HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
3. Kendala-kendala yang Dialami Guru dalam Mengintegrasikan Muatan Nilai-nilai Karakter dalam Pembelajaran
Jalur pendidikan formal atau sekolah merupakan salah satu alternatif dalam mengimplementasikan pendidikan karakter bangsa selain jalur pendidikan di keluarga dan pendidikan di masyarakat. Salah satu strategi yang dirasa efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada peserta didik adalah melalui integrasi ke dalam pembelajaran, karena bersifat lebih terprogram dan hasilnya akan lebih terukur. Namun demikian, strategi tersebut akan sangat tergantung pada kemauan dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang akan dikembangkan tersebut ke dalam silabus, RPP, yang diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran, penerapan sistem evaluasi pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik kompetensi keahlian yang dipelajari, dan nilai-nilai karakter yang ingin dikembangkan.
Dalam upaya pendidik untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran tentunya tidak lepas dari adanya kendala yang dihadapi, antara lain membutuhkan kesiapan dan kesungguhan guru dalam: (a) mendisain pembelajaran, (b) mengelola pembelajaran, (c) memilih metode dan strategi yang tepat, (d) mengembangkan teknik penilaian yang tepat, (e) kesulitan dalam mengontrol tingkat keberhasilan pencapaian pendidikan karakter.
sangat besar. Tantangan tersebut dapat berasal dari lingkungan pendidikan itu sendiri maupun dari luar. Tantangan dari dalam dapat berasal dari personal pendidikan maupun perangkat lunak pendidikan (mi¿À Á Ât , kebijakan pendidikan dan kurikulum). Tantangan dari luar berupa perubahan lingkungan sosial secara global yang mengubah tata nilai, norma, dan budaya suatu bangsa, menjadi sangat terbuka. Perubahan itu tidak dapat dikendalikan dan dibatasi karena berkembangnya teknologi informasi (Triatmanto, 2010).
Berdasarkan hasil penelitian, kendala yang paling banyak dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran mata diklat Teori Kejuruan pada SMK Jurusan Bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu sebanyak 12 responden dati total 16 responden adalah kendala faktor waktu pembelajaran yang terbatas (kendala pencapaian target materi pembelajaran). Kendala ini menjadi paling banyak dihadapi karena selama ini bahkan sampai sekarang pendidikan di Indonesia masih mementingkan aspek kognitif, hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan dari Direktur Jendral PMPTK Depdiknas, yang menyatakan bahwa saat ini ada kecenderungan masyarakat maupun sekolah sekedar memacu peserta didik untuk memiliki kemampuan kognitif tinggi akan tetapi kurang diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat dan cerdas. Selain itu upaya sekolah maupun orang tua peserta didik ataupun peserta didik sendiri untuk mencapai nilai kognitif tinggi sangat kuat, tapi cenderung mengabaiakan pembentukan karakter. Akibatnya guru jadi mengajarkan materi tanpa memikirkan apakah nilai-nilai karakter yang akan ditanamkan sudah diimplementasikan atau belum, karena menganggap dengan
pembelajaran yang harus mengimplementasikan nilai-nilai karakter akan menyita waktu sehingga materi yang berkaitan dengan pencapaian kemampuan kognitif peserta didik tidak selesai disampaikan atau tidak dapat disampaikan secara maksimal.
Permasalahan yang telah dikemukakan di atas seharusnya tidak perlu menjadi kekhawatiran yang berlebihan apabila pembelajaran sudah direncanakan dengan matang dalam dokumen RPP, berikut dengan nilai-nilai karakter yang akan diimplementasikan. Perencanaan yang baik tentunya sudah direncanakan berikut dengan alokasi waktu yang direncanakan, sehingga apabila tetap berpedoman pada alokasi waktu dalam RPP, tentu saja pembelajaran akan berjalan sesuai waktu yang direncanakan. Selain itu materi pembelajaran akan dapat dicapai sesuai target tanpa mengabaikan implementasi nilai-nilai karakter yang telah direncanakan juga.
Kendala lain yang dihadapi oleh guru adalah ketersediaan sarana pembelajaran yang minim, kendala ini dihadapi oleh 9 responden dari total keseluruhan responden. Berdasarkan hasil wawancara tidak terstruktur terhadap responden yang mengalami kendala ini, diperoleh informasi bahwa sarana pembelajaran di sekolah masih terbatas, sehingga kurang mendukung untuk menerapkan beberapa metode pembelajaran berkarakter. Contoh sarana yang masih terbatas adalah LCD Proyektor, di beberapa sekolah belum setiap kelas terpasang proyektor karena jumlahnya yang masih terbatas, sehingga apabila guru hendak mengajar menggunakan proyektor harus bergantian dengan guru lain,
waktunya bertabrakan. Selain itu, tidak semua ruang kelas ada stop kontÃÄ listrik sehingga apabila hendak mengajar dengan menggunakan proyektor, harus menyesuaikan ruang kelas atau menggunakanroll listrik.
Selain itu sarana lain yang masih terbatas adalah koleksi buku pelajaran di perpustakaan. Buku pelajaran yang ada di perpustakaan untuk pegangan siswa maupun koleksi perpustakaan yang berkaitan dengan mata diklat kejuruan, khususnya teori kejuruan masih sangat jarang. Buku pegangan siswa sebagian besar merupakan buku terbitan lama, bahkan ada buku yang merupakan terbitan tahun 1971. Selama ini guru mengatasi hal tersebut dengan cara menyusun modul sendiri, akan tetapi hal tersebut masih kurang membantu karena peserta didik seharusnya disediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai.
Untuk menyukseskan pelaksanaan pendidikan karakter, seharusnya sarana dan prasarana sekolah harus mendukung proses pembelajaran, sehingga sarana dan prasarana yang dibutuhkan harus melalui proses perencanaan yang matang. Hal ini juga sudah tercantum jelas dalam Buku Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter (Puskur, 2011), dinyatakan bahwa dalam pengembangan pendidikan karakter dimulai dengan perencanaan yang dilakukan dengan analisis konteks terhadap kondisi sekolah/satuan pendidikan (internal dan eksternal) yang dikaitkan dengan nilai-nilai karakter yang akan dikembangkan pada satuan pendidikan yang bersangkutan. Analisis ini dilakukan untuk menetapkan nilai-nilai dan indikator keberhasilan yang diprioritaskan, sumber daya, sarana yang diperlukan, serta prosedur penilaian keberhasilan. Selain itu juga jelas dicantumkan bahwa dalam proses pelaksanaanya, sarana dan prasarana yang
dibutuhkan harus sudah disediakan. Pihak sekolah seharusnya berkoordinasi dengan baik untuk memperkaya sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan pembelajaran bermuatan karakter.
Terkait dengan fasilitas dan sumber belajar, seharusnya sekolah menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai agar peserta didik dapat menggali pengetahuan dari berbagai sumber, termasuk referensi buku pelajaran yang disediakan oleh perpustakaan sekolah. Harus disadari bahwa sampai saat ini buku pelajaran masih merupakan sumber belajar yang sangat penting bagi peserta didik, oleh karena itu sekolah seharusnya memperbaharui referensi buku yang dapat dipinjam peserta didik. Selain itu buku referensi yang disediakan sebaiknya yang berkaitan langsung dengan pencapaian kompetensi tertentu, dengan tetap berpedoman pada rekomendasi atau pengesahan dari Kementrian Pendidikan Nasional.
Selain itu solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi ketersediaan sarana pembelajaran yang minim adalah dengan meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik. Peningkatan kreativitas dapat dilakukan dengan cara membuat dan mengembangkan alat-alat peraga yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru memang selalu dituntut untuk terus berkreasi, berimprovisasi, berinisiatif dan inovatif dalam menyukseskan pencapaian kompetensi pembelajaran, bukan hanya metode yang diterapkan akan tetapi mengenai sarana atau peraga yang digunakan dalam menyukseskan pembelajaran tersebut, sehingga peserta didik dapat memiliki gambaran dan lebih mudah
kewajiban yang harus melekat pada setiap guru, bukan hanya tuntutan karena keterbatasan fasilitas dan dana yang disediakan dari pemerintah maupun pihak sekolah.
Solusi lain yang dapat ditempuh oleh guru untuk mengatasi minimnya sarana pembelajaran yang disediakan, selain dengan cara membuat sendiri alat peraga untuk mendukung pembelajaran, adalah dengan berinisiatif untuk mendayagunakan dan memanfaatkan alam lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebih konkret. Seperti halnya yang telah diterapkan oleh guru mata diklat teori kejuruan dari SMK Negeri 2 Wonosari, yang sering mengajak siswa untuk mengamati lingkungan sekitar untuk memberikan gambaran konkret pada peserta didik. Pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar khususnya untuk mata diklat teori kejuruan dapat memanfaatkan pasir, kerikil, batu-batuan, tanah, maupun bangunan yang ada disekitar lingkungan sekolah. Untuk mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal, pengetahuan guru harus senantiasa ditingkatkan dan terus didorong untuk menjadi guru yang kreatif dan profesional, terutama dalam pengadaan serta pendayagunaan fasilitas dan sumber belajar secara luas. Upaya ini harus menjadi kepedulian bersama antara kepala sekolah, komite sekolah, komponen-komponen sekolah yang lain dan juga pengawas sekolah secara proporsional.
Kendala lain yang dihadapi oleh para guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran yaitu: kemampuan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran, khususnya evaluasi ketercapaian pendidikan karakter; kurang atau tidak adanya panduan pembelajaran nilai-nilai karakter;
penguasaan guru mengenai strategi pembelajaran yang sesuai; serta kemampuan guru mengelola proses pembelajaran. Semua kendala yang disebutkan diatas dapat diatasi apabila pihak sekolah dan guru sama-sama berusaha untuk mencari solusinya. Dari pihak sekolah seharusnya diadakan ÅoÆ ÇÈ ÉÊË dan pembekalan intensif terkait dengan panduan pelaksanaan pembelajaran berkarakter, mulai dari perencanaan pembelajaran, termasuk pembuatan RPP berkarakter, strategi pembelajaran yang sesuai, dan evaluasi pembelajaran. Terkait evaluasi pembelajaran, pelatihan juga harus meliputi teknik evaluasi pendidikan karakter yang tepat, termasuk cara menyusun instrument penilaiannya. Sekolah seharusnya juga memberikan buku panduan pelaksanaan pendidikan karakter yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional pada semua guru dan komponen sekolah yang bertanggung jawab untuk menyukseskan pelaksanaan pendidikan karakter. Selain itu solusi yang dapat ditempuh oleh para guru adalah dengan cara lebih kreatif dalam mencari informasi dari berbagai sumber terkait pelaksanaan pembelajaran karakter. Guru seharusnya lebih sigap dalam menanggapi isu-isu pendidikan tanpa harus menunggu kebijakan dari sekolah. Guru seharusnya lebih kreatif dalam mencari informasi tentang panduan pembelajaran berkarakter melalui berbagai sumber. Informasi dapat diperoleh dari media informasi seperti internet, karena panduan pelaksanaan pendidikan karakter dan gÆÌÍÎ disain pendidikan karakter bangsa yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional sudah dipublikasikan dan dapat diunduh melalui media internet. Selain itu untuk guru juga dapat memperoleh informasi melalui buku
informasi dengan guru lain mengenai berbagai informasi terkait pelaksanaan pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran.
Kendala-kendala yang dihadapi oleh guru seperti yang telah dibahas di atas memang sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mencari solusi yang tepat dalam upaya menyukseskan implementasi pendidikan karakter. Pemerintah, pihak sekolah, komite sekolah, pengawas dan pendidik sendiri harus secara bersama-sama berusaha seoptimal mungkin untuk mewujudkan tujuan pendidikan karakter dengan sukses dan hasil yang baik secara bertanggung jawab. Selain itu peserta didik dan orang tua peserta didik juga harus ikut mendukung pelaksanaan pembelajaran karakter, sehingga nasib bangsa kita ke depan bisa dipegang oleh sumber daya manusia yang berkualitas baik secara akademik dan karakter.
ÐÑ ÐÒ ÓÔÕ Ö × ØÙÚÑÛÜÑ ÛÕÑ ÝÑÛ Ñ Þ Óßà áâã ä å æç Bèéê ëìëéí ëî ïë ìðñ ò èîèñðó ðë î êë î ò èô õë ïë ìë îö êëòë ó êðëôõðñ õèõèéëòë íèìðôò ÷ñ ë îìèõëøë ðõèé ðí÷ó ù úû Nðñ ë ðüîðñë ð íëéë íóèé ýëî ø êðíèô õë îøíë î ôèñ ëñ ÷ð ðîó èøé ë ìð íè êëñëô íè øðë óë î ò èôõèñëþëé ë î õèé êë ìëé íë î þ ëÿë õë î é èìò îêèî ô èñ ðò ÷óð ú îðñë ð íëéë í óèé ö ìèêë î øíë î îðñë ðü îðñ ëð íëéë íóèé ýë î ø êð íèôõë î øí ëî õèéêë ìë éíë î ïë ì ðñ ó èñëë ï ê í÷ô èî ôèñ ðò ÷óð ú îðñë ð íëéë íó èéû Rèìò îê èî ýëîøþëÿëõë îîýë ì èì ÷ëð ë êë éèìò îêèîë óë÷ú ö öì èêëîøíë îýëî øóð êë íì èì÷ë ðë êëúé èìò îêèîëóë÷ úö û Bèéêë ì ëéíë î ïë ìðñ ÿë ÿëî ë éë ò ë êë éè ìò îêèî ýë î ø þë ÿ ë õëî îýë óð êëíìèì ÷ë ðöêðò èé ñèïðî éôë ì ðì èõëøëðõèé ðí÷óù ëNðñë ðüîðñë ðíëéë íó èé ýëîø óèéì ðéë ó òëêë ñë î øíëï òèôõèñëþëé ë î êëñëô ê í÷ô èî RPP ó ðêë í ó èéô ëì ÷í êëñ ëô þ ë ÿë õë î é èìò îêè îö êð íëéèîë íë î ñ ëî øíë ï ò èôõèñëþëé ë î óèé ìèõ÷ó ì ÷ êë ï ô èîþë êð é÷ó ðîð óë ì ø÷é ÷ ìèþë í ñëôëö êë î éèìò îêèî ïë î ýë ôèîøë÷ òë êë îð ñ ëð íëéë íóèé ò í í ýë î ø ì ÷ êë ï óèéë îó ÷ô êëñëô RPPö õ Aêë õèõèéëòë î ðñ ëð íëéë íóèé ýë î ø õ èñ÷ô êðéèîë îë íë î ì èë éë óèé ó÷ñðì êð êëñ ëô ê í÷ô èî ì ðñëõ÷ì êëî RPPö êð íëéèîë íë î îð ñë ð ü îðñ ëð ó èéì èõ÷ó êð íèô õë îøíë î ôèñ ëñ ÷ð ò èô õðë ìëë î êëîíèó èñë êë îë îöì èñ ë ðîð ó ÷õèõèé ëòëîðñ ë ðí ëé ë íóèé õèñ ÷ôêðéèîëîë íë îì è ëéë óèéó ÷ñ ð ìêëñ ëô RPPöë íëîó èóëò ðîðñë ðü îðñ ë ðó èéì èõ÷óêð ìð ì ðò íë îêë îêðìëôòë ð íëî ìèõëøë ðò èì ë îô éëñíèóðíëô èîþ èñ ëì íë îôë óèéðò èô õèñëþ ëéë îû û Sóéë óèøð òèôõèñ ëþëé ëî ýëî ø êð óèéëò í ëî ñèï ø÷é÷ ê ëñ ëô ôèñë íì ëîëíë î
M ! S " #$ont%&'(xt )%'*+,-. '- / 0%' 1-, -. 2 ! S L 3 K P 3 D 3 4 567 8 56% " S 9667
:;<; =; ;> ?@;A B;A C;D E;AF TGHA E H :GA E@ ; E;A :GA <E <EH;A H;D ; H>;D I; AB <E> GD;: H;AJ I; E> ?K LMN TG= TGD>?@E=J LO N TG = LE= ;AJ L PN TG = PG DQ?;> ;AR TG= KEAGDS;J LT N OQ=G DU;= EJL VN WXYZ[\] ^_ ` YZ\ a[ JL bN c ;d;Ae;D ;JL fN PgD> ghg @EgJ
LiN SH;@; BGD> EA BH;>JLjN EU;@ ?; =E DEDE<;ALMkN PG A E@ ; E;AlA> ;D TG m ;AF PF KGA <;@;n HGA <;@ ; I;A B <E ;@ ; mE g@GC B?D? <;@; m mGABEm:@G mGA> ;= E H;A A E @; En
A E@ ; E H;D; H>GD =Ge;D; >GDEA>G BD; = EJ >GD?>; m; QGDH; E>;A <GA B;A D GA <;C AI; HGm; m:?;A B?D? <;@ ;m mGDGAe;A ; H;AJ mG@ ;H=;A; H;AJ <;A mG@; H?H;A GU;@ ?;= E:Gm QG@;S;D;AA E@; EnA E@ ; EH;D;H> G DI;A B; H; A<EHG mQ;ABH;AF
op q rs t uv wx u
BGD< ;=;DH ;A HG = Em:?@;A C; = E@ :GAG@E>E;AJ m; H; <;:;> <E H;S E E m:@EH; = EAI; J
Q; EHE m:@EH; = E> GgD E> E=m;?:?AE m:@EH; = E:D; H> E==G Q;B; EQGDE H?>K
MF PGAG@E>E;A EA E mGAG m? H;A Q;C d ; m; = EC Q;AI;H DG =:gA <GA I;A B QG@ ? m mGDGAe ;A; H;A = Ge ;D; > G D> ?@ E = <;A G H=:@ E =E> A E@;EnA E@; E H;D; H>GD I; A B ;H;A <EHG mQ;ABH;A =GD>; => D; > GBE :Gm QG@ ;S ;D;A I;A B <E>GD;: H;A <;@ ; m <g H? mGA =E@; Q? = <;A RPP <E H;DGA; H;A QG@? m ;<; : G <g m;A :GA <E<E H;A H; D; H>GD J <GAB;A <G mE HE;A m;A; S GmGA <; DE =G Hg@ ;C <; A HDG ;>EU E> ; = B? D? = ;A B;> QGD:GA B; D?C:; <;=? H=G = AI;E m:@ G mGA>;= E:GA <E <EH;AH;D; H> GDF
OF DGA B;A Q;AI;HAI; > Gg D E I;A B ;<;J C; =E@ :GA G@ E> E;A EA E <;:;> <E HG mQ;A B H;A g@GC:GAG@E>E@; EA?A> ? H mGm:GDQ; E HE ;>;?mGAIGm:?DA; H;A <;@; m:GA G@E> E;A EA EJ m;?:?A mGABH;SE <;A mGAG@ E> E U;DE; QG@nU ;DE; QG@ @ ;EA I;A B m?A B HEA QGDC? Q?A B;A Im:@G mGA>;= E :GA <E <EH;A H; D ; H>GD =Ge;D ; >GD EA> GBD; =E HG <; @;m :Gm QG@;S;D ;Am;>;<E H@;>>GgD EHGS?D?;AJm;?:?Am;> ;<EH@ ;>@; EAAI;F
B S w ¡n¢ £ t¤¡ ¥¡¥ ¦ § ¨ S § § RPP © G § ª ª § « S § § § ¬ ¬
® ¯° ®± ²³´°®µ ® A¶·¸ J·¹º»¼½ ¾¿ÀÁ¿Â½ I¶ÃĹ ¶¹¼¸·Å Æ P¹¼º ƺ ÆÇ·¼ K· È· Ǹ¹È T¹ÈƼ¸¹ É È· Å Æ º·Ä· ¶ K¹ ÉÆ·¸ ·¼ P¹¶Ê¹ Ä·Ë· È·¼ P·º· SMK J» È» Å·¼ B·¼ É»¼·¼ º Æ DI̽ ÍÎÏ ÐÑÒ ÓÔÐÔÒ ÕtÕÑÐ Ö ×Ò ÑØ ×ÏÑ Ù Õ Ú ×ÙÔnÛÑ ÜÑ Ù ÕswÑÝ Ì ÞÉß· Ƿȸ ·à U¼ Æá¹ÈŠƸ ·Å N¹ ɹ ÈÆÌ ÞÉß·Ç· ȸ·½ DË ¹ ¶· ÈÆ M·Èº· ÃÆ½ ¾¿ÀÁÀ ½ ÓÔÐ ÕÒ Ñ ÕÑÐ ÓÔÐ âÕâÕãÑÐ ÖÑÏ ÑãtÔr½ ÌÞÉß· Ƿȸ· à F· Ç» ĸ · Å T¹ Ǽ ÆÇä¼ Æá¹ ÈÅÆ¸· Åå¹ É¹ÈÆÌ ÞÉß·Ç· ȸ·½ DÞ¼ Æ KÞ¹ ÅÞ¹ ¶·½¾¿ÀÀæ ½ÓÔÐ âÕ âÕãÑÐÖÑÏÑãtÔÏ çèé Ï Ñ éÔê ÕÛÔÐ âÕâÕãëÐÑ ã âÕìÑ íÑÐ îÒרÑÒÝJ· Ç· ȸ · à GÈ· ŠƼº Þ½ EïðÞÄÅ ñM½JÞ𼺷¼H· ÅÅ·¼Sð·º Æ Äß½ Áòòó½ÖÑ íus ôÐêêÏÕs ôÐ â×Ð Ô Ù ÕÑçëÐõ ÐêÒÕÙ Ü ö ôÐ â×ÐÔ Ù ÕÑÐÚ Õ÷tÕ ×ÐÑÏ ø½ù · Ç· ȸ · à PT GÈ· ¶¹º Æ·½ú¹¸ ½û ûI K¹á Ƽ Rß·¼ & ü·È¹¼ ý½ þÞðÄ Æ¼½1999. ÿÎ ÕÒâÕÐê ÜÑÏ Ñ ÷tÔr Õnè÷Ü××ÒÙç Ó ÏÑ ÷tÕ ÷ÑÒ Ñys toÿÏÕÐêÛ×Ï ÑÒônstÏ Î ÷Õton toÕÔ . ·¼ È·¼ ÅÆÅ ïÞàù ÞŠŹßþ· ŠŽ ü¹ ¶¹¼¸ÈÆ·¼ ¹¼º ƺ ÆÇ·¼å· Å ÆÞ¼· Ä, (2010).Ó ÔÐê ÔíØÑÐêÑÐÿÎ âÑ øÑâÑÐÓÔ Ð âÕ âÕãÑn ÖÑÏ ÑãtÔr ÿÑÐê ÙÑ . ù · Ç· ȸ·: þ·º·¼ ¹¼¹ ÄÆ¸ Æ·¼ º·¼ ¹¼É¹ ¶Ê·¼ É·¼ » Å·¸ ü» ÈÆÇ» Ä» ¶º·¼ ¹ ÈÊ» Ç»·¼½ ü¹ ¶¹¼¸ÈÆ·¼ ¹¼º ƺ ÆÇ·¼ å· ÅÆ Þ¼· Ä, (2011). ÓÑÐâÎÑÐ ÓÔÒÑã ÙÑÐÑÑÐ ÓÔnâÕâÕãÑÐ ÖÑÏ ÑãtÔr. ù · Ƿȸ·: þ· º·¼ ¹¼¹ ÄÆ¸ Æ·¼ º·¼ ¹¼É¹¶Ê ·¼ É·¼ » Å·¸ ü» ÈÆÇ» Ä» ¶º·¼ ¹ ÈÊ» Ç»·¼½ ü¹ ¶¹¼¸ÈÆ·¼ ¹¼º ƺ ÆÇ·¼å· Å ÆÞ¼· Ä, (2007).ÓÔÏ Ñ éuÏ ÑÐ ÛÔntÔÏ Õ ÔÐ âÕâÕãÑÐÐÑ ÙÕ ×ÐÑÒ ÔÎØÒ Õã ôÐ â×ÐÔÙ ÕÑ ×íor tÑ ÜÎÐ 2 ÔntÑÐê èéÑÐ âÑÏ ÓÏ ×ÙÔs u n t Îã èÑ éÎÑÐ ÓÔÐ âÕâÕãÑn ÚÑ ÙÑÏ âÑÐ ÛÔÐÔÐêÑ Ü. ù · Ç· ȸ ·: ü¹ ¶¹¼¸ÈÆ·¼ ¹¼º ƺ Æ Ç·¼å · ÅÆ Þ¼· Ä. ÆïÇÞ¼ ·, ðÞ¶· Ž 1991. õ âÎ ÷Ñ éÕÐê or ÷ÜÑÏ Ñ ÷Ôt Ïç owur è÷Ü××Ò ÑÐ ÔÑ ÷Ü Ô ÙÔ ÷t ÑÐ â Ô Ù×Ð Ù ÕØ ÕÒÕty . å¹ Ì ÞÈÇñ Þ ÈÞ¼¸Þñ Þ¼º Þ¼ ñ ߺ¼¹ß, » ïÄ·¼º àþ·¼¸· ¶Ê ÞÞÇŽ ·È» ÇÆ. (2009). ÓÏÕÐ Ù ÕpÚÑ ÙÑÏ ëã ÜÒ Ñã ÛÎÒ ÕÑç ÓÔÐêÑÐ tÑÏ èéÎ âÕ Ö×Ð ÙÔp öã ×Ð ÙÔp ÚÑ ÙÑÏ õéÕãÑ âÑÒ Ñ í ô ÙÒ Ñ í. ÌÞÉß·Ç· ȸ ·: ¹Ê»¸ · ð·¼· ȹ Å Å- ý äå Ì. » Ä ß· Å·. (2011).ÛÑÐÑÔíÔnÓ ÔÐ âÕ âÕãÑÐÖÑÏ ÑãtÔr Ýù · Ƿȸ ·: þ» ¶ÆÇÅ· È·.
P B D !"# $% &'())*+&,-.s u/-0-1-2345361 7- &8 $9 : P B S9# J"# %#;'()<<+&2. =>6. 6nt-1 7 ?634 74 7@-3,-A -@t6r 4 7B6@5 >-0 C-1-AD6 >- >E7
?63F E-G-3 ?6 >-@1 -3--3 , EA7@ E>E.& J $9 : K H %9# % P %"# "# $ % N # I%J&
S!9J %& ' ()<)+& ? 634 7 4 7@-3 ,-A -@t6r 4-3 , 6K6A 4-1-3 L-34- & D# $ "9# !: MNN N& !9J %&NI9" !9 & OIH& !" % PPJ )( A!9#J ()<QR JH ()& ))SIB&
T# H P %"#"#$% K9 $ 9 K H %"# $% '()< )+& G9%" D #P% P %"#"#$ % K9$ 9&
T# J9R H& T& U& '())(+& ?6AEV-0-3 B517- > 4-3 ?6 34 74 7@-3 ; ?63F-3G-A ?6 4-F5F 7@ W A -31 X5A. -G 7 X untE@23453617- &8 $9 : PT& Y9 # %" I&
T9# H % I& '()<<+& W -3G -3F-3 2. =>6.6nt-17 ? 6 34 74 7@-3 ,-A -@t6r 4 7 B6@5 >-0 & J9%J FMIPA&ZJH &<*[\()Q&
T9#H % J%#9 I& ' ()<)+& ? 634 74 7@-3 ,-A -@t6r 4 7 B6@5 >-0] ?63F 6.V-3F-3 ,ontA -@ /6 >- ^-A 463F-3 ?6 >7 V-G-3 D-1 _-A -@ -G untE@ ?63F E-G-3 ,-A -@t6r B7sw-4- >-.?6. V6 >- ^-A -3B- 7ns &` 9 a b : FMIPA UNIPA& cH 9 I%# & ' ()<)+& S 9 P# " % MI" J IH!J H % # P %"# "# $ % K9$ 9 "#
S $IJ&d IPb$ 9 : D a S % P9 \FISE UNd&
cO"# Re&' " +&' ()<<+& ? 634 74 7@-3 ,-A -@t6r 4- >- . ?6A1=6 @t7XW 65A 7 4-3 ?A -@t7@ & d IPb$9 : UNd P9 &