dalam upaya memperoleh simpati dan dukungan massa sebanyak-banyaknya, sehingga dengan dukungan itu seseorang kandidat presiden mampu memenangkan pemilihan. Setiap kandidat disyaratkan berlaku jujur agar kampanye berlangsung aman, tertib dan lancar.66 Selama kampanye biden berlangsung dalam menampilkan dirinya di depan masyarakat amerika serikat, biden berusaha untuk memanfaatkan kondisi yang ada. Mulai dari kondisi covid yang dialami oleh Amerika Serikat yang menjadi peluang besar bagi biden untuk menang, karena masyarakat amerika beranggapan bahwa trump tidak mampu

65 Yuniati Rahmah loc cit

66 Aziz Taufik Hirzi.2008.Kampanye Kandidat Presiden Amerika Serikat Dalam Meraih Simpati Para Pmeilih.Jurnal MediaTor.Vol 19.No 1

untuk menyelesaikan kasus covid yang ada di amerika, sehingga membuat permasalahan di amerika terkhusus terpuruknya perekonomian amerika. Dan karena kasus covid yang belum selesai membuat amerika harus melaksanakan pemilihan umum di masa covid. Dari adanya fenomena covid ini membuat biden membuat stratgei dengan mendengarkan para ahli sains dan berprilaku hidup sehat seperti yang dianjurkan para pakar kesehatan, akan tetapi berbeda dengan trump yang tidak mendengarkan anjuran dari pihak pakar kesehatan yang membuat ia terinfeksi virus beberapa minggu menjelang pemilihan. Dari hal tersebut masyarakat melihat bagaimana kepedulian seorang pemimpin kepada dirinya hingga masyarakat, dan masyarakat AS percaya lebih penting mencegah virus corona bahkan jika itu merugikan perekonomian.

Dan dalam kampanye juga biden menyuarakan kampanye Black Lives Matter (BLM) yang dimana kampanye berupaya untuk menjunjung tinggi hak orang kulit hitam. Hal tersebut didasari oleh kasus George Floyd yang merupakan orang kulit hitam di Minnepolis yang diserang oleh kepolisian setempat ( orang kuliat putih) karena hal yang sepele. George dituduh membeli rokok dengan uang palsu oleh seorang penjaga toko dan melaporkannya pada polisi, mendapat laporan polisi langsung bergegas tanpa pikir panjang dalam memberikan tindakan kepada George tanpa mempertanyakan mengenai hal yang terjadi, polisi langsung menindih leher George hingga akhirnya ia tewas. Kasus tersebut menjadi kontroversial di amerika, dan dapat dilihat kekerasan terhadap orang kulit hitam terjadi lagi pada kepemimpinan trump yang pada awalnya pada kepemimpinan Obama, orang kulit hitam menjadi terwakilkan dengan terpilihnya Obama menjadi presiden amerika. Dari hal tersebut membuat biden untuk berupaya merangkul orang kulit hitam dari kampanyenya black live matter tersebut. Dan disamping itu biden menjadikan Kamala Haris sebagai wanita kulit hitam pertama yang menduduki jabatan menjadi wakil presiden amerika serikat.

Biden juga mengambil strategi mob-suasion atau dengan pembujukan massa, tim kampanyenya berupaya untuk membujukkan massa untuk memilih biden pada pemilihan umum nanti.67

67 Yuniati Rahmah loc cit

3.4.3 Hubungan Internasional

Amerika merupakan negara adikuasa yang memiliki peranan penting dalam dunia internasional. Banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah amerika berpengaruh pada setiap negara yang menjadi partner kerjasama. Dengan terpilihnya biden, banyaknya stigma dan argumentasi yang melatarbelakangi bagaimana hubungan antara amerika dengan negara lain.

Kebijakan luar negeri AS pada dasarnya cenderung menunjukkan kesinambungan, untuk mencapai tujuan tersebut terdapat dua pilihan, yaitu fokus pada penguatan sektor dalam negeri atau perluasan kekuatan dan pengaruh internasional. Donald Trump memilih pilihan pertama dengan slogan "America First". Dia mengusulkan strategi sepihak dengan mengorbankan politik aliansi dengan sekutu Amerika. Ia juga meragukan lembaga dan sistem internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Perjanjian Paris, Kemitraan Trans-Pasifik, dan forum multilateral. Sebaliknya, Joe Biden tampaknya akan menggunakan strategi kedua untuk memulihkan status Amerika sebagai hegemoni global. Visi dan misi Biden dapat dirumuskan dalam kerangka internasionalisme liberal.

Kebijakan luar negeri Amerika Serikat diharapkan akan mendorong demokrasi di seluruh dunia sekaligus memperkuat aliansi antar negara demokrasi.

Di Indonesia, kemenangan Biden disambut hangat banyak kalangan.

Mereka optimistis Biden akan membawa arah yang positif bagi perubahan di bidang diversifikasi dan ekonomi. Setidaknya ini terlihat dari pemilihan wakil presiden perempuan Kamala Harris. Biden juga mengungkapkan toleransi terhadap Islam dengan mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, ketika gerakan itu memperjuangkan suara umat Islam di Amerika Serikat. Beberapa pihak menilai jika Amerika Serikat dipimpin oleh Biden, prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik. Sentimen pasar belakangan ini memang menunjukkan tren yang positif. Setelah memprediksi kemenangan Biden, IHSG naik 3%. Menurut laporan, nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar AS juga mengalami kenaikan. Selain itu, akibat kebijakan stimulus pemerintah Biden, harga logam mulia seperti emas juga diperkirakan akan naik tajam.68

68 Mohammad Rosyidin: Joe Biden dan Kembalinya Hegemoni AS [Website Detik News, 19 November 2020] Tersedia di Situs https://news.detik.com/kolom/d-5261512/joe-biden-dan-kembalinya-hegemoni-as Pada Tanggal 24 March 2021 Pukul 0.22 WIB

BAB VI PENUTUP 4.1 Kesimpulan

Pemilihan presiden pada 2020 memberikan peluang besar bagi Biden dengan segala kondisi, melihat bagaimana kondisi kepemimpinan Trump yang tidak disukai masyarakat. Banyaknya kasus-kasus yang bermunculan seperti rasis pada kulit hitam yang sebelumnya sudah jarang terdengar hingga Trump tidak mampu menyelesaikan kasus covid di Amerika, yang menjadi peluang besar untuk Biden dalam memenangkan pemilihan presiden jika masyarakat Amerika menginginkan adanya perubahan yang signifikan. Banyaknya factor-faktor pendukung yang mendorong keberhasilan Biden hingga ia dapat terpilih menjadi presiden Amerika Serikat ke-46. Sisi multikulturalnya Biden membuatnya mendapatkan banyak suara dari berbagai pihak. Dengan segala factor pedukung yang ada Biden berusaha untuk untuk membuat Amerika kembali pada jalurnya. Dengan keberagaman yang dimiliki oleh Amerika, Biden mampu untuk memimpin Amerika dengan jiwanya yang anti rasisme.

4.2 Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari hasil penelitian ini maka saran yang dapat saya berikan, antara lain:

1. Joe Biden merupakan sosok pemimpin yang multicultural, iya melihat sisi Amerika Serikat yang beragam sehingga membuatnya berupaya memperbaiki Amerika Serikat dari tindak rasisme.

2. Membawakan isu rasisme di Amerika dan merangkul orang kulit hitam adalah hal yang dapat membawa seorang calon presiden Amerika memenangkan pemilihan, banyaknya kasus rasisme di Amerika yang membuat suara kulit hitam diabaikan.

3. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menarik hati masyarakat dengan segala tindakan yang iya lakukan, dengan kondisi covid yang di alami Amerika dan tindakan Biden yang tepat mengukuti protokol kesehatan, membuat masyarakat melihat kepribadian pemimpin yang layak bagi Amerika.

DAFTAR PUSTAKA Website :

Adelia Ayu: Mengenal Lebih Dekat Anggota The New First Family, “The Bidens”

[Website Highhend Magizene, 11 November 2020] Tersedia di Situs https://highend-magazine.okezone.com/read/mengenal-lebih-dekat-anggota-the-new-first-family-the-bidens-0Q21fT Pada Tanggal 10 March 2021 Pukul 18.58 WIB

Anisa Maharani: Pernah Jadi Pengacara, Perjalanan Karir Politik Joe Biden yang Kalahkan Donald Trump [Website Portal Jember, 8 November 2021]

Tersedia di Situs https://portaljember.pikiran-rakyat.com/internasional/pr- 16927287/pernah-jadi-pengacara-simak-perjalanan-karir-politik-joe-biden-yang-kalahkan-donald-trump?page=2 Pada Tanggal 22 February 2021 Pukul 14.45 WIB

BBC Indonesia, Yang perlu Anda ketahui soal pilpres Amerika Serikat, Diakses Melalui http://www.bbc.com/indonesia/dunia-37894911, Pada Tanggal 10 March 2021 Pukul 11.08 WIB.

Biro Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri Amerika Serikat http://usinfo.state.gov/

Brian Duignan: Joe Biden president of the United States [Website Britannica.com,

20 Januari 2021] Tersedia di Situs

https://www.britannica.com/biography/Joe-Biden Pada Tanggal 22 February 2021 Pukul 14.47

Dyanara Putri: Profil Joe Biden [Website Merdeka.Com, 2021] Tersedia di Situs https://m.merdeka.com/joseph-robinette-biden-jr/profil/ Pada Tanggal 22 February 2021 Pukul 13.36 WIB

Hani Nur Fajrina: Trump Akui Peran Media Sosial Berhasil 'Lucuti' Clinton,[Website CNN Indonesia 13 November 2020] Tersedia

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161113104056-185-172277/trump-akui-peran-media-sosial-berhasil-lucuti-clinton Pada Tanggal 19 February 2021. Pukul 11.38 WIB

Irna Putriansyah: Menguak Keberhasilan Kampanye Donald Trump di Media Sosial,[Website Labana.id 22 November 2020] Tersedia di situs

https://www.labana.id/view/menguak-keberhasilan-kampanye-donald-trump-di-media-sosial/2016/11/22/?fullview Pada Tanggal 19 February 2021. Pukul 11.35 WIB

Iswara N. Raditya: Hasil Pilpres Amerika 2020: Joe Biden Menang & Fakta Unik Lainnya. [Website Tirto.id 8 November 2020] Tersedia di situs:

https://tirto.id/hasil-pilpres-amerika-2020-joe-biden-menang-fakta-unik-lainnya-f6Lv. Pada Tanggal 21 Desember 2020. Pukul 19.31 WIB

Jeany Aipassa: Obama Dukung Biden untuk Menyembuhkan Pemerintahan AS [Website Berita Satu.com, 25 Juni 2020] Tersedia di Situs https://www.beritasatu.com/dunia/649007/obama-dukung-biden-untuk-menyembuhkan-pemerintahan-as Pada Tanggal 28 March 2021 Pukul 22.49 WIB

Joe Biden dan perjalanan panjang menuju Gedung Putih, dua kali mencoba dan dirundung tragedi keluarga [Website BBC News, 8 November 2021]

Tersedia di Situs https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54856378 Pada Tanggal 22 February 2021 Pukul 15.12 WIB

Mabruroh: Joe Biden dan Ucapan Insya Allah yang Jadi Perdebatan di AS [Website Republika.co.id, 6 Oktober 2021] Tersedia di Situs https://republika.co.id/berita/qhrugo335/joe-biden-dan-ucapan-insya-allah-yang-jadi-perdebatan-di-as Pada Tanggal 28 March 2021 Pukul 22.36 WIB Mohammad Rosyidin: Joe Biden dan Kembalinya Hegemoni AS [Website Detik

News, 19 November 2020] Tersedia di Situs

https://news.detik.com/kolom/d-5261512/joe-biden-dan-kembalinya-hegemoni-as Pada Tanggal 24 March 2021 Pukul 0.22 WIB

Novi Christiastuti: Pemilihan Presiden AS [Website Detik News 1 September 2020] Tersedia di situs https://news.detik.com/internasional/3288941/lebih-dari-separuh-warga-as-tak-suka-hillary-clinton Pada Tanggal 19 February 2021. Pukul 11.28 WIB

Putri Agung Nara Indra: Donald Trump, Sang Presiden Republik Twitter, [Website Tirto.id 17 November 2020] Tersedia di situs https://tirto.id/donald-trump-sang-presiden-republik-twitter-b5cN Pada Tanggal 19 February 2021. Pukul 11.42 WIB

Ridwan Saleh Fadilah: Perbedaan Ideologi Partai Demokrat dan Republik di Amerika [Website Ketik Unpad, 5 November 2020] Tersedia di Situs https://ketik.unpad.ac.id/posts/499/perbedaan-ideologi-partai-demokrat-dan-republik-di-amerika-2 Pada Tanggal 23 March 2021 Pukul 22.38 WIB Siapa Capres AS yang Diinginkan Menang oleh China, Iran, dan Rusia [Website

Detik News 1 Oktober 2020] Tersedia di situs https://news.detik.com/bbc- world/d-5195176/siapa-capres-as-yang-diinginkan-menang-oleh-china-iran-dan-rusia Pada Tanggal 22 February 2021 Pukul 18.20

Urang Kamang: Joe Biden [Website Wikipedia, 29 Januari 2021] Tersedia di Situs https://id.wikipedia.org/wiki/Joe_Biden Pada Tanggal 22 February 2021 Pukul 12.52 WIB

Wisnu Dani, Pengertian, Fungsi dan Sistem Pemilihan Umum [Website KPU Yogyakarta 19 Desember 2016] ,Tersedia disitus : https://diy.kpu.go.id/web/pengertian-fungsi-dan-sistem-pemilihan-umum/.

Diakses Pada Tanggal 24 November 2020. Pukul 13.48 WIB

Yuniati Rahmah: Strategi Joe Biden Menang Pilpres AS [Website Kompas]

Tersedia di Situs https://id.theasianparent.com/strategi-joe-biden-menang-pilpres-as Pada Tanggal 18 maret 2021 Pukul 15.06 WIB

Skripsi :

Lusi Widhiyanti, Yanuaria (2012) STRATEGI PT KERETA API INDONESIA (KAI) DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN TRANSPORTASI KERETA API. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

Muhammad Nasir Badu.Demokrasi dan Amerika Serikat.Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Volume 1. No 1. 2015. Diakses Melalui https://media.neliti.com/media/publications/102473-ID-demokrasi-dan-amerika-serikat.pdf Pada Tanggal 19 February 2021. Pukul 12.04 WIB Reiza Januardhy Siregar, ANALISIS KEMENANGAN DONALD TRUMP DALAM

PEMILIH PRESIDEN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2016 (Figur Politik

PEMILIH PRESIDEN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2016 (Figur Politik

Dokumen terkait