5.1 Hasil
5.1.10 Keragaan ekonomi unit penangkapan bagan tancap
Keragaan usaha penangkapan unit penangkapan bagan tancap di lokasi penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu, kelompok usaha nelayan bagan tancap yang memiliki kapal dan kelompok nelayan bagan tancap yang tidak memiliki perahu. Setiap satu nelayan yang memiliki kapal atau perahu akan mengajak 8-10 orang nelayan tanpa perahu. Disini terjadi proses saling menguntungkan antara kelompok nelayan dimana nelayan tanpa perahu dan nelayan bagan yang memiliki perahu. Nelayan tanpa perahu akan diuntungkan karena kelompok ini memperoleh
nelayan pemiliki perahu akan mendapat imbalan berupa pendapatan sebesar 15% dari tangkapan setiap nelayan tanpa perahu sebagai pengganti biaya transportasi.
Berdasarkan struktur usaha yang dijalankan oleh kedua kelompok nelayan ini, maka sudah jelas terdapat perbedaan baik dari sisi biaya investasi, biaya oprasional, maupun biaya variabel serta keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha.
1) Biaya investasi
Investasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh investor untuk membeli barang-barang yang diperlukan dalam melaksanakan suatu unit usaha. Berdasarkan hasil wawancara dengan 14 nelayan bagan tancap di Kabupaten Serang, kegiatan usaha penangkapan dengan menggunakan bagan tancap memerlukan biaya investasi yang tidak begitu besar. Biaya tersebut digunakan untuk pengadaan kapal, mesin kapal, bangunan bagan, petromaks, serok dan keranjang bagan. Khusus untuk nelayan bagan tancap tanpa perahu tidak menginvestasikan dananya untuk pengadaan kapal dan mesin kapal.
Pada Tabel 26 disajikan komponen investasi usaha penangkapan bagan tancap di Kabupaten Serang. Biaya investasi antara kedua jenis usaha tersebut memperlihatkan adanya suatu ketimpangan, dimana bagan tancap dengan menggunakan perahu sebesar Rp 39.960.000 sedangkan nelayan bagan tanpa perahu hanya memerlukan biaya sebesar Rp 3.510.000. Perbedaan besarnya biaya investasi antara kedua jenis usaha ini disebabkan nelayan bagan ini tidak menginvestasikan dananya untuk pembelian kapal dan kelengkapanya. Rincian biaya investasi usaha penangkapan dengan bagan tancap disajikan pada Tabel 26.
Tabel 26 Biaya investasi perikanan bagan tancap di Kabupaten Serang Kelompok Nelayan
No Jenis Investasi Jumlah Harga Bagan Tancap
A Bagan Tancap B 1 Kapal 1 30.000.000 30.000.000 2 Mesin 1 6.450.000 6.450.000 3 Bangunan bagan 1 3.000.000 3.000.000 3.000.000 4 Petromaks 4 90.000 360.000 360.000 5 Serok 1 60.000 60.000 60.000 6 Keranjang 10 9.000 90.000 90.000 TOTAL 39.960.000 3.510.000
Sumber : Olahan data lapangan (2009) Keterangan :
Bagan tancap A : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya memiliki kapal dan digunakan untuk transportasi bagi nelayan bagan lainnya.
Bagan tancap B : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya tidak memiliki kapal.
2) Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap tidak tergantung pada perubahan tingkat kegiatan dalam menghasilkan tingkat pengeluaran atau produk dalam interval waktu tertentu. Biaya tersebut harus tetap dikeluarkan sekalipun kegiatan operasi penangkapan tidak dilakukan (Soeharto, 1999).
Biaya tetap yang dikeluarkan oleh nelayan selama satu tahun (12 bulan), walaupun pada kenyataanya nelayan hanya melaut atau oprasional selama 10 bulan dalam satu tahunnya. Biaya tetap usaha perikanan bagan tancap di Kabupaten Serang digunakan untuk pengeluaran penyusutan dan pemeliharan komponen investasi. Biaya tetap kelompok nelayan bagan tancap yang memiliki perahu secara
keseluruhan adalah Rp 11.010.000biaya ini digunakan pemeliharaan dan perhitungan
penyusutan kapal, mesin kapal, bagan, petromaks, serok dan keranjang. Sedangakan
biaya tetap nelayan bagan tancap tanpa perahu hanya berjumlah Rp 5.040.000
dimana biaya tersebut digunakan untuk pemeliharaan dan perhitungan penyusutan bagan, petromaks, serok dan keranjang. Biaya tetap kegiatan penangkapan bagan tancap di Kabupaten Serang disajikan pada Tabel 27.
Tabel 27 Biaya tetap pengoperasian unit penangkapan bagan tancap di Kabupaten Serang
Biaya Tetap Per Tahun
No Jenis Biaya Tetap
Bagan Tancap A Bagan Tancap B
1 Penyusutan Kapal 3.000.000 - 2 Penyusutan Mesin 1.290.000 - 3 Penyusutan Bagan 3.000.000 3.000.000 4 Penyusutan Petromaks 72.000 72.000 5 Penyusutan Serok 60.000 60.000 6 Penyusutan Keranjang 90.000 90.000 8 Perawatan Kapal 1.200.000 - 9 Perawatan Mesin 480.000 - 10 Perawatan Bagan 516.000 516.000 11 Perawatan Petromaks 1.290.000 1.290.000 12 Perawatan Serok 3.000 3.000 13 Perawatan Kerajang 9.000 9.000 Total 11.010.000 5.040.000
Sumber : Olahan data lapangan (2009) Keterangan :
Bagan tancap A : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya memiliki kapal dan digunakan untuk transportasi bagi nelayan bagan lainnya.
Bagan tancap B : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya tidak memiliki kapal.
3) Biaya variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya mengalami perubahan sesuai dengan tingkat produksi yang dilakukan (Soeharto, 1999). Biaya variabel usaha perikanan bagan tancap di Kabupaten Serang dihitung selama 10 bulan dalam satu tahun. Hal ini dilakukan mengingat nelayan bagan tancap umumnya tidak melaut selama 2 bulan yaitu bulan Januari dan Februari, karena biasanya kondisi laut pada bulan-bulan tersebut tidak mendukung untuk kegiatan penangkapan.
Biaya variabel perikanan bagan tancap di Kabupaten Serang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kelompok nelayannya. Biaya variabel kedua kelompok nelayan ini berbeda di beberapa komponen, sehingga besarannya pun berbeda satu dengan yang lainnya.
Biaya variabel kelompok nelayan bagan tancap dengan perahu selama satu
tahun (10 bulan operasi) berjumlah Rp 24.496.380. Biaya ini digunakan untuk
pemenuhan BBM kapal, minyak untuk petromaks, perbekalan melaut, tambat labuh, bongkar muat, dan retribusi hasil tangkapan. Sedangkan biaya variabel kelompok
nelayan tanpa perahu selama satu tahun (10 bulan operasi) berjumlah Rp 34.653.380.
Biaya varibel ini terbagi menjadi empat kelompok belanja yaitu minyak untuk lampu petromaks, perbekalan melaut, ongkos ojek perahu dan retribusi hasil tangkapan. Rician biaya variabel kegiatan penangkapan dengan menggunakan bagan tancap di Kabupaten Serang disajikan pada Tabel 28.
Tabel 28 Biaya variabel pengoperasian unit penangkapan bagan tancap di Kabupaten Serang
Biaya Tetap Per Tahun
No Jenis Biaya Variabel
Bagan Tancap A Bagan Tancap B
1 BBM kapal 3.540.000
2 Minyak untuk lampu petromaks 8.250.000 8.250.000
3 Perbekalan Melaut 4.410.000 4.410.000
4 Tambat labuh dan bongkar muat 900.000 900.000
5 Ongkos ojek perahu 13.697.000
6 Retribusi 7.396.380 7.396.380
TOTAL 24.496.380 34.653.380
Sumber : Olahan data lapangan (2009) Keterangan :
Bagan tancap A : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya memiliki kapal dan digunakan untuk transportasi bagi nelayan bagan lainnya.
Bagan tancap B : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya tidak memiliki kapal.
4) Pendapatan dan karakteristik usaha
Perhitungan pendapatan kegiatan usaha penangkapan dilakukan dengan mengkombinasikan hasil wawancara dan hasil tangkapan selama ujicoba (13 Juni sampai 11 Juli 2009), kemudian data hasil ujicoba dikonversi dan disesuai dengan data hasil wawancara. Berdasarkan metode tersebut diperoleh kesamaan antara tingkat pendapatan berdasarkan wawancaran dan hasil konversi pendapatan nelayan
selama ujicoba penangkapan (hasil tangkapan x harga) baik untuk musim puncak, sedang maupun paceklik.
Formulasi yang digunakan untuk menghitung pendapatan yang didasarkan pada konversi hasil tangkapan bagan selama ujicoba adalah sebagai berikut :
1. Pendapatan musim puncak dihitung sebesar 2 kali lipat (200%) dari pendapatan
musim sedang (data sample hasil tangkapan selama ujicoba yang dikalikan dengan harga ikan di tingkat nelayan pada saat penelitian).
2. Pendapatan sedang sama dengan data sample hasil tangkapan yang dikalikan
dengan harga di tingkat nelayan pada saat penelitian.
3. Pendapatan Paceklik dihitung sebesar (75%) dari pendapatan musim (data
sample hasil tangkapan selama ujicoba yang dikalikan dengan harga ikan di tingkat nelayan pada saat penelitian).
Perhitungan pendapatan juga sangat memperhatikan kondisi musin ikan selama satu tahun. Musim puncak terjadi selama 4 bulan (April, Mei, Oktober, dan November), Musim sedang berlangsung kurang lebih selama 4 bulan (Juni, Juli, Agustus, dan September) dan sedangkan musim paceklik atau kondisi dimana nelayan masih melaut namun hasilnya minim terjadi selama 2 bulan yaitu pada bulan Maret dan Desember, kemudian pada bulan Januari dan Februari nelayan tidak melaut karena kondisi alam tidak memungkinkan akibat lingkungan yang fluktuatif dan tidak dapat diduga. Biasanya pada saat-saat demikian nelayan akan melakukan aktivitas sampingan di darat, baik sebagai buruh tani maupun buruh bangunan, dan aktivitas lainnya
Berdasarkan batasan dan beberapa asumsi diatas maka diperoleh hasil bahwa tingkat pendapatan bersih yang diterima oleh nelayan bagan tancap pemiliki perahu selama satu tahun adalah Rp 53.248.000 atau sekitar Rp 4.437.333 per bulan. Bila dikelompokkan kedalam musim, maka pendapatan pada musim puncak adalah Rp 38.400.000 per musim atau Rp 9.600.000 per bulan. Musim sedang sebesar Rp 12.100.000 atau Rp 3.025.000 per bulan dan musim paceklik sebesar 2.758.000 atau sekitar Rp 1.390.000 per bulan (Tabel 17). Besarnya pendapatan nelayan bagan
tancap yang memiliki perahu ini disebabkan dalam perhitungan diasumsikan nelayan tanpa perahu yang ikut dikapalnya selalu tetap selama satu tahun, sehingga pemiliki kapal akan selalu mendapat uang transportasi.
Pendapatan bersih nelayan bagan tancap tanpa perahu selama satu tahun adalah sebesar Rp 13.815.000 atau sekitar Rp 1.151.250 per bulan. Bila dibagi per musim penangkapan maka, pendapatan nelayan selama satu tahun sebetulnya berfluktuasi. Pada musin puncak nelayan memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 15.032.000 per musin atau sekitar Rp 3.758.000 per bulan. Pada musim sedang nelayan memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 420.000 per musim atau Rp 105.000 per bulan. Sedangkan pada musim paceklik nelayan cenderung rugi karena pendapatan bersih mereka rugi sebesar Rp 1.620.000 atau rugi sebesar Rp 810.000 per bulan, walaupun cenderung merugi namun mereka tetap melaut (Tabel 29)
Usaha bagan tancap dengan perahu memiliki nilai R/C sebesar 1,67 artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan akan menghasilkan sebesar 1,67 rupiah dan tingkat pengembalian usaha kurang lebih 0,75 tahun atau kurang lebih 9 bulan. Hal berbeda terjadi pada nelayan bagan tancap tanpa perahu dimana, nilai R/C sebesar 3,57 artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan akan menghasilkan sebesar 3,57 rupiah dan tingkat pengembalian usaha kurang lebih 0,25 tahun atau kurang lebih 3 bulan. Bila dipandang dari prespektif usaha sebetulnya perikanan bagan tancap tanpa perahu lebih menguntungkan jika dibadingkan dengan nelayan bagan tancap yang memiliki perahu. Hal ini dapat dijelaskan dari nilai rasio pendapatan dan
biaya (R/C) serta nilai payback period usaha perikanan bagan tancap tanpa perahu,
dimana nilai-nilai dimaksud lebih besar dibandingkan dengan perikanan bagan tancap dengan perahu.
Tabel 29 Parameter pendapatan usaha kegiatan penangkapan bagan tancap di Kabupaten Serang
Jumlah
No Parameter Usaha Bagan Tancap
A
Bagan Tancap B
1 Pendapatan bersih musim puncak (4 bulan) 38.400.000 15.032.000
2 Pendapatan bersih musim sedang (4 bulan) 12.100.000 420.000
3 Pendapatan bersih musim paceklik (2 bulan) 2.758.000 -1.620.000
4 Pendapatan total (12 bulan) 53.248.000 13.815.000
5 R/C 1,67 3,569
6 PP 0,75 0,254
Sumber : Olahan data lapangan (2009) Keterangan :
Bagan tancap A : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya memiliki kapal dan digunakan untuk transportasi nelayan bagan lainnya.
Bagan tancap B : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya tidak memiliki kapal.
5) Pendapatan per periode hari bulan
Pendapatan nelayan bagan tancap di Kabupaten Serang bila disimulasikan kedalam tiga kelompok waktu hari bulan yaitu periode bulan gelap, semi terang dan terang, maka secara keseluruhan terdapat perbedaan yang mencolok antara waktu tersebut.
Rata-rata pendapatan nelayan bagan tancap yang memiliki perahu pada periode waktu gelap adalah Rp 1.721.000 atau Rp 172.100 per hari, pada periode waktu semi terang kondisinya lebih baik dimana pendapatan rata-rata sebesar Rp 2.422.000 atau Rp 242.200 per hari, dan pada periode terang pendapatan nelayan sangat minim dimana rata-rata pendapatan nelayan hanya sebesar Rp 525.000 atau Rp 52.500 per hari (Tabel 30).
Fluktuasi pendapatan juga terjadi pada usaha perikanan bagan tanpa perahu, dimana rata-rata pendapatan setiap harinya berbeda. Rata-rata pendapatan nelayan bagan tancap yang tidak memiliki perahu pada periode waktu gelap hanya sebesar Rp 400.000 atau Rp 40.000 per hari, pada periode waktu semi terang kondisinya lebih baik dimana pendapatan rata-rata sebesar Rp 662.000 atau Rp 66.200 per hari, sedangkan pada periode terang nelayan cenderung merugi sebesar Rp 45.000 atau Rp
4.500 per hari. Pada Tabel 30 juga diperoleh suatu pemahaman bahwa pada operasi penangkapan pada periode terang tidak sepenuhnya mengakibatkan kerugian khusunya untuk nelayan bagan tancap yang tidak memiliki perahu, karena periode terang pada musim puncak masih memberikan keuntungan sebesar Rp 491.000 per musin atau Rp 49.100 per hari.
Tabel 30 Simulasi pendapatan nelayan bagan tancap per musim per periode hari bulan
Per periode gelap (10 hari)
Per periode semi terang (10 hari)
Per periode terang (9-10 hari) No Parameter Usaha Bagan Tancap A Bagan Tancap B Bagan Tancap A Bagan Tancap B Bagan Tancap A Bagan Tancap B 1 Musim Puncak 3.473.000 1374000 4.638.000 1.893.000,00 1.489.000 491.000 2 Musim Sedang 1.137.000 76000 1.684.000 252.000,00 204.000 (223.000) 3 Musim Paceklik 552.000 -249000 945.000 (159.000,00) (118.000) (402.000) Rata-rata/musim (pembulatan) 1.720.667 1.721.000 400.333 400.000 2.422.333 2.422.000 662.000 662.000 525.000 525.000 (44.667) (45.000) Rata-rata/hari (Pembulatan) 17.2067 17.2100 40.033 40.000 242.233 242200 66.200 66.200 5.2500 5.2500 (4.467) (4500)
Sumber : Olahan data lapangan (2009) Keterangan :
Bagan tancap A : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya memiliki kapal dan digunakan untuk transportasi nelayan bagan lainnya
Bagan tancap B : Perikanan bagan tancap yang pemilikinya tidak memiliki kapal.