BAB II KOMUNAL PRIMITIF PERCUSSION
2.2. Gambaran Umum Komunal Primitif
2.2.1 Kepengurusan Komunal Primitif
Takari (2008:82) mengatakan kata organize artinya adalah menyusun atau mengatur bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lainnya, sementara itu, setiap bagian mempunyai satu tugas khusus atau berhubugan dengan keseluruhan. Berdasarkan makna etimologi tersebut maka jelaslah bagi kita bahwa pengorganisasian tidak dapat diwujudkan tanpa adanya hubungan dengan yang lain dan tanpa menetapkan tugas-tugas tertentu untuk masing-masing unit.
Menyangkut hal di atas, Benni Tambak mengatakan kepengurusan Komunal Primitif disusun untuk mempermudah pekerjaan ataupun kegiatan lainnya. Namun segala sesuatunya dikerjakan secara bersama-sama seperti slogan Komunal Primitif “sama rasa sama rata”.
Sejak dibentuknya kepengurusan Komunal Primitif hingga sampai saat ini, Komunal Primitif masih melakukan 3 kali pergantian kepengurusan. Berikut ini adalah kepengurusan Komunal Primitif pada periode pertama, kedua dan ketiga dalam bentuk tabel.
No JABATAN 2011 – 2014 2014 - 2017 2017 - 2020 1 Ketua Freddy Purba Benni Tambak Sintong Pasaribu
2 Sekretaris Belum ada Pranata Fitri
3 Bendahara Zulaika Tina Ginting Nathania
4 Peralatan Benni Tambak Deni Siregar Dendra
5 Humas Belum ada Ando P Sipayung Nathania
Slogan merupakan bentuk penyampaian informasi atau pemberitahuan dan slogan biasanya ditulis dengan kalimat pendek yang menarik, singkat, mudah diingat, dan persuasi yang memiliki tujuan untuk menegaskan sebuah pemikiran atau prinsip, bahkan slogan juga merupakan perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi, organisasi, dan partai politik (Alwi 2003:108).
Hal senada diungkapkan oleh Haryanto (2006) yang mendefinisikan slogan sebagai frase atau kalimat pendek yang mudah diingat, dipakai untuk memberi tahu atau menjelaskan tujuan organisasi, ideologi golongan dan sebagainya. Sukini (2005:162) juga menambahkan bahwa slogan merupakan kalimat singkat dan bersifat persuasi, serta susunan dalam kalimat tidak seperti biasa.1
Menyangkut hal di atas, Komunal Primitif Percussion memiliki slogan
“sama rasa sama rata”. Slogan ini digagasi oleh saudara Freddy Purba. Beliau mengatakan makna moto “sama rasa sama rata” adalah setiap anggota Komunal Primitif harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anggota lainnya,
misalnya sama-sama bekerja sama-sama merasakan lelah, sama-sama belajar sama menghasilkan, baik itu berupa ilmu maupun materi. Dan juga sama-sama lapar dan sama-sama-sama-sama haus.
2.2.3. Visi dan Misi Komunal Primitif
Untuk menjaga eksistensi Komunal Primitif, dan untuk membangun Komunal Primitif menjadi sebuah wadah yang mempunyai peranan penting di dalam dunia musik di Nusantara, Komunal Primitif mempunya visi dan misi, yaitu:
Visi : Menjadi Komunal Primitif Percussion menjadi wadah belajar bersama tentang perkusi
Misi : Menjadikan perkusi menjadi penting bagi dunia pendidikan sekaligus melestarikan alat musiknya.
2.2.4. Keanggotaan Komunal Primitif
Benny Purba mengatakan untuk menjadi anggota Komunal Primitif syarat utamanya adalah mahasiswa di Program Studi Etnomusikologi USU.
Apabila mahasiswa tersebut tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa di Program Studi Etnomusikologi maka orang tersebut tetap dapat menjadi anggota Komunal Primitif. Untuk menjadi anggota Komunal Primitif harus menjalani masa bersosial di dalamnya. Biasanya masa tersebut dijalani 6 (enam) bulan sampai masa penabalan. Pada masa inilah anggota baru dinilai dari tingkat kedisiplinan
dan loyalitas terhadap program Komunal Primitif. Dan untuk resmi menjadi anggota Komunal Primitif harus mengikuti malam keakraban Komunal Primitif.
Masa bersosial pada dasarnya bertujuan untuk membangun dan membentuk si mahasiswa agar dapat memahami pokok pikiran atau visi dan misi Komunal Primitif. Hal-hal yang biasanya dijalani adalah latihan bersama, mempersiapkan dan merapikan peralatan pada saat latihan, ketersediaan waktu terhadap program Komunal Priomitif.
Sintong Pasaribu, yang sekarang ini menjabat sebagai ketua Komunal Primitif mengatakan tidak semua calon anggota Komunal Primitif berhasil melalui masa bersosial tersebut. Ada juga beberapa calon yang akhirnya memutuskan untuk berhenti dan tidak bergabung lagi sampai menjadi anggota resmi Komunal Primitif. Misalnya dengan alasan tidak disiplin dengan jadwal latihan Komunal Primitif, tidak sesuai dengan slogan Komunal Primitif.
2.2.4.1. Malam Keakraban Komunal Primitif
Seperti yang penulis paparkan di atas, untuk menjadi anggota resmi Komunal Primitif harus mengikuti malam keakraban. Maka anggota yang sudah mengikuti malam keakraban sudah resmi menjadi anggota Komual Primitif.
Malam keakraban biasanya dilakukan 2 atau 3 tahun sekali. Benni Tambak mengatakan dalam acara malam keakraban terdapat kegiatan yang membangun komunukasi, membangun rasa persaudaraan antar sesama. Setiap kegiatan yang dilakukan di sana dilaksanakan secara bersama-sama, misalnya seperti memasak bersama, latihan bersama, olahraga bersama. Selain itu, terdapat kegiatan diskusi
bersama. Dalam diskusi ini biasanya membahas tentang segala sesuatu yang menyangkut dengan perkusi.
Selain itu, kegiatan utama pada malam keakraban adalah menyusun kepengurusan Komunal Primitif yang baru, dan pada saat itu juga dilakukan evaluasi kinerja kepengurusan yang lama agar dapat diperbaiki kepengurusan yang baru.
Tujuan dilaksanakannya acara malam keakraban adalah untuk saling berbagi rasa terhadap sesama anggota Komunal Primitif. Masing-masing anggota Komunal Primitif, khususnya anggota yang akan bergabung mendapat waktu untuk menceritakan apapun tentang masalah mereka. Misalnya, pribadi, keluarga, sampai masalah keuangan masing-masing. Selain itu mereka juga mengungkapakn apa yang mereka rasakan dan mereka dapatkan selama menjalani pelatihan dan bersosisal di dalam lingkungan Komunal Primitif.
2.2.5. Inventaris Komunal Primitif
Pada awal terbentuknya Komunal Primitif, alat musik yang digunakan masih milik masing-masing anggota dan beberapa alat musik yang dipinjamkan dari Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi. Namun seiring berjalannya waktu sampai saat ini Komunal Primitif telah memiliki beberapa inpentaris alat musik dan properti lainnya. Dana yang digunakan untuk membeli inpentaris Komunal Primitif menggunakan dana yang mereka dapat ketika mereka mendapat bayaran di saat Komunal Primitif tampil. berikut ini adalah inpentaris yang dimiliki oleh Komunal Primitif:
1. Satu set taganing, jenis alat musik membranophone terdiri dari 6 buah gendang berbentuk tabung yang dimainkan dengan cara dipukul.
2. Marakas, Jenis alat musik idiophone yang dimainkan dengan cara digoyang
3. Djembe, jenis alat musik membranophone yang dipukul dengan tangan 4. Ulos Batak Toba 20 lembar
5. Perlengkapan make-up/body peanting
6. Afuce jenis alat musik idiophone yang dimainkan dengan cara digoyang 7. Symbal jenis alat musik Idiophone yang dimainkan dengan cara dipukul 8. Barang-barang bekas (ember, jeregen, besi bekas)
9. Stick
2.2.6. Logo Komunal Primitif
David E. Carter (seperti dikutip Kurniawan, 2008) juga menjelaskan
“logo adalah identitas suatu perusahaan dalam bentuk visual yang diaplikasikan dalam berbagai sarana fasilitas dan kegiatan kelompok atau perusahaan sebagai bentuk komunikasi visual. Logo dapat juga disebut dengan simbol, tanda gambar, merek dagang (trademark) yang berfungsi sebagai lambang identitas diri dari suatu badan usaha dan tanda pengenal yang merupakan ciri khas kelompok atau perusahaan”.
Tujuan dari logo menurut David E. Carter (seperti dikutip Al, 1982), yaitu:
a. Sebagai ciri khas dan identitas agar mudah dikenal oleh publik.
c. Menginformasikan jenis usaha untuk membangun image.
d. Merefleksikan semangat dan cita-cita.
e. Menumbuhkan kebanggaan di antara anggota. 2
Logo Komunal Primitif ini dibuat oleh Saudara Sintong Pasaribu pada tahun 2017 ketika beliau baru menjabat sebagai ketua Komunal Primitif. Berikut ini adalah logo Komunal Primitif Percussion:
Gambar 2. Logo Komunal Primitif Percussion
Makna keseluruhan dari logo di atas adalah satu di dalam lingkaran Komunal Primitif Percussion. Kalimat Komunal Primitif Percussion adalah nama sebutan atau nama komunitas. Di dalam tangan terdapat tulisan “sama rasa sama rata” yang merupakan slogan Komunal Primitif. Sedangkan makna gambar tangan dan stick di atas melambangkan kebutuhan utama untuk bermain perkusi.
2 Dikutip dari https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/572/jbptunikompp-gdl-tonyvancha-28556-10-unikom_t-i.pdf
2.3. Program Komunal Primitif
Dalam hal ini Benni Tambak mengatakan program Komunal Primitif hanya latihan rutin saja, yaitu dilakukan sekali dalam seminggu setiap hari kamis.
Apabila ada jadwal mengisi pertunjukan di sebuah acara maka Komunal Primitif menambah jadwal latihan.
Selain program latihan, Komunal Primitif juga memiliki program penambahan reportoar baru dan pola irama baru. Maksud dari program ini adalah setiap anggota Komunal Primitif harus mampu menciptakan reportoar baru dan pola irama baru sehingga setiap anggota memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak tentang pola irama. Misalnya anggota Komunal Primitif harus dapat menguasai beberapa pola irama yang terdapat di Nusantara maupun mancanegara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Sintong Pasaribu, Komunal Ptimitif mempunyai program di tahun 2022, yaitu konser perdana Komunal Primitif dengan tema “sama rasa sama rata”. beliau mengatakan pada program ini Komunal akan melibatkan berbagai komunitas perkusi di Nusantara. Dan kalau memungkinkan juga akan melibatkan komunitas perkusi dari mancanegara.
2.4. Eksistensi Komunal Primitif
Sejak berdirinya sampai pada saat ini, Komunal Primitif sudah sering tampil di berbagai acara dan berbagai daerah. Komunal Primitif juga selalu mengikuti perkembangan dan informasi dari dinas pendidikan dan kebudayaan serta instansi yang berkaitan dengan seni pertunjukan. berikut adalah beberapa kegiatan yang pernah diikuti oleh Komunal Primitif.
1. Acara Diskusi Mahasiswa Antar Universitas Tahun 2009 di Pendopo USU.
2. Mengikuti musik kompetisi kebudayaan yang diselenggarakan oleh KEMENPORA pada tahun 2013
3. Mengikuti pesta Tabuik yang diadakan di Padang Sumatera Barat 2014
4. Mengisi acara Dies Natalis USU pada tahun 2015
5. Mengisi acara ulang tahun Punguan Simbolon dohot Boruna
8. Acara Ramoti Tao Toba 2018 di Open Stage Parapat
9. Acara Charity Sulawesi yang di adakan di Medan tahun 2018
10. Acara Road Show Tuak Fest 2019 di Big 23 Cafe yang diselenggarakan oleh Etnozoom.
11. Acara Poldasu Toba Lake Fiesta 2019 di Parapat
12. Toba Caldera World Music Festival 2019 di Lintong ni Huta
13. Dan mengisi acara diberbagai Universitas dan lembaga pendidikan lainnya di Medan
Komunal Primitif juga memiliki akun media sosial, yaitu
@komunalprimitifpercussion (dalam akun istagram). Dengan adanya akun media
sosial ini, Komunal Primitif dapat membagi pengalaman dan semua orang dapat mengetahui keseharian Komunal Primitif.
BAB III
PERSIAPAN KOMUNAL PRIMITIF PERCUSSION
Sebelum penulis memaparkan segala persiapan yang dilakukan Komunal Primitif, penulis akan menjelaskan secara singkat tentang kegiatan TCWMF 2019 yang dilaksanakan di desa Lintong Ni Huta, Kabupaten Toba Samosir.
3.1. Gambaran Umum Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) adalah salah satu kegiatan kepariwisataan Danau Toba yang digagasi oleh lembaga Musik Suarasama. Kegiatan ini menampilkan beragam jenis musik, mulai dari musik tradisional, fusion, dan kontemporer dunia. Festival ini menekankan pada pemakaian alat musik tradisional dunia, meskipun alat musik elektrik sebagai pendamping juga biasa digunakan. TCWMF 2019 merupakan kegiatan yang kedua, dimana TCWMF yang pertama dilaksanakan pada tahun 2018.di TB Silalahi Centre Balige.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Rithaony Hutajulu (co-director sekaligus manejer produksi TCWMF) mengatakan bahwa “World music” itu awalnya istilah yg dipakai dalam dunia etnomusikologi untuk menyebutkan musik-musik tradisi dari seluruh kebudayaan dunia (1980an). Di akhir abad 20-an istilah ini diadopsi oleh industri musik menjadi sebuah genre musik baru yg ada hubungannya dengan ekspresi musik tradisi dunia, misalnya pemusik pop/jazz berkolaborasi dgn para pemusik tradisi dari India, Timur Tengah, Afrika, Jawa, Bali dan lainnya.
Karya-karya world music umumnya merepresentasikan musik-musik tradisi dunia yg sudah berakar di masyarakatnya (roots music) dan juga musik-musik baru yg memiliki unsur tradisi dunia yang sering disebut „world fusion’, karena memfusikan beberapa unsur-unsur musik dari beberapa tradisi dunia.
World music kemudian berkembang dan menjadi sangat popular dalam
bentuk-bentuk festival di dunia.
Di Indonesia sendiri festival world music pertama pernah dibuat di Bali, yaitu “Bali Wolrd Music Festival” pada tahun 2002, kemudiaan di ikuti beberapa kota-kota lain seperti, Bandung (Jabar), Pekanbaru (Riau), Sawahlunto, Padang (Sumbar) dan Banda Aceh (NAD).
Kegiatan TCWMF 2019 ini merupakan bagian dari salah satu yang mengawali kalender event kepariwisataan pada 2019 di Danau Toba. Tujuannya tak lain untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata Danau Toba hingga ke mancanegara. Festival ini diharapkan juga menjadi satu model pengembangan pariwisata berbasis kegiatan (event based tourism development) yang berkelanjutan dan juga diharapkan dapat menjadi ajang berkumpulnya para komunitas world music dunia.
3.1.1. Pelaksana Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019
Berdasarkan hasil penelusuran penulis, bahwa kegiatan Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 merupakan kegiatan Kementrian Pariwisata pusat bekerja sama dengan Dinas Pariwisata TOBASA yang dikerjakan oleh tim produksi Suarasama yang dipimpin oleh Bapak Irwansyah
3.1.2. Jadwal dan Pengisi Acara Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019
Kegiatan Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu pada tanggal 14 – 16 Juni 2019 di Bukit Singgolom Desa Lintong Ni Huta Toba Samosir. Berikut ini adalah jadwal kegiatan dan pengisi acara dari hari pertama sampai hari ketiga:
o Hari Pertama Jumat, 14 Juni 2019:
Gambar 3.1. Jadwal kegiatan TCWMF 2019 (Sumber: Instagram suarasama)
o Hari kedua, Sabtu 15 Juni 2019
Gambar 3.2. Jadwal acara TCWMF 2019 (Sumber: Instagram Suarasama)
o Hari ketiga, Minggu 16 Juni 2019
Gambar 3.3. Jadwal acara TCWMF 2019
Dari data di atas, bahwa Komunal Primitif Percussion tampil pada hari kedua, Sabtu 15 Juni 2019 yaitu pukul 20:00 WIB.
3.2 Persiapan Komunal Primitif Percussion
Pada bagian ini penulis akan memaparkan persiapan yang dilakukan Komunal Primitif untuk ditampilkan di Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019. Sintong Pasaribu mengatakan undangan panitia pelaksana diterima pada bulan April 2019 secara lisan oleh Bapak Dosen Etnomusikologi USU, Irwansyah Harahap yang juga sebagai Direktur kegiatan Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019. Perihal undangan ini, Komunal Primitif membawa nama USU. Menurut Sintong hal ini merupakan kesempatan baik bagi Komunal Primitif untuk lebih memperkenalkan diri ke masyarakat lokal maupun masyarakat di berbagai Negara serta kesempatan untuk berkarya. Untuk menyikapi hal ini, Sintong sangat berterima kasih kepada Bapak Irwansyah Harahap atas kesempatan yang diberikan kepada Komunal Primitif, namun untuk memastikan kesediaan Komunal Primitif Sintong terlebih dahulu mendiskusikannya bersama anggota Komunal Primitif.
Seperti biasanya, segala sesuatu yang menyangkut dengan penampilan Komunal Primitif didiskusikan secara bersama. Menyangkut undangan Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 anggota Komunal Primitif sepakat untuk tampil pada kegiatan tersebut. Untuk menindak lanjuti hal ini Komunal Primitif menyepakati untuk menambah jadwal latihan.
3.2.1 Materi Latihan
Pembahasan berikut ini adalah tentang materi latihan yang dilakukan Komunal Primitif untuk persiapan ke TCWMF 2019. Latihan Komunal Primitif selalu diawali dengan pemanasan, biasanya melakukan gerakan-gerakan untuk melenturkan tubuh. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan rudiment/basic sticking atau Komunal Primitif lebih sering menyebutnya dengan sticking. Daniswara mengatakan di blog pribadinya (, rudiment/basic sticking adalah pukulan-pukulan dasar pada permainan drum. Tujuan dilakukannya sticking adalah untuk melatih konsentrasi, melatih tempo, dan kecepatan. Latihan sticking biasanya dilakukan sekitar 10 sampai 20 menit, setelah itu dilanjut dengan memainkan pola irama yang sudah ada sebelumnya Adapun pola yang dimainkan pada saat latihan sticking adalah sebagai berikut:
a. Pola Single Stroke
b. Pola Double Stroke
c. Pola Tripple Stroke
d. Pola Paradidle
Materi latihan selanjutnya adalah mematangkan reportoar yang akan ditampilkan. Dalam hal ini, anggota Komunal Primitif latihan secara berkelompok. Pengelompokan dibuat berdasarkan jenis alat musiknya. Misalnya, pemain djembe latihan terpisah dengan pemain lainnya. Setelah masing-masing kelompok mematangkan pola iramanya masing-masing, dilanjutkan dengan latihan bersama.
3.2.2. Jadwal Latihan dan Persiapan
Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 menupakan kegiatan internasional, untuk itu Komunal Primitif secara serius dan terperinci tentang jadwal latihan. Dalam hal ini, penulis merangkumnya dalam sebuah tabel berikut ini. (Lampiran 1)
3.2.3. Transportasi dan Akomodasi
Kegiatan TCWMF 2019 dilaksanakan di desa Lintong Ni Huta, Kabupaten Toba Samosir. Dalam hal ini , panitia menyiapkan 2 (dua) unit mobil jenis minibus dan 1 (satu) unit mobil barang untuk mengangkut alat musik sebagai alat transportasi Komunal Primitif selama kegiatan berlangsung. Komunal
Primitif berangkat ke lokasi kegiatan pada tanggal 13 Juni 2019 pada pukul 17:00 WIB dan tiba pada pukul 23:00 WIB. Untuk mencapai tujuan dibutuhkan waktu sekitar 6 jam dengan kecepatan rata 60 KM/jam. Sesampainya di tujuan, panitia juga telah mempersiapkan penginapan dan konsumsi dengan fasilitas dan kualitas yang baik.3
3.3. Kegiatan di Desa Lintong Ni Huta
Pada pembahasan ini penulis akan memaparkan kegiatan yang dilakukan Komunal Primitif sesampainya di Desa Lintong Ni Huta atau sebelum
pertunjukan. Dan perlu penulis tekankan bahwa kegiatan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kegiatan yang masih berkaitan dengan pertunjukan Komunal Primitif dan ilmu etnomusikologi. .
3.3.1. Interaksi Dengan Masyarakat
Takari (2009) mengatakan: sebagai sebuah disiplin ilmu, etnomusikologi dengan terang-terangan dinobatkan sebagai dua kelompok disiplin, yaitu ilmu humaniora dan ilmu sosial sekaligus4. Menyangkut dengan pendapat di atas, Komunal Primitif yang merupakan mahasiswa Etnomusikologi menerapkan disiplin ilmu etnomusikologi. Komunal Primitif melakukan interaksi dengan masyarakat lokal utamanya dari kalangan pelajar.
3 Komunal Primitif menginap di Hotel Sumatera Jl. Mulia Raja No. 54, sebanyak 6 kamar.
Komsumsi yang disediakan pihak Panitia dalam bentuk nasi kotak dengan menu daging dan ikan yang dilengkapi dengan buah pencuci mulut.
Pada awalnya para adik-adik pelajar merasa sungkan bahkan takut melihat penampilan5 anggota Komunal Primitif. Namun untuk menghangatkan suasana, anggota Komunal Primitif mengajak adik-adik pelajar berkenalan dengan menanyakan nama dan marga serta kelas berapa, Salah satunya adalah Liberty Silaban (13 tahun) kelas VIII SMP. Komunal Primitif juga mencoba berdialog tentang musik tradisional Batak kepada adik-adik pelajar. Dengan terjadinya interaksi tersebut, ternyata adik-adik pelajar di sana masih banyak yang tidak mengetahui nama alat musik tradisional Batak Toba, misalnya masih banyak yang belum mengenal garantung.
Melihat kondisi tersebut, Komunal Primitif memberikan informasi tentang alat musik tradisional Batak Toba dan menekankan betapa pentingnya menjaga kelestarian musik tradisional. Untuk menyemangati adik-adik pelajar, Komunal Primitif meluangkan waktu untuk bermain musik bersama dengan anak-anak di sana. Komunal Primitif juga menegaskan agar masyarakat di sana khususnya generasi muda turut mempertahankan eksistensi budaya musik tradisional daerahnya dengan cara mempelajari alat musik tradisional sejak dini.
Berikut ini adalah dokumentasi Komunal Preimitif dengan anak-anak di Desa Lintong Ni Huta.
5 Pakaian yang kurang rapi, gondrong, umumnya laki-laki menggunakan anting di telinga.
Gambar 3.4. Interaksi dengan anak-anak di Desa Lintong ni Huta
3.3.2. General Repetisi
Gladi Resik atau yang sering disingkat dengan GR adalah latihan terakhir sebelum pertunjukan. Dalam hal ini, Sintong Pasaribu mengatakan, Komunal Primitif menjalankan sesuai arahan dari panitia. Dari jadwal yang diberikan panitia, Komunal Primitif mendapat waktu GR pada hari Sabtu 15 Juni 2019 pukul 11.00 WIB
3.3.3. Latihan dan Diskusi Terakhir
Untuk tetap menguasai reportoar yang akan dimainkan Komunal Primitif juga mengambil waktu latihan di suatu tempat yang jauh dari keramaian.
Pada latihan terakhir ini, Komunal Primitif merekamnya secara langsung.
Kemudian Komunal Primitif menonton hasil rekaman tadi dan setelah itu didiskusikan. Benny Tambak mengatakan materi diskusi terakhir adalah:
a. Evaluasi permainan masing-masing Komunal Primitif. Pada materi ini, setiap anggota bergiliran untuk menyampaikan komentar atas permainan anggota lainnya. Seingat penulis yang juga ikut serta dalam evaluasi tersebut, salah satu komentar dari penulis sendiri adalah supaya posisi 2 orang pemain djembe tidak terpisah atau saling berdekatan.
b. Perlengkapan busana dan peralatan alat musik. Pada materi ini, Benny Tambak menanyakan kesiapan perlengkapan busana masing-masing.
Selain itu beliau juga menekankan agar masing-masing anggota untuk menjaga alat pukul (stik) dan alat musiknya.
c. Kondisi kesehatan. Pada materi ini, setiap anggota Komunal Primitif wajib menjaga kesehatan dan stamina agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
d. Pembagian Tugas. Pada materi ini, masing-masing anggota diberi tugas khususnya tugas untuk mempersiapkan alat musik sebelum dan sesudah tampil. dalam hal ini, tugas ini diserahkan kepada anggota Komunal yang baru.
3.3.3. Persiapan Menuju Lokasi Pertunjukan
Kegiatan TCWMF 2019 hari kedua dimulai pada pukul 09.00 WIB.
Agenda acara pertama adalah Cullinary, Craft, Exhibition.. Pada pukul 11:00 WIB semua peralatan alat musik sudah disusun di dalam mobil barang dan siap untuk berangkat dari penginapan. Dan sesuai arahan panitia, Komunal Primitif telah berada di lokasi kegiatan pada pukul 15:00 WIB dan langsung menuju ruang
tunggu pengisi acara. Untuk mempermudah komunikasi, panitia menyiapkan satu orang perwakilannya atau yang sering disebut Liaison Officer.
BAB IV
DESKRIPSI PERTUNJUKAN KOMUNAL PRIMITIF PADA ACARA TCWMF 2019
Pada bab ini penulis akan mendeskripsikan pertunjukan Komunal Primitif pada acara TCWMF 2019. Dalam hal ini penulis mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Milton Singer (dalam MSPI, 1996:164-165) yang menjelaskan bahwa pertunjukan selalu memiliki: (1) waktu pertunjukan yang terbatas, (2) awal dan akhir, (3) acara kegiatan yang terorganisir, (4) sekelompok pemain, (5) sekelompok penonton, (6) tempat pertunjukan dan, (7) kesempatan untuk mempertunjukannya. Beberapa pembahasan yang berkaitan dengan teori di atas telah penulis paparkan pada bab sebelumnya.
4.1 Pendukung Pertunjukan Komunal Primitif 4.1.1 Alat Musik
Salah satu keunikan Komunal Primitif adalah menggunakan beragam alat musik tradisional Nusantara maupun Mancanegara khususnya alat musik perkusi.
Sejalan dengan itu, hal yang paling ditonjolkan oleh Komunal Primitif adalah alat
Sejalan dengan itu, hal yang paling ditonjolkan oleh Komunal Primitif adalah alat