• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Paramedik Veteriner, yaitu:

a. Menteri Pertanian atau Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan keputusan kenaikan jabatan Paramedik Veteriner Pusat.

b. Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan keputusan kenaikan jabatan Paramedik Veteriner Daerah Provinsi.

c. Bupati/Walikota atau Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan keputusan kenaikan jabatan Paramedik Veteriner Daerah Kabupaten/ Kota.

2. Persyaratan

Kenaikan jabatan Paramedik Veteriner dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Paling singkat 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir;

b. Memenuhi angka kredit kumulatif yang ditentukan untuk kenaikan

jabatan setingkat lebih tinggi; dan

c. Mengikuti dan lulus uji kompetensi; dan

d. Setiap unsur penilaian prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

3. Prosedur Kenaikan Jabatan Paramedik Veteriner

a. Paramedik Veteriner yang akan mengajukan usul kenaikan jabatan, menyiapkan berkas kelengkapan yang terdiri atas:

1) PAK (asli) terakhir;

2) Fotokopi surat keputusan jabatan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

3) Fotokopi surat keputusan pangkat/golongan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang; dan

4) Fotokopi surat keterangan lulus uji kompetensi;

b. Berkas usul kenaikan jabatan disampaikan oleh Paramedik Veteriner kepada pimpinan unit kerjanya, untuk diperiksa/diteliti kelengkapan dan kebenaran persyaratannya. Berkas usul tersebut dilengkapi surat pengantar dari pimpinan unit kerja dan disampaikan kepada:

1) Sekretaris Ditjen/Badan mengusulkan kepada Kepala Biro yang membidangi kepegawaian untuk memproses kenaikan jabatan bagi Paramedik Veteriner di lingkungan Kementerian Pertanian. 2) Pejabat eselon II pada unit kerja yang membidangi peternakan

dan kesehatan hewan di Pemerintah Daerah Provinsi

mengusulkan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk, melalui pejabat eselon II yang membidangi kepegawaian Provinsi untuk memproses kenaikan jabatan bagi Paramedik Veteriner di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi.

3) Pejabat eselon II pada unit kerja yang membidangi membidangi peternakan dan kesehatan hewan di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota mengusulkan kepada Bupati/Walikota atau Pejabat yang ditunjuk, melalui pejabat eselon II yang membidangi kepegawaian Kabupaten/Kota untuk memproses kenaikan jabatan bagi Paramedik Veteriner di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota.

c. Keputusan kenaikan jabatan (asli) disampaikan kepada Paramedik Veteriner yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai prosedur yang berlaku.

4. Ketentuan lain tentang Kenaikan Jabatan

a. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh

setiap Paramedik Veteriner untuk memperoleh kenaikan

jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II sampai dengan IV pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2012, dengan ketentuan:

1) Paling kurang 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama (tidak termasuk angka kredit yang berasal dari pendidikan); dan

2) Paling banyak 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.

b. Paramedik Veteriner yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi, kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya.

c. Paramedik Veteriner yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi, harus mengikuti dan lulus uji kompetensi, berlaku mulai bulan Januari Tahun 2016.

5. Alur Kenaikan Jabatan dapat dilihat pada Lampiran II – D. B. KENAIKAN PANGKAT

1. Pejabat yang Berwenang

Paramedik Veteriner, yaitu:

a. Menteri Pertanian atau Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan keputusan kenaikan pangkat Paramedik Veteriner Pusat.

b. Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan keputusan kenaikan pangkat Paramedik Veteriner Daerah Provinsi.

c. Bupati/Walikota atau Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan

keputusan kenaikan pangkat Paramedik Veteriner Daerah

Kabupaten/ Kota. 2. Persyaratan

Kenaikan pangkat Paramedik Veteriner dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Paling kurang 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir;

b. Memenuhi angka kredit kumulatif yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; dan

3. Setiap unsur penilaian prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.

4. Prosedur Kenaikan Pangkat

a. Paramedik Veteriner yang akan mengajukan usul kenaikan pangkat, menyiapkan berkas kelengkapan yang terdiri atas:

1) Fotokopi Kartu Pegawai yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

2) PAK (asli) terakhir;

3) Fotokopi surat keputusan jabatan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

4) Fotokopi surat keputusan pangkat/golongan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

5) Fotokopi nilai prestasi kerja 2 (dua) tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

b. Berkas usul kenaikan pangkat disampaikan kepada pimpinan unit kerjanya, untuk diperiksa/diteliti kelengkapan dan kebenaran persyaratannya. Berkas usul tersebut dilengkapi surat pengantar dari pimpinan unit kerja kemudian dikirimkan kepada:

1) Sekretaris Ditjen/Badan mengusulkan kepada Kepala Biro yang membidangi kepegawaian untuk memproses kenaikan pangkat bagi Paramedik Veteriner di lingkungan Kementerian Pertanian. 2) Pejabat eselon II pada unit kerja yang membidangi peternakan

dan kesehatan hewan di Pemerintah Daerah Provinsi

mengusulkan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk, melalui pejabat eselon II yang membidangi kepegawaian Provinsi untuk memproses kenaikan pangkat bagi Paramedik Veteriner di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi.

3) Pejabat eselon II pada unit kerja yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melanjutkan kepada Bupati/Walikota atau Pejabat yang ditunjuk, melalui pejabat eselon II yang membidangi kepegawaian Kabupaten/Kota untuk memproses kenaikan pangkat bagi Paramedik Veteriner di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota.

c. Keputusan kenaikan pangkat (asli) disampaikan kepada Paramedik Veteriner yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai prosedur yang berlaku.

5. Ketentuan lain tentang Kenaikan Pangkat

a. Paramedik Veteriner yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan pangkat pada tahun pertama dalam masa pangkat yang

didudukinya, maka pada tahun berikutnya diwajibkan

mengumpulkan paling kurang 20% (dua puluh persen) angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari tugas pokok.

b. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh

setiap Paramedik Veteriner untuk memperoleh kenaikan

jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III sampai dengan VII pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2012, dengan ketentuan :

1) Paling kurang 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama (tidak termasuk angka kredit yang berasal dari pendidikan); dan

2) Paling banyak 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.

c. Paramedik Veteriner yang bertugas di daerah khusus, dapat diberikan angka kredit sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

d. Angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf c diberikan setiap tahun dari unsur utama yang berasal dari kegiatan tugas pokok Paramedik Veteriner.

e. Penambahan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf c dan d paling banyak 4 (empat) kali selama yang bersangkutan masih

bertugas di daerah khusus.

6. Alur Kenaikan Pangkat Pejabat Fungsional dapat dilihat pada Lampiran II – E.

BAB VI

PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN

A. PEMBEBASAN SEMENTARA

Dokumen terkait