• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : PENGAWASAN PEMANFAATAN MOBIL DINAS

C. Kendala Dalam Pengawasan Penggunaan Mobil Dinas

Penyelenggaraan pemerintahan daerah oleh Pegawai Negeri Sipil daerah sebagai salah satu sub sistem dalam sistem kepegawaian daerah tentunya memerlukan sarana dan prasarana penunjang demi kelancaran pelaksanaannya. Salah satu cara yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemerintahan daerah yang adil dan merata ke seluruh wilayah adalah sarana transportasi yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyediakan mobil dinas sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan perhatian serta kepedulian terhadap kelancaran pelaksanaan tugas Pegawai Negeri Sipil. Pada umumnya dalam menyikapi dan menghindari terjadinya penyalahgunaan fasilitas mobil dinas, maka dilakukan pengawasan oleh Sekretariat Daerah yang mengacu pada Peraturan Daerah yang mengatur tentang bagaimana pengelolaan dan pengawasan terhadap barang-barang milik daerah. Pengawasan yang dilakukan terhadap penggunaan mobil dinas dimaksudkan agar Pegawai Negeri Sipil sadar akan tanggung jawabnya sebagai abdi negara dan masyarakat dan tidak mementingkan kepentingan pribadi semata. 59

58 Hasil wawancara Junaidi, selaku Pengguna Mobil Dinas, 21 Maret 2018

59 Rudy Kurniawan, Pengawasan Penggunaan Mobil Dinas Di Lingkungan Sekretariatdaerah Provinsi Kalimantan Barat Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2008 Tentangpengelolaan Barang Milik Daerah , Skripsi Universitas Tanjungpura Fakultas Hukum Pontianak 2015, hlm 43-44

Pelaksanaan fungsi pengawasannya, Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah Sekretariat Kabupaten Batu Bara masih menemui beberapa kendala yaitu:

1. Masih belum lengkapnya isi peraturan yang ada pada dalam Peraturan Daerah yang mengatur barang milik daerah khususnya pada Peraturan Daerah Kabupaten Batu Bara Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah sehingga membuat pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap penggunaan mobil dinas sendiri menjadi tidak maksimal.

2. Kurangnya kesadaran dari para pegawai negeri sipil tentang pemakaian mobil dinas dalam tugas pengabdian kepada masyarakat sehingga menghambat kinerja Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah Sekeretariat Kabupaten Batu Bara dalam melaksan akan fungsi pengawasan terhadap penggunaan mobil dinas di Kabupaten Batu Bara.60

Penyelenggaraan pemerintahan daerah oleh PNS daerah sebagai salah satu sub sistem dalam sistem kepegawaian daerah tentunya memerlukan sarana dan prasarana penunjang demi kelancaran pelaksanaannya. Salah satu cara yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemerintahan daerah yang adil dan merata ke seluruh wilayah adalah sarana transportasi yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyediakan mobil dinas sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab

60 Hasil wawancara Junaidi, selaku Pengguna Mobil Dinas, 21 Maret 2018

pemerintah daerah dalam memberikan perhatian serta kepedulian terhadap kelancaran pelaksanaan tugas PNS. Pada dasarnya mobil dinas difungsikan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta kewajiban PNS kepada pemerintah maupun masyarakat. Mobil dinas merupakan salah satu barang milik daerah, maka sudah seharusnya penggunaan kendaraan (mobil) dinas digunakan bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kegiatan yang menyimpang tetapi sebagai penunjang dalam bekerja. Namun, dalam prakteknya masih sering ditemukan penyalahgunaan fungsi mobil dinas menjadi kendaraan pribadi oleh PNS daerah seperti misalnya kendaraan (mobil) dinas digunakan untuk mudik ke kampung halaman, mobil dinas digunakan oleh sanak saudara, digunakan untuk mengantar atau menjemput anak ke sekolah, dan berbelanja ke pasar atau mall yang tentunya menjadi sorotan tajam bagi pemerintah daerah terutama kinerja PNS dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat.61

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pengawasan penggunaan mobil dinas, dikabupaten Batu Bara, antara lain :

1. Melakukan koordinasi antara dinas daerah agar melaporkan setiap penggunaan mobil dinas di luar peruntukannya.

2. Melakukan razia terhadap mobil dinas yang digunakan di luar jam kerja khususnya pada hari libur nasional.

61 Rudy Kurniawan., Op.Cit., hlm 51

3. Memberikan sanksi yang tegas kepada pelanggar displin dalam penyalahgunaan mobil dinas, baik sanksi administrasi, perdata maupun sanksi pidana bagi pelanggar. 62

Kendala-kendala dalam pelaksanaan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara terhadap penyalahgunaan mobil dinas oleh PNS Daerah berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah adalah, antara lain:

1. Kurangnya personil aparat yang melakukan pengawasan. Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap penyalahgunaan mobil dinas oleh PNS, Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara kekurangan personil aparat untuk melakukan pengawasan. Jumlah personil dari Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara sangat minim dibandingkan dengan jumlah mobil dinas yang diberikan kepada dinas-dinas guna memperlancar kinerja dari PNS di Kabupaten Batu Bara.

2. Kurangnya koordinasi antara dinas daerah dalam melaporkan terjadinya penyalahgunaan mobil dinas yang dilakukan oleh PSD di Kabupaten Batu Bara. Kenyataannya di lapangan, mobil dinas yang disalahgunakan oleh Pegawai Negeri Sipil daerah untuk keperluan di luar dinas tidak pernah dilaporkan kepada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara, walaupun sebenarnya dinas-dinas mengetahuinya.Hal ini menunjukkan bahwa antara dinas-dinas yang berada di lingkungan Sekretariat Daerah

62 Hasil wawancara Junaidi, selaku Pengguna Mobil Dinas, 21 Maret 2018

Kabupaten Batu Bara kurang melakukan koordinasi dalam melaporkan terjadinya penyalahgunaan mobil dinas yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil daerah.63

63 Hasil wawancara dengan Ahmad Hunaisyah, selaku kepala BPKAD Kabupaten BatuBara, tanggal 21 Maret 2018

MOBIL DINAS

A. Hak dan Kewajiban Pemegang Mobil Dinas

Kesepakatan mengenai penggunaan kendaraan dinas tersebut telah dibuat dan disusun dalam suatu aturan yang mengikat antara si pengguna kendaraan dinas dengan institusi yang bersangkutan guna pencapaian tujuan dalam hal ini pelayanan kepada masyarakat secara efisien dan efektif. Telah disepakati bahwa kendaraan dinas benar-benar dilakukan secara optimal untuk hal-hal yang bersifat kedinasan yang nantinya akan membawa hasil kerja pada institusi atau organisasi tersebut. Seperti halnya yang tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri, Nomor 19 tahun 2016 pasal 1 (28), tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah, yang menyebutkan bahwa keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan dan pembinaan, pengawasan dan pengendalian.

Kenyataan yang terjadi adalah masih banyak kendaraan dinas tersebut yang penggunaannya bukan untuk hal-hal yang bersifat kedinasan, melainkan hal-hal yang bersifat pribadi. Ini dibuktikan dengan masih beroperasinya kendaraan dinas di luar jam kerja. Dengan adanya kendaraan

dinas di tempat-tempat parkir di pasar pada hari libur atau di tempat parkir di kafe pada malam hari misalnya, hal ini menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat, bagaimanakah sebenarnya prosedur dari penggunaan kendaraan dinas tersebut dan apakah dengan beroperasinya kendaraan dinas tersebut akan membawa hasil bagi institusi yang bersangkutan dalam hal ini pemerintah, ataukah hanya digunakan untuk urusan pribadi dari si pengguna kendaraan dinas. Muncullah persepsi yang cenderung negatif di masyarakat terhadap si pengguna kendaraan dinas ini. Tetapi masyarakat tidak berani bertanya langsung dan tak paham harus kepada siapa mereka bertanya tentang hal ini.

Kapan seorang pejabat bisa mendapatkan mobil dinas Seorang pejabat mendapatkan mobil dinas apabila sudah memiliki tingkat jabatan Eselon IV dan yang setingkat, yang berkedudukan ·sebagai kepala kantor dengan wilayah kerja minimal 1 (satu) kabupaten/kota.Bagi setiap jabatan ada standar kebutuhan yang telah ditetapkan. Standar kebutuhan ini yang menentukan jenis kendaraan dinas bagi jabatan tersebut. Hanya jabatan menteri dan yang setingkat, yang dapat memiliki lebih dari satu kendaraan dinas, yaitu dua kendaraan dinas dengan tipe sedan atau mobil SUV (Sport Utility Vehicles). Untuk jabatan di bawah menteri, hanya boleh memiliki 1 kendaraan dinas dengan spesifikasi tertentu. 64

64Hasil wawancara dengan Ahmad Hunaisyah, selaku kepala BPKAD Kabupaten Batu Bara, tanggal 21 Maret 2018.

Pemegang Kendaraan Dinas Operasional, wajib mematuhi ketentuan, yaitu:

1. Mempergunakan dan mengoperasikan kendaraan dimaksud semata-mata hanya untuk keperluan dinas;

2. Memelihara dan merawat kendaraan dimaksud agar selalu dalam keadaan baik dan siap pakai;

3. Menjaga kendaraan tersebut agar selalu dalam keadaan aman;

4. Bertanggung jawab sepenuhnya atas resiko yang timbul akibat pemakaian; dan

5. Menyerahkan/mengembalikan kepada Pejabat yang menunjuk, apabila terjadi mutasi, pensiun atau atas kebijakan lain untuk kepentingan dinas; dan

6. Dilarang menjadikan kendaraan dimaksud sebagai jaminan hutang.65 Karena asset itu adalah milik pemerintah daerah dan si pemegang hanya diberikan pinjaman untuk memakainya, maka sewaktu-waktu mobil dinas tersebut dapat diambil kembali oleh pemerintah daerah, ada beberapa faktor yang menyebabkan asset dapat ditarik kembali oleh pemerintah, faktor yang umum adalah karena asset tersebut akan dipergunakan oleh pegawai lain, penyalahgunan mobil dinas, karena pindah tugas atau berhenti, dan sebagainya. Jadi harus selalu siap jika mobil dinas tersebut sewaktu-waktu ditarik oleh pemeritah daerah, bukti kesiapan itu tentu saja

65 Hasil wawancara dengan Ahmad Hunaisyah, selaku kepala BPKAD Kabupaten Batu Bara, tanggal 21 Maret 2018

dengan selalu menjaga dan merawat asset tetap baik seperti pertama kali kita memegangnya. Jika asset harus dikembalikan, maka sebagai pegawai yang baik harus segera mengembalikannya, jangan sampai kantor menarik paksa asset tersebut.

Pemeliharaan Kendaraan Dinas wajib dilakukan oleh pejabat struktural atau pejabat non struktural yang telah ditetapkan sebagai penanggung jawab dan/atau pengguna. Pemeliharaan Kendaraan Dinas meliputi :

a. pemeliharaan administrasi; dan b. pemeliharaan fisik.66

.

Pemakaian dan Biaya Perawatan /operasional Kendaraan Dinas roda empat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara, yaitu

1. Pemakaian kendaraan dinas

Penggunaan kendaraan dinas selain digunakan untuk kepentingan dinas juga digunakan untuk kepentingan pribadi pengguna atau pemakai kendaraan dinas tersebut. Penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi berdasarkan pengamatan dan informasi yang didapat dari informan dilapangan seperti : dipakai kuliah di luar kota seperti di Medan atau di Siantar. Selain digunakan untuk kuliah diluar kota ataupun luar propinsi, kendaraan dinas roda empat juga dipakai pejabat ataupun keluarga pejabat

66 Hasil wawancara dengan Ahmad Hunaisyah, selaku kepala BPKAD Kabupaten Batu Bara, tanggal 21 Maret 2018

yang memakai kendaraan dinas roda empat untuk jalan–jalan kepentingan dinas semata.

2. Biaya perawatan/operasional

Sekretariat Daerah melalui Bagian Umum telah berupaya menjaga kondisi kendaraan dinas agar tetap baik, dengan menyediakan anggaran perawatan dan operasionalnya tiap tahunnya melakukan perawatan Bagian Umum berusaha untuk menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak terjadi penyelewengan dalam melakukan perawatan atau pemeliharaan kendaraan dinas tersebut, dengan cara meminta bukti dari rekanan serta bukti barang-barang yang rusak atau diganti.

3. Pengaturan pemakaian kendaraan

Pengaturan pemakaian kendaraan sangat diperlukan agar dalam penggunaan kendaraan dinas tidak disalahgunakan untuk kepentingan lain dan demi terciptanya kepatuhan tehadap aturan yang berlaku. Secara nasional sudah ada aturan yang mengatur tentang penggunaan kendaraan dinas yaitu Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/87/M.PAN/8/2005. tentang Pedoman Peningkatan Pelaksanaan Efisiensi, Penghematan dan Dispilin Kerja. Pada lampiran II point 5 berbunyi :

a. Kendaraan dinas operasional hanya digunakan untuk kepentingan dinas yang menunjang tugas pokok dan fungsi,

b. Kendaraan dinas operasional dibatasi penggunaannya pada hari kerja kantor,

c. Kendaraan dinas opersional hanya digunakan didalam kota, dan pengecualian penggunaan keluar kota atas ijin tertulis pimpinan instansi pemerintah atau pejabat yang ditugaskan sesuai kompetensi. 67

Hal ini tentunya perlu ditindaklanjuti dengan aturan dibawahnya, namun ditingkat Kabupaten Batu Bara belum ada dibuat aturan sebagai indak lanjut dari PermenPAN tersebut, dimana pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara untuk aturan tentang pemakaian, baik penunjukan maupun tatacara pemakaian kendaraan dinas, baik kendaraan roda empat maupun kendaraan dinas lainnya agar tidak disalahgunakan, pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara belum menerbitkan aturan tentang itu.

B. Sanksi Administrasi Bagi Penyalahgunaan Mobil Dinas

Penggunaan mobil dinas dalam praktek pengadaan sarana mobil dinas pada prinsipnya, seperti diuraikan di atas, adalah dibutuhkan untuk kepentingan pelayanan terhadap publik. Namun ternyata dalam tataran praktek, pengadaannya bukan ditentukan oleh kebutuhan publik, tapi justru lebih pada alasan gengsi pribadi sang pejabat, terutama untuk pejabat pada level pusat dan provinsi, contohnya mobil dinas digunakan untuk mudik lebaran, digunakan oleh anak dan isterinya, merubah plat nomor mobil dinas menjadi plat nomor mobil pribadi, serta menggunakan mobil dinas untuk berkampanye. Pelanggaran-penlanggaran seperti ini sudah sering terjadi di

67 Hasil wawancara dengan Ahmad Hunaisyah, selaku kepala BPKAD Kabupaten Batu Bara, tanggal 21 Maret 2018

daerah maupun di pusat.68 Pemanfaatan mobil dinas tidak jarang beralih fungsi sebagai mobil pribadi para pemegangnya tentu menguntungkan bagi orang yang mendapatkan jatah mobil. Tetapi, sebenarnya cukup menguras uang negara. Kebutuhan mobil dinas tentunya tidak hanya sebatas membeli bensin, tapi juga terkait dengan servis, ganti onderdil, sampai perbaikan beragam kerusakan kendaraan, termasuk bila terjadi kecelakaan.69

Masih sering ditemui, penggunaan kendaraan dinas operasional pelat merah berkeliaran di hari libur, di tempat-tempat plesiran, atau digunakan oleh bukan pejabat yang mendapatkan fasilitas kendaraan dinas operasional tersebut. Terkadang, maaf, beberapa terlihat sedang di parkir di halaman losmen, tempat karaoke dan beberapa tempat lain yang kurang

“bermartabat”. Meskipun prosentasenya relatif kecil dan terlepas dari apakah fasilitas negara tersebut sedang dimanfaatkan untuk urusan kedinasan atau bukan, tentu ini bisa menjadi preseden buruk yang dapat menjatuhkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas moral para penyelenggara negara.70

Seringkali diartikan, cenderung permisif dan longgar dalam pengawasan karena kita menganggap para pejabat negara memang sudah sepantasnya mendapat berbagai fasilitas lebih termasuk keluarganya, bahkan mempunyai beberapa ‘privileges’ tertentu yang terkadang tidak terbatas,

68 Hasil wawancara dengan Ahmad Hunaisyah, selaku kepala BPKAD Kabupaten Batu Bara , tanggal 21 Maret 2018

69 Hasil wawancara dengan Ahmad Hunaisyah, selaku kepala BPKAD Kabupaten Batu Bara, tanggal 21 Maret 2018

70 https://www.kaskus.co.id/thread/51d26a3359cb17b432000000/penyalahgunaan-kendaraan-plat-dinas-negara/diakses tanggal 1 Juli 2018

termasuk untuk kehidupan pribadinya. Karena nilai di masyarakat menganggap yang lazim adalah benar, maka pengawasan dan fungsi kontrol yang diharapkan dari partisipasi masyarakat menjadi rendah, bahkan nyaris tidak ada. Hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan proses demokratisasi yang sedang kita bangun karena ketidak seimbangan kekuatan pilar demokrasi (antara lain jika pengawasan dan kontrol masyarakat sipil lemah) akan mengakibatkan penguatan pilar lain, dalam hal ini unsur pemerintah selaku penyelenggara negara yang cenderung menyalahgunakan kekuasaan (abuse of power). Dan sejarah membuktikan bahwa kekuasaan yang terlalu kuat atau absolut cenderung semakin korup dan banyak melakukan perselingkuhan dengan pilar lainnya, yaitu pelaku usaha (corporates) dan kepentingan luar.71

Penggunaan kendaraan dinas operasional untuk keperluan di luar kepentingan dinas atau di luar jam kerja. Dapat kita pilah kendaraan-kendaraan pelat merah yang berkeliaran di luar jam kerja menjadi dua.

Pertama adalah kendaraan dinas yang memang digunakan untuk keperluan dinas di luar jam kerja, yang kedua adalah kendaraan dinas yang digunakan bukan untuk keperluan dinas atau dengan kata lain untuk keperluan pribadi.

Yang perlu mendapat perhatian lebih adalah kategori kedua. Tentu masyarakat sipil, pers atau organisasi-organisasi di luar pemerintahan (NGO) akan kesulitan untuk mengawasi penggunaan kendaraan dinas yang digunakan bukan untuk keperluan dinas secara akurat. Hanya

71 Ibid

kendaraan berplat merah yang secara sembrono diparkir secara terbuka di losmen, di halaman hotel atau di tempat karaoke dan tempat-tempat “kurang bermartabat” sejenis yang dapat terpantau, dan terekspose untuk patut diduga digunakan bukan untuk keperluan dinas. Itupun umumnya penggunanya cenderung mudah berkelit dan lepas dari kecurigaan karena masyarakat kita yang sudah terlanjur permisif dan abai. Apalagi misalnya jika ditemui kendaraan dinas yang digunakan untuk mengantar atau menjemput anak ke sekolah, berbelanja ke pasar atau mal, untuk transportasi keluarga ke tempat hiburan umum, dan sebagainya yang tidak dinilai sebagai tempat negatif oleh masyarakat.

Akan lebih baik jika kita mampu segera mengembalikan konsepsi kendaraan dinas sebagai fasilitas atau alat bantu para penyelenggara negara untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan kepemerintahan kepada masyarakat. Penyalahgunaan atau ketidak tepatan pemanfaatan kendaraan dinas operasional milik negara yang dibiayai oleh rakyat, akan menciderai perasaan rakyat (common sense). Selain tidak etis, sebenarnya penggunaan kendaraan dinas yang tidak tepat manfaat akan mengakibatkan

“alienasi” penyelenggara negara dengan masyarakat yang diamongnya. 72 Pengertian disiplin dapat dikonotasikan sebagai suatu hukuman, meskipun arti yang sesungguhnya tidaklah demikian. Disiplin berasal dari bahasa latin disciplina yang berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan

72 Ibid

kerohanian serta pengembangan tabiat. jadi sifat disiplin berkaitan dengan pengembangan sikap yang layak terhadap pekerjaan.73

Disiplin Pegawai Negeri Sipil menurut Pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 adalah : Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.74

Dari hal tersebut di atas PNS harus siap menaati kewajiban dan menghindari larangan yang telah ditentukan. Adapun larangan PNS disebut dalam Pasal 4 Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil, yaitu:

Setiap PNS dilarang:

1. menyalahgunakan wewenang;

2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain;

3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional;

73 I.G. Wursanto, Managemen Kepegawaian., Yogyakarta, Kenisisus 2010, hlm.

108

74 Wina Resqia Salam, Tinjauan Hukum Pelaksanaan Penegakan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar 2016, hlm 47

4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing,atau lembaga swadaya masyarakat asing;

5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah;

6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsungmerugikan negara;

7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan;

8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari sia papun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya;

9. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya;

10. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani;

11. menghalangi berjalannya tugas kedinasan;

12. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan PerwakilanRakyat Daerah dengan cara:

a. ikut serta sebagai pelaksana kampanye;

b. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS;

c. sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain; dan/atau d. sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara;

13. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara:

a. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye;

dan/atau

b. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unitkerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat;

14. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundangundangan;Dan

15. memberikan dukungan kepada calon KepalaDaerah/Wakil Kepala Daerah, dengan cara:

a. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah;

b. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye;

c. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa

kampanye;dan/atau

d. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.75

. Pegawai Negeri Sipil yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dijatuhi hukuman disiplin yaitu pada Pasal 7 dengan tidak mengesampingkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana. Pasal 7 menyatakan bahwa PNS yang tidak menaati ketentuan atau yang melakukan pelangggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin. Hukuman disiplin tersebut terdiri dari hukuman disiplin ringan, hukuman disiplin sedang dan hukuman disiplin berat.76

75 Ibid., hlm 48-51

76 Misi S. Salunga, Penggunaan Aset Negara/Daerah Secara Pribadi Di Luar Fungsi Jabatan Dan Kedinasan, Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion Edisi 4, Volume 3, Tahun 2015, hlm 142-143

Setiap kerugian daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/

pelanggaran hukum atas pengelolaan barang milik daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan

Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan

Dokumen terkait