BAB II PEMBAHASAN
3. Keputusan Pendanaan (Leverage/Financing)
2010 2011 2012 0.000 0.200 0.400 0.600 0.800 1.000 1.200 1.400 1.600 HOLCIM INDOCEMENT SEMEN GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
Rasio hutang menunjukkan berapa banyak hutang yang digunakan untuk membiayai aset-aset perusahaan. Berdasarkan grafik diatas, rata-rata industri rasio hutang dari ketiga perusahaan tersebut (PT. Holcim Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakasa., PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.) yaitu: pada tahun 2010 sebesar 0,6927, pada tahun 2011 sebesar 0,2342, pada tahun 2012 sebesar 0,2571. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa
2010 2011 2012 0.000 0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 0.600 0.700 0.800 0.900 1.000 HOLCIM INDOCEMENT GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
rata-rata industri setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Rata-rata industri tertinggi dari ketiga perusahaan tersebut ada pada tahun 2010, dan terendah pada tahun 2011.
B. Rasio Hutang terhadap Modal
2010 2011 2012 0.000 0.200 0.400 0.600 0.800 1.000 1.200 1.400 1.600 1.800 2.000 HOLCIM INDOCEMENT SEMEN GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
Tingkat pengembalian atas ekuitas menunjukkan rata-rata perhitungan pengembalian atas investasi pemegang saham yang diukur dengan membandingkan pendapatan bersih terhadap ekuitas saham biasa. Berdasarkan grafik diatas, rata-rata industri rasio hutang terhadap modal dari ketiga perusahaan tersebut (PT. Holcim Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakasa., PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.) yaitu: pada tahun 2010 sebesar 0,8619, pada tahun 2011 sebesar 0,3179, pada tahun 2012 sebesar 0,3601. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata industri setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Rata-rata industri tertinggi dari ketiga perusahaan tersebut ada pada tahun 2010, dan terendah pada tahun 2011.
C. Rasio Laba Terhadap Beban Bunga
2010 2011 2012 0.000 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000 350.000 400.000 HOLCIM INDOCEMENT SEMEN GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
Rasio laba terhadap beban bunga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutupi biaya bunga yang diukur dengan membandingkan pendapatan usaha terhadap biaya
bunga. Berdasarkan grafik diatas, rata-rata industri rasio laba terhadap beban bunga dari ketiga perusahaan tersebut (PT. Holcim Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakasa., PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.) yaitu: pada tahun 2010 sebesar 136,18, pada tahun 2011 sebesar 134,95, pada tahun 2012 sebesar 131,23. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata industri setiap tahunnya mengalami penurunan. Rata-rata industri tertinggi dari ketiga perusahaan tersebut ada pada tahun 2010, dan terendah pada tahun 2012.
4. Pengembalian Atas Ekuitas ( Profibility ) A. Return On Asset 2010 2011 2012 0.000 0.050 0.100 0.150 0.200 0.250 HOLCIM INDOCEMENT SEMEN GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
ROA merupakan suatu pendekatan untuk mengevaluasi profitabilitas dan tingkat pengembalian atas aktiva. Berdasarkan grafik diatas, rata-rata industri Return On Assets dari ketiga perusahaan tersebut (PT. Holcim Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakasa., PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.) yaitu: pada tahun 2010 sebesar 0,1748, pada tahun 2011 sebesar 0,1656, pada tahun 2012 sebesar 0,1685. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata industri setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Rata-rata industri tertinggi dari ketiga perusahaan tersebut ada pada tahun 2010, dan terendah pada tahun 2011.
2010 2011 2012 0.000 0.050 0.100 0.150 0.200 0.250 0.300 0.350 HOLCIM INDOCEMENT SEMEN GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
ROE merupakan suatu pendekatan untuk mengevaluasi profitabilitas dan tingkat pengembalian ekuitas. Berdasarkan grafik diatas, rata-rata industri Return On Equity dari ketiga perusahaan tersebut (PT. Holcim Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakasa., PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.) yaitu: pada tahun 2010 sebesar 0,2230, pada tahun 2011 sebesar 0,2137, pada tahun 2012 sebesar 0,2256. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata industri setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Rata-rata industri tertinggi dari ketiga perusahaan tersebut ada pada tahun 2012, dan terendah pada tahun 2011.
C. Margin Laba Bersih
2010 2011 2012 0.000 0.050 0.100 0.150 0.200 0.250 0.300 0.350 HOLCIM INDOCEMENT SEMEN GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
Margin laba bersih mengukur perolehan laba bersih atas investasi pada setiap Rp. 1 penjualan. Berdasarkan grafik diatas, rata-rata industri Net Profit Margin dari ketiga perusahaan tersebut (PT. Holcim Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakasa., PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.) yaitu: pada tahun 2010 sebesar 0,2278, pada tahun 2011 sebesar 0,2141, pada tahun 2012 sebesar 0,2255. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa
rata-rata industri setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Rata-rata industri tertinggi dari ketiga perusahaan tersebut ada pada tahun 2010, dan terendah pada tahun 2011.
D. Pendapatan Per Saham
2010 2011 2012 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 HOLCIM INDOCEMENT GRESIK RATA-RATA INDUSTRI
Pendapatan per saham menggambarkan jumlah Rp yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. Berdasarkan grafik diatas, rata-rata industri Pendapatan per Saham dari ketiga perusahaan tersebut (PT. Holcim Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakasa., PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.) yaitu: pada tahun 2010 sebesar 532,35, pada tahun 2011 sebesar 592,7, pada tahun 2012 sebesar 762,05. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata industri setiap tahunnya mengalami meningkat. Rata-rata industri tertinggi dari ketiga perusahaan tersebut ada pada tahun 2012, dan terendah pada tahun 2010.
1. Likuiditas a. Rasio Lancar 2010 2011 2012 1.250 1.300 1.350 1.400 1.450 1.500 1.550 1.600 1.650 1.700
Current ratio PT Holcim Indonesia Tbk
Rasio lancar menunjukkan likuiditas perusahaan yang diukur dengan membandingkan aktiva lancar terhadap hutang lancar (hutang lancar atau hutang jangka pendek). Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat rasio lancar PT. Holcim Indonesia dari tahun 2010 hingga 2012 per 31 Desember mengalami penurunan tiap tahunnya. Bisa dilihat di tahun 2010 aktiva lancarnya bernilai Rp 7,3 triliun sedangkan kewajiban lancarnya bernilai Rp 2 triliun dapat dihitung bahwa likuiditas perusahaan mencapai 3 kali.
Pada tahun 2011 terjadi penurunan pada nilai rasio lancar. Rasio lancarnya menurun sebesar 0,24 dari 3 kali menjadi 2,76 kali. penurunanini disebabkan peningkatan yang signifikan dari jumlah aktiva lancar yang bernilai Rp 7 triliun menjadi Rp. 5,3 triliun. Dan sedikit peningkatan nilai dari kewajiban lancar yang berjumlah 1,8 triliun menjadi 1,9 triliun.
Pada tahun 2012 perusahaan PT. Mayora Indah mengalami penurunan rasio lancar. Rasio lancar menurun sebesar 0,32 dari 2,76 kali menjadi 2,44 kali. penurunan rasio ini disebabkan karena meningkatnya jumlah kewajiban lancar yang signifikan dan diikuti dengan sedikit kenaikan aktiva lancarnya. Aktiva lancar meningkat dari Rp 5,3 triliun menjadi Rp 6,4 triliun dan kewajiban lancar meningkat signifikan dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp. 2,6 triliun. Dengan penurunan rasio lancar ini tentu saja perusahaan PT Holcim Indonesia ini mempunyai kemampuan yang lebih kecil untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo atau kurang liquid dari tahun sebelumnya.
b. Rasio Cepat 2010 2011 2012 0.000 0.200 0.400 0.600 0.800 1.000 1.200 1.400
Acid Test ratio PT Holcim Indonesia Tbk
Rasio cepat menunjukan liquiditas perusahaan, seperti yang diukur dengan membandingkan aktiva lancar, kecuali persediaan, terhadap kewajiban lancarnya. Berdasarkan grafik di atas, rasio lancar PT Holcim Indonesia dari tahun 2010 hingga 2012 per 31 Desember mengalami kenaikan dan penurunan tiap tahunnya. Bisa dilihat di tahun 2011 aktiva lancarnya bernilai Rp 4 triliun dan persediaan bernilai Rp 1,3 triliun sedangkan kewajiban lancarnya bernilai Rp.1,8 triliun. Dapat disimpulkan bahwa nilai rasio cepat sebesar 1,49 kali.
Pada tahun 2011 terjadi peningkatan signifikan pada nilai rasio cepat. Rasio cepat meningkat sebesar 0,49 dari 1,49 kali menjadi 1,98 kali. Peningkatan ini disebabkan peningkatan yang cukup signifikan dari jumlah aktiva lancar yang bernilai Rp 4 triliun menjadi 5,3 triliun. Peningkatan rasio cepat ini juga diiringi dengan sedikit kenaikan kewajiban lancar sebesar Rp 1,8 triliun menjadi 1,9 triliun.
Pada tahun 2012 terjadi penurunan rasio cepat. Penurunan rasio cepat sebesar 0,09 dari 1,98 kali menjadi 1,89 kali. Penurunan rasio ini disebabkan meningkatnya jumlah kewajiban lancer dan aktiva lancar yang sangat signifikan, dan diikuti sedikit kenaikan persediaan. Aktiva lancar meningkat dari Rp 5,3 triliun menjadi Rp 6,4 triliun. Kewajiban lancar dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 2,6 triliun dan persediaan tetap 1,4 triliun. Dengan penurunan rasio cepat berarti PT Holcim Indonesia ini mempunyai kemampuan yang lebih kecil (lama) untuk memenuhi kewajiban atau kurang liquid dari tahun sebelumnya.
2. Rasio Aktifitas a. Perputaran Persediaan 2010 2011 2012 0.000 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000
Inventory Turn Over PT Holcim Indonesia Tbk
Perputaran Persediaan adalah adalah ukuran seberapa sering persediaan barang dagang terjual dalam waktu satu periode. Periode dapat dalam masa tahunan ataupun bulanan. Pada tahun 2010, perputaran persediaan mancapai titik 5,83 kali/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setahun PT. Holcim Indonesia melakukan pengisian ulang persediaan sebanyak 5,83 kali/tahun.
Pada tahun 2011, perputaran persediaan PT Holcim Indonesia mengalami penurunan. Dari titik 5,83 kali/tahun menjadi 5,45 kali/tahun. Hal ini disebabkan karena penurunan harga pokok produksi dan persediaan dari tahun sebelumnya. Angka 5,45 kali/tahun menunjukkan bahwa dalam setahun PT. Holcim Indonesia melakukan pengisian ulang persediaan setiap 67 hari. Atau dengan kata lain persediaan yang dimiliki PT. Mayora Indah,Tbk dapat bertahan selama 67 hari. Dan harus dilakukan pengisian ulang persediaan setelahnya.
Pada tahun 2012, perputaran persediaan PT. Holcim Indonesia mengalami peningkatan dari titik 5,45 kali/tahun menjadi 6,25 kali/tahun. Hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah harga pokok produksi dan factor-faktor lain yang mendukung. Angka 6,25 kali/tahun menunjukkan bahwa PT. Holcim Indonesia. dapat bertahan selama 58 hari untuk pengisian ulang persediaan.
b. Perputaran Piutang Usaha 2010 2011 2012 9.500 10.000 10.500 11.000 11.500 12.000
AR Turn Over PT Holcim Indonesia Tbk
Perputaran Piutang Usaha adalah Usaha untuk mengukur seberapa sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun. Piutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan mempunyai hubungan yang erat dengan volume penjualan kredit, karena timbulnya piutang disebabkan oleh penjualan barang-barang secara kredit dan hasil dari penjualan secara kredit netto dibagi dengan piutang rata-rata merupakan perputaran piutang.
Pada tahun 2010, Perputaran Piutang usaha PT Holcim Indonesia adalah 7,30 kali/ tahun. Hal ini berarti bahwa dalam setahun PT Holcim Indonesia mampu merubah piutang menjadi kas sebanyak 7,30 kali/tahun atau setiap 50 hari.
Pada tahun 2011, perputaran piutang usaha PT Holcim Indonesia menurun dari 7,30 kali/tahun menjadi 5,12 kali/tahun. Penurunan ini disebabkan menurunnya jumlah penjualan kredit, hal ini menandakan bahwa penurunan perputaran piutang pada tahun ini menandakan bahwa PT Holcim Indonesia memiliki kemampuan merubah piutang menjadi kas tidak lebih baik dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu setiap 71 hari.
Pada tahun 2012, perputaran piutang usaha PT Holcim Indonesia meningkat dari 5,12 kali/tahun menjadi 5,86 kali/tahun. Penurunan ini disebabkan meningkatnya penjualan kredit, hal ini menyebabkan kemampuan PT Holcim Indonesia dalam merubah piutang usaha menjadi kas menurun atau setiap 62 hari.
c. Average Collection Period 2010 2011 2012 29.000 30.000 31.000 32.000 33.000 34.000 35.000
Average Collection Period PT Holcim Indonesia Tbk
HOLCIM
Periode penagihan rata-rata yaitu rata-rata periode tagihan menandakan seberapa cepat perusahaan mampu menagih kredit, yang diukur oleh rata-rata jumlah hari penagihan piutang dagang yaitu 365 hari. Pada tahun 2010 periode penagihan rata-ratanya bernilai 50 hari.
Pada tahun 2011 periode penagihan rata-ratanya meningkat menjadi 71,24 hari. Meningkatnya periode penagihan rata-rata ini disebabkan karena jumlah piutang nya menurun. Hal ini menunjukan bahwa di tahun PT Holcim Indonesia mempunyai waktu yang lebih banyak dari tahun sebelumnya untuk mampu menagih piutangnya.
Pada tahun 2012 menurut perhitungan periode penagihan rata-rata, kini jumlah periode untuk menagih piutangnya lebih pendek dibanding tahun sebelumnya. Bisa dilihat bahwa di tahun ini, periode penagihan rata-ratanya sebesar 62,25 hari . Ini PT Holcim Indonesia,Tbk memiliki piutang lebih kecil dari tahun sebelumnya.
d.Perputaran Aktiva Tetap 2010 2011 2012 0.000 0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 0.600 0.700 0.800 0.900 1.000
Fixed Asset Turn Over PT Holcim Indonesia Tbk
Rasio Perputaran Aktiva Tetap menunjukkan kemampuan aktiva tetap untuk menghasilkan penjualan, menunjukkan aktiva yang ditunjukkan oleh jumlah hasil penjualan per Rp1 aktiva tetap.
Pada tahun 2010, PT Holcim Indonesia memiliki total penjualan sebesar Rp 9,453 triliun dengan jumlah aktiva tetap sebesar Rp 2,504 triliun. Sehingga rasio perputaran aktiva tetap pada tahun 2011 adalah 3,77 kali/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1 aktiva tetap dapat menghasilkan penjualan sebanyak Rp 3,77 atau dengan kata lain penjualan yang terjadi sebesar 3,77 kali total aktiva tetap.
Pada tahun 2011, rasio perputaran aktiva tetap mengalami penurunan dari 3,77 kali/tahun menjadi 3,52 kali/tahun. Penurunan perputaran aktiva tetap disebabkan adannya penurunan jumlah penjualan kredit. Pada tahun 2013, peningkatan perputaran aktiva tetap dari 3,52 kali/tahun menjadi 3,66 kali/tahun. Sehingga setiap Rp1 aktiva tetap dapat menghasilkan penjualan sebanyak Rp 3,66 atau dengan kata lain penjualan yang terjadi pada tahun 2013 adalah sebanyak 3,66 kali dari total aktiva tetap. Penurunan perputaran aktiva tetap disebabkan karena meningkatnya jumlah penjualan kredit.
e. Perputaran Total Aktiva
2010 2011 2012 0.000 0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 0.600 0.700 0.800
Perputaran Total Aktiva Tetap merupakan komponen dari tingkat pengembalian pendapatan terhadap operasi investasi. Total Perputaran Aktiva diukur dengan penjualan rupiah per satu rupiah dari aktiva. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan.
Pada tahun 2010, perputaran total PT Holcim Indonesia adalah sebesar 1,43 kali. Dapat disimpulkan efisiensi perusahaan menggunakan aktiva mencapai 1,43 kali Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap satu rupiah aktiva yang dimiliki PT. Mayora Indah,Tbk, dapat dihasilkan 1,43 rupiah penjualan.
Pada tahun 2011, perputaran total aktiva PT Holcim Indonesia dari menurun dari 1,43 kali menjadi 1,27 kali. Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap satu rupiah aktiva yang dimiliki PT Holcim Indonesia, dapat dihasilkan 1,27 rupiah penjualan. Secara keseluruhan peningkatan jumlah aktiva yang dibarengi dengan peningkatan total penjualan telah pula meningkatkan perputaran total PT Holcim Indonesia pada tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Mayora Indah,Tbk telah lebih efisien mengelola aktivanya untuk meningkatkan penjualan.
Pada tahun 2012, perputaran total aktiva PT Holcim Indonesia menurun dari 1,27 kali
menjadi 1,24 kali. Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap satu rupiah aktiva yang dimiliki PT Holcim Indonesia, dapat dihasilkan 1,24 rupiah penjualan. Dengan penurunan perputaran total aktiva PT Holcim Indonesia pada tahun 2013 menunjukkan bahwa kurang baik dalam mengelola aktivanya sehingga tidak efisien untuk bisa sebanding meningkatkan penjualan.
3. Keputusan Pendanaan a. Rasio Hutang 2010 2011 2012 0.280 0.290 0.300 0.310 0.320 0.330 0.340 0.350
Debt Equity PT Holcim Indonesia Tbk
Rasio hutang menunjukkan berapa banyak hutang yang digunakan untuk membiayai aset-asetperusahaan. Berdasarkan Annual PT Holcim Indonesia periode 2010 - 2012 per 31 Desember. Pada tahun 2010, terlihat bahwa sebanyak Rp 4,1 triliun hutang perusahaan
digunakan untuk membiayai total aktiva sebesar Rp 6,5 triliun, atau dapat disimpulkan bahwa, PT Holcim Indonesia membiayai 63% aset perusahaan denganhutang, sedangkan 37% aset dibiayai dari ekuitas pemegang saham.
Pada tahun 2011, terjadi penaikanbaik pada total hutang maupun total aktiva, total hutang dari Rp 4,1 triliun menjadi Rp 5,2 triliun dan total aktiva dari Rp 6,5triliun menjadi Rp 8,3 triliun. Menjadikanpendanaan aktiva PT Holcim Indonesia, mengalami kesamaan tingkat rasio berkisar 63% PT. Mayora Indah Tbk membiayai 63% aset perusahaan denganhutang, sedangkan 37% aset dibiayai dari ekuitas pemegang saham.
Pada tahun 2012, peningkatan baik pada total hutang maupun total aset, namun mengalami penurunan rasio PT Holcim Indonesia,Tbk dari 63% menjadi 59%, dimana sebanyak Rp 5,7 triliun total hutang dari total aset sebanyak Rp 9,7triliun. PT Holcim Indonesia membiayai 59% aset perusahaan denganhutang sedangkan 61% aset dibiayai dari ekuitas pemegang saham
b. Rasio Hutang terhadap Modal
2010 2011 2012 0.400 0.420 0.440 0.460 0.480 0.500 0.520 0.540
Debt to Equity Ratio PT Holcim Indonesia Tbk
Rasio utang terhadap modal menunjukan perbandingan antara hutang yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan dengan total modal sendirinya. Pada tahun 2011, terlihat bahwa sebanyak Rp 4,1 triliuntotal hutang perusahaan dan total ekuitassebesar Rp 2,4 triliun, sehingga mendapatkan jumlah ratio sebesar 172 % atau dapat disimpulkan bahwa PT Holcim Indonesia, menggunakan hutang sebesar 172 % dari modal sendiri yang dimiliki perusahaan .
Pada tahun 2011, terjadi penaikanbaik pada total hutang maupun total ekuitas, total hutang dari Rp 4,1 triliun menjadi Rp 5,2 triliun dan total ekuitas dari Rp 2,4triliun menjadi Rp 3,0 triliun. Menjadikan PT Holcim Indonesia , hampir mengalami kesamaan tingkat rasio berkisar 172% menjadi 171%, artinya dimana PT Holcim Indonesia menggunakan hutang sebesar 171 % dari modal sendiri yang dimiliki perusahaan .
Pada tahun 2012, peningkatan kembali terjadi baik pada total hutang maupun total ekuitas, namun kembali mengalami penurunan rasio PT Holcim Indonesia dari 171% menjadi 147%, dimana sebanyak Rp 5,7 triliun total hutang dari total aset sebanyak Rp3,9triliun. PT Holcim Indonesia Tbkmenggunakan hutang sebesar 147 % dari modal sendiri yang dimiliki perusahaan.
c. Rasio Laba terhadap Beban Bunga
2010 2011 2012 0.000 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000
Time Interest Earned PT Holcim Indonesia Tbk
Rasio laba terhadap beban bunga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutupibiaya bunga yang diukur dengan membandingkan pendapatan usaha terhadap biaya bunga. Dimulai dari tahun 2010, PT Holcim Indonesia , mencatat EBIT sebesar Rp 757milyar dengan total beban bunga sebesar Rp 123 milyar. Rasio laba terhadap beban bunga yang didapat adalah6,12 kali. Rasio ini bisa diinterpretasikan sebagai berikut : perusahaan PT Holcim Indonesia ,mempunyai EBIT yang besarnya 6,12 kali beban bunga.
Pada tahun 2011, terlihat perubahan negatif, walaupun baik laba operasi maupun bebanbunga mencatat kenaikan dari Rp 757 milyar menjadi Rp 1,1 triliun pada EBIT dan dari Rp 123 milyar menjadi Rp 223 milyar padabeban bunga yang mengakibatkan rasio laba terhadap beban bunga menurun dari 6,12 kali menjadi 5,18 kali. Rasio tersebut dapat diinterpretasikan bahwa PT Holcim Indonesia, pada tahun 2011 memiliki EBIT sebesar 5,18 kali beban bunga.
Pada tahun 2012, meskipunEBIT naik dari Rp 1,1 triliun menjadi Rp 1,3 triliundan beban bunga juga naik dari Rp 223 milyar menjadi Rp 256 milyar. Walaupun mengalami penaikan dari nominalnya, tingkatrasio laba terhadap beban bunga turun dari 5,18 kali menjadi 5,08 kali. Sehingga banyaknya laba yang dimiliki PT Holcim Indonesia adalah 5,08 kali besar beban bunga pada tahun tersebut.
4. Pengembalian Atas Ekuitas