• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE) PERALATAN DAN FASILITAS PERKANTORAN (3331.997)

SATKER PERWAKILAN BKKBN PROVINSI MALUKU UTARA TAHUN 2013

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

UNIT ORGANISASI : Perwakilan BKKBN Provinsi MALUKU UTARA

SATKER : Perwakilan BKKBN Provinsi MALUKU UTARA

PROGRAM : Program Kependudukan dan Keluarga Berencana

KEGIATAN : Pengelolaan Pembangunan Kependudukan dan Keluarga

Berencana

SUB-KEGIATAN : Peralatan dan Fasilitas Perkantoran

Indikator Kinerja Kegiatan : Jumlah Peralatan dan Fasilitas Perkantoran Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : UNIT

Volume : 5 Unit

1. LATAR BELAKANG

a. Dasar Hukum

1) Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional;

2) Undang-Undang nomor 17 Tahun 2007 tentang Penetapan Dokumen RPJMN 2005-2025 3) Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Pengembangan Kependudukan dan

Pembangunan Keluarga;

4) SEB antara Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dengan Menteri Keuangan tanggal 19 Juni 2009 No.0142/MPN/06/2009 dan No. SE-1848/MK/2009 perihal Pedoman Reformasi Perencanaan dan Pembangunan.

5) Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2010 tentang KedudukanKelembagaan BKKBN;

b. Gambaran Umum Singkat

Dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 yang diikuti dengan Peraturan Presiden Nomor 62 tahun 2010 dan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 72 tahun 2011 maka tugas dan fungsi BKKBN ke depan akan semakin berat. Perubahan struktur organisasi dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional menjadi Badan

Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mempunyai konsekuensi pada tanggung jawab yang lebih besar dalam mewujudkan keserasian pembangunan yang berorientasi pada kependudukan baik menyangkut kuantitas penduduk, kualitas penduduk maupun mobilitas penduduk sebagai matra kependudukan.

Penataan organisasi dan tata laksana harus segera dilaksanakan baik pada tingkat pusat maupun provinsi yang pada gilirannya sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 organisasi yang menangani Kependudukan dan KB pada tingkat Kabupaten dan Kota harus pula dilakukan perubahan. Untuk mengubah Organisasi pada tingkat Kabupaten dan Kota menjadi Badan Kependudukan dan KB Daerah Kabupaten dan Kota terlebih dahulu harus dilakukan penyesuaian Peraturan Pemerintah nomor 38 dan 41 tahun 2007 yang tentu akan memakan waktu cukup lama, sementara pelaksanaan program KB harus lebih digalakkan lagi mengingat hasil Sensus Penduduk tahun 2010 yang tidak cukup menggembirakan.

Di samping itu perubahan nomenklatur akan menuntut pula perubahan-perubahan dalam pengelolaan pegawai dan pengelolaan Barang Milik Negara yang menjadi aset BKKBN termasuk perubahan dokumen anggaran .

Di pihak lain reformasi birokrasi yang telah dicanangkan pemerintah harus segera pula dilaksanakan di lingkungan BKKBN untuk mendukung percepatan revitalisasi program KB. Sesuai dengan petunjuk teknis reformasi birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara maka Reformasi yang akan dilaksanakan menyangkut berbagai aspek manajerial dan pelayanan yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat akan KB. Untuk menjamin terwujudnya good governance dan clean govermence maka pelaksanaan Sistim Pengendalian Intern harus pula mulai dilaksanakan diseluruh jajaran BKKBN baik pusat maupun provinsi, yang dimulai dengan disiplin waktu disiplin perencanaan dan disiplin pelaksanaan anggaran dan program sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku

agar pelaksanaan program KKB dapat efektif dan efisien serta akuntabilitasnya dapat terjaga dengan baik.

Pembiayaan program KB secara bertahap telah mengalami peningkatan, pada tahun 2011 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk BKKBN telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun anggaran 2010 dukungan anggaran BKKBN hanya sekitar 1,2 milyar telah meningkat menjadi 2,4 milyar rupiah pada tahun 2011. Untuk itu dalam pelaksanaannya harus benar-benar sesuai dengan perencanaan dan harus pula mendukung tercapainya out put dan indikator yang telah ditetapkan pada saat perencanaan. Hal tersebut sesuai dengan jiwa Penganggaran berbasis kinerja yang lebih berorientasi pada hasil daripada proses sehingga pelaksanaannya dapat efektif dan efisien. Dalam kaitannya dengan Administrasi Perkantoran, sehubungan dengan reformasi birokrasi maka salah satu yang akan menjadi bagian dari reformasi birokrasi adalah memberikan pelayanan publik yang handal dalam bidang pelayanan administrasi perkantoran, baik dalam bidang persuratan, kearsipan, kerumahtanggaan serta keprotokolan. Hal tersebut menuntut adanya SDM yang handal dan profesional.

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Untuk mendukung terlaksananya pelayanan yang berkualitas, maka diperlukan sarana dan prasarana yang memadai

2. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN a. Uraian Kegiatan

1) Pengadaan Peralatan dan Fasilitas Perkantoran

b. Batasan Kegiatan

Kegiatan ini adalah kegiatan penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional program.

3. MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud Kegiatan

Mewujudkan komitmen pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dalam penyerasian kebijakan pengendalian penduduk untuk tercapainya penduduk tumbuh seimbang (PTS) di Provinsi Maluku Utara pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

b. Tujuan Kegiatan 1) Tujuan Umum

Meningkatnya komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakan upaya-upaya penyerasian pengendalian penduduk dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Provinsi Maluku Utara.

2) Tujuan Khusus

(a) Meningkatnya sarana dan prasarana dalam menunjang terlaksananya program. (b) Meningkatnya kualitas program baik program penunjang maupun operasional.

4. INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN

a. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana program kependudukan dan KB

5. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN a. Metode Pelaksanaan:

1) Pengadaan Peralatan dan fasilitas perkantoran bidang Sekertariat

b. Tahapan Kegiatan

1) Persiapan pengadaan 2) Pelaksanaan pengadaan 3) Monitoring dan Evaluasi

6. TEMPAT KEGIATAN

a. Di wilayah Propinsi Maluku Utara

7. PENANGGUNGJAWAB DAN PELAKSANA KEGIATAN

a. Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara b. Pelaksana Kegiatan adalah Sekretaris.

8. JADWAL KEGIATAN

No Kegiatan Bulan Pelaksanaan Tahun 2013

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Pengadaan Peralatan dan fasilitas

perkantoran bidang Sekertariat

X

9. BIAYA

Perkiraan Total Biaya untuk melaksanakan kegiatan/sub-output tersebut sebesar Rp. 69.910.000,- Rincian lebih lanjut atas beaya tersebut seperti terlampir pada Rencana Anggaran Beaya (RAB).

Batam, 1 Nopember 2012

Sekretaris BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku Utara

Drs. TAMRIN M. NUR NIP. 19590713 199003 1 001

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE)