• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rapat Dewan Komisaris TELKOM harus diselenggarakan sedikitnya satu kali dalam tiga bulan: (i) atas permintaan Komisaris Utama, (ii) atas permintaan sepertiga anggota Dewan Komisaris, (iii) atas permintaan tertulis Dewan Komisaris atau (IV) atas permintaan seorang atau sekelompok pemegang saham TELKOM yang memiliki sedikitnya 10 % dari saham TELKOM dengan hak suara yang sah. Kuorum rapat Dewan Komisaris tercapai jika lebih dari setengah anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakilkan dengan kuasa kepada komisaris lain. Keputusan rapat diambil secara mufakat.

Rapat direksi dapat diselenggarakan sesuai

keperluan atas permintaan: (i) Direktur Utama, (ii) sedikitnya sepertiga anggota direksi, (iii) direksi atau (iv) permintaan tertulis dari pemegang saham atau sekelompok pemegang saham TELKOM yang memiliki sedikitnya 10 % dari saham TELKOM dengan hak suara yang sah. Kuorum rapat tercapai bila lebih dari setengah anggota direksi hadir atau diwakilkan dengan kuasa kepada direktur lain. Pada rapat direksi, setiap direktur memiliki satu hak suara dan satu hak suara tambahan dari direktur lain yang diwakilinya.

Keputusan rapat diambil secara mufakat. Jika mufakat gagal memperoleh keputusan maka dilakukan pemungutan suara di antara anggota direksi yang hadir atau yang diwakilkan dalam rapat. Jika jumlah suaranya berimbang, maka keputusan akan ditentukan oleh ketua rapat.

Tabel 2, 3 dan 4 berikut memperlihatikan jumlah rapat Dewan Komisaris dan Direksi dan kehadiran setiap anggotanya pada tahun 2006.

Remunerasi Anggota Dewan

Komisaris dan Direksi

Setiap komisaris TELKOM mendapatkan honorarium bulanan dan tunjangan tertentu, dan mendapatkan bonus yang besarnya ditentukan oleh para pemegang saham dalam RUPS. Setiap komisaris juga memperoleh bonus uang penghargaan yang diberikan pada saat komisaris mengakhiri masa jabatannya sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan yang diterapkan pada seluruh perusahaan BUMN.

Setiap direktur memperoleh gaji bulanan dan tunjangan-tunjangan tertentu (termasuk tunjangan pensiun jika telah memenuhi syarat). Setiap direktur mendapatkan bonus tahunan (tantiem) yang besarnya ditentukan oleh para pemegang saham dalam RUPS. Bonus dan insentif dianggarkan setiap tahun

berdasarkan rekomendasi direksi dengan persetujuan dewan komisaris. Komisaris dan direksi tidak mendapatkan uang kehadiran untuk rapat komisaris dan atau direksi yang dihadirinya.

Remunerasi BoD dan BoC untuk tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 5 dan 6.

Kepemilikan Saham Direksi &

Komisaris

Beberapa direktur dan seorang komisaris TELKOM memiliki sejumlah saham di Perseroan yang jumlah totalnya adalah 56.624 lembar saham, atau 0,0002809 persen dari total saham Perseroan. Tabel 7 merupakan Laporan Kepemilikan Saham - Direksi & Komisaris per 31 Desember 2006.

TABEL 2. RAPAT DIREKSI

Nama Jabatan Jumlah Rapat

yang dihadiri Arwin Rasyid Direktur Utama dan CEO 42/45 Garuda Sudargo Wakil Direktur Utama dan CEO 43/45 Rinaldi Firmansyah Direktur Keuangan 43/45 John Welly Direktur Human Capital & General Affair 43/45

Guntur Siregar Direktur Konsumer 45/45

Abdul haris Direktur Network & Solution 41/45 Arief Yahya Direktur Enterprise & Wholesale 45/45

TABEL 4. RAPAT GABUNGAN DEwAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Nama Jabatan Jumlah Rapat

yang dihadiri

Tanri Abeng Komisaris Utama 25/26

Anggito Abimanyu Komisaris 12/26

Gatot Trihargo Komisaris 22/26

Arif Arryman Komisaris Independen 20/26

P. Sartono Komisaris Independen 25/26

Arwin Rasyid Direktur Utama dan CEO 22/26 Garuda Sudargo Wakil Direktur Utama dan CEO 23/26 Rinaldi Firmansyah Direktur Keuangan 21/26 John Welly Direktur Sumber Daya Manusia 13/26

Guntur Siregar Direktur Konsumer 22/26

Abdul haris Direktur Network & Solution 23/26 Arief Yahya Direktur Enterprise & Wholesale 16/26

Nama Jabatan Jumlah Rapat

yang dihadiri

Tanri Abeng Komisaris Utama 16/16

Anggito Abimanyu Komisaris 4/16

Gatot Trihargo Komisaris 16/16

Arif Arryman Komisaris Independen 15/16

P. Sartono Komisaris Independen 16/16

TaTa Kelola Perusahaan

Direksi Gaji Tantiem Tunjangan Total

Asuransi Lainnya Arwin Rasyid 1.296,0 794,3 324,0 2.468,7 4.883,1 Garuda Sudargo 1.231,2 754,6 307,8 3.053,6 5.347,1 Rinaldi Firmansyah 1.166,4 1.429,7 291,6 2.602,7 5.490,4 Abdul Haris 1.166,4 1.429,7 291,6 2.600,7 5.488,4 Guntur Siregar 1.166,4 714,9 291,6 2.890,7 5.063,5 John Welly 1.166,4 714,9 291,6 2.217,7 4.390,6 Arief Yahya 1.166,4 714,9 291,6 2.216,2 4.389,1 Total 8.359,2 6.552,6 2.089,8 18.050,3 35.052,2

TABEL 5. REMUNERASI DIREKSI 2006 DALAM JUTAAN RUPIAh

TABEL 6. REMUNERASI KOMISARIS 2006 DALAM JUTAAN RUPIAh

• Tantiem adalah tantiem untuk Tahun Buku 2005 yang dibayarkan setelah RUPST 30 Juni 2006. • Tunjangan lainnya terdiri atas Tunjangan Prestasi, Tunjangan hari Raya, Car Ownership Program dan

Tunjangan Operasional, Tunjangan Pajak, Tunjangan Rumah dan Kesehatan.

Komisaris Gaji Tantiem Asuransi Tunjangan

Lainnya Total Tanri Abeng 536,0 635,4 54,0 1.337,3 2.562,8 Anggito Abimanyu 482,4 571,9 48,6 1.200,7 2.303,6 Gatot Trihargo 482,4 571,9 48,6 1.200,7 2.303,6 Arif Arryman 482,4 571,9 48,6 1.200,7 2.303,6 P. Sartono 482,4 571,9 48,6 1.200,7 2.303,6 Sekretaris Dekom 201,0 238,3 - 519,9 959,2 Total 2.666,8 3.161,3 248,4 6.660,0 12.736,5

No. Nama Jabatan Jumlah Saham Presentase

1. Garuda Sugardo Wakil Direktur Utama 16.524 0,0000820

2. Abdul Haris Direktur 1.000 0,0000050

3. John Welly Direktur 4 0,0000000

4. Guntur Siregar Direktur 19.980 0,0000991

5. P. Sartono Komisaris Independen 19.116 0,0000948

Total 56.624 0,0002809

Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen untuk menjalankan Good Corporate Governance, Perusahaan menerapkan manajemen risiko di seluruh unit bisnis., Untuk mendukung agar pelaksanaan proses Manajemen Risiko Perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka Perusahaan melakukan pengembangan lingkungan internal yang mendukung penerapan Manajemen Risiko Perusahaan. Pengembangan tersebut meliputi fungsi koordinasi dan supervisi, pengelolaan Manajemen Resiko Perusahaan Perusahaan, pengembangan Manajemen Risiko Perusahaan sebagai bagian dari keseluruhan proses manajemen Perusahaan, pengembangan budaya risiko, pengembangan kompetensi, serta pengembangan kebijakan-kebijakan lain yang mendukung.

Pada awal tahun 2006 dibentuk Unit Risk Management, Legal & Compliance, dan mulai berjalan efektif pada bulan April 2006 yang mempunyai fungsi dan tanggung jawab mengelola risiko. Unit Risk Management, Legal & Compliance (RMLC) memiliki visi untuk menjadi perusahaan yang menerapkan Manajemen Risiko secara berkesinambungan pada setiap proses manajemennya dan menjadi role model penerapan Manajemen Risiko Perusahaan di Indonesia.

Unit ini merupakan organisasi yang mempunyai peran dalam mengelola upaya pengendalian potensi risiko, dari seluruh business unit dan support unit yang meliputi regulatory risk, strategic risk, financial risk, operational risk dan other risk (supplies failure, legal, technology, reputational risk) serta gangguan yang dapat menghambat kelangsungan kegiatan bisnis dan eksistensi perusahaan, sehingga memungkinkan bagi manajemen untuk lebih efektif dalam mengantisipasi ketidakpastian dan risiko serta peluang yang menyertainya.

Pada RUPSLB tanggal 28 Februari 2007, Unit RMLC dikukuhkan menjadi direktorat baru, yaitu Direktorat Compliance & Risk

Management.

Upaya Mengelola Risiko