BAB II KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Temuan Khusus
1. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Program PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) Berbasis Budaya Sekolah Melalui
Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMPN 2 Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar
a. Kendala-Kendala Dalam Pelaksanaan Kegiatan Shalat Berjamaah Dalam program kegiatan shalat berjamaah masih ada terdapat
kendala-kendala seperti pengaruh lingkungan yang membuat peserta didik untuk keluar dari perkarangan sekolah dengan berbagai alasan meskipun sudah di larang tetapi masih juga ada yang melanggar ketika waktu shalat masuk ataupun sedang dalam keadaan melaksanakan proses belajar mengajar (PBM). Adapun solusi dari kendala-kendala yang dihadapi yaitu dengan menegur peserta didik dan mengambil absen shalatnya. Jika terdapat peserta didik yang tidak melaksanakan shalat berjamaah akan diberikan sanksi berupa hafalan ayat-ayat pendek, sanksi yang diberikan akan bermanfaat bagi peserta didik bukan sanksi yang menyiksa peserat didik. Bentuk evaluasi yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan cara melihat absen shalat peserta didik setiap hari, maka dari itulah diadakan
evaluasi untuk kemajuan dalam kegiatan ini. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan program kegiatan shalat berjamaah sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai yaitu dengan cara sebagai berikut:
a. Karena adanya kesungguhan, keteladanan, perhatian dan pengawasan dari guru dalam membina peserta didik untuk melaksanakan shalat berjamaah.
b. Para guru memberikan keteladanan yang baik dan membiasakan peserta didik untuk melaksanakan shalat berjamaah, karena pembiasaan sangat penting dalam perkembangannya.
c. Memiliki sarana dan prasarana yang berkualitas. Sarana dan prasarana adalah proses pengadaan dan pendayagunaan komponen-komponen yang secara langsung maupun tidak langsung agar tercapainya suatu kegiatan.
d. Pendidik memiliki minat yang besar untuk membina peserta didik agar mereka mau melaksanakan shalat fardhu berjamaah.
e. Pendidik harus menguasi ilmu Psikologi, karena dengan mengetahui ilmu psikologi, maka seorang pendidik akan tau karakter siswa sehingga sangat mudah untuk membina dan membimbingnya
f. Pendidik harus memiliki kesosialan, Keberhasilan dalam memberikan pembinaan pelaksanaan shalat berjamaah bagi siswa itu tergantung pada pembina dalam melakukan interaksi sosial baik dengan siswa, kepala sekolah, dan guru.
Adapun karakter yang ingin dibentuk dalam program kegiatan ini
adalah karakter religius, kebersamaan, disiplin, cinta damai, demokratis, mandiri dan tanggung jawab. Diharapkan dengan adanya program kegiatan shalat berjamaah ini, maka peserta didik bisa lebih
mendisiplinkan diri untuk melaksanakan shalat diawal waktu bukan hanya di sekolah saja tetapi di rumah dan di mana pun mereka berada
.
b. Kendala-Kendala Dalam Pelaksanaan Kegiatan Tahfiz Al-Quran
Dari kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan tahifiz Al-Quran maka guru yang bertanggung jawab pada kegiatan ini mengatakan bahwa solusi dari kendala tersebut adalah dengan memberikan kebebasan cara menghafal kepada peserta didik dan harus rileks, apabila dipaksakan menghafal dengan satu cara maka tidak semua peserta didik bisa menerima cara tersebut karena kepala boleh sama hitam tapi pencernaan nya berbeda. Selain solusi juga ada bentuk evaluasi yang di lakukan dalam kegiatan program tahfiz Al-Quran ini seperti adanya lembaran evaluasi dalam menyetor ayat dan juga perbincangan sesama guru untuk perkembangan kegiatan tahfiz Al-Quran ini.
Karakter yang ingin dibentuk dalam program kegiatan tahfiz Al-Quran adalah penanaman nilai-nilai Imtaq, religius, gemar membaca, jujur, disiplin, kerja keras, menghargai prestasi dan komunikatif. Disamping itu guru tahfiz juga mengatakan bahwa setelah adanya kegiatan tahfiz Quran peserta didik lebih rajin untuk membaca Al-Quran.
c. Kendala-Kendala Dalam Pelaksanaan Forum An-Nisa’
Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yaitu kurangnya kemauan para an-nisa’ untuk mengikuti kegiatan tersebut, kurangnya bimbingan dari guru yang lain dan pendanaan untuk mendatangkan narasumber dari luar sekolah. Perlu juga mendatangkan pemateri dari luar sekolah agar materi yang diberikan bervariasi dan juga para an-nisa’ tidak merasa bosan karena setiap minggu hanya berhadapan dengan guru-guru yang dari sekolah.
Karakter yang ingin dikembangkan dalam kegiatan ini adalah religius, terbuka, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab, keteladanan, demokratis, memahami peran sebagai seorang an-nisa’, beretika sesuai dengan kodratny sebagai seorang an-nisa’.
Dengan adanya program kegiatan forum an-nisa’ tersebut di harapkan peserta didik yang an-nisa’ untuk mengikuti kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut sangat penting bagi para an-nisa’. Dan diharapakan juga para an-nisa’ memiliki karakter yang mencerminkan sebagai seorang perempuan seutuhnya. Dalam kegiatan ini karakter an-nisa’ akan dibentuk dan dibimbing untuk menjadi perempuan seutuhnya. Agar para an-nisa’ tidak mudah terpengaruh pada perkembangan zaman pada saat ini dan juga setiap an-nisa’ bisa melindungi dirinya dimana pun dan kapan pun ia berada.
BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan
a. Pelaksanaan program PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) berbasis budaya sekolah melalui kegiatan ekstakurikuler di SMPN 2 Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar
Berdasarkan hasil penelitian bahwa dalam pelaksanaan program PPK berbasis budaya sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 2 Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar untuk membentuk karakter peserta didik sudah terlaksana melalui tiga kegiatan yaitu kegiatan shalat berjamaah, tahfiz Al-Quran dan forum an-nisa’. Dari ketiga kegiatan tersebut akan dibimbing oleh masing-masing guru yang menjadi penanggung jawab dalam setiap kegiatan. Dalam pelaksaannya ketiga kegiatan tersebut belum berjalan dengan baik, karena masih ada faktor yang menyebabkan peserta didik tidak mau untuk melaksanakan kegiatan yang ada di sekolah. Meskipun sudah dibimbing dan diberikan arahan tapi masih ada juga diantara peserta didik yang dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah.
Sebagian dari peserta didik ada yang menganggap bahwa kegiatan tersebut akan menyita waktu mereka sepulang sekolah, tetapi para pihak sekolah tidak lepas tangan dan terus meberikan motivasi agar peserta didik mau untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah. Tujuan diadakan kegiatan di sekolah adalah untuk membentuk karakter peserta didik dari yang belum baik menjadi yang lebih baik. Sehingga mereka mencerminkan karakter seorang peserta didik yang sesungguhnya.
82
b. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program PPK berbasis budaya sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 2 Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar
Dalam pelaksanaan setiap kegiatan terdapat beberapa kendala yang dihadapi yang berasal dari peserta didik seperti dalam kegiatan shalat berjamaah peserta didik malas dikarenakan takut untuk disuruh adzan dan iqamah, dan menyipakan perlengkapan untuk melaksanakan shalat berjmaah, dalam kegiatan tahfiz Al-Quran peserta didik malas untuk menghafal ayat Al-Quran, bukan hanya ayat Al-Quran tetapi pelajaran umum juga malas untuk mengahafaknya dan dalam kegiatan forum an-nisa’ peserta didik tidak mau mengikuti kegiatan dikarenakan tersitanya waktu mereka untuk pulang lebih awal pada hari jumat. Adapun karakter yang ingin dibentuk dari ketiga program kegiatan tersebut adalah religius, disiplin, tanggung jawab, gemar membaca, kerja keras dan demokratis.
Dari kendala yang dihadapi tentunya ada solusi yang diberikan kepada setiap kegiatan dan tentunya solusi yang diberikan berbeda cara mengatasi dalam setiap kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah.
2. Saran
Menurut peneliti dengan hasil penelitian yang dilakukan di SMPN Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Bagi peneliti sarannya adalah pihak sekolah harus lebih memperhatikan dan memotivasi lagi para peserta didik untuk mengikuti berbagai program kegiatan yang ada di sekolah. Meskipun ada keterbatasan dari sekolah tetapi pihak sekolah harus selalu membimbing peserta didik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tujuannya agar peserta didik bisa menyalurkan bakat yang ada di dalam dirinya dan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah dapat membentuk karakter peserta didik. Sehingga peserta didik memiliki karakter yang baik yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.