• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI DATA

C. Kendala-Kendala yang Dihadapi Oleh KPP Pratama Medan Belawan

Setiap melaksanakan suatu kegiatan pasti menghadapi kendala ataupun hambatan. Namun diharapkan kendala yang dihadapi tidak mengganggu kelancaran kegiatan pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi.

0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 2012 2013 2014 2015

Grafik WP Terdaftar dan Penerimaan SPT Tahunan

WP Terdaftar

WP Terdaftar Wajib SPT

Adapun kendala yang dihadapi oleh tenaga penyuluh dalam pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan di KPP Pratama Medan Belawan adalah:

1. Kurangnya tenaga penyuluh yang dimiliki oleh KPP Pratama Medan Belawan dalam menyampaikan materi penyuluhan. Tenaga penyuluh yang hanya berjumlah 8 orang tidak seimbang dengan wilayah kerja yang luas. 2. Masyarakat kurang berminat untuk mengikuti kelas pajak, maupun diskusi

umum mengenai perpajakan yang dilaksanakan oleh KPP Pratama Medan Belawan.

3. Penyebaran brosur maupun leaflet perpajakan yang kurang menarik tidak terlalu mempengaruhi masyarakat untuk taat pajak.

4. Masih banyak wajib pajak yang terdaftar wajib SPT bersikap acuh dan tidak menyadari akan hak dan kewajiban perpajakannya. Akibatnya, realisasi kepatuhan tidak memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dikarenakan wajib pajak selalu berupaya untuk membayar pajak sekecil mungkin, selain itu wajib pajak yang tidak taat pajak juga tidak takut terkena sanksi akibat kelalaiannya dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan belum terlaksana dengan optimal.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari uraian yang telah dijelaskan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Mekasnisme pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan sudah diatur didalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER-03/PJ/2013 Tentang Pedoman Penyuluhan dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE- 05/PJ/2013Tentang Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Perpajakan. 2. Kegiatan Penyuluhan Perpajakan dikelompokkan dalam tiga fokus yaitu

Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Calon Wajib Pajak, Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Wajib Pajak Baru, dan Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Wajib Pajak Terdaftar.

3. Kegiatan Penyuluhan Perpajakan terbagi atas 3 yaitu:

1) Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Calon Wajib Pajak.

Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Calon Wajib Pajak dilakukan dengan pendekatan sebagai berikut:

a. Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Calon Wajib Pajak Masa Depan. b. Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Calon Wajib Pajak Potensial

2) Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Wajib Pajak Baru

Penyuluhan bagi Wajib Pajak Baru dilakukan dengan cara sebagai berikut:

6. Seksi Pelayanan

• Dalam hal Wajib Pajak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP secara langsung di Kantor Pelayanan Pajak/KP2KP:

• Dalam hal Wajib Pajak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP melalui Sistem e-registration

 Dalam hal pendaftaran NPWP dilakuan melalui Pemberi Kerja atau Bendahara Pemerintah

7. Seksi Ekstensifikasi Perpajakan

• Kegiatan Penyuluhan Perpajakan dalam periode satu tahun setelah Wajib Pajak terdaftar

a. Triple One : b. Kelas Pajak

• Kegiatan Penyuluhan Perpajakan pada periode setelah satu tahun setelah Wajib Pajak terdaftar.

3) Kegiatan Penyuluhan Perpajakan Bagi Wajib Pajak Terdaftar

Kegiatan Penyuluhan Perpajakan bagi wajib Pajak Terdaftar dilakukan dengan cara sebagai berikut:

b. menyelenggarakan kelas pajak, seminar, workshop atau kegiatan Penyuluhan Perpajakan langsung lainnya

c. menyertakan sarana penyuluhan berupa leaflet/booklet/buku perpajakan dalam setiap surat imbauan dan/atau surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada Wajib Pajak Terdaftar yang sesuai dengan isi surat imbauan dan/atau surat pemberitahuan tersebut

4. Jumlah tenaga penyuluh yang ada pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan adalah berjumlah 8 orang yang dibagi per-team untuk mempermudah pembagian kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan sejak 1 Januari 2015, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan telah melaksanakan penyuluhan sebanyak 8 kali (Januari 2015 – Juni 2015). Target penyuluhan dan sosialisasi perpajakan yang dilaksanakan KPP Pratama Medan Belawan dalam tahun 2015 ini adalah sebanyak 26 kegiatan. Namun yang terealisasikan sampai pertengahan Juni 2015 adalah sebanyak 12 kegiatan.

5. Melihat Data Wajib Pajak Terdaftar dan Data Penerimaan SPT Tahunan Pada Tahun Berjalan, tingkat kepatuhan wajib pajak yang rendah dapat dilihat dari rendahnya realisasi penyampaian SPT PPh oleh wajib pajak. Tingkat kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan yang masih kurang dan masih harus didukung lagi dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan jangka panjang.

6. Adapun kendala yang dihadapi oleh tenaga penyuluh dalam pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan di KPP Pratama Medan Belawan adalah:

• Kurangnya tenaga penyuluh yang dimiliki oleh KPP Pratama Medan Belawan dalam menyampaikan materi penyuluhan.

• Masyarakat kurang berminat untuk mengikuti kelas pajak, maupun diskusi umum mengenai perpajakan yang dilaksanakan oleh KPP Pratama Medan Belawan.

• Penyebaran brosur maupun leaflet perpajakan yang kurang menarik tidak terlalu mempengaruhi masyarakat untuk taat pajak.

• Masih banyak wajib pajak yang terdaftar wajib SPT bersikap acuh dan tidak menyadari akan hak dan kewajiban perpajakannya. Akibatnya, realisasi kepatuhan tidak memenuhi target yang diharapkan.

B. Saran

1. Berhasil tidaknya suatu penyuluhan sangat ditentukan oleh petugas penyuluh, untuk itu disarankan kepada KPP Pratama Medan Belawan untuk menambah jumlah tenaga penyuluh. Bertambahnya jumlah tenaga penyuluh akan sebanding dengan wilayah kerja Medan Belawan yang luas dan dapat menambah frekuensi penyuluhan serta dapat menambah kuantitas peserta yang disuluh.

2. Metode yang diberikan penyuluh kadangkala terasa monoton, hal ini karena kurangnya variasi metode yang dilakukan oleh tenaga penyuluh. Metode audio-

visual seperti pemutaran film atau video tentang perpajakan penulis sarankan untuk ditingkatkan frekuensi metodenya. Karena biasanya masyarakat lebih cepat menangkap hal-hal yang dianggap menarik.

3. Teknik penyampaian dalam menyampaikan materi penyuluhan sebaiknya diselingi dengan hiburan atau permainan yang mengasah otak agar peserta yang disuluh tidak merasa bosan dengan penyampaian materi.

4. Sasaran penyuluhan perpajakan tidak mencakup semua lapisan masyarakat sehingga dapat dimungkinkan tingkat kesadaran masyarakat belum dapat meningkat secara optimal. hal ini dikarenakan kurang tercakupnya seluruh masyarakat dalam program penyuluhan dan sosialisasi ini baik masyarakat awam, masyarakat wajib pajak yang terdaftar maupun dari dunia pendidikan sebagai sasaran utama penyuluhan. Penyuluhan hanya dilakukan kepada wajib pajak yang berminat saja dan jika ada event tertentu.

5. Diperlukan ide-ide baru dalam penyampaian materi perpajakan. Seperti membuat suatu media audio-visual yang menarik agar dapat dilihat dan dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat. Contohnya membuat suatu kartun pendek tentang manfaat pajak untuk bangsa, atau kartun yang menceritakan bagaimana sanksi yang diterima oleh wajib pajak jika tidak taat pajak. Hal ini mungkin membutuhkan kerjasama dari pihak lain dalam pembuatan projek film kartun, namun bukan tidak mungkin masyarakat akan tergugah kesadarannya dalam memenuhi hak dan kewajibannya dalam perpajakan.

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Resmi, Siti. 2008. Perpajakan Teori dan Kasus.Jakarta: Salemba Empat.

Undang-Undang dan Peraturan:

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah disempurnakan terakhir dengan UU No.16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER-03/PJ/2013 Tentang Pedoman Penyuluhan Perpajakan.

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-05/PJ/2013 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Perpajakan

Sumber Internet:

Dokumen terkait