• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Dalam dokumen Dok. Pemilihan e proc Rispam 2013 (Halaman 33-39)

JASA KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA I NDUK SPAM

KABUPATEN BOYOLALI PROVI NSI JAW A TENGAH

KEMENTERIAN NEGARA/

LEMBAGA

rintah Kabupaten Boyolali

UNIT ORGANISASI

Bappeda Kabupaten Boyolali.

PROGRAM

am Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air munum dan

air limbah

SASARAN PROGRAM

1.

Peningkatan cakupan dan kualitas air minum;

2.

Pengembangan kelembagaan, peraturan dan

perundang-undangan.

KEGIATAN

Penyusunan masterplan Pengelolaan Air minum dan air

limbah

PEKERJAAN Penyusunan Rencana Induk SPAM (RI-SPAM)

Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah.

OUTPUT

Tersusunya Dokumen Rencana Induk SPAM kabupaten

Boyolali 2014-2029

DETAIL KEGIATAN

Jasa Konsultansi Penyusunan Rencana Induk SPAM

Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah

1. Latar Belakang

a. Dasar Hukum

1. Undang – undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

2. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 3. Peraturan Presiden N0. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah

4. Permen PU No. 18 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM 5. Permen PU No. 20/PRT/M/2007 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM 6. Permen PU No. 01/PRT/M/2009 tentang SPAM Bukan Jaringan Perpipaan

7. Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum

8. Permen PU No. 07/PRT/M/2011 tentang Standard dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi

b. Gambaran Umum

Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dengan ketersediaan air minum yang mencukupi dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat, sehingga dapat terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penyediaan sarana dan prasarana air minum menjadi salah satu kunci dalam pengembangan ekonomi wilayah. Kondisi geografis, topografis dan geologis dan aspek sumber daya manusia yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia, menyebabkan ketersediaan air baku dan kondisi pelayanan air minum yang berbeda pada masing- masing wilayah.al tersebut Untuk itu dibutuhkan suatu konsep dasar yang kuat guna menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat sesuai dengan tipologi dan kondisi di daerah tersebut. Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum merupakan dasar pengembangan air minum suatu wilayah. Diharapkan, dengan adanya Rencana Induk Air Minum dapat menjadi dasar tersusunnya suatu program pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum wilayah yang menyeluruh (comprehensive), berkelanjutan (sustainable) dan terarah (focus).

Kewajiban menyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah (pemerintah kabupaten/kota). Namun terbatasnya sumber daya manusia di daerah menyebabkan Pemerintah Daerah masih membutuhkan bantuan teknis dari Pemerintah Pusat dalam hal penyusunannya. Memperhatikan hal-hal di atas, pada Tahun Anggaran 2013 Bappeda Kabupaten Boyolali melalui pendanaan APBD Kabupaten Boyolali melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Rencana Induk SPAM (RI-SPAM) Kabupaten Boyolali.

Dokumen Pengadaan Standar Jasa Konsultansi Badan Usaha

(dengan Prakualifikasi)

2. Maksud dan Tujuan

a. Maksud Kegiatan

1. Melakukan studi dalam menyusun Rencana Induk Pengembangan SPAM di Kabupaten Boyolali.

2. Membantu Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Provinsi Jawa Tengah dalam mengevaluasi kriteria kesiapan program pengembangan SPAM sampai dengan tahun 2025.

3. Memberikan masukan bagi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya mengembangkan prasarana dan sarana air minum di kabupaten / kota melalui program yang terpadu, berkelanjutan, dan terarah sehingga diperoleh pelayanan air minum yang memenuhi standar Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas (K3).

b. Tujuan Kegiatan

Menghasilkan draft dokumen Rencana Induk Pengembangan SPAM, yang dapat menjadi pedoman pengembangan SPAM di kabupaten Boyolali hingga tahun 2029.

3. Sasaran

Dari pekerjaan ini diharapkan indikator keluaran yang dihasilkan adalah :

Draft Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum sebagai pedoman pengembangan SPAM di kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah hingga tahun 2034.

4. Lokasi Kegiatan

Lokasi Kegiatan berada di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah.

5. Sumber Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : APBD Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2013.

6. Nama dan Organisasi Pejabat

Bappeda Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah.

7. Data Dasar

1. Data Dasar

Data dan fasilitas yang disediakan oleh pegguna jasa yang dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa :

a. Kesepakatan bersama SPAM (tidak ada) b. Laporan dan data

Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta foto (apabila ada) c. Akomodasi dan ruangan kantor (tidak ada)

d. Fasilitas yang disediakan pengguna jasa yang dapat digunakan (tidak ada)

e. Penyedia jasa harus memberikan penjelasan mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan (aanwijzing) kepada peserta pelelangan baik dikantor melalui internet maupun dilapangan, memberikan saran teknis kepada pengelola kegiatan untuk menyelesaikan hambatan yang timbul pada saat pelaksanaan konstruksi 2. Penyediaan oleh Penyedia Jasa

Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

8. Standar teknis

SNI dan RSNI Bidang Air Minum

9. Studi – studi terdahulu (tidak ada)

10. Referensi Hukum

1. Undang – undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

2. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 3. Peraturan Presiden N0. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah

4. Permen PU No. 18 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM 5. Permen PU No. 20/PRT/M/2007 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM 6. Permen PU No. 01/PRT/M/2009 tentang SPAM Bukan Jaringan Perpipaan

Dokumen Pengadaan Standar Jasa Konsultansi Badan Usaha

(dengan Prakualifikasi)

8. Permen PU No. 07/PRT/M/2011 tentang Standard dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi

11. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan meliputi :

1. Melakukan penyusunan Rencana Induk SPAM di kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah dengan syarat ketentuan penyusunan Rencana Induk Pengambangan SPAM yang diatur dalam Permen PU No. 18 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Syarat dan ketentuan Rencana Induk SPAM tersebut harus memuat:

1. Rencana Umum (evaluasi kondisi kabupaten/kota dan evaluasi kondisi eksisting SPAM kabupaten/kota, 2. Rencana Jaringan (sistem transmisi dan distribusi)

3. Program dan kegiatan pengembangan (identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan, perkiraan kebutuhan air dan identifikasi air baku)

4. Kriteria dan standar pelayanan 5. Rencana sumber dan alokasi air baku 6. Rencana pembiayaan dan pola investasi 7. Rencana pengembangan kelembagaan

8. Kegiatan pendampingan meliputi sosialisasi petunjuk teknis dan contoh RISPAM, pendampingan proses penyusunan, dan rekomendasi tindak lanjut terhadap kendala yang dihadapi selama proses penyusunan RISPAM.

9. Melakukan koordinasi dengan Konsultan Advisory Manajemen Penyusunan RISPAM di Pusat, meliputi koordinasi penyamaan standar substansi dan sistematika penyusunan serta koordinasi untuk proses konsolidasi hasil pekerjaan pendampingan.

10. Melakukan review terhadap pemenuhah spesifikasi dan kriteria teknis yang diatur dalam NSPM bidang air minum.

11. Melakukan review terhadap kesesuaian rencana detail, perhitungan, dan gambar teknis dengan situasi dan kondisi lokasi pengembangan SPAM.

12. Melakukan advice teknis terhadap tim penyusun Rencana Induk Pengembangan SPAM. 2. Keluaran

Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah :

1. Buku laporan dan buku Draft/Konsep Rencana Induk Pengembangan SPAM yang siap ditindaklanjuti pemerintah kabupaten/kota untuk menjadi dokumen legal SPAM Kabupaten/Kota dan dokumen ini merupakan hasil kesepakatan dengan Bappeda kabupaten/kota, Dinas PU kabupaten/kota, dan PDAM kabupaten/kota.

2. Ringkasan laporan Rencana Induk SPAM kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah.

12. Peralatan Material, Personil, dan Fasilitas dari Pengguna Anggaran tidak ada.

13. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi

Peralatan dan material yang disediakan oleh penyedia jasa untuk menunjang pelaksanaan kegiatan perencanaan teknis diantaranya :

1. Alat tulis kantor 2. Fasilitas komunikasi 3. Kantor

4. Komputer dan printer 5. Kendaraan operasional

14. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa

Membantu Bappeda Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Provinsi Jawa Tengah dalam penyusunan Rencana Induk SPAM.

15. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan

Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan ini adalah 150 (seratus lima puluh) hari kalender.

16. Personil

Posisi Pendidikan Keahlian Pengalaman

(Tahun)

Jumlah (Org/Bln)

Dokumen Pengadaan Standar Jasa Konsultansi Badan Usaha

(dengan Prakualifikasi)

Tenaga Ahli

Team Leader S1 Teknik Lingkungan Sertifikasi Keahlian Bidang Tata Lingkungan

5 tahun 6.0 Ahli Air Minum (1

org)

S1 Teknik Lingkungan/ Sipil

Sertifikasi Keahlian Bidang Tata Lingkungan

5 tahun 6.0 Ahli Hidrologi/

geohidrologi (1 Org)

S1 Teknik Sipil Sertifikasi Keahlian Bidang Tata Lingkungan

5 tahun 6.0

Ahli Keuangan (1 org)

S1 Ekonomi/ Akuntansi Analisa Keuangan Bidang Air Minum

5 tahun 3.0 Ahli Muda Air

Minum/ Surveyor (2 org)

S1 Teknik Lingkungan/Sipil

Sertifikasi Keahlian Bidang Tata Lingkungan 3 tahun 10.0 Tenaga Penunjang Operator Komputer (1 org) STM Bangunan/ D3 Teknik Sipil

Komputer & Auto Cad 3 tahun 6.0

Keterangan Personil Team Leader

Team Leader adalah personil yang telah memiliki pengalaman dalam konstruksi dan/atau studi Bidang Air Minum. Team leader haruslah seorang Sarjana (S1) Teknik Lingkungan, berpengalaman di bidang konstruksi dan/atau konsultan sekurang-kurangnya selama 5 (lima) tahun.

Team Leader akan ditempatkan penuh waktu selama 6 (Enam) bulan atau selama periode kontrak. Tugas dan tanggung jawab Team leader akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut : 1. Bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi diantara Tim Konsultan dengan Pengguna Jasa (Bappeda

Kab. Boyolali), serta pihak lain yang terkait selama kegiatan berlangsung.

2. Bertanggung jawab untuk merencanakan/mengelola seluruh kegiatan Tim Konsultan untuk mencapai tujuan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja, baik dari sisi waktu, kualitas maupun kuantitasnya.

3. Bertanggung jawab atas pengendalian personil Tim Konsultan yang terlibat dalam kegiatan ini, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai targat yang ditetapkan.

4. Bertanggung jawab untuk mengkonsolidasikan hasil pekerjaan setiap personil dan melaporkannya kepada Pengguna Jasa.

5. Mengkoordinasi kegiatan pembahasan untuk memastikan tercapainya validitas dokumen yang disusun.

Tenaga Ahli Bidang Air Minum

Tenaga Ahli Bidang Air Minum haruslah seorang Sarjana (S1) Teknik Lingkungan/Sipil, berpengalaman di bidang Air Minum sekurang-kurangnya selama 5 (lima) tahun.

Tenaga Ahli Bidang Air Minum akan ditempatkan penuh waktu selama 6 (Enam) bulan atau selama periode kontrak. Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Bidang Air Minum akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut :

1. Membantu Ketua Tim dalam melaksanakan tugas pendampingan penyusunan RISPAM, khususnya di bidang Air Minum.

2. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Air Minum mengolah dan menganalisa data, khususnya di bidang Air Minum.

3. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Air Minum menyusun laporan pekerjaan.

4. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Air Minum melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.

Tenaga Ahli Teknik Hidrologi/Geohidrologi.

Tenaga Ahli Teknik Hidrologi/Geohidrologi haruslah seorang Sarjana (S1) Teknik Sipil, berpengalaman di bidang Air Minum sekurang-kurangnya selama 5 (lima) tahun.

Tenaga Ahli Bidang Air Minum akan ditempatkan penuh waktu selama 6 (Enam) bulan atau selama periode kontrak. Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Bidang Air Minum akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut :

1. Membantu Ketua Tim dalam melaksanakan tugas pendampingan penyusunan RISPAM, khususnya di bidang Teknik Hidrologi/geohidrologi.

2. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Air Minum mengolah dan menganalisa data, khususnya di bidang Teknik Hidrologi/geohidrologi.

Dokumen Pengadaan Standar Jasa Konsultansi Badan Usaha

(dengan Prakualifikasi)

3. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Teknik Hidrologi/geohidrologi menyusun laporan pekerjaan. 4. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Teknik Hidrologi/geohidrologi melaksanakan pembahasan

dengan Pengguna Jasa.

Tenaga Ahli Bidang Keuangan

Tenaga Ahli Bidang Keuangan haruslah seorang Sarjana (S1) Ekonomi/Akuntansi, berpengalaman dalam Analisa Keuangan bidang Air Minum sekurang-kurangnya selama 5 (lima) tahun.

Tenaga Ahli Bidang Air Minum akan ditempatkan selama 2 (dua) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Bidang Keuangan akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut :

1. Membantu Ketua Tim dalam melaksanakan tugas pendampingan penyusunan RISPAM, khususnya di bidang Analisa Keuangan.

2. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Keuangan mengolah dan menganalisa data, khususnya di bidang Keuangan.

3. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Keuangan menyusun laporan pekerjaan.

4. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Keuangan melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.

Tenaga Ahli Muda Bidang Air Minum/Surveyor

Tenaga Ahli Muda Bidang Air Minum/Surveyor haruslah seorang Sarjana (S1) Teknik Lingkungan/Sipil, berpengalaman di bidang Air Minum sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun.

Tenaga Ahli Muda Bidang Air Minum/Surveyor akan ditempatkan selama 5 (lima) bulan atau selama periode kontrak. Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Muda Bidang Air Minum/Surveyor akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut :

1. Membantu Ketua Tim dalam melaksanakan tugas survey ke lapangan.

2. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Muda Bidang Air Minum/Surveyor menyusun laporan pekerjaan. 3. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Muda Bidang Air Minum/Surveyor melaksanakan pembahasan

dengan Pengguna Jasa.

Tenaga Pendukung Operator Komputer

Tenaga Pendukung Operator Komputer haruslah seorang lulusan D3/SLTA, dengan kemampuan dalam mengoperasikan Komputer dan Software AutoCAD dengan pengalaman selama 3 (tiga) tahun.

Tenaga Pendukung Operator Komputer akan ditempatkan penuh waktu selama 5 (lima) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Pendukung Operator Komputer ini adalah membantu Tenaga Ahli dalam menyusun laporan dan gambar dokumen RISPAM.

17. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

No Jadwal Keg (Bln ke) 1 2 3 4 5 6

1 Laporan Pendahuluan XXX

2 Pengecekan readiness criteria rencana lokasi XXX XXX XXX XXX XXX

3 Pengumpulan data XXX XXX XXX XXX XXX

4 Analisis data XXX XXX XXX XXX XXX

5 Laporan antara XXX

6 Konsep Laporan Akhir XXX

7 Laporan akhir & Draft Buku RI SPAM XXX

18. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan memuat metodologi, rencana kerja dan susunan personel termasuk base-line informasi yang telah di-update terhadap kerangka penugasan, konsepsi-konsepsi, wilayah studi dan standar teknis penanganan awal. Laporan Pendahuluan harus diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sejak SPMK sebanyak 7 (tujuh) copy 2 set diberikan kepada satker PK PAM Prop. Jateng.

Draft Laporan Pendahuluan harus dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan Satker PK-PAM Propinsi Jawa Tengah terlebih dahulu untuk dilakukan evalusi kesesuain produk dengan regulasi yang berlaku.

Konsep Laporan Pendahuluan harus dibahas paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan.

Dokumen Pengadaan Standar Jasa Konsultansi Badan Usaha

(dengan Prakualifikasi)

Laporan Antara memuat hasil sementara pelaksanaan kegiatan Penyusunan Rencana Induk SPAM Kabupaten BOYOLALI Provinsi Jawa Tengah yang berisikan kompilasi hasil survey, identifikasi pengumpulan data, rencana pemanfaatan dan alokasi penggunaan air baku yang akan menjadi bahan analisis penyusunan Rencana Induk SPAM. Laporan Antara harus diserahkan selambat-lambatnya 65 (enam puluh lima) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 7 (tujuh) copy 2 set diberikan kepada satker PK PAM Prop. Jateng.

Draft Laporan Pendahuluan harus dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan Satker PK-PAM Propinsi Jawa Tengah terlebih dahulu untuk dilakukan evalusi kesesuain produk dengan regulasi yang berlaku.

Konsep Laporan Antara harus dibahas paling lambat 75 (tujuh puluh lima) hari kalender sejak SPMK diterbitkan.

20. Laporan Akhir Sementara

Laporan Akhir Sementara memuat pokok sasaran sesuai dengan sasaran dan ruang lingkup studi dilengkapi dengan peta rencana pengembangan sistem sesuai periodisasi yang ditentukan.

Laporan Akhir Sementara diserahkan selambat-lambatnya 150 (seratus lima puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 7 (tujuh) copy 2 set diberikan kepada satker PK PAM Prop. Jateng.

Draft Laporan Pendahuluan harus dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan Satker PK-PAM Propinsi Jawa Tengah terlebih dahulu untuk dilakukan evalusi kesesuain produk dengan regulasi yang berlaku.

Konsep Laporan Akhir Sementara harus dibahas paling lambat 150 (seratus lima puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan.

21. Laporan Akhir

Laporan Akhir memuat Laporan Akhir Sementara yang telah disempurnakan berdasarkan hasil pembahasan, termasuk peta dan informasi pendukung penyusunan Rencana Induk kepada pemilik pekerjaan, Pemerintah Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah (Dinas PU/Dinas Cipta Karya dan Bappeda Kabupaten/Kota) dan PDAM / penyelenggara air minum yang melayani perkotaan di wilayah studi serta dokumen pengadaan (Gambar Kerja, dokumen pengadaan melalui internet/eproc, Rencana Anggaran Biaya, serta Standar Operasional dan Pemeliharaan). Laporan Akhir harus diserahkan selambat-lambatnya 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 17 (tujuh belas) copy 2 set diberikan kepada satker PK PAM Prop. Jateng serta Soft Copy Laporan Akhir (5 USB Flash Disk).

22. Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)

Ringkasan Eksekutif harus diserahkan selambat-lambatnya 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 17 (tujuh belas) copy 2 set diberikan kepada satker PK PAM Prop. Jateng.

23. Produksi Dalam Negeri

Semua kegatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

24. Persyaratan Kerjasama

Tidak diperlukan

25. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan

Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut :

1. Pengumpulan data primer dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan. 2. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan koordinasi dengan instansi terkait.

26. Alih Pengetahuan

Pemakaian Tenaga Ahli pada kegiatan ini harus dapat memberikan manfaat dalam alih pengetahuan secara optimal melalui kemitraan dengan media diskusi secara rutin dan pembahasan secara berkala.

Kepala Bappeda Kabupaten Boyolali Selaku PPKom

Drs. MASRURI

Dokumen Pengadaan Standar Jasa Konsultansi Badan Usaha

(dengan Prakualifikasi)

Dalam dokumen Dok. Pemilihan e proc Rispam 2013 (Halaman 33-39)

Dokumen terkait