• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu

Dalam dokumen Kabupaten Natuna Dalam Angka pd (Halaman 89-105)

PENJELASAN UMUM/ EXPLANATORY NOTES

PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES

29. Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu

dan Penanaman Modal SADRIA SJAHPUTRA, S.Pt., M.Ec.Dev. 30. Rumah Sakit Umum Daerah Natuna (Tipe C)

Direktur dr. FAISAL, M.Kes.

31. Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI ERMAN, S.Pd.

Sumber/Source: Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan/ Regional Officer, Education and Training Board

PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES

1. Sumber utama data kependudukan adalah sensus penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia merdeka, yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

Di dalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia termasuk warga negara asing kecuali anggota korps diplomatik negara sahabat beserta keluarganya.

Metode pengumpulan data dalam sensus dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan responden dan juga melalui e-census. Pencatatan penduduk menggunakan konsep usual residence, yaitu konsep di mana penduduk biasa bertempat tinggal. Bagi penduduk yang bertempat tinggal tetap dicacah di mana mereka biasa tinggal, sedangkan untuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah di tempat di mana mereka ditemukan petugas se sus pada ala Hari “e sus . Ter asuk pe duduk ya g tidak bertempat tinggal tetap adalah tuna wisma, awak kapal berbendera Indonesia, penghuni

1. The main source of demographic data is population census, which is conducted every ten years. Population Census has been conducted six times since

I do esia s i depe de e: ,

1971, 1980, 1990, 2000, and 2010.

The population census enumerates all residents who domicile in the entire territory of Indonesia including foreign citizens except the diplomatic corps members and their families.

The method of data collection in a population census involves interviewing respondents and conducting e-census. Enumeration of the population uses the concept

of usual reside e , hi h is the o ept of pla es here people usuall li e . De jure was applied to the permanent residents, while de facto was applied to non-permanent residents. The permanent residents were enumerated in place where they normally live; the non-permanent residents were enumerated where they were found by the enumerators, on the night of

Ce sus Date . The o per a e t

residents include homeless people,

http://natunakab.bps.go.id

perahu/rumah apung, masyarakat terpencil/terasing, dan pengungsi. Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap dan sedang bepergian ke luar wilayah lebih dari enam bulan, tidak dicacah di tempat tinggalnya, tetapi dicacah di tempat tujuannya. Untuk tahun yang tidak dilaksanakan sensus penduduk, data kependudukan diperoleh dari hasil proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk merupakan suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen perubahan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Proyeksi penduduk Indonesia 2010– 2035 menggunakan data dasar penduduk hasil SP2010.

ship crew, boat people, remote area community, and internally displaced persons. Those who had permanent residence and had been travelling away from their home for six months or more were not enumerated in their permanent place, but in the place where they were during the census. For the periods where the population census is not conducted, population projection is done to estimate population during those years. The population projection is an estimate based on the demographic components, such as birth, death,

a d igratio . I do esia s

2035 population projection used the 2010 Population Census as the base population.

2. Penduduk Indonesia adalah semua orang yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap.

2. The population of Indonesia are all residents of the entire territory of Indonesia who have stayed for six months or longer, and those who intended to stay more than six months even though their length of stay is less than six months. 3. Laju pertumbuhan penduduk

adalah angka yang menunjukkan persentase pertambahan penduduk dalam jangka waktu tertentu.

3. The growth rate of population is the number that shows percentage of population growth within a specified period.

4. Kepadatan penduduk adalah rasio banyaknya penduduk per kilometer persegi.

4. Population density is ratio of population per square kilometer.

http://natunakab.bps.go.id

5. Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan.

5. Sex ratio is the ratio of ale s

population to fe ale s population in a given area and time, usually expressed as the number of males for every 100 females.

6. Komposisi penduduk adalah pola persebaran penduduk menurut karakteristiknya, contoh: penduduk menurut kelompok umur, penduduk menurut jenis kelamin.

6. Population distribution is the pattern of population distribution in an area, either by geographic boundaries or by government administrative boundaries.

7. Penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas.

7. Working age population is persons of 15 years and over.

8. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan pengangguran.

8. Labor force or economically active

are persons of 15 years and over, who in the previous week were working, temporarily absent from work but having jobs, and unemployment.

9. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi).

9. Working is economic activity conducted by a person and intended to earn income by doing work or helping to do work at least one hour continuously during the reference week (including unpaid family worker/s for any economic activity).

10. Jumlah jam kerja seluruhnya 10. Total working hours is the total

http://natunakab.bps.go.id

adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan).

hours spent by an employee to perform all jobs (excluding the time used for other activities which are not classified as work).

11. Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja di mana seseorang bekerja. Klasifikasi lapangan usaha mengikuti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1 digit.

11. Industry is field of a persons

activity or establishment. The classification of industries follows the Indonesia Standard Industrial Classification (KBLI) in one digit.

12. Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam unit usaha/kegiatan dalam melakukan pekerjaan.

12. Employment status is the status of a person at his place of work or establishment where he was employed.

13. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung risiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar, termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus.

13. Own-account worker is a person who works at his own risk without assisted by paid per mount worker or unpaid worker include technical job or skill job.

14. Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar adalah bekerja atau berusaha atas risiko sendiri, dan menggunakan buruh/pekerja tak dibayar dan atau buruh/pekerja tidak tetap.

14. Employer assisted by temporary workers/unpaid worker is a person who works at his own risk and

assisted by temporary

worker/unpaid worker.

15. Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar adalah berusaha atas risiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh/pekerja tetap yang dibayar.

15. Employer assisted by permanent workers/paid workers is a person who his business at her/his owns risks at least one assisted by paid permanent worker.

16. Buruh/karyawan/pegawai adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi/kantor/ perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan, tetapi sebagai pekerja bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan terakhir, khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan. Apabila majikannya instansi/lembaga, boleh lebih dari satu.

16. Employee is a person who work permanently for other people or institution/office/ company and gains some money/cash or goods as wage/salary. Labor who have no permanent employer is not categorized as a laborer/ worker/employee but casual worker. A laborer in general is considered to have a permanent employer if he has the same employer during the past month, particularly for building construction sector is 3 months. If the employer is an institution, more than 1 (one) employer is allowed.

17. Pekerja bebas adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik berupa usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga, ataupun di nonpertanian atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang, dan baik dengan sistem pembayaran

17. Casual employee is a person who does not work permanently for other people/employer/ institution (more than 1 employer during the last 1 month) in agricultural sector, either home industry or not home industry, or in non-agricultural sector based on remuneration paid with money or goods, and based on daily or contact payment system.

http://natunakab.bps.go.id

harian maupun borongan.

18. Pekerja tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu usaha untuk memperoleh penghasilan/keuntungan yang dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji baik berupa uang maupun barang.

18. Unpaid worker is a person who intended to work without pa,y either with money or good, in an establishment run by other members of the family, relative or neighbour.

19. Bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan baik di suatu jenjang pendidikan formal (pendidikan dasar yaitu SD/sederajat dan SMP/sederajat, pendidikan menengah yaitu SMA/sederajat dan pendidikan tinggi yaitu PT/sederajat) maupun non formal (Paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA) yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Kementerian Agama (Kemenag), instansi lainnya negeri maupun swasta.

19. Schools are those who are enrolled and actively enrolled in either formal or elementary education

(primary education ie

elementary/equivalent and junior high school/equivalent, secondary education ie high school/equivalent and tertiary education ie university/ equivalent) or non formal (Package A equivalent elementary, Packet B equivalent to junior high school and equivalent C equivalent of senior high school) under the supervision of the Ministry of National Education, Ministry of Religious Affairs, other state and private institutions.

20. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, meliputi SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat,

SM/MA/sederajat dan PT.

20. Formal education is a structured and tiered educational pathway consisting of primary, secondary and tertiary education, covering Primary School/MI/equal, Junior High School/MTs/equal, Senior High School/MA/equal and university.

http://natunakab.bps.go.id

21. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Meliputi pendidikan kecakapan hidup (kursus), pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pra-sekolah, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan (paket A, paket B, dan paket C) serta pendidikan lainnya yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

21. Non-formal education is an educational pathway outside of formal education that can be implemented in a structured and tiered manner. Includes life skills education (courses), early childhood education (pre-school), youth education, women's empowerment education, literacy education, vocational education and job training, equality education (packet A, package B, and packet C) Other education aimed at developing the ability of learners.

22. Tidak/belum pernah sekolah adalah tidak/belum pernah terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan, termasuk mereka yang tamat/belum tamat Taman Kanak-kanak yang tidak melanjutkan ke Sekolah Dasar.

22. No/have not attended school is not/have never enrolled and actively follows education at an educational level, including those who graduated/have not graduated from kindergarten who did not continue to primary school.

23. Tamat sekolah adalah telah menyelesaikan pelajaran pada kelas/tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat/ijazah. Seorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi jika ia mengikuti ujian dan lulus maka dianggap tamat.

23. Graduated from school is completing the lesson in the last grade/level of an education level in public and private school by getting a certificate of graduation. A person who has not attended classes in the highest class but if he takes the exam and graduated then is considered finished.

24. Jenjang Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan adalah jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh seseorang, yang ditandai dengan sertifikat/ijazah. SD meliputi Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah dan sederajat. SMP meliputi jenjang pendidikan SMP Umum, Madrasah Tsanawiyah, SMP kejuruan dan sederajat. SM meliputi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), sekolah menegah kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah dan sederajat. PT meliputi jenjang pendidikan Diploma I, II, III dan IV dan sederajat.

24. The highest level of educational attainment is the highest level of education that is completed by a person, marked by a certificate.

Elementary school includes Elementary School, Madrasah Ibtidaiyah and equal.

Junior high school includes junior high school education, Madrasah Tsanawiyah, vocational junior and equal.

High School covers senior high school (SMA), vocational high school (SMK), Madrasah Aliyah and equal.

University covers the level of education Diploma I, II, III and IV and equal.

ULASAN DESCRIPTION

3.1 Kependudukan

Penduduk Kabupaten Natuna berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 yaitu berjumlah 75.282 jiwa yang terdiri atas 38.826 jiwa penduduk laki-laki dan 36.456 jiwa penduduk perempuan dengan sex ratio 107 yang artinya dari 100 perempuan terdapat 107 laki-laki di Kabupaten Natuna. Dari 15 kecamatan, Kecamatan Bunguran Timur merupakan kecamatan yang penduduknya terbanyak dari tahun 2010 sampai 2016, yaitu pada tahun 2016 mencapai 27.019 jiwa, dengan persentase 35,89 persen, dimana Bunguran Timur merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Natuna. Kepadatan penduduk di Kabupaten Natuna tahun 2016 yaitu 27,62 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 15 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Midai dengan kepadatan sebesar 194,60 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Bunguran Selatan sebesar 11,02 jiwa/km2. Dilihat dari komposisi kependudukan, penduduk Kabupaten Natuna di dominasi oleh penduduk ke tiga kelompok usia muda yaitu, 0-4 tahun sebesar 7.480 jiwa, 5-9 tahun sebesar 8.300 jiwa, dan 10-14 tahun sebesar 8.903 jiwa. Dependency Ratio atau

3.1 Population

The population of Natuna Regency is based on the estimated population of 2016, namely article 75,282 inhabitants consisting of 38,826 male and 36,456 female populations with sex ratio of 107 which means that from 100 women there are 107 men in Natuna Regency. From 15 districts, East Bunguran District is a district whose population is from 2010 to 2016, reaching 27,019 in 2016, with a percentage of 35.89 percent, where Bunguran Timur is the administrative center of Natuna Regency.

Population density in Natuna Regency in 2016 is 27.62 people/ km2. Population density in 15 districts is quite diverse with the highest population density in the Midai district with a density of 194.60 people/km2 and the lowest in Bunguran Selatan District is 11.02 people/km2.

In terms of population composition, the population of Natuna Regency is dominated by residents of three groups of young age ie, 0-4 years of 7,480 inhabitants, 5-9 years of 8,300, and 10-14 years of 8,903 inhabitants. Dependency Ratio or so-called Natuna

http://natunakab.bps.go.id

biasa disebut Angka Ketergantungan Kabupaten Natuna tahun 2016 adalah 57,34 yaitu dari 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung 57 penduduk usia non produkti (0-14 tahun dan 65+ tahun).

Dependency Rate of 2016 is 57,34 that is from 100 productive age population (15-64 years old) bear 57 non-productive age population (0-14 years and 65+ years).

3.2 Ketenagakerjaan

Berbicara mengenai penduduk tidak akan terlepas dengan berbagai masalah kependudukan. Salah satu masalah kependudukan adalah masalah ketenagakerjaan, sebagai contoh yaitu tingginya tingkat petumbuhan penduduk yang akan berpengaruh terhadap penyediaan tenaga kerja akan tetapi lapangan pekerjaan masih terbatas.

Kabupaten Natuna tahun 2015 memiliki jumlah angkatan kerja sebesar 32.212 jiwa, sedangkan yang bukan merupakan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya) sebesar 17.711 jiwa. Perempuan pada umumnya dihadapkan atas dua pilihan yaitu aktif dalam kegiatan ekonomi atau fokus mengurus rumah tangga, dapat dilihat, TPAK perempuan Kabupaten Natuna yaitu 43,01 persen dan TPAK laki-laki sebesar 84,46 persen hal ini diartikan bahwa perempuan lebih banyak memilih fokus mengurus rumah tangga dibandingkan ikut dalam kegiatan ekonomi, sedangkan laki-laki hampir sepenuhnya

3.2 Employment

Talking about the population will not be separated with various demographic problems. One of the problems of population is the issue of employment, for example the high rate of population growth that will affect the supply of labor will be easier.

Natuna Regency in 2015 has a labor force of 32,212 people, while non-labor force (school, housekeeping, and others) is 17,711 inhabitants. Women are generally faced with two choices: active in economic activities or focusing on households, it can be seen, female TPAK of Natuna Regency is 43.01 percent and male TPAK is 84.46 percent. This means that women prefer to focus on care Households are compared to participate in economic activities, whereas men almost fully engage in economic activities that are the nature of men as breadwinners. The number of working population in 2015 is 28. 815 people while the number of

http://natunakab.bps.go.id

melakukan kegiatan ekonomi yang merupakan kodrat laki-laki sebagai pencari nafkah. Jumlah penduduk yang bekerja tahun 2015 sebanyak 28. 815 jiwa sedangkan jumlah penduduk yang menganggur sebesar 3.397 jiwa dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 10,55 persen.

unemployed population is 3,397 people with open unemployment rate of 10.55 percent.

Gambar 3.1

Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Kabupaten Natuna, 2016

Picture Percentage of Population by Sex and Age Group of Natuna Regency, 2016

Sumber/Source: Proyeksi Penduduk Indonesia 2010–2035/Indonesia Population Projection 2010–2035

15,0 10,0 5,0 ,0 5,0 10,0 15,0 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+

Perempuan Laki-laki

http://natunakab.bps.go.id

3.1

K

EPENDUDUKAN

/P

OPULATION

Tabel 3.1.1

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Natuna, 2010, 2015, dan 2016

Table Population and Population Growth Rate by District in Natuna Regency, 2010, 2015, and 2016

Kecamatan District

Jumlah Penduduk (ribu) Population (thousand)

Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun Annual Population

Growth Rate (%) 2010 2015 2016* 2010-2015 2015-2016** (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Midai 5 007 5 138 3 495 1,44 - 1,15 2. Suak Midai 1 584 3. Bunguran Barat 10 893 11 231 7 659 2,17 - 0,91 4. Bunguran Batubi 3 470 5. Bunguran Utara 3 817 3 993 3 979 4,24 - 0,35 6. Pulau Laut 2 169 2 435 2 496 15,08 2,51 7. Pulau Tiga 4 826 4 960 3 265 1,70 - 1,05

8. Pulau Tiga Barat 1 643

9. Bunguran Timur 22 800 26 127 27 019 18,50 3,41 10. Bunguran Timur Laut 4 306 4 457 4 423 2,72 - 0,76 11. Bunguran Tengah 2 834 2 995 2 999 5,82 0,13 12. Bunguran Selatan 2 537 2 607 2 579 1,66 - 1,07 13. Serasan 4 506 4 956 5 040 11,85 1,69 14. Subi 2 577 2 810 2 848 10,52 1,35 15. Serasan Timur 2 731 2 811 2 783 1,90 - 1,00 Natuna 69 003 74 520 75 282 9,10 1,02 Catatan/Note: *)

Tahun 2016 terjadi pemekaran Kecamatan Midai, Bunguran Barat dan Pulau Tiga sehingga terdapat 3 kecamatan baru yaitu Kecamatan Suak Midai, Bunguran Batubi dan Pulau Tiga Barat/In 2016 Midai,Bunguran Barat and Pulau Tiga District have been divided, thus it formed 3 new districts which are Suak Midai, Bunguran Batubi and Pulau Tiga Barat district.

Sumber/Source: Proyeksi Penduduk Indonesia 2010–2035/ Indonesia Population Projection 2010–2035

Tabel 3.1.2

Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kecamatan di Kabupaten Natuna, 2016

Table Population and Sex Ratio by District in Natuna Regency, 2016

Kecamatan District

Jenis Kelamin (ribu)

Sex (thousand) Rasio Jenis Kelamin

Sex Ratio Laki-Laki Male Perempuan Female Jumlah Total (1) (2) (3) (4) (5) 1. Midai 1 739 1 756 3 495 99 2. Suak Midai 804 780 1 584 103 3. Bunguran Barat 3 931 3 728 7 659 105 4. Bunguran Batubi 1 806 1 664 3 470 109 5. Bunguran Utara 2 041 1 938 3 979 105 6. Pulau Laut 1 320 1 176 2 496 112 7. Pulau Tiga 1 761 1 504 3 265 117

8. Pulau Tiga Barat 848 795 1 643 107 9. Bunguran Timur 14 012 13 007 27 019 108 10. Bunguran Timur Laut 2 279 2 144 4 423 106 11. Bunguran Tengah 1 561 1 438 2 999 109 12. Bunguran Selatan 1 324 1 255 2 579 106 13. Serasan 2 533 2 507 5 040 101 14. Subi 1 432 1 416 2 848 101 15. Serasan Timur 1 435 1 348 2 783 106 Natuna 38 826 36 456 75 282 107

Dalam dokumen Kabupaten Natuna Dalam Angka pd (Halaman 89-105)

Dokumen terkait