Kerangka pemikiran yang akan dikemukakan dalam penelitian ini, berdasarkan pada teori yang benar dan berkaitan dengan variabel yang menjadi obyek dalam penelitian ini. Selain kerangka berpikir tersebut juga merupakan dasar pemikiran dari penelitian yang akan dikembangkan dalam penelitian ini. Berdasarkan landasan teori yang telah diuraikan dapat dirumuskan kerangka pemikiran sebagai berikut :
Ada empat komponen yang saling melengkapi dalam sepakbola, yaitu fisik, teknik taktik dan jiwa kebersamaan (psychososial)/mental. Yang diteliti
dalam penelitian ini adalah komponen kondisi fisik. Kondisi fisik merupakan unsur yang penting dalam menunjang penampilan seorang atlet dalam olahraga, sehingga untuk memperoleh prestasi dalam sepakbola dibutuhkan latihan fisik terutama terfokus pada faktor kondisi fisik dominan. Unsur kondisi fisik yang berpengaruh pada sepakbola antara lain kecepatan, kekuatan otot tungkai, power otot tungkai, daya tahan, kelincahan, fleksibilitas togok, koordinasi mata-kaki, waktu reaksi, dan keseimbangan.
a. Hubungan kecepatan dengan keterampilan bermain sepakbola
Kecepatan dapat diartikan kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan yang sejenis secara berturut-turut dalam bentuk yang sama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kecepatan dibedakan menjadi kecepatan mereaksi dan kecepatan gerak. Olahraga sepakbola membutuhkan kecepatan gerak khususnya kecepatan berlari selama pertandingan untuk mengejar bola yang diberikan anggota tim,untuk mengejar lawan, untuk melakukan pressing terhadap lawan dan untuk melakukan serangan balik atau counterattack.
b. Hubungan kekuatan otot tungkai dengan keterampilan bermain sepakbola
Secara fisiologis kekuatan merupakan kemampuan otot untuk mengatasi beban atau tahanan atau kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tekanan. Dalam sepakbola kekuatan otot yang paling dominan adalah kekuatan otot tungkai, dikarenakan otot tungkai sangat berperan untuk melakukan tendangan. Dengan kekuatan seorang pemain sepakbola akan dapat menendang bola lebih jauh dan dapat mengatasi tekanan yang ditimbulkan dalam mendribbling bola. Kekuatan otot tungkai sangat berperan untuk melakukan tendangan yang keras kearah gawang. c. Hubungan power otot tungkai dengan keterampilan bermain sepakbola
Power adalah kekuatan sebuah otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kecepatan tinggi dalam gerakan yang utuh yang bekerja dalam waktu yang singkat.Olahraga sepakbola membutuhkan power khususnya yang berada pada otot tungkai, yang dapat diartikan kemampuan otot atau
sekelompok otot tungkai untuk mengatasi tahanan beban dengan kecepatan tinggi (eksplosif) dalam satu gerakan yang utuh yang melibatkan otot-otot tungkai sebagai penggerak utama. Dalam hal ini power otot tungkai sangat berperan penting untuk melakukan tendangan (shooting) yang keras dan kencang. Selain itu, power otot tungkai juga berperan untuk melakukan operan-operan melambung tinggi jarak jauh.
d. Hubungan daya tahan dengan keterampilan sepakbola
Daya tahan adalah kemampuan organisme tubuh untuk mengatasi kelelahan yang disebabkan oleh pembebanan yang berlangsung relatif lama. Daya tahan dibedakan menjadi daya tahan otot dan daya tahan kardiovaskuler. Dalam sepakbola, daya tahan kardiovaskuler lebih dominan dibanding daya tahan otot karena sangat berpengaruh untuk dapat bermain dari menit awal sampai akhir pertandingan baik daya tahan aerob maupun anaerob. Seorang pemain tidak akan dapat mengeluarkan keterampilan bermainnya jika mempunyai daya tahan kardiovaskuler yang rendah, tidak akan dapat menggiring bola, menendang bola bahkan untuk berlari mengejar bola. Daya tahan yang melandasi berbagai macam keterampilan bermain sepakbola.
e. Hubungan kelincahan dengan keterampilan bermain sepakbola
Kelincahan meliputi komponen perubahan arah yang cepat, memulai dan berhenti dengan cepat. Permainan Sepakbola sangat membutuhkan kelincahan karena kelincahan memang menjadi karakteristik olahraga sepakbola. Kelincahan berfungsi untuk berbelok arah ketika menghindari lawan baik pada saat membawa bola maupun ketika tanpa bola. Pada saat sedang menggiring bola dan ada pemain lawan yang melakukan sliding ingin merebut bola, pemain yang sedang menggiring bola harus mempunyai kelincahan untuk membelokkan bola atau sekedar melompat agar tidak terkena sliding lawan. Pada saat off the ball pun seorang pemain dituntut mempunyai kelincahan untuk sekedar berlari kemudian berhenti secara tiba-tiba dan berbelok arah dengan tujuan mengecoh lawan atau mengganggu konsentrasi lawan.
f. Hubungan fleksibilitas togok dengan keterampilan bermain sepakbola Fleksibilitas adalah kemampuan seseorang dapat melakukan gerak dengan ruang gerak seluas-luasnya dalam persendian.Sepakbola membutuhkan fleksibilitas untuk menunjang gerakan-gerakan lainnya dalam hal ini fleksibilitas punggung.Pada saat mengontrol bola baik menggunakan tungkai ataupun dada pemain membutuhkan fleksibilitas punggung untuk menyempurnakan teknik kontrol bola tersebut.Pada posisi kiper pun membutuhkan fleksibilitas punggung dalam usaha menjangkau bola ke berbagai sudut gawang.Fleksibilitas juga berperan pada saat menyundul bola.Pada gerakan menyundul bola membutuhkan fleksibilitas punggung untuk sumber tenaga sehingga dapat melakukan sundulan bola yang kuat. g. Hubungan koordinasi mata-kaki dengan keterampilan bermain
sepakbola
Koordinasi adalah kemampuan untuk memadukan secara cepat dan tepat berbagai macam gerakan ke dalam satu pola gerak khusus.Koordinasi melibatkan beberapa segmen tubuh. Dalam penelitian ini terkait dengan koordinasi mata-kaki yang diperlukan untuk melakukan beberapa gerakan dalam sepakbola menjadi satu kesatuan gerak yang komplek seperti menggiring bola, mengontrol bola, menendang bola. Koordinasi membutuhkan kekompakan anggota tubuh. Dalam sepakbola ketika hendak menendang mata harus melihat dahulu kearah target setelah itu kaki menendang kearah target tersebut. Pada saat menggiring bola, mata melihat hadangan atau lawan yang ada di sekitar untuk memudahkan si pemain menggiring bola kearah yang dituju.
h. Hubungan waktu reaksi dengan keterampilan bermain sepakbola
Waktu reaksi adalah waktu tersingkat yang dubutuhkan untuk memberikan jawaban kinetis setelah menerima rangsang melalui berbagai indera, saraf dan lainnya. Kecepatan reaksi berperan penting dalam sepakbola, maka yang dimaksudkan kecepatan reaksi dalam sepakbola adalah kecepatan reaksi kaki untuk merebut bola dari lawan (intersep),
menentukan timing berkelit dengan lawan, melakukan tendangan ke gawang hingga waktu reaksi kiper menangkap bola. Dalam hal ini kaki akan melakukan gerakan setelah menerima respon melalui indera penglihatan yaitu mata. Koordinasi antara mata dan kaki sangat penting menentukan keberhasilan melakukan teknik dalam sepakbola. Berdasarkan hal tersebut dapat diperkirakan terdapat hubungan antara waktu reaksi dengan keterampilan bermain sepakbola
i. Hubungan keseimbangan dengan keterampilan bermain sepakbola Keseimbangan diartikan sebagai kemampuan relatif untuk mengontrol pusat massa tubuh (center of mass) atau pusat gravitasi (center of gravity) terhadap bidang tumpu (base of support). Dalam olahraga sepakbola membutuhkan keseimbangan untuk mengaplikasikan berbagai gerakan didalamnya, seperti menjaga bola dari lawan (shielding the ball), mempertahankan posisi tubuh pada saat melakukan berbagai teknik dalam sepakbola seperti : menendang, mengontrol, menyundul bola. Pada saat menendang bola misalnya, tubuh membutuhkan kesimbangan untuk melakukan tumpuan sebelum kaki bersinggungan dengan bola. Pada saat menggiring bola tubuh membutuhkan kesimbangan agar tidak jatuh.
Sepakbola adalah permainan yang berlangsung dengan intensitas yang tinggi untuk itulah dibutuhkan komponen kondisi fisik yang baik agar pemain dapat melakukan teknik dan taktik untuk menunjang permainan sepakbola. Daya tahan mutlak sebagai komponen dasar untuk melandasi permainan sepakbola karena digunakan untuk bermain dari menit awal sampai akhir pertandingan. Sepakbola membutuhkan kekuatan otot tungkai, power otot tungkai, kelincahan dan kecepatan berlari untuk menguasai bola maupun merebut bola dari lawan. Koordinasi mata-kaki sangat diperlukan karena karakteristik sepakbola yang tekniknya sebagian besar menggunakan kaki, untuk menendang, menggiring, mengontrol bola.
Untuk mencapai kemampuan maksimal faktor-faktor seperti waktu reaksi, keseimbangan dan fleksibilitas sangat mempengaruhi. Sepakbola adalah permainan cepat, kemampuan waktu reaksi yang baik diperlukan oleh beberapa
pemain seperti kiper untuk menepis dan menangkap bola dan untuk pemain dalam menerima umpan. Keseimbangan dalam sepakbola digunakan ketika sedang berlari, mengontrol, menggiring bola atau melakukan hal yang berhubungan dengan teknik dasar dan fleksibilitas togok digunakan ketika ingin melewati lawan atau untuk menyempurnakan berbagai teknik dalam sepakbola.
Secara skematis faktor kondisi fisik dominan penentu keterampilan bermain sepakbola antara lain kecepatan, kekuatan otot tungkai, power otot tungkai, daya tahan, kelincahan, fleksibilitas togok, koordinasi mata-kaki, waktu reaksi, dan keseimbangan dapat digambar sebagai berikut:
Gambar 2.6 Kerangka berpikir Waktu reaksi (X8) Keseimbangan (X9) Kecepatan (X1) Kekuatan otot tungkai (X2) Power otot tungkai (X3) Daya tahan (X4) Kelincahan (X5) Koordinasi mata-kaki (X7)