KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.2. Landasan Teori
2.2.9. Macam-macam Alat Musik Tradisional
2.2.9.6. Kendang Dhodhog
2.2.9.5. Gong
Gong dikenal di seluruh Asia Selatan, Malaysia dan kepulauan Indonesia. Di kenal 4 jenis gong (LIPI, 1984: 132). Untuk memainkan alat musik gong sendiri dengan cara dipukul. Gong terbuat dari logam pipih dengan benjolan ditengahnya (Rachmat, 2016: 84). Gong sering dijumpai didaerah jawa dan bali (Rachmat, 2016: 84). Gambar dibawah merupakan gong yang berada di daerah jawa.
Gambar 2.5 Alat Musik Tradisional Gong
Sumber. https://balubu.com
2.2.9.6. Kendang Dhodhog
Reyog Tulungagung merupakan tari kendang yang dimainkan oleh 6 orang atau lebih dan diiringi gamelan. Ke-enam orang tersebut menari-nari sambil menabuh kendang yang di bawa masing-masing orang/penari. Banyak versi mengenai nama dari kesenian ini, ada yang menyebut “Reog Gemblug”, “Reyog Kendhang”, dan “Reog Dhodhog" namun saat ini sudah berganti menjadi “Reyog Tulungagung” setelah pada bulan Maret 2010, telah mendapat pengakuan dari HKI Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang tertuang dalam
HKt-2-25
HI.01.01-08, yang ditandatangani oleh Direktur Hak Cipta Desain Industri Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Ir. Arry Ardanta Sigt MSc. Penerbitan SK HAKI ini bertujuan agar apabila suatu saat berkembang di daerah luar Tulunggung orang selalu mengetahui bahwa kesenian tersebut berasal dari Tulungagung (Irfan, M. N., Pamungkas, J. H., 2017: 1112).
Bahan kayu nangka, kelapa atau cempedak, merupakan bahan yang baik untuk pembuatan kendang. Bagian sisinya dilapisi kulit kerbau dan kambing. Kulit kerbau sering digunakan untuk bam atau permukaan bagian yang memancarkan ketukan bernada rendah, sedangkan kulit kambing digunakan untuk chang atau permukaan luar yang memancarkan ketukan bernada tinggi.
Gambar 2.6 Alat Musik Tradisional Kendang Dhodhog 2.2.9.7. Kendang Ciblon
Dalam sejarah alat musik kendang sering dijumpai di daerah jawa, dilihat dari ukurangnya gendang dibagi menjadi beberapa jenis. Ada gendang atau kendang yang berukuran kecil disebut dengan “Ketipung”, lalu ada gendang atau kendang yang berukuran sedang disebut dengan kendang “Ciblon” atau “Kebar”. Sedangkan gendang atau kendang yang berukuran besar, yang merupakan pasangan dari
26
ketipung, dinamakan dengan kendang gedhe atau biasa disebut dengan kendang bem.
Kendang adalah alat musik gamelan yang dimainkan dengan dipukul. Alat ini terbuat dari kulit hewan yang di keringkan, bagian pinggir membran dikaitkan dengan kulit yang kuat dan dibuat tali untuk alat staming suara (Pranata, L. P., 2016: 12).
Gambar 2.7 Alat Musik Tradisional Kendang Ciblon 2.2.9.8. Kendang bem
Kendang gedhe, juga dikenal dengan kendhang bem, ukurannya lebih besar satu setengah kali batangan (ciblon) (Riyadi Slamet, 2013: 232). Kendang terbuat dari kayu, kulit kerbau dan kulit kambing. Kayu yang digunakan untuk pembuatan kendang biasanya dari bahan kayu nangka, cempedak dan munggur. Kendang gedhe dapat dimainkan secara mandiri (kendhang setunggal) atau bisa juga kombinasi dengan kendhang ketipung (kendhang kalih) (Riyadi Slamet, 2013: 232). kendang bem bisa disebut sebagai bas dan ketipung sebagai minor yang keduanya hanya sebagai pengiring. Untuk kendang bem sendiri dapat dijumpai di daerah jawa.
27
Gambar 2.8 Alat Musik Tradisional Kendang Bem 2.2.9.9. Ketipung
Kendang ketipung dapat kita jumpai di daerah jawa. Kendang ketipung ini merupakan ukuran yang terkecil kurang lebih setengah dari batangan (ciblon) (Riyadi Slamet, 2013: 232). Bahan untuk membuat ketipung umumnya adalah kayu yang dibubut dan diberikan lubang
.
Kendhang ketipung biasanya diletakan di samping pengendhang, pada waktu digunakan cukup dipangkuan pengendhang, dengan demikian memudahkan pemainnya dalam memperagakan kombinasi-kombinasi pola kendhangan (Riyadi Slamet, 2013: 233). Adapun perannya adalah untuk menegaskan irama, terutama ketika ia dimainkan sebagai penunthung (Riyadi Slamet, 2013: 233).28
2.2.9.10. Demung
Demung adalah salah satu instrumen gamelan jawa yang termasuk keluarga balungan (Prasetyo Panji, 2012:26). Demung menghasilkan nada dengan oktaf terendah dalam keluarga balungan, dengan ukuran fisik yang lebih besar. Satu perangkat gamelan biasanya memiliki satu atau dua demung keduanya memiliki versi pelog dan slendro (Kristiani Dian, 2015:32). Alat untuk menabuh demung biasanya terbuat dari kayu, dengan bantuk seperti palu, lebih besar dan berat dari pada alat penabuh saron (Prasetyo Panji, 2012:26). Dalam memainkan demung, tangan kanan memukul bagian logam dengan tabuh lalu tangan kiri memencet logam yang baru dipukul barusan untuk mengecilkan suara yang dihasilkan. Demung merupakan salah satu alat musik tradisional yang dipukul berasal dari pulau Jawa.
Gambar 2.10 Alat Musik Tradisional Demung 2.2.9.11. Peking
Peking adalah jenis instrumen gamelan jawa terbuat dari perunggu yang berbentuk bilah persegi panjang yang ditata berderet dengan ukuran nada lebih kecil
29
dari saron. Peking laras Slendro berjumlah 6 bilah, sedangkan peking laras pelog berjumlah 7 bilah. Seperangkat gamelan Ageng pasti terdapat 1 buah peking. Peking memiliki ukuran paling kecil. Nada yang keluar dari peking ada di wilayah oktaf paling tinggi (Kristiani Dian, 2015:32).
Gambar 2.11 Alat Musik Tradisional Peking 2.2.9.12. Saron
Saron merupakan salah satu macam alat gamelan Jawa untuk tetabuhan keras berupa wilahan-wilahan dari perunggu yang disusur berderet diatas kotak kayu sebagai wadah gema (Yudoyono, 1984: 111). Saron berasal dari kata “seron” yang berarti sero atau keras. Hal ini menunjukan cara memukul serta suara yang dihasilkan.
Saron ialah instrumen gamelan yang dimainkan dengan cara dipukul. Suara dapat berbunyi dari bilah-bilah logam yang terbuat dari besi, tembaga dan kuningan. Instrumen saro termasuk dalam keompok balungan dalam alat musik gamelan. Fungsi dari saron sebagai variasi isian nada-nada pokok (Pranata, L.P., 2016: 13).
30
Gambar 2.12 Alat Musik Tradisional Saron 2.2.9.13. Gender
Gender merupakan salah satu macam alat gamelan Jawa. Gender terdiri atas bilah-bilah kuningan yang berjejer diatas bumbung. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan pemukul berbentuk lingkaran yang bertangkai pendek. Sama dengan bonang, gender juga terdiri dari dua macam ukuran, yaitu gender barung dan gender penerus (Kristiani Dian 2015: 31).
Gambar 2.13 Alat Musik Tradisional Gender 2.2.9.14. Slenthem
Slenthem merupakan salah satu instrumen gamelan Jawa yang terdiri dari lembaran lebar logam tipis yang diuntai dengan tali dan direntangkan di atas tabung-tabung dan menghasilkan dengungan rendah atau gema yang mengikuti nada saron, ricik, dan balungan bila ditabuh (Purwanti Selvi, 2016). Bentuk
31
slenthem sedikit mirip dengan gender. Bedanya, bilah slenthem berjumlah lebih sedikit, yaitu enam sampai tujuh bilah seperti bonang (Kristiani Dian, 2015: 35).
Gambar 2.14 Alat Musik Tradisional Slenthem 2.2.9.15. Kempul
Bentuk dan bahan pembuatan alat musik ini persis dengan gong yang terbuat dari perunggu. Hanya saja ukurannya lebih kecil dari gong (Kristiani Dian, 2015: 34). Satu set kempul terdiri atas beberapa kempul dengan berbagai ukuran. Kempul yang besar, nadanya lebih rendah dari pada kempul yang kecil (Kristiani Dian, 2015: 34). Kempul ini juga merupakan salah satu macam alat gamelan Jawa.
Gambar 2.15 Alat Musik Tradisional Kempul
32
2.2.9.16. Kenong
Kenong merupakan unsur instrumen pencon yang paling gemuk. Kenong terdapat di daerah Jawa dan ditempatkan pada suatu tempat yang berbentuk kayu keras, yang dialasi dengan tali, sehingga pada saat dipukul, kenong tidak akan mudah bergoyah ke sampng kanan ataupun kiri, namun bergoyang ke atas dan ke bawah, sehingga menghasilkan suatu suara yang indah. Bentuk kenong yang besar dapat menghasilkan resonasi suara yang rendah, namun tetap nyaring dengan timber yang khas. (suara yang ditangkap dalam telinga kita akan berbunyi ning-nong, sehingga dinamakan kenong). Dalam permainan gamelan jawa, permainan kenong lebih banyak mengisi kekosongan didalam sela-sela permainan kempul, tetapi permainan kenongpun juga banyak mengisi kekosongan didalam permainan kethuk (Prasetyo Panji, 2012: 24).
Gambar 2.16 Alat Musik Tradisional Kenong 2.2.9.17. Bonang
Bonang terbuat dari logam yang menonjol dibagian tengahnya. Bonang merupakan gong kecil yang diatur pada jajaran (Rachmat, 2016: 85). Bonang juga
33
merupakan instrumen melodi terkemuka. Dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh pada bagian atasnya yang menonjol atau disebut dengan pencu (pencon) dengan menggunakan dua pemukul khusus yang terbuat dari tongkat berlapis yang disebut dengan sebutan bindhi (Hesananta, 2018: 7).
Alat musik bonang ini merupakan alat musik tradisional gamelan jawa yang terdiri dari koleksi gong kecil yang biasa disebut ceret atau pot. Gong-gong kecil tersebut ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai kayu (rancak), baik satu atau dua baris lebar. Bonang biasanya dipukul dengan tongkat berlapis (tabuh). Bonang dapat dibuat dari perunggu dipalsukan, dilas dan dingin - dipalu besi, atau kombinasi dari logam. Selain bentuk gong-berbentuk ceret, bonang ekonomis terbuat dari besi dipalu atau kuningan pelat. Jenis bonang ada 3 macam, yaitu bonang penerus, bonang barung, bonang penembung (Hesananta, 2018: 7).
Gambar 2.17 Alat Musik Tradisional Bonang 2.2.10. Android
Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux
yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android menyediakan
34
(Murtiwiyati dan Lauren Glenn, 2013: 2). Sistem operasi yang didistribusikan secara open source oleh Google, atau dengan kata lain operating system ini dapat dikelola oleh berbagai pihak tanpa membutuhkan lisensi khusus (Lee, W. M, 2012). Dari waktu ke waktu android mengalami perubahan versi yang terbaru.
Pemakaian sistem operasi android pada smartphone pada saat ini banyak digunakan oleh perusahaan penghasil telepon seluler. Karena keunggulannya sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh oleh penggguna smartphone tanpa membayar biaya aplikasi tersebut. Diyakini smartphone yang menggunakan sistem operasi android akan lebih murah harganya dibanding smartphone yang menggunakan sistem operasi yang berbayar
(Rasjid, F.E, 2014)
2.2.11. Hubungan Android dengan Media Pembelajaran Alat Musik