• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Hasil Penelitian

1. Kepemimpinan Kerempuan dalam Jabatan Publik

Kepemimpinan adalah suatu sikap mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan dengan visi dan misi yang kuat, terciptanya peran wanita dalam berkesempatan memegang peranan sebagai kepemimpinan dapat membawa dampak yang positif yaitu permasalahan kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya perbedaan (diskriminasi) antara perempuan dan laki-laki. Dengan demikian perempuan dan laki-laki memiliki peluang atau akses yang sama dalam kepemimpinan.

Kepemimpinan perempuan dalam jabatan publik dapat diartikan sebagai serangkaian perilaku yang dilakukan oleh perempuan sesuai dengan kedudukannya sebagai pemimpin dalam jabatan publik. Dalam manajemen kepemimpinan perempuan tak jauh berbeda dari laki-laki, perempuan juga memiliki kecerdasan dan kekuatan dalam menempatkan diri di tempat kerja, di rumah, bahkan dalam lingkungan masyarakat sekitar. Dengan memberikan kesempatan dan menyemangati perempuan untuk berperan sebagai pemimpin.

Kepemimpinan yang dilakukan oleh para pemimpin perempuan menggunakan beberapa pola komunikasi yang baik seperti tindakan pemimpin perempuan terhadap bawahan, baik yang tampak maupun tidak tampak oleh bawahannya, pemimpin perempuan ini juga mengambarkan beberapa kombinasi seperti keterampilan motivasi, sifat, dan sikap yang mendasari prilaku seseorang.

Sehingga mampu memaksimumkan produktivitas, kepuasan kerja, pertumbuhan, serta mampu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Dalam Kepemimpinan perempuan menurut Kanter 1977 terdiri dari empat indikator yaitu : kepemimpinan perempuan sebagai the mother (Simpatik), kepemimpinan perempuan sebagai seductress (Penyemangat), kepemimpinan perempuan sebagai the pet (Kekeluargaan), kepemimpinan perempuan sebagai the iron maiden (Tegas).

a. Pemimpin Perempuan Sebagai The mother (Simpatik)

Pemimpin perempuan sebagai ibu dalam jabatan publik diasumsikan bahwa perempuan memiliki sikap simpatik, seperti pada saat anak sakit maka ibu menyediakan obat, pendengar yang baik dan mudah diajak berbicara masalah pribadi. Dengan asumsi tersebut diharapkan bahwa staff dapat lebih santai ketika bercerita kepada atasan, sehingga hal ini menjadi salah satu indikator yang dapat mengembangkan lingkungan kerja yang lebih baik.

Sebagaimana hasil wawancara dari Kepala Seksi Trantib yang mengatakan bahwa :

“Saya selaku kepala seksi trantib di kantor kecamatan ini memperhatikan betul jika ada yang sedang bermasalah lalu kemudian bingung mencari solusinya, saya akan membantu mencari jalan keluar dari masalah itu contohnya sebagai ibu yang mendengarkan staff dengan baik. Karna kan juga staff saya perempuan jadi saya memposisikan diri seperti itu.”

(Hasil wawancara HR, Tanggal 07 Maret 2021).

Dalam hal ini Kepala seksi trantib selalu memperhatikan staff dan bawahannya dibidang ketentraman dan tata tertib serta membantu memberikan solusi disetiap masalah yang ada, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian

dengan memposisikan diri sebagai ibu dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.

Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Perekonomian sebagai berikut :

”Kita harus mengetahui betul fungsi kita sebagai seorang pemimpin, terutama bagaimana komunikasi kita terhadap bawahan, sehingga ketika bawahan ingin menyampaikan keluh kesahnya, kita siap menampung dan mendengarkan. Berbicara keibuan yah sudah termasuk seperti itu, merangkul staff sehingga para staff juga santai dalam menyampaikan keluh kesahnya pada pimpinan. Yah, kalau saya seperti itu terhadap bawahan”

(Hasil wawancara S, Tanggal 07 Maret 2021).

Hal ini juga dituturkan oleh Kepala Seksi Perekonomian dalam hal pemimpin perempuan sebagai the mother , yang mengatakan bahwa ia mengetahui betul fungsinya sebagai seorang pemimpin perempuan sehingga mampu menampung pengaduan dan menerima keluh kesah bawahannya serta mampu berkomunikasi dengan baik terhadap bawahan ketika ada masalah sehingga mampu mencari jalan keluar bersama.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Pemerintahan yang mengatakan bahwa :

“Sebagai seorang pemimpin saya dengan bawahan cukup bekerja sama dengan baik, karena staff juga cepat memberitahu ketika melaksanakan sesuatu dan ada yang kurang maka kita sebagai atasan juga cepat membantu begitupun kalau ada masalah atau ada yang ingin mereka sampaikan, yah saya persilahkan saja bicara semuanya karena saya juga memposisikan diri saya sebagai pendengar yang baik.

(Hasil wawancara DR, Tanggal 07 Maret 2021)

Dalam hal ini Kepala Seksi Pemerintahan cukup bekerja sama dengan baik terhadap bawahan sehingga ketika bawahan menyampaikan sesuatu atau masalah

maka atasan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik juga cepat membantu untuk mencari solusi terhadap masalah yang ada.

Berdasarkan hasil wawancara dari 3 Kepala seksi diatas dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan perempuan sebagai The mother (keibuan) di Kantor Kecamatan Pangkajene dan Kepulauan cukup baik hal ini terlihat ketika mereka memberi kesempatan, memberi ruang kepada bawahannya untuk menyampaikan segala keluh kesah dan memposisikan dirinya sebagai pendengar yang baik.

Hal tersebut senada dengan hasil wawancara dari Staff Seksi Trantib yaitu sebagai berikut :

“Kalau ibu di trantib menurut saya baik dalam merespon. Jadi saya juga tidak memendam jika ada masalah, karena ibu membantu jika ditanya.

Sikap ibu juga baik dalam mendengarkan seperti sahabat kalau mendengarkan, sikap simpatiknya juga cukup baik”.

(Hasil wawancara YA, Tanggal 07 Maret 2021)

Dalam hal ini Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib cepat dalam merespon ketika staff mempertanyakan sesuatu hal yang tidak diketahui atau sedang bermasalah serta cukup baik dalam hal mendengarkan bawahannya.

Seperti yang diungkapkan oleh Staff Seksi Perekonomian dalam wawancara sebagai berikut :

“Ibu diseksi Perekonomian sangat jeli ketika ada bawahannya yang sedang bermasalah, beliau tidak banyak berbicara dalam hal yang tidak terlalu penting atau bukan urusan kantor tapi cepat dalam bertindak.

Beliau juga sangat berjiwa keibuan sehingga kita juga merasa diperhatikan. Menurut saya beliau adalah pemimpin perempuan yang baik”

(Hasil wawancara AA, Tanggal 07 Maret 2021)

Hal ini juga dituturkan oleh Staff Seksi Perekonomian yang mengatakan bahwa Kepala Seksi Perekonomian baik dalam hal mendengarkan bawahannya,

mencari solusi atas masalah yang ada serta membantu setiap kesulitan bawahannya serta menfasilitasi kebutuhan pegawainya ketika ada yang kekurangan, jiwa kepemimpinannya sebagai perempuan sangat terasa.

Adapun hasil wawancara dengan Staff Seksi Pemerintahan, mengatakan bahwa :

“Selaku pemimpin perempuan diseksi pemerintahan, menurut kami ibu baik dalam menjalankan tugasnya. Beliau tegas tapi relasinya terhadap bawahan sangat baik, terutama dalam mendengar pengaduan bawahannya, dan selalu bersiap menerima kritikan dan keluh kesah bawahannya. Karakter beliau keibuan menurut saya karna tegas tapi menjadi pendengar yang baik juga”

(Hasil wawancara SN, Tanggal 07 Maret 2021, U Tanggal 07 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara 4 informan diatas dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan perempuan sebagai the mother (keibuan) pada Kantor Kecamatan Pangkajene dan Kepulauan cukup baik. Hal ini terlihat dari cara Kepala Seksi membangun kepercayaan bawahannya dengan menjadi pendengar yang baik, ada disaat staffnya ingin mencurahkan masdeskrialahnya.

b. Pemimpin Perempuan Sebagai Seductress (Penyemangat)

Peran kepemimpinan perempuan sebagai penggoda ini cenderung menimbulkan unsur persaingan dan kecemburuan namun pemimpin perempuan terkadang menimbulkan sikap menyemangati bawahannya atau menjadi penyemangat bagi bawahannya dari hal itu. Dalam hal ini pemimpin perempuan dianggap sebagai faktor yang lebih baik dibanding dengan pemimpin laki-laki dalam hal menyemangati dan memotivasi karyawan untuk lebih giat. Sehingga bawahan bekerja lebih giat bukan karena perintah melainkan dorongan dari dalam.

Didukung oleh hasil wawancara Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib yang mengatakan bahwa :

“ Mengenai pemimpin perempuan sebagai Seductress, apalagi pemimpin perempuan yang dianggap lebih memiliki sikap lembut atau dalam pengertian menggoda yah terkadang menggunakan hal itu agar bawahan juga tidak terlalu kaku, mengenai kecemburuan menurut saya itu munkin tidak ada yah, nah seperti itu salah satu cara agar saya dapat menjalin komunikasi yang baik dengan bawahan.”.

(Hasil wawancara HR, Tanggal 07 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dari Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib, seorang pemimpin perempuan harus bisa berperan banyak jika itu bisa meningkatkan kemampuan bawahan apalagi jika bisa sebagai penyemangat terhadap bawahan atau pemimpin yang selalu harus menjalin komunikasi dengan bawahannya. Dan selama masa jabatan Kepala Seksi telah berusaha untuk selalu menjalin komunikasi yang baik dengan staffnya dengan cara memberi semangat kerja.

Senada dengan hasil wawancara dari Kepala Seksi Perekonomian yang mengatakan bahwa :

“Saya sebagai pemimpin sadar yang namanya pemimpin ya harus pintar-pintar dalam mengambil hati bawahannya, contohnya itu menyemangati mereka dengan cara menggoda yang sewajarnya saja yah. Tentu setiap pemimpin mempunyai cara yang berbeda tapi saya menyemangati dengan cara memberi kata pembangkit yang baik juga terkadang memberi mereka hadiah agar lebih giat dalam bekerja”.

(Hasil wawancara S, Tanggal 07 Maret 2021)

Mampu menjadi penyemangat yang baik dengan bawahan merupakan hal yang sangat penting dalam memimpin, penerapan komunikasi yang baik dalam menyemangati bawahan dengan komunikasi yang baik Kepala Seksi dengan Staff akan lebih bersinergi dalam bekerja.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Kepala Seksi Pemerintahan yang mengatakan bahwa :

“Saya selaku pemimpin sangat menjaga komunikasi dengan bawahan, seperti menyemangati mereka disaat lagi down, saat lagi kecapean.

Dengan begitu mereka juga merasa lebih diperhatikan juga hal itu dapat menarik simpati mereka bahwa kita adalah pemimpin yang baik”.

(Hasil wawancara DR, Tanggal 07 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dari 3 Informan diatas dapat disimpulkan bahwa para pemimpin perempuan atau Kepala Seksi mampu menciptakan serta menjadi penyemangat yang baik bagi bawahannya, dilihat dari kemampuan kepala seksi mendekati staff dan membangun relasi dengan baik dengan cara menyemangati bawahan.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Staff Ketentraman dan Tata Tertib yang mengatakan bahwa :

“Ibu cukup baik ketika menjadi penyemangat dengan staff, mengenai ada unsur kecemburuan kalau bagi saya itu tidak ada. Dan mengenai persaingan yah pasti ada tapi lebih ke persaingan secara sehat saja tapi tetap membuat kita nyaman dan merasa tersemangati.”

(Hasil wawancara YA, Tanggal 07 Maret 2021)

Menyemangati adalah hal sangat penting dalam kepemimpinan perempuan terhadap bawahan dalam jabatan publik, yang menurut penjelasan dari Staff Ketentraman dan Tata Tertib yang mengatakan bahwa Kepala Seksi Trantib tegas dalam menyemangati akan tetapi tetap membuat bawahannya merasa semangat dalam bekerja.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Staff Seksi Perekonomian yang mengatakan bahwa :

“Sebagai pemimpin, ibu diseksi perekonomian sangat baik dan bagus dalam menyemangati staff, sikap beliau yang lemah lembut semakin

membuat jiwa penyemangatnya lebih bagus begitu. Mengenai kesan cemburu terhadap staff yang lain gara-gara perilaku menggoda menurut saya itu tidak ”.

(Hasil wawancara AA, Tanggal 07 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dari Staff Seksi Perekonomian dalam hal menyemangati, Kepala Seksi Perekonomian telah menjalankan dengan cukup baik karena Kepala Seksi harus mampu menjadi penyemangat bagi bawahannya agar bawahan juga tetap semangat dan kerjanya semakin giat lagi.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Staff Seksi Pemerintahan yang mengatakan bahwa :

“Ibu dikantor baik dalam hal menyemangati bawahan karena beliau sangat memperhatikan staff, beliau juga selalu mengecek staff ketika melakukan sesuatu apakah sudah selesai atau belum. Jika belum beliau menyemangati kembali jadi kita sebagai staff merasa diperhatikan juga, ibu juga bertutur kata yg lembut terhadap staff”

(Hasil wawancara SN, Tanggal 07 Maret 2021, U Tanggal 07 Maret 2021).

Berdasarkan hasil wawancara dari 4 informan diatas dapat disimpulkan bahwa Kepala Seksi Ketentraman dan Tata tertib, Kepala Seksi Perekonomian dengan Kepala Seksi Pemerintahan telah memberikan semangat yang baik bagi bawahannya, perhatian kepada bawahannya dilihat dari cara pemimpin perempuan yang memberi semangat berbeda dengan pemimpin laki-laki.

c. Pemimpin Perempuan Sebagai The Pet (Kekeluargaan)

Karakter kesayangan diadopsi oleh karyawan sebagai hal yang dapat menunjukkan kehebatan dalam kepemimpinan perempuan daripada kepemimpinan laki-laki. Dalam hal ini staff akan menganggap bahwa pemimpin perempuan sebagai orang dekat, sehingga tidak terdapat rasa canggung.

Didukung oleh hasil wawancara dari Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib yang mengatakan sebagai berikut :

“Sebagai pemimpin saya tidak tau ya apakah mereka menjadikan saya sebagai kesayangan, tapi dilihat dari cara mereka yang sudah tidak canggun kepada saya serta cara saya juga kepada mereka memang memperlakukan bawahan saya seperti orang terdekat saya sehingga mereka lebih santai dalam berkolaborasi dengan saya di pekerjaan”

(Hasil wawancara HR, Tanggal 07 Maret 2021).

Berdasarkan hasil wawancara dari Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib seorang pemimpin harus mampu menarik simpatik bawahannya dengan cara menganggap bawahan adalah orang terdekat, sehingga bawahan dapat bekerja dengan baik tanpa ada rasa canggung dan malu-malu dan tujuan organisasi dapat tercapai.

Senada dengan hasil wawancara dari Kepala Seksi Perekonomian yang mengatakan bahwa :

“Saya selaku pemimpin sadar bahwa saya harus membina hubungan baik dengan bawahan, salah satunya dengan menjadikan staff sebagai orang terdekat, menganggap mereka keluarga dengan begitu kita sebagai pemimpin perempuan lebih memiliki nilai lebih daripada pemimpin laki-laki”.

(Hasil wawancara S, Tanggal 07 Maret 2021).

Bagi seorang pemimpin Kepala Seksi harus bisa mendekatkan diri bawahan karena hal tersebut juga dapat menumbuhkan jiwa dan dorongan tersendiri bagi staff atau pegawai dalam bekerja sehingga ketika ada masalah tidak canggung lagi untuk bertanya.

Senada dengan hasil wawancara dari Kepala Seksi Pemerintahan yang mengatakan sebagai berikut :

“Saya sebagai pemimpin perempuan diseksi pemerintahan ini memang dalam bersikap kebawahan ya selayaknya orang terdekat dengan

memperlakukan mereka dengan baik sehingga staff juga bisa timbul semangat dalam bekerja dan menjalankan tugas yang diberikan dengan cepat dan lebih optimal lagi”

(Hasil wawancara DR, Tanggal 07 Maret 2021).

Berdasarkan hasil wawancara dari 3 Informan diatas dapat disimpulkan bahwa para Kepala Seksi dalam hal menjadi kesayangan bagi bawahan sejauh ini cukup baik dilihat dari cara para kepala seksi atau pemimpin perempuan menganggap bawahan sebagai orang terdekat sehingga mereka tidak canggung kepada pemimpin perempuan dan hal tersebut bersifat positif dan membangun kepada bawahannya.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Staff Seksi Ketentraman dan Tata Tertib sebagai berikut :

“Ibu di kantor termasuk kesayangan bagi staffnya karna beliau memang pintar mengambil hati bawahan, kita juga sebagai staff merasa harus lebih giat dalam bekerja dan tidak mau mengecewakan pemimpin perempuan yang sudah bersikap baik kepada staff. Hal itu juga cukup baik dalam hal atasan dengan bawahan”

(Hasil wawancara YA, Tanggal 07 Maret 2021).

Senada dengan hasil wawancara dari Staff Perekonomian yang mengatakan bahwa :

“Dilihat dari cara ibu memberikan perhatian, menganggap staff sebagai keluarga menurut kami itu sudah sangat bagus, karna ibu juga selalu dekat dengan staffnya jadi kami juga merasa tidak canggung lagi jika ada masalah pekerjaan dan ingin menceritakan kepada ibu. Mengenai kesayangan yah ibu termasuk kesayangan para staffnya”.

(Hasil wawancara AA, Tanggal 07 Maret 2021)

Dalam hal pemimpin perempuan sebagai the pet, Kepala Seksi Perekonomian sangat dengan bawahannya sehingga bawahan telah menganggap mereka sebagai

kesayangan, hal kekeluargaan yang dilakukan atasan termasuk factor yang penting dalam tercapainya suatu tujuan organisasi.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Staff Seksi Pemerintahan yaitu sebagai berikut :

“Ibu di seksi pemerintahan termasuk kesayangan para staffnya, karena memang dari perlakuannya yang sudah menganggap kami orang terdekatnya, perilakunya dalam berkolaborasi juga cukup baik. Jadi kami tidak pernah lagi canggung ketika ingin berbicara dengan ibu juga tidak canggung lagi menceritakan ketika ada masalah di kantor”.

(Hasil wawancara ST, 07 Maret 2021, U 07 Maret 2021).

Berdasarkan hasil wawancara dari 4 informan diatas dapat disimpulkan bahwa Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib, Perekonomian dan Pemerintahan cukup menjadi kesayangan para staffnya dilihat dari cara para staff yang tidak lagi canggung dalam menceritakan keluh kesah kepada para pemimpin, dan menganggap mereka orang terdekat. Hal tersebut cukup baik untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

d. Pemimpin Perempuan Sebagai The Iron Maiden (Tegas)

The “iron maiden” adalah perubahan untuk masa kini, peran yang dimana perempuan kuat ditempatkan. Peran iron maiden ini cenderung membuat perempuan bersikap tegas dalam memimpin bawahannya, sehingga timbul kesan tegas. Peranan iron maiden ini terkadang menjadikan pemimpin perempuan tidak diperhatikan oleh staff ketika memiliki masalah, berbeda dengan seductress dan pet.

Didukung oleh hasil wawancara dari Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib yang mengatakan sebagai berikut :

“Saya menjalani kepemimpinan saya terkadang juga tegas dalam memimpin. Tegas nya yah berbeda dengan tegas laki-laki yang keseringan dianggap tegas tapi memarahi juga. Kalau perempuan kan tegas tapi tidak keras jdi tegasnya tetap lembut begitu”

(Hasil Wawancara HR, Tanggal 07 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dari Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib ia mengatakan bahwa pemimpin perempuan sebagai the iron maiden itu ada, yakni tegas dalam memimpin. Tapi tetap membedakan tegas dengan keras yang identic dengan pemimpin laki-laki, hal tersebut agar komunikasi dengan staff tetap baik dan tujuan organisasi dapat tercapai.

Senada dengan hasil wawancara dari Kepala Seksi Pereknomian yang mengatakan bahwa :

“Berbicara tegas, ya saya tegas ketika menghadapi beberapa permasalahan di kantor sebagai pemimpin perempuan. Karna menurut saya itu hal yang baik juga dalam membuat bawahan disiplin tapi bukan juga yang tegas dalam artian memarahi, tidak. Tapi dalam hal tertentu saja.

(Hasil Wawancara S, Tanggal 07 Maret 2021)

Kepemimpinan perempuan dengan indikator yang tegas itu ada dan menurut Kepala Seksi Perekonomian hal tersebut baik agar bawahan tetap dalam keadaan yang baik dan disiplin dalam bekerja.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Kepala Seksi Pemerintahan yang mengatakan bahwa :

“Sebagai pemimpin perempuan yang tegas ya saya juga seperti itu, tegas dalam memimpin itu harus tapi tetap tegas yang sewajarnya, apalagi perempuan yang identik dengan emosionalnya yang terkadang tidak bisa dikontrol. Jangan sampai tegas tapi sudah masuk dalam rana memarahi atau keras. Kalau saya dibilang tegas dalam memimpin ya tegas ji juga”.

(Hasil Wawancara DR, Tanggal 07 Maret 2021)

Berdasarkah hasil wawancara dari 3 informan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan perempuan sebagai wanita besi atau the iron maiden itu ada terlihat dari cara mereka tetap tegas dalam memimpin bawahannya. Tapi hal tersebut mereka lakukan secara baik dan tetap berwibawa karena mereka ingin berbeda dengan pemimpin laki-laki yang cenderung tegas namun juga terlihat keras oleh bawahannya. harus dikerjakan staff maka beliau dengan tegas mengatakan bahwa program itu harus bisa selesai tepat waktu tapi tegasnya tetap baik. Jadi saya sebagai staff suka karena berbeda dengan tegasnya pemimpin laki-laki pada umumnya”

(Hasil Wawancara YA, Tanggal 07 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dari Staff, sikap tegas dimiliki Kepala Seksi Ketentraman dan Tata Tertib hal tesebut terlihat dari cara pemimpin perempuan pada seksi tersebut tegas dalam menyampaikan dan tegas dalam mengingatkan bawahannya mengenai suatu program yang harus cepat terlaksana.

Senada dengan hasil wawancara dari Staff Seksi Perekonomian yang mengatakan bahwa :

“Beliau sebagai pemimpin menurut saya sebagai staffnya yah beliau tegas. Tidak banyak bicara yang tidak berfaedah tapi tegas dalam membimbing staffnya dan juga mengajari staffnya sehingga karna tegasnya itulah kita juga giat bekerja. Beda sih dengan tegasnya pemimpin laki-laki”

(Hasil Wawancara AA, Tanggal 07 Maret 2021)

The iron maiden ada dalam kepemimpinan perempuan pada Seksi Perekonomian. Tegas tapi tidak merasa yang paling kuat dan merasa yang paling benar, akan tetapi tegas yang membuat staff giat dalam bekerja terlihat dari sikap pemimpin yang tegas dalam membimbing staffnya dan tegas dalam mengajari staffnya.

Sejalan dengan hasil wawancara dari Staff Seksi Pemerintahan yang mengatakan bahwa :

“Kami selaku staff melihat beliau memang tegas, tapi tetap baik dan seperti tegas yang menyayangi. Kami sebagai staff suka pemimpin apalagi perempuan yang seperti ibu baik walaupun dalam memimpin beliau tegas namun jiwa perempuannya masih terlihat begitu”

(Hasil wawancara ST, 07 Maret 2021, U 07 Maret 2021).

Berdasarkan hasil wawancara dari 4 informan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa para pemimpin perempuan atau kepala seksi tegas atau sebagai the iron maiden dalam kepemimpinannya akan tetapi tegasnya dalam hal yang

baik tidak merasa dirinya paling benar serta ketegasan mereka yang berbeda dengan ketegasan pemimpin laki-laki yang cenderung tegas namun juga keras seperti pada ketegasan perkataan.

2. Faktor penghambat kepemimpinan perempuan dalam jabatan publik

Dokumen terkait